Langsung ke konten utama

#NulisRandom2017 Day 29: Proyek dan Resolusi Saya yang Belum Kesampaian (2)

Lanjut ke entri berikutnya.

4. Menerbitkan fiksi (lagi)
Sudah lama sekali waktu berlalu sejak saya terakhir kali menerbitkan fiksi, yaitu saat naskah saya terpilih masuk suatu project pertama dari Nulisbuku. Karenanya, semoga saya bisa menerbitkan fiksi lagi. Mulai dari menulis fiksi dulu.

5. Aktif di blog atau vlog
Ini akan dibahas lebih lanjut pada entri ke-30 nanti. Berkat adanya proyek #nulisrandom2017 ini, saya jadi lebih termotivasi nge-blog lagi. Atau malah ke depannya membuat vlog? Mungkin tentang makanan, mungkim juga tentang hal random seperti di blog ini.

6. Bermain piano kembali
Saya pernah belajar piano sekitar 10 tahun lalu, dan mulai jarang bermain setelah itu. Tapi, dalam hati saya, saya ingin belajar piano lagi secara otodidak memainkan lagu yang saya suka.

7. Resolusi jangka pendek: mendapat gelar dokter, ASAP!
Yah, ini resolusi jangka pendek saya yang selalu ada dalam tiap doa saya. Saya ingin segera melewati kepaniteraan, lalu melewati UKMPPD dan sumpah dokter secepatnya, agar bisa segera mewujudkan resolusi dan proyek saya yang lainnya. Kalau bisa, saya berharap bisa lulus yudisium 11 Juli nanti, ikut UKMPPD tanggal 19 dan 26 Agustus dan disumpah dokter pada Oktober. Amini saja ya.

8. Resolusi jangka pendek lain: dilancarkan dalam pembaptisan
Seperti yang telah saya sebutkan di beberapa entri sebelumnya, saya memutuskan untuk mengikuti katekumen, pembelajaran untuk menjadi agama Katolik. Saya berharap semoga Natal ini saya bisa dibaptis, kalau tak ada halangan. Amin!

Sekian entri ke-29 ini. Semoga resolusi dan proyek saya bisa terwujud, ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya...
Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan…

Tes Masuk Atmajaya (2)

Ternyata di lantai 2 sudah ada banyak orang, dan saya bertemu mantan teman sekolah saya disana. Saya pun menuju ke depan ruangan tes saya, lalu membaca-baca lagi Biologi kelas 2 yang sebenarnya tak terlalu ada gunanya. Setelah beberapa lama, pintu ruangan tes mulai dibuka dan saya serta beberapa lainnya mulai masuk ke ruangan.
Ruangan tes itu lumayan dingin, tapi untung saya mendapat tempat cukup jauh dari AC. Dan pertama kali sebetulnya saya salah tempat, main duduk saja padahal itu tempat duduk orang. XD Tiba-tiba, saat saya baru masuk, saya mendengar bunyi sirene. Oh, ternyata itu suara bel. Sebenarnya saya sudah menduga, sih, mengingat saya pernah membacanya di blog orang entah siapa. Tapi tetap saja saya tak menyangka bahwa bunyinya persis sirene pemadam kebakaran (atau sirene ambulans? atau sirene mobil polisi? tak terlalu ingat juga saya... ah sudahlah itu tak penting).
Tes pertama adalah tes Biologi. Tes ini dikerjakan di LJK yang bulatannya lebih besar dari bulatan LJK pada umu…

Tur Korea (Pengantar) - Di-PHP Asiana Airlines

Rencananya akan menulis sejumlah entri mengenai tur Korea, kemudian menulis mengenai review anime, album, dan buku, yang sudah lama tak ditulis.
Baiklah kita mulai dengan tur Korea. Karena di tab saya tidak ada foto, maka foto akan diupload menyusul.
Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk mengunjungi Korea Selatan. Persiapannya cenderung singkat, yaitu 3 minggu sudah termasuk waktu pengurusan visa. Saya telah mengunjungi sejumlah agen perjalanan, namun ternyata hanya satu agen yang bersedia membuatkan visa Korea dengan waktu yang tersisa.
Singkat cerita, administrasi sudah diurus, uang tur sudah dibayar. Kemudian, 2 minggu sebelum tur, saya bermimpi aneh. Saya sedang menaiki Asiana Airlines perjalanan Jakarta ke Incheon. Suasana waktu itu malam hari, persis seperti yang akan saya bayangkan saat akan pergi, yang memang dijadwalkan menggunakan Asiana. Namun, ternyata di tengah perjalanan, pesawat kami rusak dan tiba-tiba semuanya gelap. Saya pun terbangun.
2 minggu …