Senin, 31 Januari 2011

Review Festival Sakura-Analisis dan Kesimpulan


Judulnya seperti laporan praktikum ilmiah --b
Yah, jadi intinya disini saya ingin membahas mengapa anak Sanur yang kebanyakan menang di 2 lomba itu, dan bukan anak sekolah lain. Bukannya saya ingin mengkhianati anak Sanur atau apa, ya. Saya cuma melihat dari sudut pandang sebagai murid Sanur yang mengikuti perkembangan event dari saat posternya pertama kali ditempel sampai lomba dilaksanakan. Sekali lagi, dari judulnya saja, sudah dapat dilihat kalau ini hanya ANALISIS saya, jadi belum tentu benar.

Pertama, karena mereka anak Sanur. Alasan ini jelas. Mana mau dibilang "Kok anak Sanur pada ga menang semua di 1 lomba? Yang menang pada anak luar semua?". Selain itu juga rugi, kan... Coba dipikir, seandainya ada ibu yang mau memberikan uang kepada anaknya dan teman anaknya, mana yang lebih ikhlas?

Kedua, karena sebenarnya, sosialisasi untuk murid SMA tentang Festival Sakuradilaksanakan hanya beberapa hari sebelum hari H. Kalau SMP saya tidak tahu kapan, ya, sosialisasinya... Sedangkan, seperti yang kita sudah ketahui, membuat kostum itu perlu waktu yang lama, apalagi kostum yang bagus atau dari penjahit ternama. Waktunya berkisar antara 1 minggu sampai > 1 bulan. Itu baru kostumnya. Belum aksesorisnya, seperti pedang, dsb. Masih mending kalau lomba harajuku yang memadumadankan pakaian. Bagaimana kalau cosplay? Pasti harus meminjam dari teman-teman yang cosplayer, kalau waktunya cuma kurang dari 1 minggu begitu. Dan di SMA, semua kelas wajib mengirimkan minimal 1 perwakilan untuk ikut 2 lomba diatas, yang berarti ada beberapa orang yang tadinya sama sekali tak berpikir untuk ikut lomba, jadi harus ikut lomba. Jadi mungkin dengan pertimbangan "Ah, ini kan nyiapinnya singkat banget" jadi dipilihlah mereka =w=

Ketiga, untuk meningkatkan animo murid terhadap J-culture, khususnya J-fashion. Sanur bukanlah SMA 1 Bekasi atau SMA-SMA lain yang J-club di sekolahnya sudah sangat terkenal dan mengadakan event Jepang rutin setiap tahunnya. Festival Sakura pun, setahu saya, merupakan event Jepang pertama yang diadakan Sanur setidaknya 5 tahun terakhir. Karena itu, animo murid masih sangat rendah. Yang mau menjadi panitia pun tidak seantusias acara-acara lainnya, karena acara ini merupakan acara yang bahasa kasarnya "membela kaum minoritas, dalam hal ini J-lovers" (Dan anak kelas 12 tidak ada yang mendaftar jadi panitia, jadi saya juga tidak jadi panitia, daripada sendirian jadi panitia... =="). Pendaftar cosplay dan harajuku pun tadinya masih sedikit, bahkan setelah saya menyebar form pendaftaran secara daring yang boleh diunduh siapapun, masih dibilang "Kok yang daftar lomba dikit amat ya?"
Akhirnya diadakanlah kebijakan kalau 1 kelas minimal kirim 1 perwakilan, jadi yang ikut lomba jadi banyak. Alhasil, lomba pun jadi seperti classmeeting yang dicampur dengan beberapa orang luar... ==
Dan kalau anak Sanur menang, kan setidaknya murid sekelasnya senang, jadilah animo murid meningkat dan bukannya tidak mungkin tahun depan diadakan event serupa... (maunya)

Bagaimanakah solusi untuk hal ini?
Menurut saya, sebaiknya tak usah dicantumkan asal sekolah, dan tidak dibatasi untuk SMP dan SMA, biar lebih objektif. Saya banyak menerima keluhan yang berbunyi "Kok yang ikut cosplay cuma boleh SMP sama SMA? Ga enak banget yang kuliah ga boleh ikut..."
Lagian kalau yang umum boleh ikut, kan, alumni bisa ikut juga, hehe... Kasihan juga kan alumni yang pengen ikut tapi ga bisa karena sudah lulus?
Selain itu, jurinya kalau bisa selain dari pemerhati Jepang, designer, dan cosplayer, juga ditambahkan dari kameko (fotografer khusus cosplayer), dan penonton awam (bukan J-lovers dan tidak memihak sekolah manapun) serta 1 orang otaku (peminat anime, manga, dan game, terserah dari sekolah mana, gunanya untuk membandingkan kemiripan dan penghayatan antara tokoh asli dan cosplayer itu sendiri). Jadi lebih adil...

Review Festival Sakura-Day 2

Tadinya saya berpikir hari kedua akan lebih menyenangkan.
1. Ada lomba cosu, dimana banyak diantara anak-anak Sanur yang saya kenal yang cosplayer, apalagi anak-anak diluar Sanur, pasti lebih banyak lagi
2. Lebih banyak kenalan saya, karena ada gathering Kaori! Yay!
Namun ternyata semuanya tidak sesuai ekspetasi.
Pertama, Sabtu malam saya terkena insomnia bulanan di saat yang sama sekali tidak tepat. Kenapa harus hari itu?! Alhasil saya pun tidak bisa tidur semalaman, belum lagi saya juga terkena flu yang ditularkan adik saya yang menyebabkan napas sesak setiap kali berbaring dan juga sakit tenggorokan yang menyebabkan suara saya nyaris menghilang. Otomatis, saya yang dandere mau tidak mau harus menjadi lebih dandere supaya suara saya tidak benar-benar menghilang.
Saya datang telat karena sebelumnya harus mengikuti seminar PTN yang ternyata semuanya sudah dijelaskan di buku panduan. Untung saya tidak mengikuti sampai selesai, langsung datang ketika anak-anak Kaori sudah berkumpul. Saya pun mengikuti gath Kaori, yang dihadiri oleh Kevin Wilyan, Shiho 'tsuki' Sasaki, Dwiutomo Octavianto, Alvin Nandika, Adam Luthfi, Mazaya Nabila, dan beberapa belas orang lainnya (lupa nama asli mereka).
Waktu berlalu dan anak-anak Kaori beranjak ke Tamini Square, sebagian pulang. Saya mencoba menelpon teman-teman saya yang lain ternyata mereka sudah berangkat ke Tamini juga. Maklum, katanya di Sanur cosplayernya mengecewakan. Saya sempat mengira cosplaynya bagus-bagus karena saya sempat memotret cosplayer yang ternyata juara 1 :hammer:.
Tinggallah saya sendiri, karena yang lain pada ke Tamini semua, sebagian lagi hilang entah kemana dan apesnya, pulsa saya Rp 0,- sehingga saya meng-SMS mereka pun tidak bisa. Mana ga ada teman sekolah yang saya kenal baik, pula...
Akhirnya, setelah cosplay cabaret yang dilakukan oleh "Srikandi" dan "Gatotkaca" berkostum mecha super detil (kostumnya bisa menyala, loh!) yang sebelumnya saya pernah liat entah di event apa (sepertinya di Hellofest), pengumuman pemenang cosplay pun dibacakan. Dan ternyata benar, juara 1 nya adalah yang saya foto itu! Memang bagus sih, pedangnya bisa menyala seperti si Gatotkaca... XD
Juara 2 nya adalah Kuran, dan juara 3 nya adalah seorang berkostum Lineage yang tidak saya tahu nama cosplayernya. Semuanya bukan anak Sanur. Tapi tunggu dulu, ada penghargaan khusus yang diberikan dewan juri, katanya, "Nih orang kostumnya mirip banget sama animenya, sampai-sampai mukanya pun mirip sama karakter animenya!" Ternyata yang diberikan penghargaan khusus adalah orang berkostum Toushirou Hitsugaya yang notabene adalah anak Sanur... lagi... ==
Sayang sekali Shinju Kihara dan Kaeki Manasumu tidak menang...
Pertunjukan yang terakhir kali saya lihat adalah penampilan PSUMB yang membawakan 2 lagu yang sudah tidak asing di telinga saya yakni Serviam (lagu kebangsaan sekolah saya), Now or Never (lagu yang paling sering dibawakan PSUMB dari saya pertama kali sekolah di sana sampai saya udah mau lulus gini), dan lagu tradisional Jepang yakni Sakura. Setelah itu ada taiko dan bon odori lagi, serta pengumuman pemenang tiket, tapi saya sudah pulang.

Review Festival Sakura: Day 1


Setelah perjanjian dengan beberapa teman FB sana-sini, akhirnya saya pun datang ke event jam 1 siang. Anak-anak yang lain ternyata sudah datang sejak pagi.
Sebenarnya saya janjian dengan beberapa orang, namun yang pertama saya temui adalah Kuran Seth Yuuki, teman FB pure hasil kenalan di event FB yang sudah saya buat yang kemudian menjadi anak saya. Ia ikut 2 lomba sekaligus yakni harajuku dan cosplay.
Kemudian setelah menemaninya menuju ruang ganti, saya pergi untuk mencari absen yang tidak jelas lokasinya. Katanya, ada di depan perpus... Eh, ga taunya, setelah bertanya pada banyak teman dan guru, didapatilah meja absen berada di sebelah tukang sate ayam! Jauh banget loh jaraknya...
Setelah itu, saya pun menuju lantai 3 tempat diadakannya workshop cha-no-yu (upacara minum teh). Ternyata teh hijau Jepang itu rasanya enak sekali loh... Rasanya jauh lebih enak dari teh hijau China yang pernah saya minum sebelumnya... Dan camilannya juga! Manis sekali, seperti terbuat dari gula 100%. Langsung lumer saat dimakan...
Sehabis itu, saya kembali ke ruang ganti dan menemui anak saya sudah siap dengan kostumnya. Akhirnya kami keluar dan menuju aula SD, menemui Verde Kun (kameko senior yang saya kenal pertama kali dari blog penuh eventnya) dan kawan-kawannya sesama kameko. Saya sempat berkenalan dengan salah satu dari mereka yang ternyata bernama Samdy dengan nama FB Sandy Kameko Apprentice, anak Saint Peter yang ternyata seangkatan dengan beberapa teman seangkatan saya yang sekolah di sekolah saya dan tinggal dekat rumah saya. Pantas saya merasa sering lihat dia...
Tak lama kemudian penyiar Sanur FM mengumumkan bahwa para peserta lomba Harajuku diharapkan bersiap-siap karena sebentar lagi lomba akan segera dimulai. Peserta lomba pun bersiap-siap ke belakang panggung, dan satu-persatu peserta muncul serta berpose di atas panggung sesuai nomor urut mereka. Kemudian mereka dikomentari oleh dewan juri yang semuanya sepertinya sudah pro, karena pertanyaan dan komentarnya begitu... ehm... mendetil. Bagus, sih, tapi kok rasanya seperti pemilihan miss-miss-an atau putri-putrian yang ada di televisi saja... XD
Pertanyaan standar untuk tiap orang: "Kamu pilih tema apa? Dan kenapa kamu pilih tema itu?" Sisanya macam-macam, mulai dari warna yang tidak sesuai, make-up yang tidak kelihatan oleh para dewan juri, baju yang kurang "nabrak", dan sebagainya.
Setelah itu, MC mengumumkan bahwa pengumuman pemenang akan dibacakan sekitar jam 18.30. Saya kemudian bertemu dengan 2 teman sekolah saya, Conchita Tania dan Caroline Budiwarman. Kemudian saya bertemu juga dengan Cho Kuze Kazuaki, anak YUI-Indo yang entah kenapa tiba-tiba datang ke sekolah saya, serta Benaya Bonaventura, kameko teman Verde dan Samdy yang ternyata sudah saya lihat dari tadi tapi saya ga nyadar kalau itu dia.
Setelah selesai lomba, tiba-tiba saya ditelpon karena akan segera dijemput. Alhasil, saya hari itu tidak bisa menyaksikan pemenang lomba. Tapi saya cukup terhibur karena penampilan taiko (bukan taiko yang di osu! *penulis maniak osu!*, ini taiko beneran, yang bedug ala Jepang) dan bon odori yang diikuti oleh grup taiko, beberapa guru, teman sekolah, alumni, dan Verde serta Kuran. Saya baru ikut di lagu terakhir, itupun encore, karena saya ga bisa nari, walaupun zaman dulu kelas bahasa Jepang pernah meluangkan 2 pertemuan untuk bon odori... Dan lagu terakhir itupun saya juga pernah ikut di kelas bahasa Jepang... Tapi tetap saja, saya ga bisa nari!
Ah ya, saya juga sempat mencicipi es krim ala Jepang. Membuatnya lumayan lucu, jadi ada gelas berisi es krim dimasukkan ke dalam sebuah mesin yang kemudian bisa menghasilkan es krim yang modelnya seperti di M*D. Saya sendiri mencoba yang rasa green tea.
Dan setelah saya dijemput, saya kemudian menanyakan hasil lomba kepada Verde, Samdy, Benaya, Kuran, dan Jason Vendy, anak kelas X SMA CC yang ternyata pemain Touhou. Ternyata juara 1, 2, dan 3 semuanya adalah anak-anak Sanur. Sebenarnya cukup mengherankan bagi saya. Inikah yang dinamakan "teori konspirasi"? Padahal banyak anak sekolah lain yang lebih bagus dan lebih sesuai tema, to be honest (bukan hanya saya yang bilang, dewan juri pun berkata demikian, karena yang juara 1-nya saja ikut dikomentari tentang bajunya oleh dewan juri), tapi entah kenapa bisa anak Sanur semua yang menang.
Tadinya saya berniat pulang malam karena mau lihat band covering, namun ternyata ada tiket masuknya yaitu Rp 20.000,-. Kok bisa ya? Padahal kalau di event Jepang yang lain itu bisa dinikmati gratis loh --
Yah, lanjut ke hari kedua...

Review Festival Sakura: Sebelum Hari H


Seperti yang sudah kita ketahui bersama, sekolah saya mengadakan J-event di tahun terakhir saya bersekolah di sana (kalau lulus). Festival Sakura namanya. Untuk info lebih lanjut silakan lihat entri Festival Sakura.
Nah, karena itu, maka sekolah saya mengadakan penjualan tiket untuk mereka yang akan hadir. Iseng-iseng, saya pun memasang event "Festival Sakura" di FB, pada awal Januari 2011. Tak disangka, dalam sekejap sudah banyak yang menanggapi.
Maksud hati menjual tiket, saya malah menanggapi pertanyaan-pertanyaan mereka. Yah tak apalah, toh saya menanggapi dengan senang hati, karena saya memang berniat membantu mereka (panitia dan penanya) di tahun terakhir saya bersekolah di sana.
Ternyata sosialisasi yang saya lakukan di FB lumayan berhasil. Tepatnya saya ga tahu apa itu dilakukan oleh saya atau bukan, tapi yang pasti, pas pertama kali saya buat event di FB, tamu yang hadir di event sebelah yang sama masih 80 orang, dan setelah saya yang bikin malah tamu yang hadir kira-kira 400 orang... XD
Beruntunglah karena sekitar 75% dari teman FB saya adalah J-lovers dari seluruh Indonesia, kebanyakan dari Jakarta dan Bandung... Tapi ternyata hal ini tidak selamanya menyenangkan, kenapa?
Silakan simak part selanjutnya saja, ya...

Senin, 17 Januari 2011

Hiatus (mungkin...)

Untuk sementara ga bisa update entri banyak-banyak..
Maklum, sibuk --

Jumat, 07 Januari 2011

My Blog's Statistic

English post again..

I just found that there is a statistic for my blog... And when I saw it, I quite happy because my official site has >5000 pageviews/year!!
Although my other blogs (Japanism, My Story, Keprihatinan Nasional, Resenshii, DeviantArt, and others) don't have enough pageviews, I'm quite happy because if I sum it, I got at least 6000 pageviews/year...

Ah, anyway, happy 2nd birthday to this official site!
Hope this year this official site will get more than 10000 pageviews..
Amen...
I will post more and more entries to you, especially reviews..

Last but not least, do you like my new template?
It's quite... ummm.. pinky and Piglet-everywhere, right?
But hope you like it ^^
The size of tables and banner are bigger too..

Kamis, 06 Januari 2011

Perubahan

Bertepatan dengan ultah blog ini saya akan mengadakan perombakan layout.
Tunggu tanggal mainnya XD