Jumat, 29 Juli 2011

Kalau Mengenang ke Masa Lalu, Sih...


Baca blog ini dari entri-entri awal, deh.
Rasanya... perubahannya besar sekali.
Dari gaya bahasa, format tulisan, sampai apa yang ditulis.
Tapi yang paling menonjol menurut saya adalah satu kisah yang bersambung: saya dan sebuah jurusan bernama Kedokteran Umum.

SMA kelas 1, saya berharap tidak masuk IPA dan tidak mau jadi dokter.
SMA kelas 2, saya masuk IPA dan tidak mau jadi dokter.
SMA kelas 3, saya diterima di jurusan Kedokteran Umum di salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta.
Sekarang, hari ini, saya tengah bersiap-siap untuk pengenalan kampus di perguruan tinggi tempat saya akan belajar.... untuk menjadi dokter.
Terlihat seperti sebuah keajaiban.

Ada yang bilang, "Jadi dokter itu gak gampang. Kamu harus mikir 10000x sebelum kamu nentuin mau masuk FK atau nggak."
Sampai kelas 2 semester 1, jawaban saya adalah "nggak".
Kelas 2 semester 2, saat libur kenaikan kelas, saya dibawa ke sejumlah FK di Jakarta oleh ortu saya.
Dari situ saya berpikir, jadi dokter ga seburuk yang saya bayangkan.
Apalagi semakin hari saya makin banyak menemui orang-orang yang berprofesi menjadi dokter namun suka menulis dan hobi saya yang lainnya.
Dokter bisa bikin cerpen. Bisa bikin novel.
Cosplayer yang saya temui banyak yang kuliah di FK.
Kenapa saya ga coba untuk menjadi seperti mereka?

Semoga di kemudian hari, kecintaan terhadap jurusan yang dulu saya benci itu akan muncul.
Seperti kata pepatah, makin benci pada sesuatu, biasanya malah akan timbul perasaan cinta.
Iya, nggak?

Banyak yang bilang:
"Kuliah di FK itu gak enak. Pake sistem blok, banyak banget bahan ujiannya, tiap 2 minggu sekali ada ujian blok dan midblok. Belum di kampus kamu, kalau mau cepet lulus mesti praktek kerja di RS di Sukabumi, Semarang,Yogyakarta..."
Jalani saja lah, sambil meneruskan hobi saya juga.
Dan seperti yang saya katakan di beberapa entri sebelumnya, doakan saya masih punya waktu untuk nge-blog.
Sekadar menulis pengalaman sehari-hari, review dan sebagainya, seperti saya pas SMA.

Proyek Spesial

Untuk mengabadikan masa sekolah saya selama 12 tahun kemarin, saya punya cara spesial.
Sayangnya agak sedikit terlambat karena mulai besok harus disibukkan dengan pengenalan kampus yang katanya membuat depresi. Tapi, coba jalani dengan santai dulu saja, deh.
Kalau sudah selesai, proyek ini akan saya umumkan secara bertahap.
Doakan semoga proyek ini kelar secepatnya di tengah kesibukan perkuliahan yang ada.

Gr*media


Udah pernah nulis ini belum ya?

Yah, intinya saya cuma pengen menulis tentang toko buku favorit saya ini. Gr*media namanya (disensor, tapi semuanya pasti udah tau, liat dong gambarnya.. XP). Walau ada toko buku lainnya seperti G*nung Ag*ng, P*perclip, K*nokuniya, P*riplus, dll, tapi menurut saya Gr*media tetep yang paling keren.

Pertama, Gr*media punya penerbit, jadi pastinya semua buku terbitan Gr*media (dan jumlahnya super banyak itu) dijual di Gr*media, walau buku penerbit lain juga dijual disana. Buku baru di Gr*media terhitung paling lengkap dibanding toko buku lainnya (dengan catatan: bahasa Indonesia dan kategorinya umum. Jangan harap bisa menemukan buku berbahasa Rusia atau komik yaoi, misalnya *plak). Rasanya kalau ngeliat buku kita dijual di Gr*media, tak sesenang jika melihat buku kita dijual di toko buku lain. Ada kebanggaan tersendiri kalau melihat buku kita dijual di toko selain Gr*media. "Wah, buku gua pemasarannya luas juga, ya? Sampai dijual di toko (nama toko buku selain Gr*media) juga. Mantep!"

Kedua, Gr*media sering adain diskon, dan diskonnya lumayan mantep. Kalau beruntung, Anda dapat mendapatkan buku bagus dengan harga super murah. Misalnya, buku Detik Terakhir karya Alberthiene Indah yang sedang didiskon di beberapa Gr*media yang saya temui, dijual dengan harga Rp 7.500,00 atau Rp 10.000,00 (saya lupa). Saya sampai terpana ketika melihat buku itu di rak diskon. Saya pernah membaca buku itu, dan buku itu SANGAT bagus. Atau buku berjudul XX yang pernah saya resensikan di blog ini, yang juga didiskon. Kok bisa didiskon, ya?

Ketiga, atmosfernya sangat nyaman untuk belanja buku maupun hunting buku untuk dibaca gratis. Dimanapun Gr*media yang saya kunjungi (saya sudah mengunjungi Gr*media di kota Padang, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar), semuanya menyajikan atmosfer yang sama: tempat ber-AC dengan lampu terang dan surga buku yang modern, tidak seperti perpustakaan pada umumnya yang berkesan angker. Sayangnya ada musiknya, dimana saya sebenarnya menganggap musik itu membangkitkan mood untuk menulis dan bukannya membaca. Jadi, ya, kalau membaca buku yang terlalu tebal di Gr*media dan lagi ada musiknya, kadang saya suka ga konsen baca. Mendingan beli. (Apakah ini strategi Gr*media untuk menarik pembeli? Hoho....)

Begitulah kira-kira alasan saya betah ke Gr*media dan betah berlama-lama disana. Apa kalian juga senang kesana? Hehehe...

Hari Terakhir Liburan Panjang

Akhirnya liburan saya selama 3 bulan lebih berakhir juga...
Besok briefing ospek, tanggal 1-4 ospek fakultas dan 6-7 ospek kampus...
Tanggal 8 udah kuliah...
Liburan terpanjang dan paling banyak nganggur selama saya liburan, karena ga kemana-mana kecuali Bandung dan Puncak...
Palingan cuma ke event-event jejepangan, atau ke mal-mal, sisanya di rumah, deh...

Well, liburan ini bisa dibilang ga ngapa-ngapain...
Yang paling banyak dilakukan hanyalah menjahit (strimin, bikin-bikin aksesoris cosu, dll), bikin cerpen, bikin novel, dan main osu...
Skill osu saya sampai meningkat berkali-kali lipat gara-gara liburan, dan semoga aja ga cepet turun XD

Semoga pas kuliah nanti saya masih bisa nge-blog dan menceritakan pada kalian bagaimana seneng sedihnya berada di FK... Hohoho...

Jumat, 15 Juli 2011

Vocalo.id Album Compilation (First Impression)



Album kompilasi pertama yang dihasilkan anak-anak forum Vocalo.id, forum pecinta dan pemakai Vocaloid di Indonesia. Berisi lagu-lagu dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.

1. re: month of music
Musik dan efeknya udah keren, macam lagu-lagu di Project Diva... Sayang bahasa Inggris Miku-nya terlalu romaji, dan apa yang diucapkan Miku agak susah ditangkap di telinga saya, walau dalam bahasa Indonesia. Baru ngeh apa yang diucapkan setelah lihat liriknya. Kalau lagu bahasa Jepang (yang saya cuma ngerti dikit-dikit itu) pasti saya bilang "Ini lagu cocok untuk pembuka". Tapi sayang liriknya kurang cocok.

2. [un]certain happiness
Saya tadi sudah mendengar lagu-lagu Indonesia covering Vocaloid REDSHIFT, dan memang karya-karyanya bisa dibilang sudah "kelas dewa".
Untuk lagu ini, kalaupun saya tak tahu orang Indonesia yang bikin, saya bilang "bagus". Tapi, karena orang Indonesia yang bikin, yang bahasa ibunya bukan Jepang, saya bilang ini "bagus banget". Mulai dari efek, musik, sampai Vocaloid-nya.

3. Keep Running
Walau yang nyanyi Luka, tetap saja di kuping saya terdengar seperti Engrish. Wong lagu "Wash My Blood" saja misalnya terdengar seperti Engrish bagi saya, kok.
Lagu ini... musiknya sudah keren, liriknya lumayan, hanya saja Engrishnya yang menurut saya mengganggu.

4. Try to Live
Salah satu lagu yang cukup easy listening. Sejenak saya lupa kalau yang bikin orang Indonesia.

5. Yume no Ki/Tree of Dream
Satu lagi lagu easy listening. Tipikal lagu Vocaloid pada umumnya sih, nothing special kecuali bahwa yang bikin orang Indonesia.

6. White Sheets (Kurogane Mix)
Lagi-lagi Engrish jadi masalah disini. Lagunya lumayan sih padahal...

7. Sang Kolektor
"Lagu bercerita" yang biasanya jadi tipikal lagu Vocaloid favorit saya. Nada lagu ini lumayan ajaib (mengingatkan saya pada nada lagu Trick and Treat, walau beda jauh), musiknya simpel, hanya saja saya kurang bisa menangkap lagunya kalau tidak membaca liriknya. Padahal liriknya juga lumayan ajaib... Hehehe...
Yang saya heran adalah, bagaimana cara membuat vokal "e" disini seperti "e" dalam "ke", bukan "e" dalam "ember".

8. Langkah Pertama
Pikiran saya pertama kali pas mendengarkan lagu ini: "Cocok banget di-covering!"
Liriknya keren... Lagunya secara keseluruhan easy listening dan sekali lagi, cocok buat di-covering. Kekurangannya cuma satu, ada beberapa kata yang kurang jelas ditangkap kalau tak baca liriknya, walau lebih jelas dibandingkan lagu sebelumnya.

9. Asal Ngomong
Pertama kali saya tahu lagu ini dari Youtube, dengan keyword "toyota sushi sashimi" seperti yang disarankan teman saya. Lagu favorit saya dari komposer Vocaloid Indonesia favorit saya setelah saya menonton SEMUA video Vocaloid pembuatnya. Liriknya paling epic se-album dan sangat menyindir orang-orang yang sok otaku. Tambah bagus di album ini karena sudah ada musiknya.

10. Kau Segalanya
Lagu singkat dengan lirik sederhana dan musik yang cukup sederhana pula. Hanya saja, ada kata-kata yang kedengaran aneh di telinga saya. Whew...

11. Awan
Lagu yang cukup biasa-biasa saja, nothing special. Tapi di menit 02:35 nada tinggi di kata "tinggi" terasa cukup mengganggu. Hehehe..

12. In the Forest
Lagu dengan musik indah dan lirik indah, tapi masih ada kata-kata yang susah ditangkap pendengaran.

13. Venus di Ujung Jari
Err... saya tak mengerti maksud "venus di ujung jari" itu apa sebenarnya...
Lagu dengan nada yang menenangkan, cocok untuk lagu sebelum penutup.
Ilustrasi buklet untuk track ini super keren!!
Dan sejujurnya, diantara lagu berbahasa Indonesia di album ini, lagu ini yang pengucapannya paling jelas dimana saya sama sekali ga harus nebak2 atau buka buklet lirik hanya untuk nangkep si Miku ngomong apa...

14. Innocent Blue (Star Driver Cover)
Saya tak bisa berkomentar banyak untuk ini, karena saya belum mendengar lagu yang aslinya.
Kenapa vokal Gumi di sini rada serak ya? Hmm..

Nilai: 8/10

Recommended tracks:
-[un]certain happiness
-Try to Live
-Asal Ngomong

Kamis, 07 Juli 2011

Comeback from Hiatus

Maafkan saya telah sempat menelantarkan blog ini....
Yah, bulan kemarin ada sedikit banyak masalah yang membuat saya tidak bisa nge-blog...
Doakan ke depannya saya bisa mengaktifkan blog ini kembali....