Rabu, 29 Februari 2012

Selamat Tanggal 29 Februari!



Akhirnya! Tahun kabisat pertama yang dilewati setelah blog ini didirikan!

*lewati entri tidak penting ini*

Senyum Bidadari Kecil




















Penulis: Dinar Atfa Cholifah, dkk.
Penerbit: Universal Nikko
Tebal: 204 halaman + xii
Salah satu buku Universal Nikko yang paling susah dicari di pasaran. Saat dikabari bahwa buku ini terbit, saya ke toko buku di seberang kampus saya dan hasilnya nihil. Saya mencoba memesan buku itu di layanan pelanggan, ternyata tak kunjung dikabari. Saya ke toko buku lain, hasilnya sama saja. Akhirnya, kebetulan saat itu Pak mayokO aikO (pemilik Universal Nikko) sedang mengadakan kuis di Twitternya, berhadiah buku. Langsung saja saya mengikuti kuis itu dan hadiahnya 3 buku yang bisa diminta sesuai keinginan. Saya pun meminta sejumlah buku, salah satunya buku ini. Saya baru membaca buku yang ini, sisanya nanti kapan-kapan saya baca lagi kalau ada waktu.
Senyum Bidadari Kecil terdiri dari 5 bagian. Bagian pertama ditulis oleh Dinar Atfa Cholifah (biasa dipanggil Nina) dan sisanya oleh murid sekolah kepenulisan daring di Facebook bernama "Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO)" atau biasa disebut Cendol (CErita Nulis Diskusi OnLine).
Pada bagian pertama, kita akan disuguhi karya-karya Dinar Atfa Cholifah, karya Nina yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, cerpen kolaborasi Nina dan Kila, salah satu murid Cendol, dan kutipan Cendol to Cendol, salah satu program di kelas Cendol, dimana Nina adalah salah satu partisipannya. Nina ini adalah seorang murid kelas Cendol yang aktif dan ceria, sehingga hampir semua murid mengenalnya. Selain itu, wajahnya juga manis sehingga sering dipanggil "unyu" (lucu) oleh murid lainnya. Sayangnya, ia sudah dipanggil Yang Maha Kuasa pada 19 Juni 2011 lalu karena tertabrak bus saat akan berangkat ke workshop Cendol. Sebelum meninggal, Nina menghasilkan beberapa karya dan meminta agar karyanya itu dibukukan. Impian yang tak sempat terwujud saat ia masih hidup dan baru sempat diwujudkan saat ia sudah tak bernyawa.
Bagian kedua sampai kelima berisi kumpulan karya-karya murid Cendol untuk mengenang Nina. Bagian kedua berisi cerpen atau flashfiction, bagian ketiga sajak atau puisi, bagian keempat pantun, dan bagian kelima karya visual (komik, gambar, dsb.). Dari keempat bagian ini, terlihat jelas bahwa murid Cendol sangat kehilangan Nina dan menganggap Nina sebagai orang yang berharga.
Kelebihan: Karya-karya Dinar Atfa Cholifah sungguh membuat saya merinding. Semakin banyak karya yang saya baca, semakin takjub saya akan Nina. Semua karya Nina yang dimuat disini memuat bagian tentang kematian, yang disampaikan dengan cara berbeda-beda. Bahkan, 2 hari sebelum ia meninggal, ia masih menghasilkan sebuah karya. Seolah-olah ia mampu melukiskan kematiannya sendiri. Terlepas dari bagian kematian itu, karya-karya Nina sangat bagus untuk anak seusianya. Idenya menarik dan bahasanya pun menggugah orang untuk membacanya.
Kekurangan: Ada karya yang dobel di bagian kedua, ditulis oleh nama yang berbeda padahal orangnya sama (satu memakai nama pena dan satu lagi nama asli).
Nilai: 8,5/10

Heart Emergency




Penulis: Falla Adinda
Penerbit: Bukune
Tebal: 312 halaman

Sudah lama sekali rasanya sejak saya terakhir kali meresensi buku. Maklum, kesibukan yang saya alami kini membuat saya semakin jarang membaca. Tiap bulan, saya hanya sempat membaca satu majalah, yakni Majalah Story. Itu yang menjadi satu-satunya bacaan pendongkrak ide dalam kepala saya yang mulai hilang termakan kesibukan. Namun, belakangan ini saya mulai membaca bacaan di luar diktat, meluangkan sedikit waktu untuk bersenang-senang. Boleh, kan? :p
Buku yang akan saya resensi kali ini baru selesai saya baca, dan sejujurnya baru saya baca mulai hari Kamis lalu, alias baru 3 hari. Jadi, termasuk sangat cepat untuk kesibukan yang saya alami sekarang.
Heart Emergency ditulis oleh seorang dokter muda alias ko-ass bernama Falla Adinda. Buku ini bercerita tentang kehidupan cinta Falla dan juga kehidupannya di dunia per-ko-ass-an. Di tengah kehidupan ko-ass yang super sibuk, ia harus mengalami jatuh bangun dalam kehidupan cintanya. Putus dengan pacarnya yang sudah 5 tahun bersama dengannya, hingga akhirnya menemukan jodoh baru karena sebuah insiden di toko buku langganannya.
Kelebihan: walau ceritanya bisa dibilang klise, namun kemasannya sangat apik. Apalagi ada pengalaman-pengalaman seputar dunia ko-ass yang membuat novel ini lain dibandingkan novel romantis yang ada di pasaran. Istilah-istilah kedokteran yang ada disampaikan dengan bahasa yang lumayan mudah dimengerti baik oleh orang awam sekalipun.
Kekurangan: Ada beberapa bagian cerita yang sebenarnya tak terlalu perlu untuk diceritakan, terutama bagian saat ko-ass. Tapi, untuk saya pribadi tak terlalu masalah dengan itu, berhubung nantinya saya juga akan mengalami ko-ass, jadi anggap saja tambahan pengetahuan. *plak
Nilai: 8/10

Selasa, 21 Februari 2012

Setelah Satu Setengah Bulan Hiatus...

Halo, semuanya! Kembali dengan Shii disini. Waktunya untuk mengupdate blog setelah hiatus sekian lama.

Sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya hiatus. Pertama, karena blok kemarin kebetulan lumayan padat, yakni BMS 3. Bahkan, kabarnya blok kemarin itu salah satu blok tersusah menurut kakak-kakak kelas. Karena itu, di bulan itu saya memutuskan untuk mengurangi kegiatan saya di luar belajar, salah satunya ngeblog. Beruntung, saya lulus di blok tersebut. Sekarang, saya sedang berada di blok Siklus Kehidupan, dan mudah-mudahan nilai saya di blok ini lebih baik daripada blok kemarin. Semoga.

Kedua, karena saya merasa kemampuan menulis saya menurun. Hal ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun saya baru menyadarinya ketika saya menulis cerita dengan tokoh utama yang biasanya paling saya sukai dan membangkitkan mood menulis saya. Entah kenapa, untuk pertama kalinya, saya tak bisa lagi menulis cerita dengan baik. Mungkin karena kurang bacaaan fiksi?

Alasan ketiga merupakan alasan yang tak bisa saya ceritakan. Biarlah itu menjadi rahasia pribadi saja...

Selamat membaca kembali entri-entri blog ini!