Sabtu, 31 Desember 2011

Resolusi 2012

Mumpung udah tanggal 31, sebelum telat, saya posting resolusi saya disini (tak urut):
-Bisa cosplay minimal 3 kali
-Bisa datang event, minimal Hellofest, TF dan Clas:H
-IP lebih bagus dari semester sebelumnya, dan lulus semua blok, OSCE dan SOCA dengan nilai memuaskan dan tanpa her
-Karya saya minimal sekali dimuat di media atau buku
-Mewujudkan LPK menjadi subforum penulisan yang lebih baik lagi
-Toko online saya terwujud
-Mendapatkan lebih banyak lagi teman dan kenalan baru
-Bisa lebih dekat dengan orang-orang yang saya sayang
-Beli kamera DSLR
-Ikut forum IYC dan audisi JKT48

Begitulah...

Resolusi 2012

Mumpung udah tanggal 31, sebelum telat, saya posting resolusi saya disini (tak urut):
-Bisa cosplay minimal 3 kali
-Bisa datang event, minimal Hellofest, TF dan Clas:H
-IP lebih bagus dari semester sebelumnya, dan lulus semua blok, OSCE dan SOCA dengan nilai memuaskan dan tanpa her
-Karya saya minimal sekali dimuat di media atau buku
-Mewujudkan LPK menjadi subforum penulisan yang lebih baik lagi
-Toko online saya terwujud
-Mendapatkan lebih banyak lagi teman dan kenalan baru
-Bisa lebih dekat dengan orang-orang yang saya sayang
-Beli kamera DSLR
-Ikut forum IYC dan audisi JKT48

Begitulah...

Minggu, 18 Desember 2011

Saya dan JKT48 (1)

Sesuai dengan janji saya kepada beberapa orang, saya akhirnya menulis entri JKT48 ini. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis entri ini, namun karena ada beberapa bocoran untuk proyek JKT48, makanya saya tunda sampai sekarang, saat JKT48 sudah debut. Hanya bisa berharap, semoga entri ini tak dihapus. Entri ini hanya menampilkan sebagian bocoran, kalau mau bocoran yang lain bisa minta ke pihak JKT48. :p

Sumber: ingatan saya. Jika ada yang salah, akan diperbaiki secepatnya.

Kenapa tiba-tiba blog yang ditulis seorang penggemar hal berbau Jepang ini tiba-tiba menulis tentang idol group di Indonesia? Mungkin diantara kalian ada yang mengira, "Ah, mungkin karena JKT48 adalah sister group dari AKB48 yang asal Jepang". Namun, sebenarnya alasannya lebih dari itu. Saya merasa terlibat langsung dengan JKT48 sejak awal. Walau ada beberapa orang lain yang juga senasib dengan saya, namun saya merasa telah mengikuti perjalanan idol group ini sejak awal sehingga sayang untuk dilepaskan. Apalagi ini idol group pertama di Indonesia.

Saya tak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa itu JKT48. Semuanya bisa dilihat di situs resminya. Namun, saya akan menceritakan hubungan saya dengan JKT48 ini.

Semuanya berawal sekitar bulan Juni akhir, Juli atau Agustus awal lalu. Saya lupa pastinya kapan (karena waktu itu sedang libur panjang karena habis UN, saya jadi tak tahu waktu... :p). Saat itu, di akun Facebook seseorang yang cukup terkenal di kalangan cosplayer, terdapat sebuah notes yang berisikan undangan audisi untuk sebuah idol group. Idol group merupakan hal yang baru di Indonesia, karena sistemnya berbeda dengan boyband/girlband. Jika sebuah boyband/girlband adalah sekelompok laki-laki atau perempuan yang menyanyi dan menari bersama, dan sudah di-training dalam waktu cukup lama lebih dahulu, idol group lain dari itu. Idol group dipilih dari anak-anak yang berbakat menyanyi dan menari dan bercita-cita menjadi idola (kebanyakan, sih, dari orang biasa...), dan yang terpilih akan ditraining dalam waktu singkat saja. Mereka ini dipersiapkan untuk solo karir atau karir yang lain yang berhubungan dengan dunia entertainment. Sembari mereka perform, mereka juga tetap training sehingga fans bisa melihat perjuangan mereka untuk menjadi seorang superstar. Ketika mereka sudah mantap untuk masuk dunia entertainment, mereka akan lulus dan diganti dengan generasi yang baru. Singkatnya, kalau mau lebih paham, tonton saja Idolm@ster *plak :p

Nah, saat itu sempat beredar kabar bahwa idol group yang akan dibentuk adalah JKT48. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang mencari anggota idol group itu sendiri. Sudah ada beberapa yang mengirimkan e-mail, namun kebanyakan belum percaya akan adanya JKT48 itu. Yang baru mengetahui akan adanya idol group ini pun sangat terbatas, karena saya mencari di search Facebook, tak ada orang lain yang membicarakan tentang idol group ini. Saya pun akhirnya mencoba mengirimkan e-mail ke alamat e-mail yang berada di notes itu, dan dibalas bahwa memang benar mereka akan membuat idol group. Kami saling berkirim e-mail dan akhirnya saya diminta untuk mengirimkan data diri dsb lewat e-mail.

Singkat cerita, batas waktu pengiriman e-mail selesai. Dan tiba-tiba, di FB dan twitter muncullah akun JKT48 dan @officialJKT48. Sontak, kabar JKT48 menjadi terkenal dan menjadi trending topic Twitter. Followers-nya bertambah, dalam sehari yang meng-like akun mereka di FB menjadi 100 akun, sebagian besar mutual friends-nya saya. Followers di Twitter mereka pun menjadi puluhan, dan mereka sangat-sangat setia menjawab setiap kicauan yang masuk. *kalau diingat-ingat, rasanya menyenangkan, zaman dulu mention saya SELALU dibalas akun resminya JKT48, hiks hiks...* Salah satu dari kicauan yang masuk tersebut adalah orang asal Jepang yang mengaku umur 13 tahun dan hendak tinggal di Jakarta Selatan di rumah neneknya (kalau tak salah), dan bertanya apakah dia boleh ikut audisi JKT48, ia berkicau dalam bahasa Inggris dan dijawab dengan antusias oleh akun JKT48. Mereka pun beberapa kali saling bercakap di Twitter. Saya lupa apa akun Twitter si orang Jepang waktu itu, dan siapa nama orang Jepang itu, tapi di kemudian hari saya menduga bahwa dia kemungkinan adalah Rena Nozawa, anggota JKT48 asal Jepang yang kebetulan berumur 13 tahun.

Audisi pun dibuka, pertama adalah audisi tahap awal yang belum diketahui banyak orang. Audisi ini dilakukan di kantor Dentsu di Sudirman, dan bukannya di Aoi Asia yang di Blok M. Sebagai salah satu orang yang paling sering me-mention Twitter JKT48, tentunya saya di-followback dan dikirimkan DM untuk ikut audisi itu. Audisinya sangat sepi dan saat saya berkunjung hanya ada satu orang yang audisi, kalau kalian mau audisi kalian bisa nyaris tanpa antri *kalau kalian mengantri untuk audisi tim K nanti, yang pastinya lebih ramai peminatnya dari tim J, pasti takkan percaya betapa sepinya audisi itu*. Suara orang yang sedang diaudisi itu lumayan bagus, dan dia lumayan cantik, sayangnya saya tak terlalu ingat wajah orang itu sehingga saya tak bisa memastikan orang itu sekarang masuk menjadi anggota JKT48 atau tidak.

Saat saya bertanya pada pihak Dentsu di resepsionisnya, ia tak tahu tentang adanya JKT48. Ia mengetahui bahwa ada audisi untuk casting iklan Pocari Sweat (yang membuat saya tahu, kalau proyek pertama JKT48 ini adalah iklan Pocari Sweat). Kemudian, di daftar orang yang "casting iklan" itu, ada yang artis, namun ada juga yang orang biasa. Beberapa diantaranya pernah ikut dalam pemilihan model majalah remaja, syuting iklan, dan sebagainya.

Malamnya, ada pengumuman di FB JKT48 bahwa ada audisi di Aoi Asia, yang kemudian dibuat posternya besar-besaran di FB. Saya pun dikirimkan DM lagi oleh Twitter JKT48. Sayangnya, saya tak sempat berkunjung ke Aoi Asia dan hanya memantau lewat berita Kaskus.

Saat itu, rasanya saya benar-benar menjadi pemantau JKT48. Memantau FB-nya tiap hari, dari Twitter, e-mail dengan panitia, Kaskus, dsb.

Bersambung ke entri selanjutnya...

Selasa, 06 Desember 2011

Heavy Rotation (Indonesian Version)


























Kostum Heavy Rotation yang dipakai AKB 48. Doakan saja kostum Heavy Rotation JKT 48 juga seperti ini

Sebelum pertengahan Desember, dimana versi resmi bahasa Indonesia Heavy Rotation oleh JKT48 rilis, saya iseng-iseng membuat versi Indonesianya. Kira-kira berapa persen ya cocoknya? Kita lihat saja nanti.

Ini lirik aslinya:


I want you!
I need you!
I love you!
Atama no naka
Gangan natteru music
Hebii rooteeshon

Poppukoon ga
Hajikeru you ni
Suki to iu moji ga odoru
Kao ya koe wo
Omou dake de
Ite mo tatte mo irarenai

Konna kimochi ni nareru tte
Boku wa tsuite iru ne

I want you!
I need you!
I love you!
Kimi ni aete
Dondon chikadzuku sono kyori ni
Max hai tenshon
I want you!
I need you!
I love you!
Haato no oku
Janjan afureru itoshisa wa
Hebii rooteeshon

Hito wa dare mo
Isshou no uchi
Nankai aiseru no darou?
Tatta ichido
Wasurerarenai
Koi ga dekitara manzoku sa

Sonna tokimeki wo kanjite
Hana wa hokorobu no kana

I feel you!
I touch you!
I hold you!
Yume no naka de
Dandan ookiku natte yuku
Boku no imajineeshon
I feel you!
I touch you!
I hold you!
Kono omoi wo
Binbin tsutaete hoshii kara
Hebii rooteeshon

Itsumo kiiteta
Favorite song
Ano kyoku no you ni
Zutto kurikaeshite
Nijuuyo jikan
Kimi dake rikuesuto chuu

I want you!
I need you!
I love you!
Kimi ni aete
Dondon chikadzuku sono kyori ni
Max hai tenshon
I want you!
I need you!
I love you!
Haato no oku
Janjan afureru itoshisa wa
Hebii rooteeshon

Hebii rooteeshon



Ini terjemahan versi saya, dengan bahasa Engrishnya sebisa mungkin tak diubah (abal):
I want you!
I need you!
I love you!
Di dalam benakku
Terus-menerus terngiang myuujikku
Hebii rooteeshon

Seperti popcorn
Yang meletup-letup
Kata-kata "I love you" menari
Ku hanya berpikir
Suara dan wajahmu
Membuat aku pun menjadi gila

Aku adalah orang yang beruntung
Punya perasaan ini

I want you!
I need you!
I love you!
Ku ingin bertemu
Jarak diantara kita menyusut cepat
Makusu hai tenshon

I want you!
I need you!
I love you!
Di dalam hatiku
Ada cinta yang terus-menerus meluap
Hebii rooteeshon

Siapapun orang
Di dalam hidupnya
Berapa kali dia jatuh cinta?
Aku bahagia
Jika aku punya
Sebuah cinta yang takkan terlupa

Kalau seseorang berbahagia
Apa rasanya berbunga-bunga?

I feel you!
I touch you!
I hold you!
Di dalam mimpiku
Terus-menerus bertumbuh
Imajineeshon milikku
I feel you!
I touch you!
I hold you!
Tentang cinta ini
Ku ingin kau segera menyatakannya
Hebii rooteeshon

Ini sama seperti
Favorite Song
Yang kudengar setiap saat
Selalu dan selalu
24 jam
Yang kuingin hanyalah dirimu

I want you!
I need you!
I love you!
Ku ingin bertemu
Jarak diantara kita menyusut cepat
Makusu hai tenshon
I want you!
I need you!
I love you!
Di dalam hatiku
Ada cinta yang terus-menerus meluap
Hebii rooteeshon

Hebii rooteeshon

A Trip to Neverland (4): Rusuh!

















Begini kira-kira pemandangan yang melatarbelakangi lapangan tempat kami bermain pagi ini.

Pagi kembali datang, kami dibangunkan jam 05.30. Makanan pagi itu adalah Ma Ling, semacam daging kaleng. Kemudian, kami menuju lapangan dekat tempat pemberhentian bus kami untuk menjalani sejumlah pos. Kali ini bukan Pixie Dust yang menjadi imbalan, melainkan senjata. Ya, kali ini diceritakan bahwa kami akan berperang melawan Kapten Hook yang menyandera teman-teman kami di "penjara".
Untuk bermain, kami punya saldo 20.000. Jika kami menang, kami membayar harga lebih murah dan mendapat senjata. Jika kami kalah, kami membayar lebih mahal. Jika kehabisan dana, salah satu teman harus "dijual" ke penjara.
Pos-pos itu berjalan lumayan seru, dengan ditaburi barang-barang yang seru pula, mulai dari ditaburi tepung, disiram air tepung, disiram air, sampai ada juga permainan dimana kita harus tersiram teh, kopi, dan teh susu basi. Imbalannya jika menang berupa senjata, yaitu balon air, semprotan air dari botol Aqua yang tutupnya dibolongi lalu diisi air, tepung dalam plastik-plastik kecil, dan "batu" yang terbuat dari kertas yang diremas.
Terakhir, saat sudah menjalani semua pos, kami dijelaskan bahwa orang yang di penjara bisa dilepaskan bila kami menyerang orang-orang yang memegang kunci. Ada 10 pemegang kunci, tapi hanya salah satu pemegang kunci yang asli.
Suasana pun rusuh setelah itu. Semua saling menyerang dengan "senjata" masing-masing. Tapi, untungnya semua patuh pada aturan: tak boleh berkelahi dan kontak fisik. Orang di dalam penjara pun berhasil bebas.
Setelah itu kami mandi dan makan. Menu makan siang hari itu adalah nasi dan Pop Mie. Acara pun dilanjutkan dengan misa bagi yang beragama Katolik dengan romo yang didatangkan dari sekitar tempat perkemahan.
Acara kemudian ditutup dengan berfoto bersama dan sambutan dari ketua panitia. Kemudian kami menaiki bus dan kembali ke Jakarta.

A Trip to Neverland (3): Kenapa Harus Berakhir Homo?


Air terjun di Situgunung. Foto diambil dari Internet, jadi mohon maaf, saya gak kenal siapapun yang ada di foto. Terima kasih untuk uploader.

Hari kedua diawali dengan bangun jam 05.30 dan senam pagi menggunakan berbagai macam lagu dengan berbagai bahasa, mulai dari India, Inggris, Korea dan lain-lain. Kemudian kami makan. Makan pagi itu adalah sup makaroni yang lumayan enak. Setelah itu, kami berangkat hiking ke air terjun. Di perjalanan inilah saya baru menyadari manusia itu menakjubkan, seperti yang sudah saya bilang di akhir bagian kedua tadi.
Hiking dibagi dalam beberapa kloter dimana satu kloter terdiri atas 4 kelompok main. Jalan hiking ini cukup licin, dan sandal saya putus saat hiking ini. Dari awal, sebenarnya saya sudah merasa sandal saya kurang kuat, hanya saja saya disuruh untuk tetap membawa sandal itu oleh ibu saya. Di jalanan menuju hiking ada beberapa pos permainan dimana yang berhasil melaluinya akan mendapatkan Pixie Dust.
Setelah beberapa jam, akhirnya kami sampai di air terjun. Air terjunnya cukup besar serta indah dan airnya sangat jernih, tak seperti sungai di Jakarta. Arus sungainya deras dan dasarnya berbatu-batu. Kami kemudian menyusuri sungai di bagian yang dangkal, untuk kemudian menjalani suatu prosesi, dimana sudah ada senior-senior yang siap dengan gayung. Kita akan berkenalan dengan senior itu dan kemudian akan disiram dengan air sungai yang cukup dingin itu dari batas pinggang ke bawah (untuk beberapa orang, terutama cowok, bahkan bisa sampai satu badan disiram). Cukup dingin, karena menurut saya air sungai di Cibodas yang pernah saya kunjungi beberapa waktu lalu lebih dingin dibandingkan disana. Di Situgunung, air sungainya cukup menusuk tulang tapi hanya sementara. Di Cibodas, air sungainya menusuk tulang dan benar-benar membuat ngilu. Apalagi udara Cibodas lebih dingin dibanding Situgunung.
Setelah itu, kami berfoto bersama di bawah air terjun dan kemudian kembali ke perkemahan untuk makan siang. Makan siang hari itu adalah nugget dan ayam goreng. Lauknya sangat banyak hingga kami kenyang. Acara selanjutnya adalah latihan talent show.
Sorenya, kami melakukan permainan di pos-pos untuk mendapatkan Pixie Dust. Permainannya beragam, mulai dari melewati orang di kawat, bola tembak menggunakan spons, lomba merayap di tanah, dan lain-lain. Lalu kami mandi dan menukarkan Pixie Dust untuk mendapatkan barang-barang untuk talent dan fashion show. Kami kemudian mempersiapkan talent dan fashion show menggunakan barang tersebut.
Malam hari kedua adalah malam paling berkesan. Kami semua dikumpulkan untuk menghadap api unggun. Api unggun hari itu dinyalakan dengan cukup spektakuler. Rangkaian semacam kawat dan kayu-kayu disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah api unggun yang sangat besar, diselingi kembang api. Namun, setelah sekitar 30 menit, api unggun itu mengecil menjadi api unggun seperti pada umumnya.
Kami kemudian diminta menuliskan permohonan kami kemudian dilipat dan dimasukkan ke sebuah kantong. Penampilan hari itu dibuka dengan tarian api unggun oleh panitia, lagi-lagi diiringi lagu dari berbagai bahasa. Sayangnya, lagu bahasa Jepang sama sekali tak ada, padahal lagu Korea saja ada dua. Di senam pagi ada lagu Super Junior dan di tarian api unggun ada lagu "Gee"-nya SNSD.
Lalu, dimulailah talent show kelompok 1-4, dilanjutkan fashion show dan talent show kelompok 1-8. Fashion show yang ada adalah membuat kostum sayap peri yang menarik, dan talent shownya terbilang unik: membuat sebuah pertunjukan berdasarkan beberapa tema yang terkesan tak nyambung, misalnya kelompok main kami yang mendapatkan tema boyband SM*SH, Teletubbies dengan lagu In The Jungle. Yang membuat heran, kenapa sebagian pertunjukan berakhir homo? Misalnya, kelompok yang memainkan pertunjukan dengan tema Gatotkaca, lagu Cemburu (Dewa), dan bahasa Melayu membuat pertunjukan dimana Gatotkaca jatuh cinta dengan seorang perempuan yang kemudian direbut oleh laki-laki lain bernama Gatotaje. Pada akhir cerita, ditunjukkan bahwa Gatotkaca dan Gatotaje saling jatuh cinta setelah sebelumnya ditolak oleh perempuan itu.
Setelah beberapa menit juri berunding, diumumkan pemenang talent show dan fashion show. Ternyata kelompok main kami mendapatkan juara pertama untuk semua lomba.
Acara dilanjutkan kembali. Kali ini berupa persembahan dari panitia berupa perkenalan seperti hari pertama, hanya saja kali ini dalam bentuk drama siluet. Panitia mempertunjukkan seksi mereka di belakang layar putih yang sudah disinari cahaya, sehingga kita hanya bisa melihat siluet mereka. Pertunjukannya menarik walau ada beberapa seksi yang tak jelas seksi apa kalau melihat pertunjukannya. Dan ternyata, akhir homo tak berakhir di talent show. Di sini, ada seksi yang mempertunjukkan adegan dimana terdapat siluet dua orang cowok berciuman.
Setelah pertunjukan siluet itu, kami mengumpulkan kantong permohonan kami yang ditulis sebelum talent show dan melemparnya ke api unggun, sebagai tanda harapan permohonan kami terkabul. Disusul dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu tema Medicamp yang diwariskan turun-temurun dari Medicamp satu ke Medicamp selanjutnya. Setelah itu, kami menutup mata kami dan sebagian dari kami diolesi tepung atau apalah itu di wajah kami. Kemudian, senior dan sebagian junior sudah membentuk lingkaran mengitari api unggun dan kami bersalaman satu sama lain, memberikan semangat pada angkatan kami. Setelah acara yang berkesan mellow itu, kami kembali melakukan tarian api unggun untuk membuat suasana kembali semangat. Malam ditutup dengan sajian pisang goreng isi coklat dan teh susu dengan gula yang disajikan oleh panitia.

A Trip to Neverland (2): Manusia Itu Ternyata Menakjubkan!





















Kira-kira begini petanya dari Lido ke Situgunung

Perjalanan dilakukan sekitar 4,5 jam. Rutenya, dari tol Jakarta kita menuju Ciawi yang kemudian bercabang dua, satu menuju Puncak dan satu ke Sukabumi. Pilihlah rute yang Sukabumi, lalu kita berjalan terus ke arah Danau Lido. Dari Danau Lido, masih beberapa saat lagi sebelum akhirnya ada belokan menuju Situgunung.
Situgunung tempat yang dingin, hijau, dan luas serta pemandangannya indah. Hanya saja, karena musim hujan, jalanannya menjadi cukup basah dan licin sehingga harus berhati-hati. Disana, kami langsung dibacakan nama-nama kami dan masuk ke pleton sesuai pleton kami. Sayangnya, ada bus yang belum datang karena bermasalah dengan kendaraannya, sehingga harus didatangkan bus yang baru. Kemudian, kami memasak makanan dan makan. Menu kelompok makan saya hari itu adalah telur dadar, dimana itu adalah makanan yang paling saya suka.
Malamnya, kami menjalani acara pembukaan berupa sebuah drama singkat tentang Neverland dari panitia, dilanjutkan belajar lagu tema Neverland. Kemudian, ada juga perkenalan panitia dengan cara menarik. Misalnya, seksi konsumsi akan berbaris membawa alat-alat masak, seksi dana akan membawa uang, seksi publikasi dan dokumentasi akan membawa kamera dan memotret kami dengan blitz, dan seterusnya. Lalu, kami membentuk kelompok main berdasarkan warna pangkal bulu yang ada saat dibagikan. Kelompok main ini harus melakukan talent show dan fashion show keesokan harinya. Untuk membeli item untuk talent dan fashion show, dibutuhkan pixie dust (yang sebenarnya hanyalah kertas metalik yang dibentuk bintang), mata uang yang berlaku di Neverland. Kelompok harus memenangkan perlombaan, merayu panitia, atau berhasil melalui suatu pos di hari kedua, untuk mendapatkan pixie dust ini. Jumlahnya terserah yang memberi, bisa 1, 2, atau bahkan 5.
Malam itu, sesudah mendiskusikan talent show, kami menjalani jurit malam sesuai dengan kelompok main kami. Dalam jurit malam ini, kami diberikan 6 lilin dan 2 kotak korek api. Kemudian, kami harus berjalan di dalam kegelapan, melewati semua pos satu-persatu. Hari itu, karena lilin sering mati disebabkan angin kencang dan hujan cukup deras, dan senter yang tak kunjung datang, kami kerap kali berjalan hanya mengandalkan perasaan. Di hari kedua, saat kami berjalan melewati tempat yang hampir sama seperti jurit malam hanya rutenya dibalik, kami baru mengetahui bahwa ada jalan yang kiri-kanan jurang dan cukup licin. Dan kami berjalan disana tanpa bantuan lilin ataupun senter, sepenuhnya bergantung pada bintang di langit yang berserakan bak pasir di pantai, hal yang takkan ditemui di Jakarta. Manusia itu ternyata menakjubkan!

A Trip to Neverland (1): Before The Departure


Bus KEMHAN (bukan DEPHAN loh), salah satu bus yang kami naiki untuk sampai ke Situgunung


Ini cerita pengalaman saya saat berkemah bersama di Medicamp. Medicamp tahun ini bertemakan Neverland, terinspirasi dari kartun Peterpan yang katanya merupakan "tempat dimana kita takkan pernah menjadi tua, dimana kita bisa melewatkan waktu dengan bermain dan bersenang-senang". Biaya Medicamp ini pun cukup unik, Rp 278.900,- dan dibayar secara tunai. Jadi, bisa dibayangkan, saat mendaftar dan membayar, uang kecil akan bertumpuk di meja panitia.
Dari awal diberitahu saat pertemuan orang tua, saya sudah membayangkan bahwa kegiatan ini bakalan menarik. Tempat camping ada di Situgunung, yang pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Panitianya pun memakai jaket panitia yang keren, warna biru dan dilengkapi dengan tulisan-tulisan rasi bintang di belakangnya, seperti Andromeda, Corona, Orion, dan lain-lain. Belakangan, saya baru tahu bahwa tiap tulisan itu punya arti sendiri-sendiri, yakni setiap seksi yang ada dalam kepanitiaan. Misalnya, ketuanya memakai jaket bertuliskan Cepheus, wakilnya Cassiopeia, dan lain-lain.
Sebelum hari H, ditentukan dulu kelompok makan untuk menentukan peralatan makan apa yang harus dibawa dan makanan apa saja yang akan dimasak. Kelompok makan ini terdiri dari angkatan saya yang diacak entah berdasarkan apa dan juga para senior. Setelah itu, beberapa minggu kemudian diberikan petunjuk untuk membuat nametag dengan bentuk topi lengkap dengan foto, nama, asal sekolah, hobi, dan status. Dipajang juga pembagian bus dan pleton untuk tidur.
Pada hari H, peserta dikumpulkan di aula untuk dibagikan kaos Neverland dan buku acara serta sebuah kantong berisi bulu ayam dengan cat warna tertentu di pangkalnya. Kemudian, peserta melakukan pengumpulan terhadap alat masak dan makan, lalu belajar lagu tema Neverland.
Bus non-AC satu-persatu diberangkatkan, dan perjalanan pun dimulai...

Catatan Akhir Semester: Dulu dan Sekarang


Kampus saya gak ada fotonya, udah cari di internet juga gak ada, maaf, ya...


Sudah hampir 1 semester lamanya saya menjalani kehidupan perkuliahan. Satu semester dengan tempat baru, suasana baru, dan semua yang lain yang baru yang berbeda dengan saat sekolah dulu.

Dulu, tempat sekolah saya ada di daerah Jakarta Pusat, dimana sebelahnya kantor pos dan di seberang salah satu pusat kain murah (untuk strimin, cosplay dsb.). Mau mengirim naskah atau paket, tinggal ke sebelah. Mau jalan-jalan? Tinggal jalan kaki sedikit ke "pusat kain murah" itu.
Sekarang, tempat kuliah saya ada di daerah Jakarta Utara. Satu kotamadya dengan tempat tinggal saya, tapi lebih jauh dan macet sehingga harus lewat tol. Sekitar kampus ada RS dan rumah duka, lalu jika mau berjalan sedikit untuk menyeberang, maka akan ditemukan bank BCA, halte busway, dan dua buah mal. Di satu sisi memang lebih enak. Mau transfer uang tak perlu repot-repot lagi. Mau naik busway tak perlu jalan kaki terlalu jauh. Mau beli buku di Gramedia, makan nasi goreng smoked chicken yang enak sekali di bakmi GM, main di Timezone, tinggal ke malnya. Sayang, sekarang saya belum bisa menemukan pengganti untuk kantor pos.

Dulu, muridnya cewek semua dan harus memakai seragam tiap hari. Sekarang, muridnya 50% cewek dan 50% cowok dan tak perlu lagi memakai seragam. Keuntungannya, ke mal tak perlu bawa baju ganti (saya punya pengalaman buruk soal memakai seragam dan hendak masuk ke dalam mal. Sudah pernah saya ceritakan belum, ya?).

Dulu, pelajaran dilakukan di kelas berisi +/- 30 orang, duduk di bangku kayu yang menyatu dengan meja kayu yang miring, dalam kelas berlangit-langit tinggi. Pengajar disebut "guru" dan kita memanggilnya dengan "Pak/Bu". Pelajarannya beragam, dan pelajaran yang lamanya 2 jam pelajaran saja sudah terasa lama. Metode pengajarannya, mulai dari sekadar ngoceh sambil membuka diktat di hadapan, memberikan soal dan membahasnya, sampai presentasi dengan Powerpoint.
Sekarang, satu pertemuan paling sedikit diisi sekitar 50 orang. Kalau kuliah besar, bisa sampai sekitar 200 orang satu pertemuan. Tempatnya bermacam-macam, mulai dari auditorium yang sebenarnya tempat untuk seminar, ruang kuliah berundak dengan AC super dingin di gedung baru, dan sebagainya. Bangkunya mulai dari bangku busa sampai bangku kayu. Pengajarnya bernama "dosen" dan hanya sebagian kecil saja yang dipanggil "Pak/Bu". Sisanya? Karena ini Fakultas Kedokteran, haruslah dipanggil "dokter". Pelajarannya dibuat dalam bentuk blok, kelihatan beragam tapi sebenarnya terpusat. Powerpoint sudah merupakan hal sangat lumrah yang merupakan metode yang dipakai sebagian besar dosen.

Dulu, sepulang sekolah kerjaannya langsung tidur, lalu bangun dan mengerjakan tugas dan/atau belajar untuk ulangan. Jika tak ada tugas dan/atau ulangan, bisa membaca novel, mengarang cerita, main Internet dan sebagainya. Ulangan bisa dipelajari H -1 dan bahannya cuma beberapa lembar. Sebanyak-banyaknya bahan ulangan, paling cuma sekitar 60 halaman buku. Ulangannya mulai dari esai, pilihan ganda, dan kadang isian.
Sekarang, sepulang kuliah harus tahu dulu ada UKM atau tidak. Jika ada UKM, harus di kampus sampai sore dan waktu tidur pun tak ada. Ulangan dipelajari dari jauh-jauh hari, bahkan seharusnya belajar setiap hari. Memang 2 minggu sekali, tapi bahannya sebanyak bahan UAS di sekolah. Ulangannya kebanyakan pilihan ganda, tapi ke depannya mungkin saja ada esai dan isian.

Dulu, liburan sangat amat pelit. Libur Lebaran seminggu, libur Natal paling lama sepuluh hari, libur sekolah paling lama satu bulan. Sekarang, libur Lebaran seminggu, libur Natal sebulan lebih, dan libur semester genap katanya sebulan lebih.

Begitulah kehidupan saya di masa kini yang enak dan tak enaknya berbeda dengan dulu. Kadang saya berpikir lebih enak kehidupan dulu, tapi kadang pula saya berpikir mungkin kehidupan sekarang yang lebih enak.

Sabtu, 05 November 2011

Kehidupan Kuliah Di Bulan Oktober



Kembali ke entri curhat...
Sekarang saya sudah berada di blok keempat yaitu Biomedical Science 2 alias BMS 2. Di sini akan dipelajari seputar sistem saraf, muskuloskeletal (rangka), dan traktus urinarius (ginjal dan urin). Sejauh ini lumayan menyenangkan, mungkin karena saya lumayan senang dengan sistem saraf saat di SMA. Juga, mulai blok ini ada praktikum anatomi, yang berarti harus berhadapan dengan kadaver (mayat). Atlas anatomi saya pun tak bisa masuk kamar tidur saya lagi (tempat saya biasa belajar), karena katanya kadaver itu kebanyakan berasal dari tunawisma yang sewaktu hidup kita tak tahu dia punya penyakit apa.

Blok sebelumnya, BMS 1, saya lulus! Mungkin karena katrolnya gede-gedean, kali, ya? "Hanya" 11 orang yang tidak lulus, padahal sebelumnya saya sudah dapat hasil yang kurang memuaskan di midblok...

Soal kegiatan di luar perkuliahan, saya mulai sibuk dengan 3 UKM saya (klub Jepang, penelitian, fotografi), tapi sebenarnya tak sesibuk yang saya bayangkan, sih... Dari semua itu, saya paling dekat dengan anak-anak dari klub Jepang, mungkin karena merasa sesama penyuka Jepang, ya... Bahkan beberapa kali saya sudah pergi ke event Jepang bersama-sama mereka. Nanti, kalau ada waktu, saya akan coba review event lagi.

Sekian entri saya tentang kehidupan perkuliahan...

How Crazy Your Love-YUI




YUI kembali menelurkan album baru. Kali ini album kelimanya itu diberi judul How Crazy Your Love. Album berisi 13 track ini keluar tanggal 2 November 2011 lalu. Seperti apakah track-track dalam album ini? Mari kita simak reviewnya.

1. HELLO
Track yang cukup pantas menjadi pembuka album. Salah satu lagu yang PV-nya saya suka. Simple dan ceria.

2. Separation
Rasanya agak... jazzy di telinga saya. Namun nuansa yang berbeda dari lagu-lagu YUI sebelumnya ini malah membuat lagunya jadi enak didengar. Suara YUI, tak diduga, cocok dalam menyanyikan lagu seperti ini. Ada sedikit miss di bagian menjelang akhir, namun hal itu tak terlalu masalah.

3. Get Back Home
Lagu ballad baru yang langsung membuat saya jatuh cinta pada pendengaran pertama. Nadanya mengingatkan saya pada lagu-lagu YUI yang sudah lama, seperti Understand dan lain sebagainya. Sangat cocok didengarkan sebelum tidur. Entah kenapa ada perasaan rindu saat mendengarkan lagu ini.

4. Lock On
Satu dari sekian lagu YUI yang mengalami perubahan kunci selain Umbrella dan lain sebagainya. Sangat dinamikal, dari awal sampai akhir ada bagian pelan dan kerasnya. Entah kenapa saya berpikir lagu ini cocok sekali dijadikan beatmap di Osu!. *plak*

5. U-niform
Lagu yang easy listening, namun pengaruh lagu keempat (kalau didengarkan berurutan) bisa membuat "melek" saat mendengarkan lagu ini.

6. Cooking
Lagu yang cukup santai dan easy listening. Judulnya juga lucu, seperti halnya lagu kelima. Temanya juga lucu. Penasaran kalau ada PV-nya, seperti apa, ya?

7. Rain
Lagu yang seakan jadi "alarm pembangun" lagi dari lagu keenam ke lagu ketujuh. Saya jadi berpikir, harusnya lagu keempat ditempatkan sebelum lagu ini saja kali, ya? Biar lebih pas...

8. Good Night
Lagu berdurasi 43 detik yang sangat cocok untuk mengakhiri hari, kalau tak sempat mendengarkan lagu nomor 3. Apalagi kalau mendengarkan liriknya yang mengajak tidur. Lagu ini sekaligus berfungsi sebagai interlude dari lagu 7 ke lagu 9.

9. YOU
Salah satu lagu yang paling saya suka. B-side dari single HELLO ini memang ballad dan easy listening, membuat kita ingin mendengarkannya lagi dan lagi dan tak cepat merasa bosan.

10. It's My Life
Semakin saya mendengarnya, entah kenapa malah mirip lagu Ore Ska Band atau Catchmonchy (?).

11. no Reason
Intronya mengingatkan akan lagu-lagu YUI yang sudah lama, namun ternyata kelanjutannya tidaklah demikian.

12. Nobody Knows
Lagu yang bernuansa rock selain Rain. Sebenarnya lumayan bagus, hanya saja penutupnya kurang nendang. Semoga kalau ada versi live-nya bisa dibuat lebih bagus.

13. Green a.Live
Lagu ballad yang cocok untuk menjadi penutup. Liriknya dibuat khusus untuk menghibur korban gempa dan tsunami di Jepang, April 2011 lalu.

Kelebihan: kalau boleh saya bilang, tak ada lagu yang jelek atau biasa-biasa saja di album kali ini. Entah karena pengaruh "sudah lama tak mendengarkan lagu YUI" atau apa, tapi menurut saya lagu-lagu di album ini keren dan warna yang ditampilkan dalam setiap lagunya nyaris berbeda-beda.

Kekurangan: penempatan lagu sedikit kurang pas, membuat dinamika saat mendengarkan album ini secara berurutan naik-turun terlalu sering.

Recommended tracks: semuanya! Tapi, kalau mau dipilih yang paling bagus diantara yang bagus:
-Separation
-Get Back Home
-Lock On
-YOU
-Green a.Live

Nilai: 9,1/10

DOWNLOAD HERE

Sabtu, 29 Oktober 2011

Hunter x Hunter




Jumlah episode: (ongoing)
Studio: Madhouse
Ditayangkan pada: Oktober 2011-sekarang
Genre: Action, Adventure, Shounen, Super Power

Gon adalah anak dari Ging, seorang Hunter, yang bertugas mencari harta karun, artefak, benda-benda mistis, dan sebagainya, yang diberikan imbalan besar. Ia bertekad untuk mengikuti ujian Hunter supaya bisa tahu apa yang membuat ayahnya lolos jadi Hunter. Di tengah ujian, ia bertemu dengan Kurapika (satu-satunya orang yang tersisa dari klan Kurta), Leorio (seorang dokter, manusia biasa yang mau menjadi Hunter karena banyak uang), dan Killua (anak umur 12 tahun yang misterius).

Anime ini adalah remake dari anime Hunter x Hunter edisi originalnya, yang juga pernah ditayangkan di sejumlah stasiun TV Indonesia, dengan perubahan staf, sedikit perubahan cerita, dan perubahan opening dan ending.

Kelebihan: lagu opening dan endingnya bagus, artworknya mengingatkan pada anime-anime lama.

Kekurangan: seiyuunya tidak cocok dibandingkan versi Indonesianya (terutama Gon), cerita terlalu singkat dibanding versi aslinya.

Skor: 8,2/10

Uta no Prince-Sama




Jumlah episode: 12
Genre: Comedy, Romance, School, Shoujo, Harem
Ditayangkan pada: Juli-September 2011

Nanami Haruka, murid baru di Saotome Academy, sekolah musik yang terbagi atas dua program: komposer dan idol. Di sana, Haruka bertemu banyak orang yang menarik, seperti Ichinose Tokiya (murid yang ternyata idol yang dikaguminya), Otoya Ittoki (orang yang ceria dan childish), Masato Hijirikawa (anak yang serius namun menemukan sisi lembutnya ketika bertemu Haruka), Ren Jinguuji (sangat populer di sekolahnya), Syo Kurusu (anak yang shota dan takut akan ketinggian), dan Shinomiya Natsuki (teman masa kecil Syo).

Kelebihan: lagunya bagus-bagus, artwork lumayan bagus terutama untuk tokoh prianya, cerita bagus
Kekurangan: kurang populer di Indonesia

Skor: 9,5/10

The Idolm@ster




Jumlah episode: (masih ongoing)
Ditayangkan pada: Juli 2011-sekarang
Genre: Music

Kehidupan idol-idol di 765 Pro, yakni Haruka Amami (selalu ceria, tokoh utama di anime ini, ingin menjadi idol untuk mewujudkan mimpinya), Chihaya Kisaragi (gadis yang sangat suka bernyanyi, mau menjadi idol untuk mengembangkan bakat bernyanyinya), Yukiho Hagiwara (penakut terutama terhadap laki-laki, mau memupuk keberanian dengan menjadi idol), Yayoi Takatsuki (perempuan miskin yang mau menjadi idol untuk membantu keluargnya), Ritsuko Akizuki (mantan idol yang menjadi produser di 765 Pro), Azusa Miura (paling dewasa diantara idol-idol lainnya), Iori Minase (anak pemilik perusahaan yang berhubungan dengan 765 Pro), Makoto Kikuchi (perempuan yang banyak mempunyai fans perempuan karena penampilannya yang seperti laki-laki), Ami dan Mami Futami (kembar yang suka menjahili idol-idol lainnya).

Kelebihan: simpel dan menarik, karakter tokoh-tokohnya kuat, jadi walau tokohnya banyak, takkan sulit membedakannya.
Kekurangan: alur cerita datar

Skor: 7,5/10

Baka to Test to Shoukanjuu Ni!





Jumlah episode: 13
Genre: Comedy, Romance, School, Super Power
Ditayangkan pada: Juli-September 2011

Kelanjutan dari Baka To Test to Shoukanjuu. Kali ini, cerita lebih banyak berpusat pada hubungan asmara Yoshii dengan Himeji dan Minami, serta Yuuji dengan Shouko.

Kelebihan: cerita lebih terarah dibandingkan musim sebelumnya.

Kekurangan: tidak selucu musim pertama.

Nilai: 8/10

Nichijou




Jumlah episode: 26
Genre : Comedy, School Life
Ditayangkan pada: April-September 2011
Studio: KyoAni

Anime ini secara garis besar terdiri dari dua bagian. Bagian pertama: kehidupan sehari-hari Mio (anak yang pintar menggambar dan juga fujoshi), Yukko (anak yang selalu heboh), Mai (anak pendiam yang senang bermain game) di sekolah maupun di rumah mereka. Bagian kedua: kehidupan sehari-hari Profesor Shinonome/Hakase (anak perempuan berumur 7 tahun yang jenius dan sangat imut), Nano (robot ciptaan Hakase yang berperilaku layaknya manusia, dengan sekrup besar di punggungnya), dan Sakamoto (kucing yang bisa bicara berkat syal ciptaan Hakase). Bagian pertama dan kedua, secara langsung atau tidak langsung, berhubungan. Ada juga beberapa tokoh lainnya yang memperkaya cerita dalam anime ini.

Kelebihan: simpel tapi lucu, cocok untuk pelepas stres.
Kekurangan: banyak adegan yang di-freeze, menyebabkan alur cerita berjalan lambat.
Skor: 8,5/10

Kami Nomi Zo Shiru Sekai II




Jumlah episode: 12
Ditayangkan pada: April-Juni 2011
Produser: Geneon Universal Entertainment, Manglobe
Genre: Comedy, Romance, Shounen, Harem, Supernatural
Opening Song: A Whole New World God Only Knows-Oratorio The World God Only Knows
Ending Song: Ai No Yokan-female seiyuus of this anime

Keima Katsuragi, siswa kelas 2 SMA yang sangat suka bermain game dating sim, membuatnya dijuluki Dewa Penakluk (The Capturing God). Suatu hari ia bertemu Elsie, pencari roh yang bertugas mengumpulkan kembali roh-roh jahat yang tersimpan dalam tubuh anak perempuan. Untuk mencarinya, ia meminta Keima menandatangani kontrak untuk membantu Elsie mengeluarkan roh-roh jahat dari tubuh anak perempuan itu, dengan cara membuat anak perempuan itu jatuh hati pada Keima.
Pada musim kedua ini, Keima mendapat target baru, yakni Kusunoki Kasuga, seorang karateka yang merupakan kakak kelas Keima. Lalu ada Chihiro Kosaka, anak sangat biasa-biasa saja yang juga teman sekelasnya, dan Jun Nagase, guru baru di sekolahnya. Kemudian ada lagi tokoh baru, yakni partner Elsie, Haqua du Lot Herminium.

Kelebihan: konsepnya masih menarik dan menghibur.
Kekurangan: cerita tak banyak perubahan dari manganya, dan lagu openingnya tak sebagus yang season pertama.

Skor: 8/10

Puella Magi Madoka Magica




Jumlah episode: 12
Studio: SHAFT
Ditayangkan: Januari-April 2011 (lebih dari 3 bulan karena sempat tertunda penayangannya beberapa minggu akibat gempa di Jepang)
Opening Song: Connect-Claris
Ending Song: Magia-Kalafina

Madoka Kaname adalah seorang anak kelas 2 SMP biasa, yang mengalami kehidupan biasa-biasa saja pula. Namun, semuanya itu berubah saat di mimpinya ia melihat ada anak perempuan misterius, yang sedang bertempur melawan makhluk-makhluk yang belum pernah dilihat Madoka sebelumnya. Juga ada sebuah makhluk imut berbulu putih bernama Kyuubey, yang menjelaskan bahwa anak perempuan itu menjadi Puella Magi (magical girl) dan bertempur melawan penyihir (witch).
Ternyata, keesokan harinya, Madoka bertemu anak perempuan misterius itu, yang menjadi murid baru di sekolahnya, bernama Akemi Homura. Mimpi Madoka seperti terulang lagi ketika sepulang sekolah, ia masuk ke dunia yang sama seperti di mimpinya, kali ini bersama dengan Sayaka Miki, temannya. Bertemu kembali dengan Kyuubey, Madoka dan Sayaka ditawari untuk menjadi Puella Magi, dan Kyuubey akan mengabulkan satu permintaan terbesar mereka. Maukah mereka menjadi Puella Magi? Apa yang menjadi permintaan terbesar mereka? Dan rahasia-rahasia apa yang tersembunyi di balik kontrak sebagai Puella Magi?

Kelebihan: Ceritanya tak terduga, dengan BGM yang keren dan menghadirkan warna baru dalam genre anime magical girl.
Kekurangan: Terlalu banyak adegan sadis, dan artwork kurang memuaskan kecuali pada Kyuubey.

Score: 9/10

Selasa, 13 September 2011

Update Resensi





Sudah lama sekali rasanya sejak saya tidak menuliskan resensi. Resensi apapun, dari buku, film, anime dan manga. Tentu saja ulum sudah tidak ada lagi, adanya ujian end-blok, mid-blok, dan tugas-tugas yang entah apa nantinya, saya tidak tahu.
Mulai besok sampai Jumat, mudah-mudahan kalau tak ada aral melintang saya akan kembali mengepost entri-entri resensi tersebut, untuk menghidupkan kembali blog ini.


-shii-

Lomba Blog




Sebuah postingan di FB mengejutkan saya. Isinya tentang lomba blog, dimana para peserta mengirimkan alamat blognya lewat e-mail untuk kemudian entri-entri terpilih akan dibukukan.

Saya selaku blogger yang sudah nyaris 3 tahun memasuki dunia blog tentunya ingin mengikuti lomba tersebut. Namun, sayang sekali saudara-saudara, saya baru menyadari bahwa blog yang satu ini campur aduk gak jelas isinya!! Resensi, pengalaman pribadi, sampai pengumuman-pengumuman yang berkenaan dengan blog ini campur aduk jadi satu dan hanya dipisahkan oleh tag. Blog saya yang entrinya lumayan banyak, membahas info-info soal kejepangan, yang pastinya tak bisa dibukukan karena yang berminat pasti tidak banyak. Sedangkan blog karya tidak terurus dan blog di forum entrinya masih sedikit. Ada lagi blog berisi pendapat saya dan juga resensi, tapi peminatnya pasti tidak banyak.

Saya jadi bingung, sebenarnya blog ini mau buat apa ya... Tempat curhat? Tempat berbagi?
Karena saya merasa kok blog ini tujuannya jadi tak jelas entah kemana...

Yah, mungkin ke depannya saya harus mempertimbangkan lebih lanjut maksud blog-blog yang saya buat....

Senin, 12 September 2011

Satu Bulan Berlalu, dan....





Satu bulan berlalu sudah semenjak saya terakhir kali menulis di blog ini.

Sibuk? Belum seberapa, sih. Namun saya mencoba untuk mencicil belajar, hal yang saya jarang lakukan sebelumnya karena banyaknya PR yang diberikan saat sekolah dulu. Tapi ini kuliah, dimana sistem SKS tidak boleh diterapkan.

Ada 3 UPMM (semacam UKM tingkat fakultas, atau ekskul kalau di sekolah) yang saya ikuti, yakni MNC (Medical Nihon Club), Atmasearch, dan Medilens. Untuk dua yang terakhir, saya belum tentu diterima, jadi doakan saja. MNC adalah semacam klub Jepang dimana kita bisa belajar bahasa dan budaya Jepang disana (dan saya telah dikontrak -emangnya Kyuubey?- menjadi seksi publikasi dan dokumentasi yang memotret semua kegiatan klub!). Atmasearch adalah semacam UPMM yang terdiri atas 3 bidang: penelitian/research, pengajaran, dan publikasi. Medilens adalah UPMM untuk bidang fotografi. Saya bergabung di MNC untuk menyalurkan minat saya akan kejepangan (yah kalian sudah tahu bahwa saya maniak Jepang), Atmasearch untuk menyalurkan impian saya yang tertunda yakni mengikuti KIR waktu SMA (namun terhalang gara2 masalah waktu) dan sekalian menyalurkan bakat menulis, dan Medilens tentu saja untuk memberdayakan minat saya di bidang fotografi.

Soal materi, blok yang saya ikuti adalah Keterampilan Belajar, blok yang tak terlalu sulit dengan materi-materi yang mengingatkan saya akan sejumlah seminar yang saya dapatkan ketika menjelang libur akhir tahun maupun kenaikan kelas di SMA dulu, walau tak persis sama. Jadi, karena suasananya seperti itu, saya lumayan menikmati blok yang satu ini.

Ke depannya adalah blok Biomedical Science (BMS) yang akan dibagi menjadi 3 bagian. BMS ini konon adalah blok yang tersulit diantara 24 blok yang ada. BMS 1 berisi tentang Fisika, Biologi, dan Kimia secara lebih mendalam, BMS 2 dan 3 mulai belajar tentang anatomi dan sistem tubuh manusia lebih mendalam lagi. Jadi, mohon maaf kalau saya jarang update blog! Tapi saya memastikan blog ini tidak akan mati, jadi tetap baca entri-entri saya, ya! :)

Wishlist of the Year

Sedikit terlambat karena kesibukan.
Seperti tahun lalu, hari-hari dekat ulang tahun saya, saya selalu membuat wishlist. Semoga terwujud di tahun ini.
Wishlist ditulis secara acak, tidak berdasarkan yang paling diinginkan dsb.
Wishlist bukan berupa barang:
-IP bagus (target 3, kalau bisa lebih)
-gabung JKT48
-meet with someone and that person will stay here forever
-masih bisa cosu
-belajar Jepang lagi
-tidak her blok dan lulus ujian OSCE dan SOCA sehingga bisa libur lebih lama dan orangtua tak kesusahan mengatur jadwal liburan bersama
-mencoba lebih tidak dandere di IRL (jadi apa? Yandere? :D)-tetap bisa nonton anime dan baca komik

Wishlist berupa barang (ada yang mau membelikan?):




















1. CD NSG Star
NSG Star. Boyband terorisinal Indonesia dan juga terbaik di Indonesia menurut saya, terutama dari segi harmonisasi suara dan t
arian yang keren. Itu sebabnya saya jatuh cinta pada boyband Indonesia yang satu ini, walau tak seterkenal boyband-boyband lainnya. NSG Star, yang dulu 4 personel namun sejak 1 September tinggal 2 personel itu, telah melahirkan satu album ya
kni #INDONESIASTANDUP.
Walau sudah punya video Yout
ube dan MP3 unduhannya, namun saya ingin sekali punya versi original dari album ini, sebagai bentuk penghargaan saya k
epada NSG Star.
Sayangnya saya lupa berapa harga CD ini. Tapi tak sampai 100 ribu rupiah sepertinya.



















2. Plushie Kyuubey
Kyuubey, makhluk berbulu putih dan bermuka datar dari anime Puella Magi Madoka Magica. Saya jatuh cinta pada makhluk lu
cu ini sejak pandangan
pertama
, dan karenanya ingin memiliki plushienya. Versi asli Jepang bisa didapat dengan harga sekitar 300 ribu rupiah.























3. Pi-chan
Rasanya saya sudah mengatakan berkali-kali bahwa saya jatuh cinta pada boneka ini. Berbulu sangat halus dan berlogo Disney, harganya 299.000 rupiah.

















4. Boneka Cinamoroll
Lucu, kesan saya saat pertama melihatnya. Sangat imut dan mirip Kyuubey, boneka ini harganya sekitar 310 ribu rupiah.


















5. Vandaria Saga (2 buku)
Fantasi Indonesia yang sangat keren. Setting yang begitu detil dan sempurna layaknya fantasi luar negeri. Saya yakin kalau ada game-nya pasti sangat laris. Walau sudah pernah membaca sedikit buku pertamanya di toko buku, namun buku ini agak mahal karena tebalnya. Harga 2 buku ini sekitar 200 ribu.



(terlalu banyak gambarnya)
6. Wig atau Kostum Cosplay
Wig apapun, kostum apapun, saya terima dengan senang hati! Asal yang cocok dengan saya saja, baik secara fisik maupun kepribadian.

Jumat, 05 Agustus 2011

Pengenalan Kampus (5)-Otaku Rules?

(foto menyusul. kamera lagi dipake, gomen)



Hari keempat, kami diharuskan berkumpul jam 6 pagi, karenanya saya pergi dari rumah lewat tol supaya cepat. Namun ternyata yang ada saya malah salah turun tol, harusnya di Sunda Kelapa, tapi saya turun di Jembatan Tiga. Akibatnya saya nyasar sampai ke Season City, Jakarta Barat. Akhirnya saya terlambat sampai di kampus. Ada banyak maba yang terlambat juga, dan kelompok saya saat itu terlambat seluruh anggotanya.
Maba pun dihukum melakukan posisi standar. Posisi standar ini adalah posisi yang diciptakan untuk menghukum maba-maba dari yang melanggar peraturan, tak menghafal lagu yang diajarkan, dan sebagainya, dan harus dilakukan seluruh maba, karena berlaku prinsip “satu salah, semua salah”. Ada 3 posisi standar: standar 1 (berdiri satu kaki dengan kaki kanan –kaki terlemah saya, karena saya jauh, jauh lebih kuat pakai kaki kiri-, badan miring ke kanan sekitar 45 derajat, jempol kiri dan kanan diangkat, siku disamping badan, mulut mengucapkan huruf E), standar 2 (tangan kiri diletakkan menyilang diatas tangan kanan, memegang tangan kiri dan kanan teman sebelah kiri dan kanannya, duduk di lantai dengan kaki diselonjorkan dimana kaki kiri diatas kaki kanan, kemudian hitungan ketiga kaki diangkat dan ditahan), standar 3 (kaki kiri berlutut, kaki kanan selonjor ke depan lurus, tangan kiri dan kanan menyilang di depan leher dan telapak kedua tangan diletakkan di beloakang leher, cium lutut kanan). Lamanya melakukan posisi standar ini tergantung, dan diterapkan sejak hari pertama.
Kemudian maba diajak untuk mengenal UKM dengan presentasi, pertunjukan UKM, dan pengenalan sekitar 15 menit per UKM di ruangan-ruangan SL dan PBL, 1 UKM per ruang. Ada UKM sebagai berikut: senat dan BPM (semacam OSIS dan DPR-nya kampus), Medisar (semacam tim SAR dan melakukan kegiatan pecinta alam), MediSearch (penelitian dan jurnal kampus), Amera (penyuluhan reproduksi, rokok, dll), HACCP (semacam bakti sosial untuk warga kurang mampu), AMSA (asosiasi pelajar kedokteran di Asia), PAWSL (pastoran Atm*jaya wilayah Santo Lukas, ada yang mengurus soal liturgi dan juga baksos), Medisoccer (sepakbola), Medidance (menari balet, hiphop, dan breakdance), wushu, bulutangkis, basket, karate, MNC (Medical Nihon Club, klub Jepang di kampus saya), MediLens (fotografi), debat, dan perkomputeran. Kalau tak ada aral melintang, rencananya saya mau bergabung MNC dan MediLens atau MediSearch, sesuai dengan minat saya yaitu segalanya tentang Jepang, fotografi (terutama fotografi cosplay sih, tapi tak menutup juga fotografi yang lainnya), atau penelitian, karena saya dulu ingin ikut KIR di SMA tapi tak kesampaian. Karena saya tak sempat mengunjungi stand MNC hari ketiga, saya penasaran apa yang disuruh anggota MNC untuk memberikan tanda tangan pada kelompok. Rasanya mau disuruh pakai yukata, tebak-tebakan judul lagu Jepang, sampai kasih fotografi cosplay juga saya bisa *liatin file-file foto cosplay di komputer saya* *plak*.
Setelah itu, banyak kegiatan lain yang berkesan, seperti disuruh makan makanan tak jelas, yakni pudding hijau yang rasanya pahit dengan vla yang rasanya asam manis. Vlanya lumayan enak, tapi puddingnya rasanya lumayan... aneh. Tapi katanya sehat, dan sampai saat saya menulis ini pun badan saya baik-baik saja, jadi ya tidak apa-apa... XD
Kemudian kami menyanyikan theme song 3 kali karena panitia merasa angkatan kali ini mengecewakan dan para maba menerima konsekuensi atas kekecewaan panitia. Lalu masing-masing anak menggunakan penutup mata dan kain hitam dan berbaris berkelompok serta berjalan memegang pundak teman di depannya. Sambil ditutup matanya, para maba disuruh jongkok, ditukar-tukar posisi barisnya, dan lain-lain. Ternyata dari kejauhan tercium bau formalin, dan akhirnya kami sampai di... museum anatomi, tempat mayat diawetkan bertahun-tahun. Untung saya sudah punya pengalaman melihat mayat diformalin saat ada di f(X) SMA dulu, sehingga tak takut lagi (dulu saya sempat takut melihat mayat, tapi akhirnya jadi tidak lagi gara-gara sering melihat gambar-gambar disturbing picture). Hanya saja yang ini bau formalinnya lebih menyengat dan lumayan membuat mata perih, apalagi saya tak berkacamata dan mata saya lumayan sensitif (pakai lensa kontak saja tidak bisa). Katanya, untuk membeli mayat dibutuhkan biaya sekitar 100-250 juta, dan mayat harus diperlakukan dengan hormat karena bagaimanapun mereka dulunya juga manusia. Mayat digunakan untuk belajar untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Kemudian kami kembali ke auditorium dan diajak bermain games kompetisi. Seluruh maba dibagi menjadi 8 kelompok dimana 2 kelompok kecil yang biasanya dijadikan 1 kelompok besar, misalnya kelompok 1 dengan 2, 3 dengan 4, dan seterusnya. Games-nya ada 4: memegang sesuatu dengan mata tertutup dan kemudian menebak apa itu (ternyata adalah trakea sapi), mengambil potongan kertas dalam baskom berisi tepung dengan mulut dan menyusunnya menjadi lirik mars, Komunikata (seorang perwakilan kelompok memperagakan suatu penyakit kemudian yang lain menebak penyakit apa yang dimaksud), dan Healthy Juice. Healthy Juice ini yang paling bikin mual, dimana jus yang ada satunya adalah jus bawang (bawang putih, bawang merah, bawang bombay, tomat, seledri) dan jus buah (pepaya, pisang, wortel). Kelompok saya kebagian minum jus bawang, dan berhubung saya punya pengalaman buruk dengan bawang (makan bawang putih iris mentah sesendok makan sekaligus pas lagi batuk biar cepat sembuh, dan langsung muntah-muntah sesudahnya) dan menyebabkan saya jadi anti bawang, saya langsung mual sehabis minum jus bawang itu. Untung langsung dinetralisir dengan minuman isotonik sehabis games itu, jadi tidak terlalu mual lagi.
Sesudah itu, kami turun ke halaman bawah, membawa penutup mata, dan berbaris 30 orang per baris serta menyanyikan theme song, hymne, dan mars. Kami juga disuruh memindahkan tikus putih (yang lucu seperti hamster itu!) dari satu orang ke orang lainnya per baris, dan sampai belakang harus dalam keadaan hidup. Kemudian kami ditutup matanya dan berpegangan pada pundak teman di depan kami, diajak berputar-putar entah kemana sambil menyanyikan theme song, hymne, dan mars. Kami juga disuruh melakukan standar 1 dengan mata tertutup dan bertepuk tangan juga dengan mata tertutup. Kemudian ditanya apakah kami bangga menjadi anak FK Universitas Atm*jaya. Ditanya berkali-kali dan kami menjawab bangga, kemudian kami disuruh membuka penutup mata dan seketika terjadi hujan lokal! Selang pemadam kebakaran mengalirkan air (saya curiga dari mobil pemadam yang di Emporium kemarinnya? XD), ember-ember dan bak besar berisi air, dan balon-balon berisi air dilemparkan dari lantai 2 ke bawah, membasahi badan seluruh maba. Panitia tiba-tiba menjadi baik hati dan tidak marah-marah. Rasanya malam itu menjadi malam tak terlupakan.
Setelah berganti baju dengan baju ganti yang dititipkan pada panitia sejak hari pertama, kami kembali ke auditorium. Disana kami mengeluarkan jas almamater, dan masing-masing dari kami dipakaikan jas almamater. Kemudian panitia dan dosen berdiri di tengah, diperkenalkan lagi berdasarkan angkatannya, dan kami semua berpesta bubur dengan bubur ayam 2 panci sangat besar dan mangkok-mangkok yang diletakkan di meja dekat panggung. Kami kemudian dipakaikan pin FK Universitas Atm*jaya 2011.
Belum cukup dengan itu semua, sebuah video diputarkan, menampilkan foto-foto PK dari briefing sampai hari keempat saat para maba disiram, lengkap dengan kata-kata mengharukan dan BGM (dan membuat saya heran mengapa bisa membuat video secepat itu). Yang membuat saya kaget adalah, BGM-nya adalah instrumental Ichiban no Takaramono (insert song Angel Beats) dan Dango Daikazoku (ending song Clannad). Kenapa bisa pas begitu suasananya, saya rasa pemilihan instrumental itu bukan kebetulan.
Setelah itu kami berfoto-foto dan kemudian pulang dengan tangga. Surat cinta diserahkan bagi yang membuat, dan sepanjang perjalanan turun tangga para panitia mahasiswa berdiri berbaris menyalami kami para maba.
Kelompok 6 pun berakhir menjalani PK hari itu, walaupun grup BBM yang digunakan untuk membicarakan tugas (10 dari 13 orang anggota memiliki BB, termasuk saya) masih ada sampai kini. Kelompok ini beranggotakan (urut NIM): Hendry-076 dari SMA Methodist (ketua kelompok 6), Ivena-077 dari SMA Santa Ursula (temannya teman baik saya yang jadi teman saya juga), Carissa-078 dari SMA BHK (mukanya mirip salah satu teman saat di SMA dulu), Anna-080 dari SMA Ricci 1 (yang belakangan saya ketahui ternyata sudah lama jadi friend saya di FB), Kent-081 dari SMA Santo Yakobus (salah tulis saat pertama kali menulis namanya di buku catatan), Helen-082 dari SMA Gandhi Memorial International School (dari rumah saya ke sekolahnya lebih dekat daripada dari rumah dia ke sekolahnya *cough*), Emily-083 dari SMAK 3 Penabur (lama-lama kalau diliat mirip teman saya waktu SMA juga ==), Nike-084 dari SMAK Penabur International Kelapa Gading (ternyata jago fotografi dan punya band toh), Richard-085 dari SMA Jubille (anggota kelompok yang multitalent dan yang paling aktif daftar-daftar saat pengenalan UKM), Irena-086 dari SMA Regina Pacis (buat anak yang bukan dari Santa Ursula awalnya susah bedain Irena dan Ivena gara-gara namanya mirip), Priska-087 dari SMA Xaverius 1 (satu-satunya orang daerah di kelompok ini, yakni dari Jambi, awalnya temenin saya ngomong pakai aku-kamu –kebiasaan saya yang susah ilang, karena saya ngomong gua-elu cuma ke beberapa orang doang-, tapi belakangan ngomong pakai gua-elu), saya-088, dan Maya-089 dari SMA Santa Ursula (udah nomornya sebelahan sama saya, asal SMA-nya juga sama, hoho...).

Pengenalan Kampus (4)- Emporium Pluit Mall Kebakaran!


Nih fotonya, biar lebih aktual.... *plak


















(Judulnya yang aktual dong, biar blog ini makin terkenal, hohoho... *dirajam massa*)
Hari yang, tak diduga, pulang malam. Padahal rencananya pulang setengah 5, namun ternyata sangat mundur dari jadwal.
Selain penyelesaian dari PBL dengan pencarian bahan-bahan untuk PBL di Internet maupun buku di perpustakaan (ternyata perpustakaannya lumayan luas, walau tak seluas perpustakaan SMA saya dulu, dan cukup nyaman dengan kursi empuk untuk diskusi dan komputer dengan fasilitas Internet serta adanya Wi-fi. Bukunya pun sangat banyak dan semuanya buku kedokteran. Sejauh yang saya baca, nyaris semua berbahasa Inggris...) dan juga diskusi tahap akhir, serta presentasi-presentasi lagi, kami juga diberikan waktu untuk mengunjungi stand-stand UKM (semacam ekskul lah kira-kira) yang ada disana dan mengumpulkan tanda tangan dari tiap stand. Ini juga cukup seru, dimana di tiap stand kebanyakan disuruh melakukan sesuatu supaya diberi tanda tangan dari ketuanya, dari membuat rayuan gombal kepada salah satu senior anggota UKM di UKM pastoran, basket 3 on 3 (3 perwakilan kelompok dan 3 perwakilan UKM) di UKM basket, memasukkan bola ke gawang dengan mata tertutup di UKM sepakbola, memasangkan kondom (ya, kondom untuk pria yang itu) ke pisang –ini yang paling unik- dan adu cepat dengan senior anggota UKM-nya dalam memasangkan kondom, di UKM Amera (UKM yang memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, rokok, dan segala macamnya), dan lain-lain. Kegiatan hari itu seperti biasa diselingi makan siang, dimana makan siang saya hari kedua dan ketiga untungnya habis.
Sehabis mengunjungi stand dan kembali ke auditorium, tiba-tiba salah seorang dokter yang berada di depan panggung berkata bahwa banyak yang mengecewakan dari PK kali ini. Dipanggillah mereka-mereka yang merasa membuat pelanggaran, dan ternyata semuanya maju. Setelah disaring sedemikian rupa, didapatkan 43 orang yang merasa melakukan pelanggaran paling berat. Kemudian mereka diminta membuat janji sesuai dengan kesalahan mereka. Ada satu cewek dan satu cowok yang menurut semuanya merupakan the worst boy and girl untuk PK tahun ini, nama dan asal sekolahnya saya rahasiakan. Mereka melakukan pelanggaran banyak sekali, seperti membawa kendaraan pribadi saat PK (padahal seharusnya tak boleh), tak membawa makanan ini itu, tak membuat tugas, datang terlambat 3 hari berturut-turut (dimana hari pertama bahkan ia datang jam 3 sore), dan sebagainya. Namun, mereka dan 41 orang lainnya akhirnya meminta maaf dan berjanji tak membuat kesalahan lagi. Sembari mereka meminta maaf dan berjanji, peserta PK lainnya disuruh melakukan posisi-posisi tertentu seperti mengepalkan dan membuka kepalan telapak tangan yang diarahkan ke atas atau ke samping, tengkurap di lantai dengan perut dan bokong diangkat dari lantai, kemudian disuruh berhitung hingga ratusan. Hal ini menyebabkan pulang menjadi cukup malam yaitu jam 7 lewat.
Tugas untuk hari selanjutnya adalah membuat surat cinta dalam bahasa kedokteran 1 halaman A4 dengan pen tinta warna minimal 2 warna dengan tiap kata berubah warna sebanyak 500 kata kepada crossgender dilengkapi tanda tangan, tanda bibir, nama, dan NIM; laporan penyakit yang ditulis di belakang nametag dengan ketentuan-ketentuan tertentu; tanda tangan staf/dosen RS/fakultas sebanyak 10 buah dilengkapi nama, jabatan, dan lama kerja. Tugas angkatan adalah membawa minuman untuk 250 orang. Baju yang digunakan adalah baju operasi dilengkapi dengan lambang Aesculapius waterproof ditempel di daerah tulang belakang T10-L4, untuk laki-laki memakai topi operasi dan perempuan dicepol di frontal 1 buah temporal 2 buah parietal 2 buah dan osipital 1 buah dengan pita abu-abu, kaos kaki sinistra warna limfe dan dextra warna Atm*jaya, tali sepatu sinistra warna nervus dan dextra warna vena, scarf warna Atm*jaya di muskulus trapesius dan difiksasi di jugulan notch, bulatan warna arteri di muskulus infraorbitalis kiri dan kanan untuk perempuan (untuk laki-laki saya lupa, pokoknya bulatannya warna hitam di muskulus di atas tulang rahang bawah bagian kanan... *plak), dengan tas dari karung beras dilengkapi lambang PMI di tengah, membawa kain hitam 15 x 50 cm, gelas plastik oranye 2 buah, teh celup merek Atm*jaya. Untuk makanan membawa Oryza glutinosa (ketan) dan Oryza sativa mature alba 800 kalori, tempe+tahu orek 100 gram, Cucumis sativus (timun) sebanyak jumlah os metakarpal, Musa paradisiaca (pisang), minuman isotonik lagi yang kayak di hari kedua, fried Gallus bankiva lutea (ayam goreng kuning dada), telur dadar.
Satu kejadian penting di hari ketiga: gudang Carrefour Emporium Pluit Mall di seberang kampus saya kebakaran sekitar pukul 19.00, tepat saat PK selesai. Seharusnya saya dan banyak maba lainnya pasti pergi kesana membeli bahan-bahan untuk esok hari, tapi untungnya ada tugas mengumpulkan tanda tangan, jadi maba-maba memilih untuk ke RS untuk mengumpulkan tanda tangan. Sedikit bersyukur karena selamat, setidaknya tidak pingsan karena asap kebakaran atau terinjak-injak pengunjung yang melarikan diri keluar mal, namun saya berpikir bagaimana nasib maba yang ngekos sehingga tak bisa membeli bahan-bahan untuk hari keempat. Saya pulang dengan BGM (?) sirene mobil pemadam kebakaran dan dari kejauhan, saya melihat lampu yang menerangi bagian luar gedung Emporium Pluit yang biasa menyala terang dan warna-warni, saat itu gelap gulita. Dari berita yang saya baca keesokan harinya, mal itu ditutup sampai api bisa dipadamkan.

Pengenalan Kampus (3)-Keliling Kampus!

(foto menyusul. kamera lagi dipake, gomen)



Hari kedua, salah satu hari paling menyenangkan walau pulangnya malam.
Kumpul di kampus pukul 07.00 lalu menghadapi sejumlah presentasi yang diberikan dosen dari soal Medical Education Unit, menjadi dokter yang hebat, dan sebagainya, ada juga pelatihan Problem Based Learning (PBL) dan Skills Lab (SL) yang akan dipraktekkan saat kuliah. PBL adalah semacam diskusi kelompok berdasarkan suatu permasalahan, yang akan berguna saat praktek nanti, karena pasien pasti kalau mau konsultasi ke dokter menyebutkan permasalahan yang dia hadapi, dan tugas dokter adalah mencari si pasien terkena penyakit apa dan harus dikasih obat apa. Misalnya si pasien mengeluh sakit perut di bagian sebelah kiri, berasa mau muntah, dan mual. Lalu si dokter menyimpulkan dia sakit mag dan harus minum Pr*mag atau M*lanta (sensor biar gak promosi XP). Sedangkan SL adalah pelatihan keterampilan medis, dari mengukur tekanan darah pasien dengan tensimeter (yang sudah saya pelajari dari SMP oleh ibu saya yang kebetulan dokter *plak) sampai memasang infus. Karena masih percobaan, maka PBL yang dilakukan adalah tentang “orang yang berlatih basket selama 1 jam hingga akhirnya kecapekan dan terengah-engah” dan SL-nya berupa latihan cuci tangan dengan baik dan benar seperti yang saya lihat di iklan sabun L*febuoy.
Kemudian sampailah ke bagian paling menyenangkan, yakni Atmazing Race, dimana dibagikan peta lingkungan kampus dan RS yang berhubungan langsung dengan kampus, serta kertas berisi petunjuk/clue tentang suatu tempat di lingkungan kampus dan RS. Jika sudah sampai di tujuan yang dimaksud, kelompok harus berfoto lengkap seluruh anggota kelompok (entah difoto oleh orang yang lewat atau pakai timer) di tempat itu, kemudian menemui panitia yang berjaga disana untuk kemudian diberikan kata kunci, baik dalam bentuk kertas, ditempel di suatu benda di tempat itu, atau bahkan dibisikkan ke seseorang. Nantinya, kata-kata kunci itu dikumpulkan dan membentuk gejala-gejala suatu penyakit tertentu. Ini merupakan bentuk mengenal lingkungan kampus yang seru sekaligus menyenangkan, seperti pencarian harta karun saja *ngaco*.
Setelah 1,5 jam (atau 2 jam ya?) melakukan Atmazing Race dan berdiskusi tentang kata kunci yang didapatkan, kami diberikan tugas lagi untuk hari ketiga, yaitu: laporan penyakit yang ada berdasarkan kata kunci di Atmazing Race dengan ketentuan font dan lain-lain. Kemudian, karena banyak yang mengerjakan tugas hari pertama tidak dengan sungguh-sungguh, maka diberikan remedial yakni esai hari pertama diketik di komputer dengan margin yang sama, spasi 1 dan harus pas 935 kata (saya bersyukur, ini jauh lebih gampang, dengan bantuan MS Word margin dan word count amat sangatlah mudah).
Makanan untuk hari ketiga adalah Oryza sativa mature rubra (beras merah) 400 merah dibentuk pulmo sinistra et dextra (paru-paru kiri kanan), fried Arachis hipogea (kacang tanah) dengan famili Engraulideae (teri), boiled Lactuca sativa (selada) dengan NaCl, fried ovum (telur) strabismus (juling) alias telur mata sapi dibentuk juling, dan Citrus sinensis (jeruk). Tugas angkatan adalah membawa cetakan tumpeng diameter 30 cm 3 buah.

Pengenalan Kampus (2)-Presentasi, Presentasi, Presentasi...


Si minuman isotonik. Go ion! *promosi*














Hari pertama, kami diminta datang jam 06.30 di lapangan basket lantai bawah, dan saya sudah sampai di TKP jam 06.15. Sampai disana ternyata orang-orang sudah ramai berkumpul, dan kami diminta berbaris sesuai NIM. Di sana kakak-kakak PK memeriksa barang bawaan milik maba, dan sesuai dugaan saya mendapat pelanggaran di... kuku! Maklum, saya bukan orang yang bisa memotong kuku terlalu pendek karena bentuk kuku saya yang rada aneh, tapi karena katanya dokter ga boleh kuku panjang apalagi pakai kuteks, jadi yah... mau tak mau saya mencari trik supaya kuku saya pendek tapi tak sakit saat dipakai menulis.
Lalu, kami menuju ke auditorium yang terletak di lantai 4. Karena maba tak boleh naik lift selama PK, jadilah kami para maba harus naik tangga. Kemudian, di auditorium kami mengikuti misa pembukaan yang dipimpin oleh romo universitas, karena universitas saya universitas Katolik, walau tak menutup kemungkinan mahasiswa non-Katolik, seperti saya misalnya, untuk kuliah disini.
Setelah misa, para maba belajar mars dan hymne universitas, lalu diminta menghafalkannya. Kemudian belajar lagu tema lagi, dan kemudian ada juga presentasi-presentasi dari sejarah kampus, visi misi, tujuan, kurikulum, libur, dan lain-lain seputar dasar-dasar kampus. Presentasi-presentasi ini diselingi makan siang dan harus habis, namun karena saya ke WC saat waktu makan, dan diperiksanya juga nomor 2 terakhir (dimana saya non-Katolik jadi waktu misa saya dan maba non-Katolik lainnya harus duduk di belakang), jadi waktu makan saya habis sehingga saya nyaris tak menyentuh makanan. Kemudian panitia mahasiswa meminta untuk mengumpulkan makanan sisa di meja di atas panggung, dan meminta para maba menghabiskan makanan itu. Untung saya sempat memakan beberapa lauk dan sedikit nasi milik saya, walau akhirnya nasi saya tidak habis karena tak sempat. Nasinya 4 kali porsi makan saya yang biasa...
Tugas untuk hari kedua adalah menghafalkan mars, hymne, theme song, mengetahui tipe belajar yang diisi dari kuesioner di web dan hasil kuesioner tersebut dicetak di kertas HVS A4, serta menulis esai 935 kata dengan margin left 2,7 cm right 1,2 cm dan top 1,967 cm serta ditulis dengan tangan dan huruf sambung (pikir sendiri cara mengukur marginnya) tentang mengapa FK Atm*jaya beruntung menerima saya sebagai peserta didiknya. Selain itu kami juga diminta membawa serbet dan lap tangan per orang, dan tugas per kelompok membawa jam tangan, kamera saku, serta kamus Inggris-Indonesia. Saya sendiri kebagian membawa kamera saku, kamera saku milik ayah saya yang suka saya pakai untuk iseng-iseng kegiatan kameko (fotografer khusus cosplayer).
Sedangkan makanan yang harus dibawa hari kedua adalah Oryza sativa mature lutea (nasi kuning) 400 kalori dibentuk cor (jantung), fried Solanum tubernosum mechanical degradation (perkedel) diameter 5 x 10 pangkat -4 hm dibentuk eritrosit, cah Phaseolus vulgaris (buncis) dipotong 2 cm sejumlah usia FK Atm*jaya, Bos taurus minang (rendang), Mola hidatodosa (anggur) berjumlah nervus kranial unilateral (yang udah belajar Biologi kelas 11 pasti tau jumlahnya berapa), serta minuman isotonik 500 ml dengan bahan antara lain gula, asam sitrat, NaCl, asam askorbat, KCl, kalsium laktat, kalsium karbonat, dan perisa sitrus (silakan cari sendiri di supermarket... Itu loh, yang bintang iklannya pernah si Aelke Mariska).
Hari pertama pulang sekitar jam 17.30, dan saya sepulang PK langsung ngacir ke Emporium Pluit di seberang kampus untuk belanja bahan makanan.

Pengenalan Kampus (1)- Briefing dan Pengenalan Nama Latin


Kampusnya!!! *salah* *plak*


Sesuai janji saya untuk kembali aktif di blog, kali ini saya mencoba untuk menceritakan tentang pengenalan kampus/PK (istilah lain untuk ospek) di kampus tempat saya akan menjalani kuliah nantinya.
Tanggal 1-4 Agustus saya akan menjalani PK di fakultas kedokteran di salah satu universitas swasta yang berlokasi di seberang mal Emporium Pluit, Jakarta Utara *tau kan nama kampusnya? Yep, Atm*jaya...* dan tanggal 6-8 Agustus saya akan PK tingkat kampus di Semanggi, di kampus yang terletak di seberang Plaza Semanggi.
Tanggal 30 Juli ini saya briefing untuk PK tanggal 1-4 Agustus. Sebelumnya sudah diberitahukan lewat SMS, jadi semuanya kalau bisa wajib datang. Briefing dilakukan di ruangan yang disebut juga "akuarium", yang bisa ditemukan di Gedung Damianus ruangan D111.
Saat briefing, dibentuk kelompok-kelompok berdasarkan nomor urut pendaftaran (NIM) yang akan terus bersama-sama selama PK berlangsung. 1 kelompok sedianya 15 orang (kalau ada semua orangnya). Karena NIM saya angka keberuntungan bagi sejumlah orang yaitu 088, maka saya masuk kelompok 6 yang beranggotakan NIM nomor 076-090, namun anggota kelompok saya cuma 13 orang karena pemilik NIM 079 dan 090 tak mendaftar ulang. Satu kelompok memiliki satu pemimpin kelompok, yakni yang mempunyai NIM terkecil, dan satu senior pembimbing kelompok, yang disebut dengan kakak PK. Detil kelompok akan dibahas pada entri bagian kelima.
Selain itu juga dibacakan peraturan dan apa saja yang harus dibawa ke kampus. Menu yang harus dibawa diatur dan disebutkan dalam bahasa Latin (saya baru menyadari penggunaan istilah kedokteran oleh ortu saya di rumah dan pelajaran Biologi pas saya sekolah dulu -dimana satu-persatu anak disuruh membuat kartu dari satu jenis tanaman/hewan lalu mempresentasikannya- sangat membantu). Untuk hari pertama, semua diminta membawa menu berupa: Oryza sativa mature alba (nasi putih) 400 kalori dibentuk ren sinistra et dextra (ginjal kiri kanan), precipitat glicine soja dengan Rhizopus oligosporus (tempe) + filtrat glicine soja (tahu) dibentuk hati, Malus domestica (apel) didermabrasi (dikupas) dan direndam dengan cairan Citrus domesticum (jeruk), Sardina pilchardus (sarden) dengan Solanum licopersitum (tomat), dan cah bayam (saya lupa nama latinnya, pas dicatet langsung pakai “bayam”) dengan Allium sativum (bawang putih, bumbu dapur paling tidak enak versi saya. Tapi mau gak mau ya makan saja, walau saya bikin cah bayam itu bawang putihnya tak banyak-banyak). Lalu membawa hand sanitizer, tisu basah + kering, jas almamater, baju ganti, penutup mata, dan lain-lain. Nametag yang dipakai juga disebutkan syaratnya dalam bahasa Latin (bentuk encephalo/otak potongan tengah dengan bagian depan warna arteri dan belakang warna vena, disambungkan dengan rafia alba, bagian depan ditulis nama NIM asal sekolah dan tempat tanggal lahir ditulis dengan tinta warna alba dengan foto 4x6, bagian belakang ditulis nama penyakit yang ditentukan dari undian, dan sebagainya) , demikian pula map yang akan dipakai untuk mengumpulkan tugas. Kemudian diajarkan juga theme song yang dibuat oleh panitia beserta gerakannya.
Semoga PK akan berjalan dengan cukup lancar. Yah, semoga...

Jumat, 29 Juli 2011

Kalau Mengenang ke Masa Lalu, Sih...


Baca blog ini dari entri-entri awal, deh.
Rasanya... perubahannya besar sekali.
Dari gaya bahasa, format tulisan, sampai apa yang ditulis.
Tapi yang paling menonjol menurut saya adalah satu kisah yang bersambung: saya dan sebuah jurusan bernama Kedokteran Umum.

SMA kelas 1, saya berharap tidak masuk IPA dan tidak mau jadi dokter.
SMA kelas 2, saya masuk IPA dan tidak mau jadi dokter.
SMA kelas 3, saya diterima di jurusan Kedokteran Umum di salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta.
Sekarang, hari ini, saya tengah bersiap-siap untuk pengenalan kampus di perguruan tinggi tempat saya akan belajar.... untuk menjadi dokter.
Terlihat seperti sebuah keajaiban.

Ada yang bilang, "Jadi dokter itu gak gampang. Kamu harus mikir 10000x sebelum kamu nentuin mau masuk FK atau nggak."
Sampai kelas 2 semester 1, jawaban saya adalah "nggak".
Kelas 2 semester 2, saat libur kenaikan kelas, saya dibawa ke sejumlah FK di Jakarta oleh ortu saya.
Dari situ saya berpikir, jadi dokter ga seburuk yang saya bayangkan.
Apalagi semakin hari saya makin banyak menemui orang-orang yang berprofesi menjadi dokter namun suka menulis dan hobi saya yang lainnya.
Dokter bisa bikin cerpen. Bisa bikin novel.
Cosplayer yang saya temui banyak yang kuliah di FK.
Kenapa saya ga coba untuk menjadi seperti mereka?

Semoga di kemudian hari, kecintaan terhadap jurusan yang dulu saya benci itu akan muncul.
Seperti kata pepatah, makin benci pada sesuatu, biasanya malah akan timbul perasaan cinta.
Iya, nggak?

Banyak yang bilang:
"Kuliah di FK itu gak enak. Pake sistem blok, banyak banget bahan ujiannya, tiap 2 minggu sekali ada ujian blok dan midblok. Belum di kampus kamu, kalau mau cepet lulus mesti praktek kerja di RS di Sukabumi, Semarang,Yogyakarta..."
Jalani saja lah, sambil meneruskan hobi saya juga.
Dan seperti yang saya katakan di beberapa entri sebelumnya, doakan saya masih punya waktu untuk nge-blog.
Sekadar menulis pengalaman sehari-hari, review dan sebagainya, seperti saya pas SMA.

Proyek Spesial

Untuk mengabadikan masa sekolah saya selama 12 tahun kemarin, saya punya cara spesial.
Sayangnya agak sedikit terlambat karena mulai besok harus disibukkan dengan pengenalan kampus yang katanya membuat depresi. Tapi, coba jalani dengan santai dulu saja, deh.
Kalau sudah selesai, proyek ini akan saya umumkan secara bertahap.
Doakan semoga proyek ini kelar secepatnya di tengah kesibukan perkuliahan yang ada.

Gr*media


Udah pernah nulis ini belum ya?

Yah, intinya saya cuma pengen menulis tentang toko buku favorit saya ini. Gr*media namanya (disensor, tapi semuanya pasti udah tau, liat dong gambarnya.. XP). Walau ada toko buku lainnya seperti G*nung Ag*ng, P*perclip, K*nokuniya, P*riplus, dll, tapi menurut saya Gr*media tetep yang paling keren.

Pertama, Gr*media punya penerbit, jadi pastinya semua buku terbitan Gr*media (dan jumlahnya super banyak itu) dijual di Gr*media, walau buku penerbit lain juga dijual disana. Buku baru di Gr*media terhitung paling lengkap dibanding toko buku lainnya (dengan catatan: bahasa Indonesia dan kategorinya umum. Jangan harap bisa menemukan buku berbahasa Rusia atau komik yaoi, misalnya *plak). Rasanya kalau ngeliat buku kita dijual di Gr*media, tak sesenang jika melihat buku kita dijual di toko buku lain. Ada kebanggaan tersendiri kalau melihat buku kita dijual di toko selain Gr*media. "Wah, buku gua pemasarannya luas juga, ya? Sampai dijual di toko (nama toko buku selain Gr*media) juga. Mantep!"

Kedua, Gr*media sering adain diskon, dan diskonnya lumayan mantep. Kalau beruntung, Anda dapat mendapatkan buku bagus dengan harga super murah. Misalnya, buku Detik Terakhir karya Alberthiene Indah yang sedang didiskon di beberapa Gr*media yang saya temui, dijual dengan harga Rp 7.500,00 atau Rp 10.000,00 (saya lupa). Saya sampai terpana ketika melihat buku itu di rak diskon. Saya pernah membaca buku itu, dan buku itu SANGAT bagus. Atau buku berjudul XX yang pernah saya resensikan di blog ini, yang juga didiskon. Kok bisa didiskon, ya?

Ketiga, atmosfernya sangat nyaman untuk belanja buku maupun hunting buku untuk dibaca gratis. Dimanapun Gr*media yang saya kunjungi (saya sudah mengunjungi Gr*media di kota Padang, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar), semuanya menyajikan atmosfer yang sama: tempat ber-AC dengan lampu terang dan surga buku yang modern, tidak seperti perpustakaan pada umumnya yang berkesan angker. Sayangnya ada musiknya, dimana saya sebenarnya menganggap musik itu membangkitkan mood untuk menulis dan bukannya membaca. Jadi, ya, kalau membaca buku yang terlalu tebal di Gr*media dan lagi ada musiknya, kadang saya suka ga konsen baca. Mendingan beli. (Apakah ini strategi Gr*media untuk menarik pembeli? Hoho....)

Begitulah kira-kira alasan saya betah ke Gr*media dan betah berlama-lama disana. Apa kalian juga senang kesana? Hehehe...

Hari Terakhir Liburan Panjang

Akhirnya liburan saya selama 3 bulan lebih berakhir juga...
Besok briefing ospek, tanggal 1-4 ospek fakultas dan 6-7 ospek kampus...
Tanggal 8 udah kuliah...
Liburan terpanjang dan paling banyak nganggur selama saya liburan, karena ga kemana-mana kecuali Bandung dan Puncak...
Palingan cuma ke event-event jejepangan, atau ke mal-mal, sisanya di rumah, deh...

Well, liburan ini bisa dibilang ga ngapa-ngapain...
Yang paling banyak dilakukan hanyalah menjahit (strimin, bikin-bikin aksesoris cosu, dll), bikin cerpen, bikin novel, dan main osu...
Skill osu saya sampai meningkat berkali-kali lipat gara-gara liburan, dan semoga aja ga cepet turun XD

Semoga pas kuliah nanti saya masih bisa nge-blog dan menceritakan pada kalian bagaimana seneng sedihnya berada di FK... Hohoho...

Jumat, 15 Juli 2011

Vocalo.id Album Compilation (First Impression)



Album kompilasi pertama yang dihasilkan anak-anak forum Vocalo.id, forum pecinta dan pemakai Vocaloid di Indonesia. Berisi lagu-lagu dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.

1. re: month of music
Musik dan efeknya udah keren, macam lagu-lagu di Project Diva... Sayang bahasa Inggris Miku-nya terlalu romaji, dan apa yang diucapkan Miku agak susah ditangkap di telinga saya, walau dalam bahasa Indonesia. Baru ngeh apa yang diucapkan setelah lihat liriknya. Kalau lagu bahasa Jepang (yang saya cuma ngerti dikit-dikit itu) pasti saya bilang "Ini lagu cocok untuk pembuka". Tapi sayang liriknya kurang cocok.

2. [un]certain happiness
Saya tadi sudah mendengar lagu-lagu Indonesia covering Vocaloid REDSHIFT, dan memang karya-karyanya bisa dibilang sudah "kelas dewa".
Untuk lagu ini, kalaupun saya tak tahu orang Indonesia yang bikin, saya bilang "bagus". Tapi, karena orang Indonesia yang bikin, yang bahasa ibunya bukan Jepang, saya bilang ini "bagus banget". Mulai dari efek, musik, sampai Vocaloid-nya.

3. Keep Running
Walau yang nyanyi Luka, tetap saja di kuping saya terdengar seperti Engrish. Wong lagu "Wash My Blood" saja misalnya terdengar seperti Engrish bagi saya, kok.
Lagu ini... musiknya sudah keren, liriknya lumayan, hanya saja Engrishnya yang menurut saya mengganggu.

4. Try to Live
Salah satu lagu yang cukup easy listening. Sejenak saya lupa kalau yang bikin orang Indonesia.

5. Yume no Ki/Tree of Dream
Satu lagi lagu easy listening. Tipikal lagu Vocaloid pada umumnya sih, nothing special kecuali bahwa yang bikin orang Indonesia.

6. White Sheets (Kurogane Mix)
Lagi-lagi Engrish jadi masalah disini. Lagunya lumayan sih padahal...

7. Sang Kolektor
"Lagu bercerita" yang biasanya jadi tipikal lagu Vocaloid favorit saya. Nada lagu ini lumayan ajaib (mengingatkan saya pada nada lagu Trick and Treat, walau beda jauh), musiknya simpel, hanya saja saya kurang bisa menangkap lagunya kalau tidak membaca liriknya. Padahal liriknya juga lumayan ajaib... Hehehe...
Yang saya heran adalah, bagaimana cara membuat vokal "e" disini seperti "e" dalam "ke", bukan "e" dalam "ember".

8. Langkah Pertama
Pikiran saya pertama kali pas mendengarkan lagu ini: "Cocok banget di-covering!"
Liriknya keren... Lagunya secara keseluruhan easy listening dan sekali lagi, cocok buat di-covering. Kekurangannya cuma satu, ada beberapa kata yang kurang jelas ditangkap kalau tak baca liriknya, walau lebih jelas dibandingkan lagu sebelumnya.

9. Asal Ngomong
Pertama kali saya tahu lagu ini dari Youtube, dengan keyword "toyota sushi sashimi" seperti yang disarankan teman saya. Lagu favorit saya dari komposer Vocaloid Indonesia favorit saya setelah saya menonton SEMUA video Vocaloid pembuatnya. Liriknya paling epic se-album dan sangat menyindir orang-orang yang sok otaku. Tambah bagus di album ini karena sudah ada musiknya.

10. Kau Segalanya
Lagu singkat dengan lirik sederhana dan musik yang cukup sederhana pula. Hanya saja, ada kata-kata yang kedengaran aneh di telinga saya. Whew...

11. Awan
Lagu yang cukup biasa-biasa saja, nothing special. Tapi di menit 02:35 nada tinggi di kata "tinggi" terasa cukup mengganggu. Hehehe..

12. In the Forest
Lagu dengan musik indah dan lirik indah, tapi masih ada kata-kata yang susah ditangkap pendengaran.

13. Venus di Ujung Jari
Err... saya tak mengerti maksud "venus di ujung jari" itu apa sebenarnya...
Lagu dengan nada yang menenangkan, cocok untuk lagu sebelum penutup.
Ilustrasi buklet untuk track ini super keren!!
Dan sejujurnya, diantara lagu berbahasa Indonesia di album ini, lagu ini yang pengucapannya paling jelas dimana saya sama sekali ga harus nebak2 atau buka buklet lirik hanya untuk nangkep si Miku ngomong apa...

14. Innocent Blue (Star Driver Cover)
Saya tak bisa berkomentar banyak untuk ini, karena saya belum mendengar lagu yang aslinya.
Kenapa vokal Gumi di sini rada serak ya? Hmm..

Nilai: 8/10

Recommended tracks:
-[un]certain happiness
-Try to Live
-Asal Ngomong

Kamis, 07 Juli 2011

Comeback from Hiatus

Maafkan saya telah sempat menelantarkan blog ini....
Yah, bulan kemarin ada sedikit banyak masalah yang membuat saya tidak bisa nge-blog...
Doakan ke depannya saya bisa mengaktifkan blog ini kembali....

Selasa, 31 Mei 2011

Things that I Will Miss When I Graduate from My (Not So) Lovely School

Sekolah sudah berakhir dengan sukses (?). Dan itu artinya, sebentar lagi saya harus meninggalkan bangku sekolah. Berikut hal-hal yang akan saya kangeni dari sekola h saya, sang "Penjara Hijau":


Anak SMP pada Misa Hari Raya Santa Ursula 2010
1. Seragam "taplak"
Memangnya ada gitu, kuliah pakai seragam seperti gambar di atas? XP
Kalau kuliah sih masih ada universitas yang pakai seragam (contoh: IT TELKOM), tapi tentunya bukan seperti gambar diatas... Hoho..


Maaf fotonya rada blur, ngambilnya candid sih...
2. Bakmi sekolah
Kantin ini menjual bakmi yang enak (menurut saya) walau harganya terus naik seiring bertambahnya laju inflasi *halah*.
Saya menjadi pelanggan tetap kantin ini sejak kelas 1 SMP. Dari dia belum jualan bakmi dan masih jualan jagung rebus keju dan susu kental manis *yang menginspirasi saya buat mencoba resep demikian dan bereksperimen dengan jagung rebus tersebut*.



Lantai 4 perpustakaan sekolah. D
3. Perpustakaan
Tempat favorit saya dari saya SD (walau SD saya bukan disini, tapi sepertinya dari kecil saya sudah dididik untuk menjadi seperti Shiori Shiomiya... haha).
Menyediakan berbagai jenis buku mulai dari sastra lama angkatan 1920-an (terbitan perdana, bukan cetak ulang) sampai buku terbaru yang bahkan kalau Anda ke toko buku, buku itu masih ada di deretan "New Arrival" (apalagi kalau kau ke perpustakaan ini sekitar bulan April atau Mei, banyak buku yang benar-benar baru...). Sayangnya tak ada komik disini, kecuali zaman dulu ada komik Candy-candy (sekali lagi, terbitan perdana loh, bukan cetak ulang!) yang sekarang sudah hilang entah kemana. Ada lagi satu seri LN yang yakni Kamisama Kazoku. Tapi tetap saja, perpustakaan ini termasuk lengkap untuk memenuhi( kebutuhan membaca saya yang (kalau gak ada ulangan) minimal empat buku per minggu, tanpa harus membeli ke toko buku.


Sebenernya ini bukan CNCS sih.. Cuma acara Natal sekolahan tahun 2010 lalu...
4. Cintaku Negeriku Cintaku Sekolahku
Walau program ini baru berlangsung 2 tahun lalu, tapi saya tidak akan melupakan peringatan Sumpah Pemuda, HUT Sekolah, dan Hardiknas yang diadakan secara kreatif oleh kelas 11. Tentu saja yang paling saya ingat sewaktu kelas saya mengadakan CNCS dalam rangka HUT Sekolah Januari 2010 lalu.


Ini bukan misa kreatif juga... Misa hari ultah sekolah ini XD
5. Misa Kreatif
Walau saya bukan beragama Katolik, tapi saya sungguh menanti-nantikan adanya misa kreatif yang cuma diadakan 4 kali per tahun ajaran ini. Temanya sungguh unik-unik, visualisasinya sangat kreatif dan lagunya juga terdiri dari lagu-lagu populer yang kemudian diubah liriknya sedemikian rupa hingga cocok untuk misa. Yang paling saya ingat adalah misa kreatif pertama saya kelas 10 semester 1 yang diadakan TPSU, MB, dkk berjudul "Cinta Datang Karena Terbiasa" dalam bahasa Jawa (witing tresno apalah itu...), misa entah kapan yang memakai kolintang sebagai musik pengiringnya dan memakai lagu tradisional yang digubah, misa yang visualisasinya tentang anak yang masuk ke dunia game, misa kelas saya yang berjudul "Skypainters", dan misa kelas lain seangkatan saya yang bertema "Kirei" dan saya ingat karena nuansanya sangat Jepang.




Para peserta cosplay di Festival Sakura
6. Event Kreatif
Setiap tahunnya sekolah mengadakan event kreatif, mulai dari edufair, event tahunan OSIS, dan seterusnya. Namun yang paling akan saya ingat tentu saja, tak lain dan tak bukan, Festival Sakura, event pertama dan terakhir di sekolah yang bernuansa Jejepangan selama saya sekolah disana, event dimana saya bisa datang 2 hari berturut-turut, event dimana saya tertarik jadi panitia tidak resmi yang menjadi penghubung antara cosplayer di FB dengan pihak penyelenggara, dan event Jepang dimana saya untuk pertama kalinya hadir setelah beberapa tahun terakhir hiatus di event dan tidak datang ke J-event manapun kecuali gathering forum.


Kalau jeli, Anda bisa menemukan penulis entri ini di foto ini
7. Suasana "Gersang"
Gersang karena tak ada pemandangan lawan jenis seumuran disana. Lawan jenis yang ada hanyalah para guru dan karyawan sekolah.


Kelompok Serviam yang (katanya) untuk menambah keakraban antara kakak dan adik kelas
8. Suasana Bersekolah
Yang terakhir, tentu saja suasana bersekolah yang takkan pernah lagi saya alami. Lulus dari sekolah berarti tak ada lagi saat-saat duduk di kelas menunggu guru datang, murid-murid berseragam berseliweran, mendapatkan rapor, dan seterusnya.

Jadi, bagi yang masih sekolah dimanapun sekolah Anda berada, syukurilah masa-masa sekolah yang ada. Karena masa seperti itu takkan terulang untuk kedua kalinya.