Selasa, 27 Juli 2010

Jump No. 1

Album pertama dari Hey! Say! JUMP, boyband dari Johnny's Entertainment.
Pertama kali saya melihat album ini dari Oricon, dimana album ini menjadi nomor 1 dengan skor yang lumayan jauh dari nomor 2 nya. Saya yang tidak terlalu suka akan boyband-boyband JE (kecuali Arashi mungkin, sedikit) waktu itu entah kenapa seperti mendapatkan "petuah" untuk mendownloadnya. Ternyata, pepatah 'kamu tidak akan pernah tahu sebelum mencoba' itu berlaku disini. Saya yang tadinya menganggap Hey! Say! JUMP (HSJ) biasa-biasa saja, bahkan sama sekali tak ada niat me-review-nya, menjadi suka akan lagu-lagu yang ada di album ini.


Covernya...
(taken from Wikipedia)

1. DREAMER
Lagu yang paling susah dicari, karena nyaris semua album Jump no. 1 di Internet, track DREAMER dijadikan format .wma dan kalau diklik akan menuju ke sebuah site yang saya tak tahu apa (karena saya membukanya di komputer dengan koneksi offline). Akhirnya terpaksa saya mencari lagu ini secara manual. Ternyata lagunya bagus, suasananya mirip track no. 17. Ini kesan pertama saya saat mendengarkan lagu ini. Saya menemukan lagu ini satu minggu setelah saya mendengarkan untuk kesekian kalinya seluruh track dari no. 2-17. T.T

2. INFINITY
Lagu yang menurut saya lebih cocok jadi pembuka album dibandingkan DREAMER. Apa ini karena pengaruh "sudah mendengarkan berulang-ulang track 2-17 secara berurutan sebelum mendengarkan track no. 1" ya...

3. Hitomi no Screen
Single terbaru HSJ sebelum album ini diluncurkan. Pertama kali mendengarnya, saya langsung teringat bahwa... saya pernah mendengarkan lagu ini sebanyak kira-kira 3 kali di pesawat menuju dan dari China (lihat entri A Trip to China untuk lebih jelasnya). Waktu itu saya tidak menyadari bahwa itu lagu HSJ, dan saya lumayan menyukai lagu itu. Tak tahunya, setelah saya melihat videonya sedikit, dan mendengarkan lagu ini untuk kesekian kalinya, saya memutuskan ini lagu yang nomor 2 saya suka di album ini.

4. Shinku
Hmmm... kata apa yang cocok untuk menggambarkan kesan lagu ini? Dangdut, mungkin? Hahaha..

5. Ganbaretsugo!
'Kok judul lagunya mirip lagu Hello Project?', itu kesan pertama saya ketika membaca judulnya. Ternyata isi lagunya memang mirip lagu Hello Project. Tapi bagus, kok. XD

6. Jounetsu JUMP
Another song in this album which is like Hello Project's song. Wkwkwkwk...

7. Smile Song
Kesan lagunya santai. Tapi membuat saya bertanya-tanya, versi livenya seperti apa. Sudah ada belum, ya?

8. Memories
Lagu yang... lumayan menenangkan. Lagi-lagi, lagu bertipe seperti ini yang saya suka di nyaris setiap album yang saya review. Hehehe...

9. Dreams Come True
Salah satu single HSJ juga. Lagu yang bagus, salah satu yang paling saya suka. Tapi, saat mendengarnya entah kenapa saya jadi teringat lagu Do It! Now milik Morning Musume. Tanya kenapa?

10. Time
Kalau yang ini malah mirip lagu Korea (?). Bagian awalnya tapi...

11. Score
Ada rap-nya! Saya tak menyangka... XD
Tapi lebih dari itu, ini salah satu lagu yang paling spesial menurut saya. Selain ada rap-nya, detik-detik terakhir lagu ini lumayan mengesankan.

12. Your Seed
Salah satu lagu HSJ yang sudah saya tahu sejak lama..... sekali. Walaupun klipnya agak geje menurut saya, tapi lagunya lumayan.

13. Ai Scream
Judul lagunya kreatif! Kalau dibaca, jadi mirip kata 'ice cream'... *nyem*
Tapi kalau lagunya, mungkin ini lagu yang paling tak saya suka di album ini... T.T

14. Mayonaka no Shadow Boy
Lagu yang menghilang entah kemana, dan baru saya temukan lagi setelah mendownload album ini. Padahal saya yakin dulu pernah menyimpannya... ==
Mirip track no.4, tapi ini lebih keren.

15. Dash!!
Paling cocok jadi opening anime! Musiknya bagus, saya suka! XD

16. Ultra Music Power
Lagu pertama yang saya kenal dari HSJ. Wajar, mengingat ini single pertamanya. XP
Tapi saya baru melihat PVnya baru-baru ini, dan tak menyangka kalau videonya begitu futuristik XD

17. Thank You -Bokutachi kara kimi e-
Nah! Ini baru lagu yang paling saya suka di album ini!
Bagian awal lagu ini merupakan lagu yang sangat bagus, meskipun entah terbawa suasana atau bagaimana, rasanya lagu ini atmosfernya sedih...
Di sekitar akhir menit ke-4, muncul medley-medley dari single-single HSJ yang dibawakan dengan suasana marching band, mirip lagu nomor 1, membuat lagu ini menjadi sangat keren.
Setelah "parade" selesai, barulah ada sepatah-dua patah kata penutup dari personel-personel HSJ... dalam bahasa Jepang tentunya.
Total lagu ini 11:35, menjadikan lagu ini lagu terpanjang di album ini.

Recommended tracks:
-DREAMER
-INFINITY
-Hitomi no Screen
-Ganbaretsugo!
-Memories
-Dreams Come True
-Score
-Mayonaka no Shadow Boy
-Dash!!
-Thank You -Bokutachi kara kimi e-

Kelebihan: Tak akan rugi mendownload maupun membeli albumnya! Kalau biasanya album-album hanya berisi 12 atau 13 lagu, album ini berisi 17 lagu, yang 1 diantaranya durasinya sangat panjang pula. Genre tiap lagunya juga berbeda-beda, mulai dari yang keren, yang bagus, yang indah, sampai yang mirip lagu dangdut. XD

Kekurangan: Ada beberapa lagu yang mirip lagu Hello Project.

Nilai: 9/10



DOWNLOAD LINK

Junjou Romantica (Season 1 dan 2)


Sepertinya sudah lumayan lama saya tidak me-review anime, dan sekarang saya kembali akan me-review sebuah anime, kali ini dari genre yaoi/boy's love (BL).
Anime ini memang sudah lama (sekitar 2-3 tahun lalu), tapi saya baru menontonnya akhir-akhir ini karena baru sempat mendownload, dan juga saya baru mengenal yaoi sejak pertengahan 2008. Walau temanya yaoi, tapi menurut saya tak ditampilkan terlalu eksplisit seperti halnya anime yaoi pada umumnya. Jadi, yah... cocok untuk segala kalangan, asalkan tidak keberatan dengan tema BL, tentu saja.

Cerita dari anime ini berpusat pada 3 pasangan utama yang saling berkaitan satu sama lain, yakni:
1. Junjou Romantica:



Misaki Takahashi (mahasiswa tingkat pertama universitas Mitsuhashi jurusan ekonomi) dan Usami Akihiko (penulis novel yang terkenal, memenangkan penghargaan, namun sangat disayangkan (?) beberapa karya novelnya bertemakan BL). Misaki mendapatkan nilai yang jelek saat persiapan tes masuk Universitas Mitsuhashi, jadi Takahiro, kakak Misaki sekaligus sahabat Akihiko, meminta Akihiko agar mengajari Misaki. Sejak saat itu, Misaki tinggal bersama dengan Akihiko. Kehidupan Misaki pun berubah sejak saat itu.

2. Junjou Egoist:

Kamijou Hiroki (lulusan mahasiswa terbaik dari bagian literatur, mengajar Misaki, sekaligus "sahabat" Akihiko waktu kecil) dan Kusama Nowaki (mahasiswa yang pernah di-tutor oleh Hiroki namun suatu kali ia ke Amerika untuk mengambil jurusan pediatric). Hiroki bertemu dengan Nowaki secara tidak sengaja di sebuah taman. Hiroki, yang waktu itu menangis di taman itu karena masa lalunya bersama Takahiro, menarik perhatian Nowaki, dan mereka pun berkenalan lebih lanjut. Namun suatu kali Nowaki pergi ke Amerika, yang menurut Hiroki, tanpa sebab.




3. Junjou Terrorist:

Shinobu Takatsuki (siswa kelas 3 SMA, yang pernah bersekolah di Australia) dan Miyagi You (atasan Hiroki di kampus, yang pernah menikah dengan Risako, kakak Shinobu, namun telah bercerai). Shinobu sering kali melihat Miyagi di perpustakaan, dan saat Shinobu hendak dirampok, Miyagi pula yang menolongnya. Demikian juga ketika akan ada acara pertunangan kakaknya, Shinobu menemui kembali bahwa Miyagi-lah yang akan menjadi tunangan kakaknya. Akhirnya Shinobu berpikiran bahwa ia memiliki 'takdir' untuk berjodoh dengan Miyagi. Shinobu pun menyatakan cintanya kepada Miyagi. Walaupun awalnya Miyagi menolak dengan berbagai alasan, mulai dari 'tidak normal menyatakan cinta kepada sesama laki-laki', 'perbedaan usia yang terlalu jauh (Shinobu 18 tahun dan Miyagi 35 tahun)', dan seterusnya, tapi Shinobu terus-menerus memberitahu Miyagi bahwa ia mencintai Miyagi dan sudah ditakdirkan berjodoh dengan Miyagi.

Sebenarnya ada satu pasangan lagi, yakni Akihiko dan Hiroki, saat mereka berdua masih kecil. Hiroki yang terus-menerus diberikan les macam-macam oleh orangtuanya stres (?) dan ingin berhenti les, namun ia merasa sayang untuk berhenti. Akhirnya dia kabur dari rumahnya, dan pergi ke tempat rahasia yang ia temukan. Suatu kali Akihiko berada di tempat rahasia itu, dan mereka berkenalan. Akhirnya mereka pun ber'sahabat'.

Kelebihan: Walaupun temanya BL, tapi fokus utamanya bukan pada BL, melainkan pada ceritanya yang memang kompleks. BL di sini, menurut saya, bahkan bukan daya tarik utama anime ini. Kalaupun genre anime ini bukan BL (dalam artian, pasangan 'normal'), anime ini juga tetap menarik untuk disimak. Cerita tiap pasangan yang memiliki keunikan tersendiri (Junjou Romantica yang lebih bersifat komedi romantis, Junjou Egoist dengan Hiroki-nya yang manja, dan Junjou Terrorist dengan Shinobu yang tsundere serta Miyagi yang dewasa) membuat anime ini tambah menarik saja.

Kekurangan: Apa saya yang salah lihat, atau memang benar artwork tokoh Hiroki dan Misaki sangat mirip? Sehingga pertama kali melihat Hiroki, saya mengiranya sebagai Misaki...

Nilai: 9,7/10

Dream

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja waktu tidur saya bermimpi tentang rumah impian saya (mungkin). Karena saya lagi bingung mau post apa, jadi saya ceritakan saja.
Rumah yang tidak terlalu besar, mungkin hanya seluas rumah saya sekarang. Di mimpi itu hanya ditunjukkan ruang keluarga, sih. Dan satu ruang tidur utama, yang entah kenapa mirip sekali dengan kamar tidur utama di rumah saya sekarang, ketika masih dimiliki pemilik yang lama. Di ruang keluarga itu terdapat sebuah televisi layar datar ukuran besar dengan meja TV putih yang menopangnya. Di dekat TV itu hanya ada bantal-bantal dan sebuah karpet. Di samping kiri TV, ada grand piano (warna hitam, sayangnya), dan di mimpi itu saya memainkan piano tersebut. Di samping kiri grand piano, ada dinding yang dibuat menjadi seperti lemari kaca (bagaimana menjelaskannya, ya...) dan lemari itu berisi buku-buku yang jumlahnya sangat banyak. Di belakang TV, ada pintu dan jendela besar yang menghadap ke arah balkon. Di samping TV ada tangga, mirip rumah saya sekarang. Dan di belakang TV ada beberapa pintu yang kelihatannya berupa kamar-kamar.

Open House!

Sabtu 24 Juli lalu, sekolah saya mengadakan open house. Kali ini open house yang diadakan bertema "word search", yakni permainan mencari kata-kata yang terdapat dalam kumpulan huruf-huruf. Sesuai dengan apa tujuan yang diharapkan dari OH ini, yakni mengajak anak-anak kelas X untuk memilih kegiatan Sabtu yang akan mereka ikuti dengan benar. Karena, kalau salah memilih, susah untuk mengubahnya. Apalagi kalau dari kelas XI ke kelas XII, sudah tak bisa diubah lagi.
Saya sendiri mengikuti kegiatan bahasa Jepang (ya, tentu saja ==V) dan graphic design. Tapi saya lebih membantu anak-anak dari kelas bahasa Jepang lainnya untuk membuat hadiah ramalan berupa boneka washi dari kertas kado dan origami, serta origami burung bangau yang ditusuk bendera Jepang kecil dari tusuk gigi dan label yang diberi bulatan merah dengan spidol sehingga menyerupai lambang bendera Jepang. (bahasa saya tidak efektif ya... )
Seperti OH tahun-tahun sebelumnya, yang akan mempertunjukkan pembukaan adalah gamelan Bali, TPSU, dan marching brass. Sedangkan setelah pembukaan, ada stand-stand dari berbagai kegiatan, yakni berbagai kegiatan bahasa (Nihongo, Deutsch, Dutch, Hanyu Pinyin (?), etc.) dan humaniora (vocal group, math club, dsb) yang telah dijaga oleh beberapa siswa, yang siap membagi-bagikan brosur kegiatan mereka, serta mempertunjukkan kegiatan mereka. Berbagai cara dilakukan, misalnya stand bahasa Korea yang menunjukkan koleksi CD Super Junior dan FT Island, serta menampilkan PV Super Junior di stand mereka. Kemudian sinematografi misalnya, membagi-bagikan popcorn (yang lumayan banyak, dan GRATIS!) kepada orang yang lewat di stand tersebut. Beberapa kegiatan "unggulan" seperti Bahasa Jerman dan marching brass malah menunjukkan video dan/atau foto-foto kegiatan mereka: ikut Grand Prix Marching Brass, summer/winter camp ke Jerman, dsb.

Sabtu, 24 Juli 2010

Ookami-san to Shichinin no Nakama-tachi


Anime yang diangkat dari light novel karangan Masashi Okita ini bercerita tentang sebuah klub "penolong" di Otogi High School Bank. Klub ini beranggotakan 9 orang, yakni: Ookami Ryouko (seorang gadis yang galak seperti serigala/ookami), Akai Ringo (teman sekamar Ryouko yang manis dan lucu, namanya berarti "apel merah" dan penampilannya seperti Little Red Riding Hood), Morino Ryoushi (anak yang mengidap fobia jika ditatap orang, namun dia seorang pemburu yang memiliki senjata berupa ketapel), Liszt Kiriki (ketua klub yang hobi crossdressing), Alice Kiriki (sepupu Liszt yang merupakan sekretaris klub), Tsurugaya Otsuu (maid yang tergila-gila untuk membalas kebaikan orang lain), Urashima Taro ("pecinta wanita"), Ryugu Otohime (orang yang tergila2 pada Taro), Majolica Ie Fay (penyihir dan ilmuwan aneh). Cerita dalam anime ini merupakan parodi dari dongeng-dongeng, seperti Cinderella, Kelinci dan Kura-kura, dll.

Kelebihan: Ceritanya lucu, idenya unik. Banyak karakter yang dejavu, baik dari cerita anak-anak (contoh: Akai Ringo, Urashima Taro) maupun dari anime (contoh: Morino Ryoushi yang mirip Araragi dari Bakemonogatari), membuat anime ini makin menarik.

Kekurangan: Bingung saya akan ratingnya. Dibilang anime anak-anak, bukan... karena ada fanservicenya (walau tak banyak). Tapi dibilang anime untuk remaja dan dewasa juga ceritanya terlalu seperti dongeng...

Nilai: 9,5/10

Senin, 12 Juli 2010

YUI-Holidays in The Sun


versi CD + DVD










versi CD (tanpa DVD)














Sebenarnya baru keluar tanggal 14 Juli nanti, namun saya sudah mendapatkan link downloadnya. Akhirnya saya memutuskan untuk mendownloadnya sekarang saja, supaya bisa cepat-cepat di-review. XD
NB: YUI disini berbeda dengan Yui di entri sebelumnya, ya... Biarpun nama Yui di Angel Beats terinspirasi dari nama YUI (penyanyi) ini sih...

1. to Mother
Lagu YUI yang paling saya suka sekarang. (kalau LIFE, jujur sekarang saya sudah agak bosan). Satu-satunya lagu YUI sampai sekarang dimana ada piano dari awal sampai akhir. Namun saya merasa lagu ini kurang cocok jadi track pembuka.

2. Again
OST dari Fullmetal Alchemist: Brotherhood ini sempat menjadi 20 besar OST anime terbaik versi Animage Grand Prix (sumber: Animonster). Lagu yang lumayan susah dinyanyikan, tapi YUI bisa menyanyikannya dengan baik dan dengan teknik yang bagus pula. Menurut saya, lagu ini lebih pantas jadi track pembuka dibandingkan to Mother.

3. Parade
Lagu yang lumayan singkat, dengan durasi hanya 2:52. (Entah kenapa lagu-lagu di album kali ini lumayan singkat semua). Lagu ini sangat cocok untuk nge-jam, menurut saya, karena relatif mudah dinyanyikan, nadanya sederhana, tapi bagus.

4. es.car
Lagu selain single yang paling saya suka di album ini. Dari awal, ketika melihat judulnya yang unik, saya langsung teringat CHE.R.RY, lagu YUI yang juga ditulis dengan cara unik seperti ini. Namun ternyata kedua lagu ini sangat berbeda. Kalau CHE.R.RY terkesan santai, lagu es.car lebih nge-rock, namun instrumen biola dan piano yang ditambahkan di lagu ini membuat lagu ini terdengar indah sekaligus keren. Perpaduan yang unik.

5. Shake My Heart
Bagian awal membuat saya teringat akan lagu-lagu Tokyo Jihen yang agak jazzy. Tapi di bagian reff saya jadi teringat salah satu lagu Stephanie, atau mungkin... lagu Garudemo yang judulnya Highest Life. Cocok didengarkan pada malam hari.

6. GLORIA
Single YUI yang paling saya ingat di album ini, karena ketika mendengar ini, pasti saya langsung teringat event gathering YUI-Indo yang diadakan 10 April lalu. (Tak terasa sudah 3 bulan berlalu dari saat itu...). Sebenarnya, dibanding versi aslinya, sekarang saya lebih suka versi akustik a.k.a. versi pianonya. Lagu yang agak unik menurut saya, karena dibuka dengan "a a a a a aaa~", lalu di reffnya ada "yai ai ai ai ai" atau semacamnya.

7. I do it
Lagu ciptaan YUI yang sebelumnya sudah dipopulerkan Stereopony, dan sekarang YUI menyanyikannya sendiri. Saat pertama kali mendengar versi Stereopony, dan mengetahui bahwa lagu ini ciptaan YUI, saya langsung membayangkan YUI menyanyikan lagu ini. Dan ternyata... hasilnya memang sama persis dengan bayangan saya. XD
Hanya saja, saya kurang suka dengan nada tinggi di awal baris tiap reffnya. Rasanya kurang cocok dinyanyikan YUI, di bagian itu. Tapi selebihnya cocok, kok.

8. Please Stay With Me
Lagu yang menenangkan... dan romantis. Hampir-hampir seperti lagu versi akustik. Saya menantikan lagu ini dibuat versi akustiknya, pasti lebih menenangkan lagi. Saya memang belum melihat PV-nya, tapi saya sudah membaca fanfiction salah satu teman saya yang terinspirasi dari PV lagu ini. Sepertinya PV-nya bagus.

9. Summer Song
Kebalikan dari lagu GLORIA yang bernuansa musim dingin, lagu Summer Song bernuansa musim panas. Lagu yang merupakan single terlama di album ini (karena dibuat sebelum YUI hiatus waktu itu) bertempo cepat dan menyenangkan.

10. Cinnamon
Pertama kali mendengar, saya langsung merasa lagu ini sangat cocok didengarkan di mobil saat mobil melaju cepat di jalan tol, karena temponya. Lagu ini sepertinya juga cukup mudah dinyanyikan karena nada dasarnya yang cukup rendah untuk ukuran lagu YUI, dan durasinya yang hanya 2:56.

11. Driving Happy Life
Saya kira lagunya seperti gabungan dari Driving Today, Happy Birthday to You You, dan Life. Tapi sepertinya saya salah. Mungkin lebih tepat kalau lagu ini dijadikan opening anime. Lumayan cocok.

12. It's All Too Much
Lagu yang mempunyai tempo cepat, namun tetap bagus, yang sebenarnya kurang cocok diletakkan di bagian akhir album. Saya paling suka saat interlude di 2:50 atau sekitar itu.

13. Kiss Me
Lagu bertempo santai, yang bagian reffnya mengingatkan saya pada bagian awal lagu terakhir di album I Loved Yesterday, yakni Am I Wrong?. Di forum YUI-Indo banyak yang menanti-nantikan lagu ini karena judulnya yang menurut mereka bikin penasaran (walau saya lebih penasaran dengan es.car, dan ternyata rasa penasaran itu tak sia-sia). Tapi ternyata lagu ini nothing special, menurut saya.

Recommended tracks:
-to Mother
-Again
-es.car
-GLORIA
-I do it
-Please Stay With Me
-Cinnamon
-It's All Too Much

Kelebihan: YUI cukup banyak membuat eksperimen baru di album ini dibandingkan album-album sebelumnya yang cenderung monoton, antara lain dengan menambahkan nuansa baru seperti di Shake My Heart atau dengan perpaduan yang tidak biasa seperti di es.car.
Kekurangan: Rentang waktu antara I Loved Yesterday dengan album ini lumayan jauh, membuat teknik bermusik YUI di Summer Song menurut saya agak ketinggalan dibandingkan 12 lagu lainnya. Selain itu, walaupun semua lagu barunya bagus, lagu yang benar-benar spesial bagi saya hanya es.car, diikuti dengan Please Stay With Me dan Cinnamon.

Nilai: 8,2/10

DOWNLOAD HERE
credit to: uploader (orang yang namanya ada di link download tsb)

Keep the Beats!



Album yang berisi insert song anime Angel Beats, ditambah sejumlah lagu baru. Penyanyinya adalah Girls Dead Monster atau yang biasa disingkat Garudemo. Sayangnya, Iwasawa (singing seiyuu: Marina) tidak bernyanyi di sini, melainkan Yui (singing seiyuu: LISA).

1. Crow Song (Yui Ver)
Lagu yang aslinya dinyanyikan oleh Iwasawa ini dinyanyikan kembali oleh Yui. Tak ada perubahan yang berarti, kecuali pada singing seiyuunya.

2. Thousand Enemies
Lagu yang sudah pernah muncul menjadi single sebelumnya. Saya lumayan menyukai lagu ini, tapi saya kurang suka bagian reffnya.

3. Shine Days
Lagu yang bagus, dan saya paling suka di bagian paling akhirnya. Bagian awalnya juga, gitarnya bagus.

4. 23:50
Lagu baru pertama dari album ini. Lumayan bagus. Saya bertanya-tanya kenapa judul albumnya seperti ini.

5. Run with Wolves
Lagunya lumayan cepat, tapi tidak mengurangi keindahan lagu ini.

6. Morning Dreamer
Tempo lagu ini agak santai dibandingkan lagu sebelumnya, memberi kesan menenangkan.

7. Rain Song
Enak untuk didengar. Santai, tapi bagus.

8. Alchemy (Yui Ver.)
Lagi-lagi lagu Iwasawa yang dinyanyikan ulang oleh Yui. Entah kenapa saya lebih suka versi Iwasawa, mungkin karena lebih powerful.

9. Ichiban no Takaramono
Salah satu lagu yang paling saya suka. Ending Angel Beats episode 13 ini dinyanyikan hanya dengan gitar akustik, tapi tetap saja bagus dan mengharukan.

10. Little Braver (Album Ver.)
Kok saya belum pernah mendengar lagu ini sebelumnya, ya?
Tapi, lagu ini bagus, kok. Cocok jadi ending anime, sepertinya XD

11. My Song (Yui Ver.)
Lagu yang paling saya suka, dan dinyanyikan ulang Yui setelah sebelumnya dinyanyikan Iwasawa. Di versi Iwasawa lagu ini full gitar akustik, tapi di sini sejak sebelum reff, ditambahkan instrumen lain, dengan vokal latar di bagian reffnya.

12. My Soul, Your Beats (Garudemo Ver.)
Alias My Soul, Your Beats rock version. Saya sebenarnya kurang suka versi ini, karena versi aslinya memakai piano.

13. Brave Song (Garudemo Ver.)
Lagu aslinya indah dan menenangkan, tapi setelah diremake jadi agak nge-rock, kesannya jadi santai. Salah satu lagu yang saya rekomendasikan.

Recommended tracks:
-Thousand Enemies
-Shine Days
-23:50
-Morning Dreamer
-Rain Song
-Ichiban no Takaramono
-Little Braver
-My Song (Yui Ver.)
-Brave Song (Garudemo Ver.)

Kelebihan: Garudemo memang selalu bagus dalam tiap lagu-lagunya, termasuk album ini.

Kekurangan: Ada beberapa lagu yang menurut saya lebih cocok dinyanyikan Iwasawa dibandingkan Yui.

Nilai: 8/10

DOWNLOAD HERE

A Trip to China (8)-Shopping

Pagi-pagi, setelah makan pagi, kami berjalan kaki ke Luohu Shopping Mall yang terletak dekat hotel. Mungkin awalnya, kalau tak didelay, kami akan belanja di sini pada malam hari. Tapi, pagi itu, kami hanya punya waktu 1 jam untuk berbelanja. Kebetulan toko-toko tak banyak yang sudah buka, jadi kami kebanyakan berbelanja di lantai 1.
Setelah itu kami makan siang lagi di restoran King Steak. Ini adalah makan siang terakhir kami bersama rombongan tur yang lain. Ah, ya, akhirnya saya tentu saja tak jadi memainkan piano putih itu...
Bus pun berangkat, kali ini menuju bagian imigrasi yang merepotkan, karena harus menaikkan dan menurunkan koper berulang kali untuk diperiksa. Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang ke Jakarta adalah bandara Hongkong. Kami diberi kesempatan untuk berbelanja di sana, kalau mau. Tapi sayangnya keluarga saya lupa membawa dollar Hongkong sehingga batallah acara berbelanja saya kali itu.
Penerbangan dimulai sore hari, jadi saya bisa memotret awan pada saat menjelang malam hari, yang sangat indah. Lagi-lagi, pesawat untuk pulang ini adalah pesawat yang besar, seperti pada saat berangkat. Jadi saya bisa mendengarkan lagu Jepang dan lagu klasik dari TV yang ada di pesawat ini, dan kadang bermain game Bookworm Deluxe (ah, saya kangen sekali game ini dimainkan di PC...), Luxor (game favorit saya di PSP, namun tamat pada level 14-7... hiks...), serta menonton film (sayang pada saat di tengah-tengah saya tak sengaja memencet tombol "stop", jadi film harus diulang dari awal dan saya terlalu malas mengulangnya). Menjelang mendarat, pemandangan kota Jakarta malam hari yang disuguhkan juga tidak kalah indahnya dengan pemandangan malam kota Shenzen, yang saya lihat malam sebelumnya.
Pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta, dan berakhirlah perjalanan kami sepanjang 8 hari ini.

A Trip to China (7)-White Piano

Seperti biasa pada pagi hari kami bangun dan sarapan di hotel. Setelah itu bus menuju danau Xiwu. Di sana kami berkeliling menggunakan perahu. Pemandangan di sana indah walau udaranya cukup dingin. Ada pemandangan danau dengan latar belakang pagoda dan juga dengan latar belakang kota. Ada juga 2 jembatan yang katanya terlihat patah saat musim dingin.
Setelah berkeliling danau, kami menuju bus. Perjalanan menuju bus diwarnai pemandangan sangat indah di sebelah kiri maupun kanan. Naik bus, kami menuju kebun teh dan minum teh hijau kualitas A (kedua terbaik) dan kualitas Raja (terbaik, dimana Kaisar sering menggunakan teh kualitas ini untuk menjamu tamunya). Ternyata uap teh hijau sangat bagus untuk mata karena ada vitamin A di dalamnya. Kami juga mengetahui bahwa untuk membuat daun teh kering harus digoreng terlebih dahulu, dan digoreng dengan tangan. Jadi yang menggoreng harus benar-benar terlatih dan punya "tenaga dalam".
Pulang dari sana, kami makan siang di Banana Leaf, restoran masakan Thailand. Kami harus buru-buru karena perjalanan dari Suzhou ke bandara Pudong, Shanghai memakan waktu 3 jam. Untungnya kami keburu waktu, bahkan amat sangat kelebihan waktu, karena pesawat tiba-tiba mati listrik saat akan berangkat jadi di-delay 2 jam. Akhirnya saya menghabiskan waktu tersebut dengan (lagi-lagi) mengarang novel.
Pesawat akhirnya sampai di bandara Shenzen hampir jam 12 malam. Di sana kami ditemani tour guide baru lagi. Berbeda dengan 2 tour guide sebelumnya, tour guide ini orangtuanya keturunan Indonesia.
Kami makan malam (atau makan tengah malam?) di restoran King Steak di seberang hotel. Walau namanya 'steak', tapi disajikan makanan Chinese food. Makanan di sini menurut saya memang tak terlalu enak, karena mungkin bukan keahliannya memasak Chinese food. Tapi daya tarik bagi saya dari restoran ini, yang paling tak saya lupakan, adalah adanya grand piano putih di restoran tersebut! Memang, piano putih terkesan lebih elegan dibandingkan piano hitam; walau restoran itu biasa saja, tapi karena adanya piano putih itu, kesannya jadi berbeda. Ingin rasanya saya memainkannya, tapi pasti nanti dimarahi karena bermain piano tengah malam. X3
Setelah makan tengah malam itu, kami kembali ke hotel. Hotel terakhir ini ruangannya paling kecil dibandingkan hotel-hotel sebelumnya, namun tetap saja cukup nyaman.

A Trip to China (6)-Three Kingdoms

Kami bangun pagi, dan sarapan di hotel. Setelah itu kami menuju kota Wuxi. Sampai di sana kami pergi ke kuil Sam Kok yang merupakan tempat syuting film Sam Kok, dan kata adik saya, settingnya mirip game Dynasty Warrior. Di sana terdapat pertunjukan berkuda yang disertai dengan akrobat.
Selesai di sana, kami makan siang, lalu pergi ke pabrik poci di dekat sana. Ternyata poci itu harganya sangat mahal, dan unik karena dengan memencet gagangnya, teh bisa berhenti otomatis.
Kami pergi ke kota Hangzhou dan pergi ke pagoda Liufeng. Kita dapat ke puncak pagoda hanya dengan menaiki eskalator dan lift. Udara di puncak sangat dingin, tapi pemandangannya sangat indah. Setelah itu kami makan di restoran dekat sana, lalu cepat-cepat menuju bus karena beberapa dari rombongan tur kami, salah satunya saya, akan menonton pertunjukan akrobat setempat. Sayangnya, kami terlambat 15 menit jadi tak sempat menyaksikan akrobat bagian awal. Setelah itu kami kembali ke hotel.

A Trip to China (5)-Rain, Rain!

Bangun pagi, kami makan pagi dan pergi ke pabrik mutiara. Berbeda dengan mutiara umumnya, mutiara ini dihasilkan kerang air tawar, jadi satu kerang bisa menghasilkan banyak mutiara. Sehabis itu kami ke kompleks toko untuk membeli oleh-oleh. Sayangnya waktunya hanya setengah jam, dan hujan turun deras, jadi oleh-oleh yang didapat pun tidak banyak. Saya juga kaget mengapa bisa hujan, padahal seharusnya sekarang musim panas. Dunia memang sudah terbalik...
Setelah makan siang, kami pergi ke kota Suzhou. Disana kami ke Tiger's Hill untuk melihat pagoda miring. Di sini juga ada anak tangga panjang sebanyak (katanya) 100, tapi setelah saya hitung jumlahnya tidak 100.
Pabrik sutra adalah tempat tujuan kami selanjutnya. Disana kami dapat melihat pembuatan sutra dari kepompong ulat sutra sampai menjadi kain yang halus. Setelah makan malam di dekat sana, kami menaiki perahu di sungai. Pemandangan disana indah, apalagi ada air terjun yang memancarkan lampu warna-warni. Pulang dari sana, kami berangkat ke hotel. Ternyata waktu belum terlalu malam, jadi kami memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar hotel, yang kebetulan memang dekat shopping centre. Hotel ini adalah hotel yang bagus menurut saya, apalagi ada komputer di dalam ruangan (dan saya tak menyadari kalau saya membawa USB saat itu! Kalau tidak, mungkin saya bisa mengetik novel saya di sana). Kami pun tidur setelah puas berjalan-jalan.

A Trip to China (4)-Shanghai Expo

Hari ini kami bangun jam 3 pagi. Untungnya keadaan di luar terlihat seperti jam 6 pagi, jadi tak masalah. Sarapan tak dilakukan di hotel, tapi dibungkus. Akibatnya, kami "hanya" mendapatkan sepotong roti dengan secuil ham, serta satu butir telur rebus ayam negeri (yang sayangnya tak setengah matang), buah, dan sebotol kecil air minum. Bus segera berangkat ke bandara Beijing. Setelah mengurus bawaan, tiket, dan sebagainya, kami menunggu pesawat. Pesawat pun akhirnya berangkat ke Shanghai.
Di bandara Shanghai, kami mendapatkan tour guide lokal baru lagi yang akan mendampingi kami beberapa hari ini.
Tour pun dimulai. Bus bergerak menuju pusat kota, dan terdapat bangunan-bangunan dengan bentuk menarik. Kami pun diajak ke sebuah tepian sungai (saya lupa namanya) dan di sana kami melihat-lihat pemandangan di seberang sungai. Ternyata kota Shanghai berdandan begitu cantiknya karena ada event besar yakni Shanghai Expo!
Setelah makan, kami menuju wihara yang di dalamnya terdapat patung Sidharta Gautama dari giok, yang sangat halus dan mewah. Kami bahkan tak diperkenankan mengambil foto disana. Di wihara itu kebetulan sedang ada upacara pemberkatan mobil. Mungkin karena tingkat kecelakaan di sana cukup tinggi.
Akhirnya tibalah saat yang paling saya tunggu. Shanghai Expo! Rencananya saya tentu akan ke paviliun Indonesia dan Jepang, namun ternyata paviliun itu amat sangat ramai. Jadi, kami terpaksa hanya ke paviliun China yang memang sudah dipesan tour guidenya. Tapi ternyata paviliun China pun sudah bagus. Ada efek cahaya yang menarik, pemutaran film dengan efek 3D, sungai buatan dari cahaya, pajangan karya anak-anak pemenang lomba melukis Shanghai Expo (bahkan ada yang baru umur 9 tahun dan gambarnya amat sangat bagus! Saya jadi merasa kalah...), air terjun dari efek cahaya, sampai kereta-keretaan macam Istana Boneka di Dufan, hanya saja ini tidak memakai perahu dan efek cahayanya sangat "wah". Sehabis dari sana, saya membeli aksesoris Shanghai Expo berupa gantungan HP yang sekarang saya pasang di USB saya.
Kami makan malam lagi, dan setelah itu bus menuju tempat yang sama dengan tadi siang, hanya saja kali ini jauh lebih bagus karena pemandangan lampu kota yang indah. Setelah itu kami kembali ke hotel (kali ini hotelnya berbeda. Hotelnya lebih kecil, tapi kelebihan hotel ini adalah: ini hotel dengan lampu terterang yang saya ketahui!) dan tidur.

A Trip to China (3)-Peking Duck

Setelah bangun dan sarapan, kami langsung berangkat ke Tianmen Square dan Forbidden City. Kawasan ini sangat luas dan, kalau boleh dikatakan, isinya adalah lautan manusia. Kalau hilang di Forbidden City, saya jamin, pasti akan sangat susah ketemunya, karena pintu sebelah timur dan barat bentuknya identik, demikian pula pintu sebelah utara dan selatan. Katanya, dulu tempat ini dijadikan tempat tinggal kaisar. Di sini terdapat 9999,5 kamar yang sedianya diperuntukkan untuk selir-selir sang kaisar. (Untung virus HIV belum ditemukan ketika itu, kalau sekarang Kaisarnya begitu, mungkin tak ada yang mau menjadi selirnya ya...). Di akhir perjalanan ada taman yang luas dan cukup indah.
Selesai berjalan selama kira-kira nyaris 3 jam, kami kembali ke bus dan menuju restoran untuk menyantap bebek peking. Bebek peking di sini sangat enak, apalagi kulitnya yang garing dipadukan dengan sausnya. Sayang porsinya sangat sedikit.
Saya belum puas menyantap bebek peking, tapi kami harus segera menuju ke tempat selanjutnya yakni pabrik obat. Di sini didemonstrasikan obat-obatan tradisional China, yang ternyata, setelah diketahui kemudian, di apotik di sebuah mal di China harga obatnya jauh lebih murah.
Tempat selanjutnya adalah Temple of Heaven. Di sini adalah tempat Kaisar sembahyang. Temple of Heaven adalah sebuah kompleks kuil dengan banyak tempat, terdiri atas satu bangunan utama dan terdapat bangunan tambahan seperti museum dan sebagainya. Di sini juga ada semacam lapangan yang mirip Forbidden City.
Setelah berkeliling di sini, kami melihat akrobat yang lumayan menegangkan, makan malam dan kemudian kembali ke hotel.

A Trip to China (2)-Great Wall and Niao Chao!

Pagi-pagi kami bangun dan sarapan. Sarapan pagi ini sangat enak. Nasi goreng dengan telur dadar, serta ham, bacon, sosis, dan.... ayam goreng yang sangat mirip ayam goreng KFC! Selain itu ada juga croissant, sejumlah sayuran, dan jagung rebus (apa jagung rebus biasa dipakai untuk sarapan? Entahlah...).
Setelah makan pagi, mandi, dan sebagainya, kami menuju bus dan berangkat. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pabrik giok. Di sana kita bisa melihat batu giok yang mahal harganya, dan kalau punya uang, membelinya.
Setelah dari pabrik giok, kami menuju ke Great Wall. Hari sebelumnya, sebelum pesawat mendarat di Beijing, saya sudah melihat Great Wall dari udara (kebetulan, selama perjalanan ke China ini, di pesawat saya selalu duduk dekat jendela). Tapi ternyata dari dekat Great Wall jauh lebih bagus lagi. Kalau kita bisa mencapai puncak Great Wall, kita bisa mendapatkan semacam medali yang, sayangnya, tidak gratis (harus membayar 20 yuan).
Pulang dari Great Wall, kami makan di restoran dekat sana, yang di lantai bawahnya terdapat pabrik guci. Ternyata membuat guci itu susah-susah gampang. Butuh kemampuan menggambar yang selain bagus, juga harus detil (saya belum bisa menggambar dengan detil... hiks... T.T).
Setelah makan, kami diberi waktu sejenak untuk melihat kerajinan guci. Di tempat itu juga terdapat seni menggunting kertas krep membentuk lukisan (saya lupa namanya). Yang ini saya lebih tak bisa lagi. Guntingnya ternyata tak kecil-kecil amat, sebesar gunting untuk menjahit. Tapi si pengrajin bisa membuatnya begitu detil.
Lalu kami berangkat menuju Stadion Sarang Burung dengan bus. Kami diberi kesempatan untuk berfoto di dekat stadion Olimpiade 2008 itu. Arsitektur stadion Niao Chao memang begitu unik.
Hari belum malam, namun kami sudah disuruh makan malam ke restoran di seberang stadion. Saat makan, kami diberi pertunjukan selamat datang oleh orang setempat.
Kenyang makan, kami pulang ke hotel dan tidur.

A Trip to China (1)-From Airport to Airport

Maaf lama menunggu, saudara-saudara! *Siapa yang nunggu?*
Sesuai janji, saya akan menceritakan tentang perjalanan saya ke China tanggal 20-27 Juni lalu. Langsung saja, ya...
Jam 1 pagi, saya bangun untuk menyelesaikan downloadan Godowsky-Chopin Etudes yang belum selesai ketika itu. Rencananya saya akan mendengarkannya di pesawat. Setelah bersiap-siap, jam 3 pagi taksi pun datang, dan mengantarkan saya beserta keluarga ke bandara. Jalanan sepi ketika itu, memberikan kesan tersendiri.
Jam 4.30 pagi, akhirnya kami sampai di bandara. Kami mencari rombongan tur kami, dan akhirnya setelah itu kami diminta oleh tour leader menunggu di ruang boarding. Jam 6, kami pun dipanggil untuk naik ke pesawat.
Ternyata saya menemukan bahwa Chopin Etudes milik saya tak akan didengarkan di pesawat, karena di pesawat ada TV-nya! *Bodohnya saya, kenapa saya bisa tak tahu?* Dan yang tidak saya sangka, ternyata di sana terdapat acara lagu-lagu Jepang! Saya langsung membuka channel radio yang menyiarkan lagu Jepang. Ada 2 channel, satu untuk lagu lawas dan satu lagi untuk lagu terbaru ketika itu, yang semuanya diganti secara berkala tiap bulan. Beberapa diantara lagu-lagu tersebut saya kenal, antara lain Yuya Matsushita-Trust Me, Hana-ORANGE RANGE, dan lagu-lagu YUI dari album I Loved Yesterday. Sambil mendengarkan lagu-lagu Jepang (yang kemudian saya ketahui juga ada channel musik klasik, untuk mendatangkan inspirasi lebih bagi novel saya yang bertema musik), saya menulis novel saya. Waktu pun berlalu tanpa terasa, apalagi di pesawat ada makanan walaupun mungkin tak terlalu enak.
Jam 12 siang waktu China (=WITA), kami sampai di bandara Hongkong. Kami diminta menunggu, sampai jam 1.30 kami menaiki pesawat lagi, kali ini menuju Beijing. Pesawat kali ini ukurannya lebih kecil dan tak ada TV-nya. Akhirnya saya memutuskan untuk mendengarkan lagu piano concerto dari HP saya saja, untuk melancarkan ide saya dalam membuat novel. (HP saya dilengkapi dengan mode penerbangan, jadi dinyalakan di pesawat pun tak masalah).
Jam 4.30 sore kami sampai di bandara Beijing. Bandara ini adalah bandara dengan arsitektur yang cukup unik dan bernuansa oranye. Setelah mengambil bagasi dan beberapa urusan lainnya, jam 6.30 kami menuju bus. Di bus kami bertemu dengan tour guide lokal yang akan menemani kami selama di Beijing. Bus menuju restoran, dan restoran pertama yang kami kunjungi ini sangat mewah. Sayangnya, pelayannya tak bisa berbahasa Inggris...
Jam 8.30 sore (ya, sore, karena di Beijing saat musim panas, matahari terbenam pukul 21.00 dan terbit pukul 03.00), kami selesai makan dan bus mengantarkan kami menuju hotel. Hotel yang kami tempati lumayan bagus dengan ranjang ukuran besar, sayangnya hotel ini tak ada TV kabel. Di hotel inilah kami beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan besoknya.

Jumat, 02 Juli 2010

Venus Capriccio




Pengarang: Nishikata Mai
Penerbit: M&C!
Jumlah volume: 5 volume

Inilah komik yang saya bilang di entri sebelumnya itu....
Saya tak berhasil menemukan komik lengkapnya di toko buku manapun... Jadi akhirnya dengan terpaksa saya mendownload mangascannya saja..

Takami Habara, kelas 4 SD, adalah anak yang tomboy. Ia dimasukkan ke Aoyama Music School oleh orangtuanya agar anaknya bisa lebih feminin. Di sekolah musik itu, ia bertemu dengan Sasaki Akira, yang 2 tahun lebih muda darinya. Akira sangat imut bagi Takami sehingga ia menganggap Akira adik perempuannya.
Beberapa tahun berlalu. Takami sudah kelas 2 SMA sedangkan Akira kelas 3 SMP. Seiring dengan berjalannya waktu, permainan piano mereka tentunya tambah maju, tapi Akira lebih maju daripada Takami. Akira bahkan sering diundang untuk tampil dimana-mana.
Suatu kali, Akira bertemu dengan mantan pacar Takami, dan mantan pacar Takami mengira Akira adalah pacar baru Takami. Kemudian mantan pacar Takami itu melukai tangan Akira dalam peristiwa tersebut. Takami akhirnya sadar, bahwa Akira tak pantas lagi dianggap sebagai adik perempuannya, melainkan seorang laki-laki.

Kelebihan: Gambarnya bagus! (Menurut pandangan saya yang pernah menggambar piano dan hasilnya tidak memuaskan... T_T)... Ceritanya juga lumayan... Mengingatkan saya pada masa lalu saya yang sering membeli komik shoujo... Walau seperti yang telah saya bilang, ada beberapa bagian yang mirip novel saya... walau tidak 100% mirip... (karena SUMPAH, saya baru membaca komik itu jauh setelah saya menyelesaikan novel saya)

Kekurangan: Alurnya terasa lambat.

Nilai: 8,7/10

Kebetulan yang Lumayan Mengejutkan

Karena saya sedang menyusun entri tentang alasan saya off seminggu penuh kemarin, jadi sambil mengisi waktu, mari kita nikmati entri ini dulu... XD

Jadi, kalau anda punya FB saya, maka anda akan menemukan bahwa beberapa hari lalu saya menulis status tentang novel saya yang mirip manga Venus Capriccio. Dan itu memang benar. Saya tak tahu kenapa kebetulannya bisa sampai separah ini.... T.T

Tepatnya, yang nyaris sama adalah NOVEL YANG SAYA KARANG WAKTU MASIH SD, yang kemudian saya remake dan saya kirimkan ke penerbit. (Sebenarnya masih ada bukti otentik, namun sudah dalam keadaan... hmmm... 10% baik.)

Banyak kebetulan yang terjadi di sini. Salah satu teman saya bilang, itu karena tema novel itu pasaran. Ya, memang pasaran, tapi setidaknya waktu tahun 2004 tema itu belum pasaran... (Tuh komik dibuat tahun 2006). Saya jadi agak menyesal kenapa novel saya yang dulu tidak dikirim ke penerbit saja.... T.T

Saya tidak bisa membeberkan kebetulannya di sini, karena itu berarti membeberkan spoiler untuk novel saya, hahaha... Yang pasti, ada bagian-bagian tertentu yang membuat saya kaget ketika membacanya, karena nyaris sama atau bahkan sama persis dengan novel saya itu. Untung ada beberapa yang di remake diubah, jadi tak terlalu kentara samanya.

Yuya Matsushita- I AM ME

Album yang baru rilis tanggal 2 Juni lalu ini merupakan album pertama dari Yuya Matsushita. Tadinya saya ragu-ragu mau mendownloadnya atau tidak, mengingat cuma 1 lagu yang saya tahu darinya, yaitu Trust Me, yang menjadi ending anime Durarara. Namun, keraguan saya tak terbukti.


Cover album ini... Entah kenapa di sini saya merasa Yuya lebih tua dari umur aslinya (20 tahun)...

Di album ini terdapat 18 track. Jauh lebih banyak daripada album pada umumnya. Namun, dari 18 track itu, 4 track diantaranya adalah track berdurasi singkat, yaitu 1 prologue dan 3 interlude. Karena singkat, jadi saya tak akan mengkomentari prologue dan interlude itu.

1. Prologue- I AM ME

2. YOU
Single terbaru dari Yuya Matsushita. Sangat cocok dijadikan pembuka. Lagunya asik. XD

3. foolish foolish
Single debut dari penyanyi ini. Terdengar seperti lagu Barat yang saya lupa judulnya apa, mungkin karena setting singlenya yang dibuat di New York.

4. Interlude I

5. Mr. "Broken Heart"
Interlude-interlude di album ini sangat berguna dalam menyambungkan lagu satu dengan lagu selanjutnya, membuat penempatan track yang mungkin kurang pas jadi pas!
Diawali dengan piano di awal lagu, membuat kesan unik di lagu ini. Lumayan easy listening.

6. LAST SNOW
Lagu yang sangat indah. Bertempo slow dan menenangkan.

7. Koe ni Naranakute ft Sista
Featuring yang tidak mengesankan, menurut saya. Tak ada pembagian suara yang berarti, rasanya kalau menyanyi tanpa featuring pun kesannya sama saja.

8. Agitation
Reffnya seperti lagu Latin, tapi pengucapan bahasa Inggrisnya sangat mengganggu saya. Padahal sebenarnya lagunya asik.

9. Interlude II

10. Futari
Lagu yang paling saya suka di album ini. Bagus sekali! Saya baru mendengar lagu ini 2 kali, tapi langsung jatuh cinta pada lagu ini dari 15 detik pertama. Awal piano yang menenangkan, disusul dengan strings, memberi kesan tenang dan indah sampai akhir. Ada nada fals, tapi tak separah Hallucination.
Sebelum ini saya juga baru mendengar lagu berjudul sama dari Ikimonogakari, dan lagu itu juga merupakan lagu favorit saya. Kenapa lagu berjudul "Futari" bagus-bagus, ya?

11. Negai ga Kanau Kara (Album Version)
Saya belum mendengar versi singlenya, sih. Tapi lagu ini lumayan bagus. Ada piano di bagian awal, seakan memberi interlude tambahan antara lagu ke-10 dengan track ini.

12. Trust Me
Lagu pertama di album ini, yang saya dengar kira-kira sudah lebih dari 100 kali. Lagunya unik, dan di videonya, dancenya juga keren. Malah, diantara 4 lagu Durarara lainnya (Uragiri no Yuuyake-Theatre Brook, Complication-Rookiez is Punk'd, Butterfly-ON/OFF), video Trust Me-lah yang paling bagus menurut saya. Gara-gara lagu inilah saya jadi mendownload album ini, dan saya tak menyesal, karena lagu terbagus Yuya Matsushita bukanlah Trust Me. Banyak lagu di album ini yang lebih bagus dari Trust Me.

13. first snow
Saya bingung, apa hubungan lagu ini dengan track no. 6? Dan kenapa urutannya terbalik? (Last dulu, baru kemudian first?) Tapi kemudian saya sadar dan menemukan jawabannya. Kalau dalam bahasa saya, first snow adalah remake dari LAST SNOW.
Bedanya dengan LAST SNOW, lagu ini ada rap-nya. Jadi kesannya berbeda dengan LAST SNOW yang menenangkan itu.
1 lagi, entah kenapa saya merasa Yuya yang nge-rap di lagu ini sangat mirip dengan rap Takuya di UVERworld.

14. Sono Toki Made no Sayonara
Kebalikan lagu nomor 8, pengucapan bahasa Inggris disini sangat bagus, sampai saya bisa menangkap semua kata-katanya. (Jarang-jarang, lho, artis Jepang seperti ini!)
Pertanyaan: Kok bisa ya? Padahal penyanyinya sama... XD

15. Interlude III

16. Hallucination
Awalnya terdengar seperti orkestra. Lagu yang seharusnya sangat bagus, membuat saya menempatkannya di urutan ke-2 terbagus setelah Futari, karena ada nada yang fals, dan itu sangat kedengaran parah.

17. Kiss me
Cara dia menyebut "kiss me" sangat mengganggu saya, karena pengucapannya yang sangat Jepang. Walaupun selain kata "kiss me", pengucapannya mirip dengan yang di track no.14.

18. Honesty
Sebenarnya kurang cocok jadi penutup, karena menurut saya lagu yang slow semacam Futari, LAST SNOW, atau Hallucination yang pantas jadi penutup. Tapi lagu ini lumayan asik.

Kesan keseluruhan: Album yang lumayan bagus. Pengucapan bahasa Inggris Yuya juga termasuk bagus untuk ukuran orang Jepang, kecuali di track no.8 dan 17. Interlude membuat penempatan track hampir semuanya pas. Yang sangat disayangkan, lagu-lagu bagus malah ada nada yang fals, mengurangi kesan indah di lagu itu.

Recommended tracks:
-YOU
-foolish foolish
-LAST SNOW
-Futari
-first snow
-Hallucination

Nilai: 8,1/10

Durarara!! Cover Song

Walau animenya baru saja tamat, tapi cerita anime ini memang sangat mengesankan. Jarang-jarang saya begitu ter-influence pada satu anime seperti ini. (Sepertinya terakhir kali saya ter-influence anime pada masa Umineko no Naku koro ni...)
Karena itu saya memutuskan mendownload cover song Durarara. Sekarang yang baru ada hanyalah cover song Shizuo Heiwajima dan Masaomi Kida. Tiap CD cover song berisi 2 track. 1 track untuk special voice dan 1 track lagi untuk lagu yang dinyanyikan masing-masing karakter. Karena saya bingung mau komentar apa di special voice, jadi saya beri komentar saja untuk lagunya.



Cover Song vol. 1: Masaomi Kida
Seiyuu: Mamoru Miyano

Covernya keren! Karakter yang saya favoritkan nomor 2 di list saya ini digambar dengan sangat keren dengan nuansa kuning, seperti geng Yellow Scarves yang diikutinya.
Lagu yang dinyanyikan Mamoru Miyano di sini adalah "Linda! Linda!", yang saya malas mencari lirik dan arti lagu tersebut. Hahaha...
Miyano-sensei menyanyikan lagu ini dengan... hmm... lucu. >w<
Setelah saya mencari sedikit di internet, saya baru tahu Mamoru Miyano itu ternyata juga penyanyi (pantas suaranya waktu menyanyi bagus, untuk ukuran seiyuu XD) yang sudah mempunyai lumayan banyak album. Langsung saya borong beberapa lagunya. XD

Cover Song vol. 2: Shizuo Heiwajima
Seiyuu: Daisuke Ono


Saya tak menemukan cover bergambar Shizu-chan untuk volume 2 ini. Atau memang tak ada?
Lagu yang dinyanyikan Daisuke Ono di sini adalah Tsugarukaikyou - Fuyugeshiki. Kok kedengarannya seperti lagu enka ya? SANGAT enka... Tapi kata teman saya, "Shizu-chan kan dulu kerjanya di bar. Jadi pantes kalau menyanyikan lagu yang biasanya dinyanyikan di bar itu."
Saya kurang suka lagu enka sebenarnya. T_T
Jadi, maaf, dulu saat pertama kali tahu Daisuke Ono dari Umineko no Naku koro ni, sebagai Battler, saya sangat mengaguminya. Karakter Battler sangat keren dan memukau saya. Saya juga sebenarnya suka Shizuo. Dia urutan ke-3 dalam karakter favorit saya di Durarara. Tapi, lagu ini sedikit mengurangi rasa suka saya pada Shizuo... T.T

ON/OFF - Legend Of Twins I -Futago Densetsu-

Sebenarnya sudah lama sekali sejak saya mendengarkan lagu-lagu di album ini. Namun saya akan mencoba mereviewnya, karena sekarang album ini menjadi salah satu album favorit yang ada di playlist saya.
Cover:



Kelihatan sangat menenangkan! Kesannya seperti malaikat! *lebay*
Ketika melihatnya untuk pertama kalinya, saya tak tahu kalau ON/OFF itu adalah saudara kembar. Jadi saya kira 2 orang di cover itu adalah orang yang sama. Bodohnya saya... XD

1. Soukou no Genseki
Pembukaan album yang lumayan bagus. Pianonya bagus seperti biasanya, dan menurut pendengaran saya, sepertinya ini salah satu lagu yang paling banyak pembagian suaranya, membuat lagu yang lumayan sederhana ini terdengar indah.

2. Eien no Setsuna
Salah satu lagu favorit saya di album ini. Menjadi OST Vampire Knight, dan karena itu, pada awalnya saya terkesan dan sangat suka dengan lagu ini. Tapi, kok lama-lama kedengaran seperti lagu dari grup-grup Johnny's ya? Terutama di menit ke-3... Hehe... (Bukan berarti saya benci Johnny's lho..)

3. Ikusen no nemuri no hate
Sebenarnya bagus, cuma di sekitar menit ke-3 perpaduan musiknya kurang pas menurut saya. Selain itu, perpaduan strings dan pianonya lumayan indah.

4. Hana kou -hanakagari-
Pertama kali saya melihat cover singlenya, saya terkesan, karena kesannya indah. Tapi saya lebih terkesan lagi dengan lagunya, terutama reffrainnya, yang begitu menenangkan.

5. Shigunaru
Sebenarnya saya merasa kurang pas. Lagu ke-4 yang begitu menenangkan, langsung disambung dengan lagu ke-5 yang temponya bersemangat seperti ini. Kesan indah yang sudah dibangun di lagu ke-4 seperti hilang begitu saja. Selain itu, satu lagi lagu album ini yang mirip lagu JE... ^^v

6. LOST
Pertama kali saya mendengar, kesannya adalah, "ya ampun, nih lagu kok mirip banget sama lagu Korea? Cuma bahasanya aja yang Jepang..." Saya memang tak begitu suka Korea, kecuali beberapa artis seperti Younha, BoA, dan sejenisnya. (no offense, gan...). Tapi setelah mendengar lagu ini, lama-kelamaan saya suka dan menempatkan lagu ini sebagai salah satu yang paling saya suka di album ini. Ternyata musik (mirip) Korea itu tak jelek juga XD

7. Futatsu no Kodo to Akaitsumi
My most favourite track in this album! Judulnya saja sudah bikin penasaran (arti judulnya: Two Beats and Red Sin). Lagu ini juga pertama kali saya tahu sejak menjadi OST Vampire Knight. Tak seperti Eien no Setsuna, lagu ini lebih berkesan "misterius", apalagi jika melihat video klipnya (yang walaupun menurut saya kurang kreatif... kenapa saat musiknya nge-beat gambarnya malah diam saja?). Tapi setiap kali mendengar lagu ini, saya selalu terkesan pada kesan yang ditimbulkannya. Epic.

8. twinkle
Lagi-lagi penempatan track yang kurang pas. Kesan epic yang ditimbulkan di track 7, jadi hilang ditimpa lagu yang berkesan menenangkan ini. Coba kalau misalnya lagu ini ditempatkan setelah Hana Kou, mungkin lebih bagus... (dan Shigunaru masuk track 2, jadi setelah track ke-7 adalah Eien no Setsuna... pasti bakal lebih cocok *berandai-andai*)

9. Rainy Lady
Honestly, this is my least favourite track in this album... Lagunya biasa saja, tak berkesan apa-apa, kecuali saya yang sekali waktu itu mendengarkannya saat hujan. XD

10. Sagashimono
Biasa saja juga, sih. Namun, kesannya lebih menenangkan dan easy listening. Saling menyanyi bersahut-sahutan di bagian reffrain, itu bagian yang bagus!

11. Rondo
Waktu saya mendengarkan lagu ini, kebetulan saya sedang mendengarkan lagu-lagu piano concerto, dimana third movement dari piano concerto juga bernama... rondo. *ga penting banget, sih...*
Lagu yang saya juga kenal dari OST.... Vampire Knight Guilty, kalo tak salah. Bagian awalnya sangat cepat dan sepertinya susah dinyanyikan, jadi saya malas mencoba menyanyikannya, sampai sekarang. Reffrainnya agak terdengar seperti lagu JE, tapi karena openingnya sudah menimbulkan kesan epic, jadi tak terlalu terasa. Pianonya sangat mengesankan! Cepat dan indah, seperti third movement piano concerto! Hahaha... (mungkin karena itu lagu ini diberi judul rondo...) Karena pianonya itulah saya jadi menyukai lagu ini.

12. Kokuhaku
Satu lagi lagu menenangkan dari ON/OFF... Sebenarnya kalau tak tertutup kesan bagus oleh track sebelumnya, lagu ini bagus, dan termasuk tipe lagu yang biasanya saya sukai. Easy listening, paling bagus diletakkan di track terakhir, dijadikan penutup album.

13. Yakusoku no Hane White Feather
Ummm.. efek di menit ke-2 itu, apa maksudnya? Jadi memperburuk kesan lagu ini... =w=
Yah, memang sebaiknya posisi track ini ditukar dengan Kokuhaku...

Kesan keseluruhan: banyak lagu-lagu yang bagus. Lagu-lagu yang termasuk least favourite saya pun, sebenarnya juga tak jelek-jelek amat. Cuma, ada banyak lagu yang penempatan track nya kurang pas, seperti yang tadi telah saya jelaskan.

Recommended tracks:
-Soukou no Genseki
-Eien no Setsuna
-Hana Kou -hanakagari-
-LOST
-Futatsu no Kodo to Akaitsumi
-Rondo
-Kokuhaku

Nilai: 8,5/10

Karya Tulis

Di sekolah saya, kelas 12 wajib membuat karya tulis. Sebagai murid yang sebentar lagi naik kelas 12, saya pun kebagian guru pembimbing karya tulis.
Sayangnya, saya mendapat pelajaran Biologi! Padahal saya berharap dapat Kimia, Komputer atau sejenisnya...
Makin besarlah peluang saya untuk dipaksa jadi dokter lagi.......

Posting ke-200!!

Yah, sebelum memulai timbunan entri.... (lagi)
Saya mau mengucapkan selamat untuk saya! XD
Akhirnya posting ke-200 bisa dicapai dalam waktu kurang dari 1 tahun.... XD

Ah ya, saya juga mau menampilkan beberapa perubahan, terutama di review..
Ada penambahan rincian..
Di review musik, ada recommended tracks-nya..
Dan komentar tentang covernya..
Sekian..