Jumat, 05 Agustus 2011

Pengenalan Kampus (5)-Otaku Rules?

(foto menyusul. kamera lagi dipake, gomen)



Hari keempat, kami diharuskan berkumpul jam 6 pagi, karenanya saya pergi dari rumah lewat tol supaya cepat. Namun ternyata yang ada saya malah salah turun tol, harusnya di Sunda Kelapa, tapi saya turun di Jembatan Tiga. Akibatnya saya nyasar sampai ke Season City, Jakarta Barat. Akhirnya saya terlambat sampai di kampus. Ada banyak maba yang terlambat juga, dan kelompok saya saat itu terlambat seluruh anggotanya.
Maba pun dihukum melakukan posisi standar. Posisi standar ini adalah posisi yang diciptakan untuk menghukum maba-maba dari yang melanggar peraturan, tak menghafal lagu yang diajarkan, dan sebagainya, dan harus dilakukan seluruh maba, karena berlaku prinsip “satu salah, semua salah”. Ada 3 posisi standar: standar 1 (berdiri satu kaki dengan kaki kanan –kaki terlemah saya, karena saya jauh, jauh lebih kuat pakai kaki kiri-, badan miring ke kanan sekitar 45 derajat, jempol kiri dan kanan diangkat, siku disamping badan, mulut mengucapkan huruf E), standar 2 (tangan kiri diletakkan menyilang diatas tangan kanan, memegang tangan kiri dan kanan teman sebelah kiri dan kanannya, duduk di lantai dengan kaki diselonjorkan dimana kaki kiri diatas kaki kanan, kemudian hitungan ketiga kaki diangkat dan ditahan), standar 3 (kaki kiri berlutut, kaki kanan selonjor ke depan lurus, tangan kiri dan kanan menyilang di depan leher dan telapak kedua tangan diletakkan di beloakang leher, cium lutut kanan). Lamanya melakukan posisi standar ini tergantung, dan diterapkan sejak hari pertama.
Kemudian maba diajak untuk mengenal UKM dengan presentasi, pertunjukan UKM, dan pengenalan sekitar 15 menit per UKM di ruangan-ruangan SL dan PBL, 1 UKM per ruang. Ada UKM sebagai berikut: senat dan BPM (semacam OSIS dan DPR-nya kampus), Medisar (semacam tim SAR dan melakukan kegiatan pecinta alam), MediSearch (penelitian dan jurnal kampus), Amera (penyuluhan reproduksi, rokok, dll), HACCP (semacam bakti sosial untuk warga kurang mampu), AMSA (asosiasi pelajar kedokteran di Asia), PAWSL (pastoran Atm*jaya wilayah Santo Lukas, ada yang mengurus soal liturgi dan juga baksos), Medisoccer (sepakbola), Medidance (menari balet, hiphop, dan breakdance), wushu, bulutangkis, basket, karate, MNC (Medical Nihon Club, klub Jepang di kampus saya), MediLens (fotografi), debat, dan perkomputeran. Kalau tak ada aral melintang, rencananya saya mau bergabung MNC dan MediLens atau MediSearch, sesuai dengan minat saya yaitu segalanya tentang Jepang, fotografi (terutama fotografi cosplay sih, tapi tak menutup juga fotografi yang lainnya), atau penelitian, karena saya dulu ingin ikut KIR di SMA tapi tak kesampaian. Karena saya tak sempat mengunjungi stand MNC hari ketiga, saya penasaran apa yang disuruh anggota MNC untuk memberikan tanda tangan pada kelompok. Rasanya mau disuruh pakai yukata, tebak-tebakan judul lagu Jepang, sampai kasih fotografi cosplay juga saya bisa *liatin file-file foto cosplay di komputer saya* *plak*.
Setelah itu, banyak kegiatan lain yang berkesan, seperti disuruh makan makanan tak jelas, yakni pudding hijau yang rasanya pahit dengan vla yang rasanya asam manis. Vlanya lumayan enak, tapi puddingnya rasanya lumayan... aneh. Tapi katanya sehat, dan sampai saat saya menulis ini pun badan saya baik-baik saja, jadi ya tidak apa-apa... XD
Kemudian kami menyanyikan theme song 3 kali karena panitia merasa angkatan kali ini mengecewakan dan para maba menerima konsekuensi atas kekecewaan panitia. Lalu masing-masing anak menggunakan penutup mata dan kain hitam dan berbaris berkelompok serta berjalan memegang pundak teman di depannya. Sambil ditutup matanya, para maba disuruh jongkok, ditukar-tukar posisi barisnya, dan lain-lain. Ternyata dari kejauhan tercium bau formalin, dan akhirnya kami sampai di... museum anatomi, tempat mayat diawetkan bertahun-tahun. Untung saya sudah punya pengalaman melihat mayat diformalin saat ada di f(X) SMA dulu, sehingga tak takut lagi (dulu saya sempat takut melihat mayat, tapi akhirnya jadi tidak lagi gara-gara sering melihat gambar-gambar disturbing picture). Hanya saja yang ini bau formalinnya lebih menyengat dan lumayan membuat mata perih, apalagi saya tak berkacamata dan mata saya lumayan sensitif (pakai lensa kontak saja tidak bisa). Katanya, untuk membeli mayat dibutuhkan biaya sekitar 100-250 juta, dan mayat harus diperlakukan dengan hormat karena bagaimanapun mereka dulunya juga manusia. Mayat digunakan untuk belajar untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Kemudian kami kembali ke auditorium dan diajak bermain games kompetisi. Seluruh maba dibagi menjadi 8 kelompok dimana 2 kelompok kecil yang biasanya dijadikan 1 kelompok besar, misalnya kelompok 1 dengan 2, 3 dengan 4, dan seterusnya. Games-nya ada 4: memegang sesuatu dengan mata tertutup dan kemudian menebak apa itu (ternyata adalah trakea sapi), mengambil potongan kertas dalam baskom berisi tepung dengan mulut dan menyusunnya menjadi lirik mars, Komunikata (seorang perwakilan kelompok memperagakan suatu penyakit kemudian yang lain menebak penyakit apa yang dimaksud), dan Healthy Juice. Healthy Juice ini yang paling bikin mual, dimana jus yang ada satunya adalah jus bawang (bawang putih, bawang merah, bawang bombay, tomat, seledri) dan jus buah (pepaya, pisang, wortel). Kelompok saya kebagian minum jus bawang, dan berhubung saya punya pengalaman buruk dengan bawang (makan bawang putih iris mentah sesendok makan sekaligus pas lagi batuk biar cepat sembuh, dan langsung muntah-muntah sesudahnya) dan menyebabkan saya jadi anti bawang, saya langsung mual sehabis minum jus bawang itu. Untung langsung dinetralisir dengan minuman isotonik sehabis games itu, jadi tidak terlalu mual lagi.
Sesudah itu, kami turun ke halaman bawah, membawa penutup mata, dan berbaris 30 orang per baris serta menyanyikan theme song, hymne, dan mars. Kami juga disuruh memindahkan tikus putih (yang lucu seperti hamster itu!) dari satu orang ke orang lainnya per baris, dan sampai belakang harus dalam keadaan hidup. Kemudian kami ditutup matanya dan berpegangan pada pundak teman di depan kami, diajak berputar-putar entah kemana sambil menyanyikan theme song, hymne, dan mars. Kami juga disuruh melakukan standar 1 dengan mata tertutup dan bertepuk tangan juga dengan mata tertutup. Kemudian ditanya apakah kami bangga menjadi anak FK Universitas Atm*jaya. Ditanya berkali-kali dan kami menjawab bangga, kemudian kami disuruh membuka penutup mata dan seketika terjadi hujan lokal! Selang pemadam kebakaran mengalirkan air (saya curiga dari mobil pemadam yang di Emporium kemarinnya? XD), ember-ember dan bak besar berisi air, dan balon-balon berisi air dilemparkan dari lantai 2 ke bawah, membasahi badan seluruh maba. Panitia tiba-tiba menjadi baik hati dan tidak marah-marah. Rasanya malam itu menjadi malam tak terlupakan.
Setelah berganti baju dengan baju ganti yang dititipkan pada panitia sejak hari pertama, kami kembali ke auditorium. Disana kami mengeluarkan jas almamater, dan masing-masing dari kami dipakaikan jas almamater. Kemudian panitia dan dosen berdiri di tengah, diperkenalkan lagi berdasarkan angkatannya, dan kami semua berpesta bubur dengan bubur ayam 2 panci sangat besar dan mangkok-mangkok yang diletakkan di meja dekat panggung. Kami kemudian dipakaikan pin FK Universitas Atm*jaya 2011.
Belum cukup dengan itu semua, sebuah video diputarkan, menampilkan foto-foto PK dari briefing sampai hari keempat saat para maba disiram, lengkap dengan kata-kata mengharukan dan BGM (dan membuat saya heran mengapa bisa membuat video secepat itu). Yang membuat saya kaget adalah, BGM-nya adalah instrumental Ichiban no Takaramono (insert song Angel Beats) dan Dango Daikazoku (ending song Clannad). Kenapa bisa pas begitu suasananya, saya rasa pemilihan instrumental itu bukan kebetulan.
Setelah itu kami berfoto-foto dan kemudian pulang dengan tangga. Surat cinta diserahkan bagi yang membuat, dan sepanjang perjalanan turun tangga para panitia mahasiswa berdiri berbaris menyalami kami para maba.
Kelompok 6 pun berakhir menjalani PK hari itu, walaupun grup BBM yang digunakan untuk membicarakan tugas (10 dari 13 orang anggota memiliki BB, termasuk saya) masih ada sampai kini. Kelompok ini beranggotakan (urut NIM): Hendry-076 dari SMA Methodist (ketua kelompok 6), Ivena-077 dari SMA Santa Ursula (temannya teman baik saya yang jadi teman saya juga), Carissa-078 dari SMA BHK (mukanya mirip salah satu teman saat di SMA dulu), Anna-080 dari SMA Ricci 1 (yang belakangan saya ketahui ternyata sudah lama jadi friend saya di FB), Kent-081 dari SMA Santo Yakobus (salah tulis saat pertama kali menulis namanya di buku catatan), Helen-082 dari SMA Gandhi Memorial International School (dari rumah saya ke sekolahnya lebih dekat daripada dari rumah dia ke sekolahnya *cough*), Emily-083 dari SMAK 3 Penabur (lama-lama kalau diliat mirip teman saya waktu SMA juga ==), Nike-084 dari SMAK Penabur International Kelapa Gading (ternyata jago fotografi dan punya band toh), Richard-085 dari SMA Jubille (anggota kelompok yang multitalent dan yang paling aktif daftar-daftar saat pengenalan UKM), Irena-086 dari SMA Regina Pacis (buat anak yang bukan dari Santa Ursula awalnya susah bedain Irena dan Ivena gara-gara namanya mirip), Priska-087 dari SMA Xaverius 1 (satu-satunya orang daerah di kelompok ini, yakni dari Jambi, awalnya temenin saya ngomong pakai aku-kamu –kebiasaan saya yang susah ilang, karena saya ngomong gua-elu cuma ke beberapa orang doang-, tapi belakangan ngomong pakai gua-elu), saya-088, dan Maya-089 dari SMA Santa Ursula (udah nomornya sebelahan sama saya, asal SMA-nya juga sama, hoho...).

Pengenalan Kampus (4)- Emporium Pluit Mall Kebakaran!


Nih fotonya, biar lebih aktual.... *plak


















(Judulnya yang aktual dong, biar blog ini makin terkenal, hohoho... *dirajam massa*)
Hari yang, tak diduga, pulang malam. Padahal rencananya pulang setengah 5, namun ternyata sangat mundur dari jadwal.
Selain penyelesaian dari PBL dengan pencarian bahan-bahan untuk PBL di Internet maupun buku di perpustakaan (ternyata perpustakaannya lumayan luas, walau tak seluas perpustakaan SMA saya dulu, dan cukup nyaman dengan kursi empuk untuk diskusi dan komputer dengan fasilitas Internet serta adanya Wi-fi. Bukunya pun sangat banyak dan semuanya buku kedokteran. Sejauh yang saya baca, nyaris semua berbahasa Inggris...) dan juga diskusi tahap akhir, serta presentasi-presentasi lagi, kami juga diberikan waktu untuk mengunjungi stand-stand UKM (semacam ekskul lah kira-kira) yang ada disana dan mengumpulkan tanda tangan dari tiap stand. Ini juga cukup seru, dimana di tiap stand kebanyakan disuruh melakukan sesuatu supaya diberi tanda tangan dari ketuanya, dari membuat rayuan gombal kepada salah satu senior anggota UKM di UKM pastoran, basket 3 on 3 (3 perwakilan kelompok dan 3 perwakilan UKM) di UKM basket, memasukkan bola ke gawang dengan mata tertutup di UKM sepakbola, memasangkan kondom (ya, kondom untuk pria yang itu) ke pisang –ini yang paling unik- dan adu cepat dengan senior anggota UKM-nya dalam memasangkan kondom, di UKM Amera (UKM yang memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, rokok, dan segala macamnya), dan lain-lain. Kegiatan hari itu seperti biasa diselingi makan siang, dimana makan siang saya hari kedua dan ketiga untungnya habis.
Sehabis mengunjungi stand dan kembali ke auditorium, tiba-tiba salah seorang dokter yang berada di depan panggung berkata bahwa banyak yang mengecewakan dari PK kali ini. Dipanggillah mereka-mereka yang merasa membuat pelanggaran, dan ternyata semuanya maju. Setelah disaring sedemikian rupa, didapatkan 43 orang yang merasa melakukan pelanggaran paling berat. Kemudian mereka diminta membuat janji sesuai dengan kesalahan mereka. Ada satu cewek dan satu cowok yang menurut semuanya merupakan the worst boy and girl untuk PK tahun ini, nama dan asal sekolahnya saya rahasiakan. Mereka melakukan pelanggaran banyak sekali, seperti membawa kendaraan pribadi saat PK (padahal seharusnya tak boleh), tak membawa makanan ini itu, tak membuat tugas, datang terlambat 3 hari berturut-turut (dimana hari pertama bahkan ia datang jam 3 sore), dan sebagainya. Namun, mereka dan 41 orang lainnya akhirnya meminta maaf dan berjanji tak membuat kesalahan lagi. Sembari mereka meminta maaf dan berjanji, peserta PK lainnya disuruh melakukan posisi-posisi tertentu seperti mengepalkan dan membuka kepalan telapak tangan yang diarahkan ke atas atau ke samping, tengkurap di lantai dengan perut dan bokong diangkat dari lantai, kemudian disuruh berhitung hingga ratusan. Hal ini menyebabkan pulang menjadi cukup malam yaitu jam 7 lewat.
Tugas untuk hari selanjutnya adalah membuat surat cinta dalam bahasa kedokteran 1 halaman A4 dengan pen tinta warna minimal 2 warna dengan tiap kata berubah warna sebanyak 500 kata kepada crossgender dilengkapi tanda tangan, tanda bibir, nama, dan NIM; laporan penyakit yang ditulis di belakang nametag dengan ketentuan-ketentuan tertentu; tanda tangan staf/dosen RS/fakultas sebanyak 10 buah dilengkapi nama, jabatan, dan lama kerja. Tugas angkatan adalah membawa minuman untuk 250 orang. Baju yang digunakan adalah baju operasi dilengkapi dengan lambang Aesculapius waterproof ditempel di daerah tulang belakang T10-L4, untuk laki-laki memakai topi operasi dan perempuan dicepol di frontal 1 buah temporal 2 buah parietal 2 buah dan osipital 1 buah dengan pita abu-abu, kaos kaki sinistra warna limfe dan dextra warna Atm*jaya, tali sepatu sinistra warna nervus dan dextra warna vena, scarf warna Atm*jaya di muskulus trapesius dan difiksasi di jugulan notch, bulatan warna arteri di muskulus infraorbitalis kiri dan kanan untuk perempuan (untuk laki-laki saya lupa, pokoknya bulatannya warna hitam di muskulus di atas tulang rahang bawah bagian kanan... *plak), dengan tas dari karung beras dilengkapi lambang PMI di tengah, membawa kain hitam 15 x 50 cm, gelas plastik oranye 2 buah, teh celup merek Atm*jaya. Untuk makanan membawa Oryza glutinosa (ketan) dan Oryza sativa mature alba 800 kalori, tempe+tahu orek 100 gram, Cucumis sativus (timun) sebanyak jumlah os metakarpal, Musa paradisiaca (pisang), minuman isotonik lagi yang kayak di hari kedua, fried Gallus bankiva lutea (ayam goreng kuning dada), telur dadar.
Satu kejadian penting di hari ketiga: gudang Carrefour Emporium Pluit Mall di seberang kampus saya kebakaran sekitar pukul 19.00, tepat saat PK selesai. Seharusnya saya dan banyak maba lainnya pasti pergi kesana membeli bahan-bahan untuk esok hari, tapi untungnya ada tugas mengumpulkan tanda tangan, jadi maba-maba memilih untuk ke RS untuk mengumpulkan tanda tangan. Sedikit bersyukur karena selamat, setidaknya tidak pingsan karena asap kebakaran atau terinjak-injak pengunjung yang melarikan diri keluar mal, namun saya berpikir bagaimana nasib maba yang ngekos sehingga tak bisa membeli bahan-bahan untuk hari keempat. Saya pulang dengan BGM (?) sirene mobil pemadam kebakaran dan dari kejauhan, saya melihat lampu yang menerangi bagian luar gedung Emporium Pluit yang biasa menyala terang dan warna-warni, saat itu gelap gulita. Dari berita yang saya baca keesokan harinya, mal itu ditutup sampai api bisa dipadamkan.

Pengenalan Kampus (3)-Keliling Kampus!

(foto menyusul. kamera lagi dipake, gomen)



Hari kedua, salah satu hari paling menyenangkan walau pulangnya malam.
Kumpul di kampus pukul 07.00 lalu menghadapi sejumlah presentasi yang diberikan dosen dari soal Medical Education Unit, menjadi dokter yang hebat, dan sebagainya, ada juga pelatihan Problem Based Learning (PBL) dan Skills Lab (SL) yang akan dipraktekkan saat kuliah. PBL adalah semacam diskusi kelompok berdasarkan suatu permasalahan, yang akan berguna saat praktek nanti, karena pasien pasti kalau mau konsultasi ke dokter menyebutkan permasalahan yang dia hadapi, dan tugas dokter adalah mencari si pasien terkena penyakit apa dan harus dikasih obat apa. Misalnya si pasien mengeluh sakit perut di bagian sebelah kiri, berasa mau muntah, dan mual. Lalu si dokter menyimpulkan dia sakit mag dan harus minum Pr*mag atau M*lanta (sensor biar gak promosi XP). Sedangkan SL adalah pelatihan keterampilan medis, dari mengukur tekanan darah pasien dengan tensimeter (yang sudah saya pelajari dari SMP oleh ibu saya yang kebetulan dokter *plak) sampai memasang infus. Karena masih percobaan, maka PBL yang dilakukan adalah tentang “orang yang berlatih basket selama 1 jam hingga akhirnya kecapekan dan terengah-engah” dan SL-nya berupa latihan cuci tangan dengan baik dan benar seperti yang saya lihat di iklan sabun L*febuoy.
Kemudian sampailah ke bagian paling menyenangkan, yakni Atmazing Race, dimana dibagikan peta lingkungan kampus dan RS yang berhubungan langsung dengan kampus, serta kertas berisi petunjuk/clue tentang suatu tempat di lingkungan kampus dan RS. Jika sudah sampai di tujuan yang dimaksud, kelompok harus berfoto lengkap seluruh anggota kelompok (entah difoto oleh orang yang lewat atau pakai timer) di tempat itu, kemudian menemui panitia yang berjaga disana untuk kemudian diberikan kata kunci, baik dalam bentuk kertas, ditempel di suatu benda di tempat itu, atau bahkan dibisikkan ke seseorang. Nantinya, kata-kata kunci itu dikumpulkan dan membentuk gejala-gejala suatu penyakit tertentu. Ini merupakan bentuk mengenal lingkungan kampus yang seru sekaligus menyenangkan, seperti pencarian harta karun saja *ngaco*.
Setelah 1,5 jam (atau 2 jam ya?) melakukan Atmazing Race dan berdiskusi tentang kata kunci yang didapatkan, kami diberikan tugas lagi untuk hari ketiga, yaitu: laporan penyakit yang ada berdasarkan kata kunci di Atmazing Race dengan ketentuan font dan lain-lain. Kemudian, karena banyak yang mengerjakan tugas hari pertama tidak dengan sungguh-sungguh, maka diberikan remedial yakni esai hari pertama diketik di komputer dengan margin yang sama, spasi 1 dan harus pas 935 kata (saya bersyukur, ini jauh lebih gampang, dengan bantuan MS Word margin dan word count amat sangatlah mudah).
Makanan untuk hari ketiga adalah Oryza sativa mature rubra (beras merah) 400 merah dibentuk pulmo sinistra et dextra (paru-paru kiri kanan), fried Arachis hipogea (kacang tanah) dengan famili Engraulideae (teri), boiled Lactuca sativa (selada) dengan NaCl, fried ovum (telur) strabismus (juling) alias telur mata sapi dibentuk juling, dan Citrus sinensis (jeruk). Tugas angkatan adalah membawa cetakan tumpeng diameter 30 cm 3 buah.

Pengenalan Kampus (2)-Presentasi, Presentasi, Presentasi...


Si minuman isotonik. Go ion! *promosi*














Hari pertama, kami diminta datang jam 06.30 di lapangan basket lantai bawah, dan saya sudah sampai di TKP jam 06.15. Sampai disana ternyata orang-orang sudah ramai berkumpul, dan kami diminta berbaris sesuai NIM. Di sana kakak-kakak PK memeriksa barang bawaan milik maba, dan sesuai dugaan saya mendapat pelanggaran di... kuku! Maklum, saya bukan orang yang bisa memotong kuku terlalu pendek karena bentuk kuku saya yang rada aneh, tapi karena katanya dokter ga boleh kuku panjang apalagi pakai kuteks, jadi yah... mau tak mau saya mencari trik supaya kuku saya pendek tapi tak sakit saat dipakai menulis.
Lalu, kami menuju ke auditorium yang terletak di lantai 4. Karena maba tak boleh naik lift selama PK, jadilah kami para maba harus naik tangga. Kemudian, di auditorium kami mengikuti misa pembukaan yang dipimpin oleh romo universitas, karena universitas saya universitas Katolik, walau tak menutup kemungkinan mahasiswa non-Katolik, seperti saya misalnya, untuk kuliah disini.
Setelah misa, para maba belajar mars dan hymne universitas, lalu diminta menghafalkannya. Kemudian belajar lagu tema lagi, dan kemudian ada juga presentasi-presentasi dari sejarah kampus, visi misi, tujuan, kurikulum, libur, dan lain-lain seputar dasar-dasar kampus. Presentasi-presentasi ini diselingi makan siang dan harus habis, namun karena saya ke WC saat waktu makan, dan diperiksanya juga nomor 2 terakhir (dimana saya non-Katolik jadi waktu misa saya dan maba non-Katolik lainnya harus duduk di belakang), jadi waktu makan saya habis sehingga saya nyaris tak menyentuh makanan. Kemudian panitia mahasiswa meminta untuk mengumpulkan makanan sisa di meja di atas panggung, dan meminta para maba menghabiskan makanan itu. Untung saya sempat memakan beberapa lauk dan sedikit nasi milik saya, walau akhirnya nasi saya tidak habis karena tak sempat. Nasinya 4 kali porsi makan saya yang biasa...
Tugas untuk hari kedua adalah menghafalkan mars, hymne, theme song, mengetahui tipe belajar yang diisi dari kuesioner di web dan hasil kuesioner tersebut dicetak di kertas HVS A4, serta menulis esai 935 kata dengan margin left 2,7 cm right 1,2 cm dan top 1,967 cm serta ditulis dengan tangan dan huruf sambung (pikir sendiri cara mengukur marginnya) tentang mengapa FK Atm*jaya beruntung menerima saya sebagai peserta didiknya. Selain itu kami juga diminta membawa serbet dan lap tangan per orang, dan tugas per kelompok membawa jam tangan, kamera saku, serta kamus Inggris-Indonesia. Saya sendiri kebagian membawa kamera saku, kamera saku milik ayah saya yang suka saya pakai untuk iseng-iseng kegiatan kameko (fotografer khusus cosplayer).
Sedangkan makanan yang harus dibawa hari kedua adalah Oryza sativa mature lutea (nasi kuning) 400 kalori dibentuk cor (jantung), fried Solanum tubernosum mechanical degradation (perkedel) diameter 5 x 10 pangkat -4 hm dibentuk eritrosit, cah Phaseolus vulgaris (buncis) dipotong 2 cm sejumlah usia FK Atm*jaya, Bos taurus minang (rendang), Mola hidatodosa (anggur) berjumlah nervus kranial unilateral (yang udah belajar Biologi kelas 11 pasti tau jumlahnya berapa), serta minuman isotonik 500 ml dengan bahan antara lain gula, asam sitrat, NaCl, asam askorbat, KCl, kalsium laktat, kalsium karbonat, dan perisa sitrus (silakan cari sendiri di supermarket... Itu loh, yang bintang iklannya pernah si Aelke Mariska).
Hari pertama pulang sekitar jam 17.30, dan saya sepulang PK langsung ngacir ke Emporium Pluit di seberang kampus untuk belanja bahan makanan.

Pengenalan Kampus (1)- Briefing dan Pengenalan Nama Latin


Kampusnya!!! *salah* *plak*


Sesuai janji saya untuk kembali aktif di blog, kali ini saya mencoba untuk menceritakan tentang pengenalan kampus/PK (istilah lain untuk ospek) di kampus tempat saya akan menjalani kuliah nantinya.
Tanggal 1-4 Agustus saya akan menjalani PK di fakultas kedokteran di salah satu universitas swasta yang berlokasi di seberang mal Emporium Pluit, Jakarta Utara *tau kan nama kampusnya? Yep, Atm*jaya...* dan tanggal 6-8 Agustus saya akan PK tingkat kampus di Semanggi, di kampus yang terletak di seberang Plaza Semanggi.
Tanggal 30 Juli ini saya briefing untuk PK tanggal 1-4 Agustus. Sebelumnya sudah diberitahukan lewat SMS, jadi semuanya kalau bisa wajib datang. Briefing dilakukan di ruangan yang disebut juga "akuarium", yang bisa ditemukan di Gedung Damianus ruangan D111.
Saat briefing, dibentuk kelompok-kelompok berdasarkan nomor urut pendaftaran (NIM) yang akan terus bersama-sama selama PK berlangsung. 1 kelompok sedianya 15 orang (kalau ada semua orangnya). Karena NIM saya angka keberuntungan bagi sejumlah orang yaitu 088, maka saya masuk kelompok 6 yang beranggotakan NIM nomor 076-090, namun anggota kelompok saya cuma 13 orang karena pemilik NIM 079 dan 090 tak mendaftar ulang. Satu kelompok memiliki satu pemimpin kelompok, yakni yang mempunyai NIM terkecil, dan satu senior pembimbing kelompok, yang disebut dengan kakak PK. Detil kelompok akan dibahas pada entri bagian kelima.
Selain itu juga dibacakan peraturan dan apa saja yang harus dibawa ke kampus. Menu yang harus dibawa diatur dan disebutkan dalam bahasa Latin (saya baru menyadari penggunaan istilah kedokteran oleh ortu saya di rumah dan pelajaran Biologi pas saya sekolah dulu -dimana satu-persatu anak disuruh membuat kartu dari satu jenis tanaman/hewan lalu mempresentasikannya- sangat membantu). Untuk hari pertama, semua diminta membawa menu berupa: Oryza sativa mature alba (nasi putih) 400 kalori dibentuk ren sinistra et dextra (ginjal kiri kanan), precipitat glicine soja dengan Rhizopus oligosporus (tempe) + filtrat glicine soja (tahu) dibentuk hati, Malus domestica (apel) didermabrasi (dikupas) dan direndam dengan cairan Citrus domesticum (jeruk), Sardina pilchardus (sarden) dengan Solanum licopersitum (tomat), dan cah bayam (saya lupa nama latinnya, pas dicatet langsung pakai “bayam”) dengan Allium sativum (bawang putih, bumbu dapur paling tidak enak versi saya. Tapi mau gak mau ya makan saja, walau saya bikin cah bayam itu bawang putihnya tak banyak-banyak). Lalu membawa hand sanitizer, tisu basah + kering, jas almamater, baju ganti, penutup mata, dan lain-lain. Nametag yang dipakai juga disebutkan syaratnya dalam bahasa Latin (bentuk encephalo/otak potongan tengah dengan bagian depan warna arteri dan belakang warna vena, disambungkan dengan rafia alba, bagian depan ditulis nama NIM asal sekolah dan tempat tanggal lahir ditulis dengan tinta warna alba dengan foto 4x6, bagian belakang ditulis nama penyakit yang ditentukan dari undian, dan sebagainya) , demikian pula map yang akan dipakai untuk mengumpulkan tugas. Kemudian diajarkan juga theme song yang dibuat oleh panitia beserta gerakannya.
Semoga PK akan berjalan dengan cukup lancar. Yah, semoga...