Sabtu, 30 Oktober 2010

17 Years of Love Song



Pengarang: Orizuka
Penerbit: Puspa Swara
Tebal: 206 halaman
Tahun terbit: 2008

Leo awalnya dipaksa oleh orangtuanya untuk pindah dari Jakarta ke kampung halaman ibunya di Purwakarta karena perceraian orangtuanya. Tapi pikiran Leo berubah saat dia melihat ada seorang gadis lumpuh bernama Nana yang satu sekolah dengannya dan memiliki hobi menyendiri di padang ilalang setiap istirahat. Mereka bersahabat, sampai suatu ketika Leo harus meninggalkan kampung itu karena harus menjalani kuliah. Tapi sebelumnya, Leo, yang menyukai baseball, menitipkan glove miliknya pada Nana.
Sayangnya, saat mereka berpisah, Nana dan orangtuanya mengalami kecelakaan sehingga saat itu Leo kehilangan jejak Nana. Leo berusaha mencari Nana kemanapun, sampai akhirnya ia menemukan gadis itu kembali. Namun, semuanya sudah berubah, tidak seperti dulu.

Kelebihan: Ceritanya lumayan indah, endingnya lumayan mengharukan.
Kekurangan: Timelinenya kurang jelas --

Nilai: 7,5/10

XX



Pengarang: AR Arisandi
Penerbit: Gramedia
Tebal: 215 hlm
Tahun terbit: 2007

Donna, Liana, Akmal, Putri, Mela, dan Doddy adalah kelompok yang disebut D7++ karena dulu Donna, Liana, Putri, dan Mela tinggal di kos yang terletak di jalan Dago 7, sedangkan Mela adalah istri Akmal dan Putri adalah istri Doddy. Di kelompok ini ada sebuah misteri, yakni Liana yang selama bertahun-tahun dikirimkan SMS dari seorang pemuja rahasia yang beridentitas XX. Mereka berusaha mencari siapa itu XX, yang mereka duga ada di antara mereka dan juga Archie yang menjadi suami Donna.

Kelebihan: Ceritanya membuat penasaran, dan siapa sebenarnya XX cukup tidak terduga (walau sebenarnya saya sudah memikirkan kemungkinan itu sih ==). Jadi seperti novel misteri yang dibalut dalam nuansa romance (atau novel romance yang dibalut nuansa misteri?)
Kekurangan: Endingnya terkesan dipaksakan.

Nilai: 8/10

Sabtu, 09 Oktober 2010

Provoke Art Wave (2)




Setelah mengikuti jam pelajaran pertama, saya keluar dari sekolah dan diantarkan oleh ayah saya ke tempat lomba. Kebetulan sekali, ayah saya dulu kampusnya dekat situ. Jadi, ya, tentunya tau jalan...
Sekitar jam 8 lewat saya sampai di tempat tujuan. Saya meregistrasi nama saya dan menuju ke dekat panggung. Ternyata di sana sudah ada beberapa yang hadir. Sebagian bersama teman-temannya.
Akhirnya, sekitar jam 9 lomba dimulai setelah sebelumnya ada kata sambutan dan pengenalan para juri yang semuanya terkenal (nama-nama dirahasiakan XD). Kami, peserta kompetisi sinopsis, diminta ke ruangan 310 (kalau tak salah ingat, pokoknya semacam ruang audio visual gitu lah...). Disana ruangannya sangat sangat kedap suara, bahkan saat turun hujan sangat lebat sekitar sore hari pun, disana tak terdengar suara hujan sedikitpun.
Sesi presentasi dimulai. Pembuka presentasi pertama adalah sesama CCW 2008 yakni Anastasia Praditha. Ia membuat sinopsis berjudul Super Student yang bercerita tentang kehidupan 5 anak di sekolahnya, yang sekilas tampak biasa-biasa saja, ternyata memiliki kehidupan lain sepulang sekolah. Sinopsis-sinopsis lainnya yang saya ingat akan saya beberkan disini (ga urut ya):
1. Witness: Kisah tentang kehidupan sekolah dilihat dari sudut pandang sebuah pohon yang telah berumur 50 tahun. Juara 3 lomba sinopsisnya, padahal notabene sedikit banyak mirip dengan sinopsis saya, cuma sudut pandangnya berbeda (kalau gitu saya mungkin rankingnya ga jauh2 dari dia ya? XP)
2. ArdianaNadya (kalau ga salah ini judulnya): Cerita tentang dua orang anak, satu orang loncat kelas dan masih umur 13 tahun, mengincar beasiswa ke Jepang (melihat ini mau tak mau saya mengingat Nagi Sanzenin ==), dan satu lagi anak yang juga pintar. Mereka mengenal satu sama lain dan akhirnya bersahabat.
Ah ya, cuma sekadar info tak penting, gambar-gambar yang digunakan dalam presentasi ini dari Vocaloid loh... XDD(ga penting kan?)
3. Tunjukkan Aku Hidup: cerita tentang seorang anak yang putus asa yang akhirnya menemukan arti hidupnya dari sekolah
4. Chit Chat in Heaven: mimpi seorang anak kelas 5 SD. Ia bermimpi ia sudah tua dan ke surga. Disana ia bertemu dengan seseorang, yang ternyata adalah guru/kepseknya (saya lupa). Ia bercerita bahwa ia dulu dibully dsb dsb. Sinopsis khayalan tingkat tinggi (1).
Info ga penting lagi: yang bikin nih sinopsis adalah Nihonjin.
5. Maryam: juara 1 lomba ini. Sinopsis khayalan tingkat tinggi (2). Ceritanya tentang Indonesia di tahun 2019, dimana konflik antar agama sangat memanas, dan menjelang musim pemilu. Hiduplah anak bernama Maryam, murid sekolah Katolik di Medan, yang intinya ingin menyerukan perdamaian. Akhirnya mereka menggelar demonstrasi di Istana Presiden. Yang menarik di presentasi ini adalah, walau pembuatnya dari sekolah internasional, tidak begitu fasih berbahasa Indonesia, tapi kesadarannya akan isu politik sangat tinggi. Ia berani mengangkat topik yang kontroversial. Presentasinya juga sangat lengkap, kelihatan kalau sudah dipersiapkan dengan baik, tak seperti presentasi saya yang tidak niat karena dibuat hanya dalam waktu 15 menit untuk 2 presentasi *plak* T.T
6. Robohnya Surau Kami: 4 film pendek, 4 cerita berbeda, dalam 1 judul. Tentang 4 orang Muslim yang masing-masing memiliki masalah tersendiri yang akhirnya menggoda iman mereka dan akhirnya melepas jilbab mereka. Film yang sebenarnya cukup unik, sayang terlalu kontroversial menurut saya.
7. Blackberry blablabla... (lupa judulnya): cerita cinta biasa gitu sih, cuma bedanya pakai medium blackberry.
8. (lupa judulnya): cerita tentang 4 geng yang berada di kelas 12 IPA 2; geng religius, anak band, cacat, dan satu lagi lupa. Suatu kali kekompakan kelas mereka ditantang lewat lomba gerak jalan (baris-berbaris? saya rada lupa...) di sekolah mereka.
9. The Incident History: cerita favorit saya, dan juara 2 lomba ini. Tentang 5 orang anak yang sebelumnya tak mengenal satu sama lain, tertangkap basah di ruang kepsek karena mencuri soal ulangan sejarah. Mereka akhirnya dihukum dengan cara berbeda-beda. Mereka mengaku bahwa mereka mencuri karena ingin dapat nilai bagus, padahal sebenarnya mereka semua mendapatkan SMS dari seseorang berinisial SYL (saya lupa kepanjangannya) yang menyuruh mereka mencuri ulangan itu, dan mereka diancam, kalau mereka tak mencurinya, mereka akan mengalami hal buruk yang berbeda-beda. Ternyata, kepsek juga mendapatkan SMS serupa, dan kalau tidak menghukum 5 anak itu, ia akan dipecat. Ending dari cerita ini sangatlah mengesankan, karena sebenarnya pengirim SMS ancaman itu adalah salah satu dari 5 anak yang dihukum tadi.
10. Ban Jr: seorang anak yang diam-diam merekam guru Fisika yang sedang mengajar. Tiba-tiba hujan turun amat deras, dan lama-lama air menggenangi seluruh sekolah. Ada beberapa murid yang pulang tapi ada juga yang tidak. Akhirnya si tokoh utama merekam semua aksi ga jelas -namun unik- dari anak-anak yang masih berada di sekolah.

Dan beberapa sinopsis lain yang saya lupa. XD Ada yang cerita romance dengan biola dan bunga edelweiss, cerita tentang siswi yang pintar bermain piano, dan sebagainya.
Sinopsis saya sendiri akan dicantumkan di blog ini kapan-kapan. XD

Provoke Art Wave (1)

Event yang saya ikuti beberapa waktu lalu, tepatnya Sabtu tanggal 2 Oktober 2010.
Semuanya berawal ketika saya iseng-iseng membaca majalah Provoke yang memang dibagikan gratis oleh sekolah saya. Di majalah tersebut, ternyata ada lomba sinopsis film dan lomba desain bertema "My School, My Life". Langsung saya tertarik mengikuti lomba sinopsis filmnya.
Saya pun mencoba brainstorming ide yang ditanggapi oleh teman-teman saya. Saya sendiri ingin membuat film bergenre dokumenter, karena kalau bergenre school kok perasaan sudah banyak yang klise... (apa ini karena pengaruh terlalu banyak nonton anime bergenre school life macam K-ON, HOTD, dan sebagainya?). Saya mencoba mengambil 3 ide, yaitu dari sudut pandang guru, penjaga kantin, dan bangku sekolah. Teman-teman saya ternyata lebih condong memilih guru. Akhirnya saya pun membuat sinopsisnya.
Saat dibaca oleh teman-teman saya, ternyata kata mereka kurang klimaks. Jadilah saya menulis satu cerita lagi, remake dari cerita yang saya buat pada masa lampau. Hanya saja, saya terlalu sulit untuk menjelaskannya karena memang jalan ceritanya rada ribet. Kemudian, saya mengumpulkan sinopsis-sinopsis itu dan mengirimkannya lewat e-mail.
Saya sudah hampir melupakan lomba itu hingga suatu hari, tepatnya Selasa, 29 September 2010 menjelang malam hari, saya ditelepon oleh nomor tak dikenal. Saya kira itu adalah telepon dari Gagas Media karena saya juga mencalonkan diri sebagai first reader di sana. Ternyata telepon itu berasal dari majalah Provoke, yang mengatakan bahwa saya terpilih menjadi satu dari sekian finalis yang lolos ke grand final Provoke Art Wave. Eventnya sendiri akan diadakan hari Sabtu, di Binus International di dekat Senayan City. Saya sempat bingung, secara hari Sabtu saya tetap sekolah. Namun, akhirnya setelah berbagai proses, saya berhasil mendapatkan izin dari guru untuk mengikuti lomba itu. XD
Masalah selanjutnya adalah, saya diminta untuk membuat presentasi, tapi sebenarnya saya adalah orang tipe 5 sejati dari eneagram. Terlebih lagi, saya juga mengirimkan 2 sinopsis, sehingga saya bingung yang mana yang harus dibuat presentasi. Akhirnya, dengan keterbatasan waktu karena harus belajar biologi untuk ulangan hari Seninnya, saya membuat 2 sinopsis. Tanpa gambar, tanpa apapun. Benar-benar tidak niat, walaupun sebenarnya saya bisa membuat yang jauuuhh lebih baik dari itu.
Bersambung ke part 2~

Matibeku Clues (Stage 8)

Karena terlalu lama vakum maen nih online riddle game (lupa URL-nya melulu sih), jadi baru post sekarang deh...

-92
Level yang serupa tapi tak sama dengan salah satu level terkenal di stage 7, "Kyon-kun, denwa!". Hanya saja, pembuat level ini bukanlah Tangleons (yang membuat level "Kyon-kun, denwa!"), jadi cara yang digunakan untuk menyelesaikan levelnya pasti berbeda dengan level "Kyon-kun, denwa!".
Ah, ya, dan level ini juga dejavu dengan salah satu level Matibeku yang bukan dibuat oleh Tangleons (saya lupa, antara wangsa atau yamiza).

-93
saya lupa levelnya yang mana --a


-94
Level yang URLnya saya lupa melulu, jadi lamaaaaaa banget selesainya ==
Buka daleman, ada 2 pertanyaan. Pertanyaan pertama untuk lapis satu, dan pertanyaan kedua untuk lapis dua.
Lapis 1: cari nama lain di pertanyaan pertama, nanti ketemu converter khususnya
Lapis 2: cari di om nama lain dari pertanyaan kedua. Kemudian bolak-balik dengan converter yang ada sampai membentuk apa yang dimaksud. Kalau sudah, klik, deh...

-95
Cari judul puisinya, abis itu liat judul...
Carilah the last speaker dari bahasa yang termasuk bahasa yang ditulis di judul puisi, dan deket2 kekerabatannya sama bahasa yang ditulis di judul riddle.
(Tapi saya sih bruteforce aja hohoho)

-96
Liat gambar, cari tahu lebih banyak tentang gambar tersebut, terus cari tahu apa itu "line" yang dimaksud.

-97
Ubah huruf-huruf itu sehingga mudah dibaca, terus bagi menjadi 3 kalimat
Kalimat 1: pilih salah 1
Kalimat 2: jawab ke tempat yang dituju
Kalimat 3: cari frase yang searti dengan kalimat ini
Habis itu tulis jawabannya deh... gabungkan jawaban kalimat 2 dan 3..

Hasil Tes Bakat

Beberapa hari yang lalu saya menerima hasil tes bakat, yang sudah saya ceritakan di beberapa entri sebelumnya.
Hasilnya, fakultas yang saya pilih sama persis dengan apa yang saya inginkan. Hanya saja, urutannya berbeda. Fakultas sastra di posisi pertama, disusul fakultas bioteknologi dan teknik kimia. Menyedihkan sekaligus miris, bukan? Anak IPA kok paling cocok masuk sastra.... *plak*
Kalaupun mau sastra, saya maunya Sastra Jepang atau Indonesia, di UI. Alasannya, selain itu universitas top 5 Indonesia yang paling dekat tempat tinggal saya, saya juga terlanjur ikut BTA. Lagipula, UI sudah terkenal sebagai penyelenggara event tahunan Jepang kedua terbesar di Indonesia setelah Jak Japan Matsuri: Gelar Jepang UI. Saya tak tahu anak diluar jurusan Sasjep boleh ikut jadi panitia GJUI atau tidak sih... Tapi maunya, walau harus masuk FK (yang ini pilihan ortu) sekalipun, tetap boleh jadi panitia GJUI... XD
Tentunya akan sangat menyenangkan jika seorang otaku dan hikikomori tingkat menengah boleh bekerja di bidang yang berbau kejepangan, entah jadi penerjemah, pembuat buku, atau bahkan... kerja di majalah tentang kejepangan yang kantornya di Bandung itu!!! *tau kan apa*
Dan Sastra Indonesia tentunya sangat berguna untuk mengembangkan keterampilan menulis saya, walaupun saya tahu bahwa alumni Sastra Indonesia dianggap "tidak menjanjikan", dan banyak juga penulis yang waktu kuliah tidak mengambil jurusan sastra tapi tetap menjadi penulis terkenal == *ngomong apa sih saya*

Tentang minat, di sana dikatakan bahwa saya paling menyukai 3 bidang yang semuanya menggunakan otak kanan: sastra, seni, dan musik. Sangat tepat, secara hobi saya memang di sana (membaca, menulis, menggambar, mendengarkan musik, dan sekarang lagi senang-senangnya men-cover lagu dengan software Vocaloid). Dan bidang yang tidak saya sukai.... hmmm... saya lupa, dan malas melihat hasil tes bakatnya. XD

Lalu di sana ternyata juga ada hasil tes IQ. Tidak disangka saudara-saudara, IQ saya 137! Saya jadi curiga apa hasil tes ini tertukar dengan yang lain yah... Secara saya tidak pintar-pintar amat di sekolah (kecuali waktu SD dimana nilai-nilai saya mirip dengan tokoh utama serial novel yang sedang saya kerjakan). Ada yang bilang kalau makin tua seseorang, IQ nya semakin menurun. Apa ini berarti... waktu SD dulu IQ saya >150? Hmm... mungkin saja ==a