Selasa, 22 Desember 2009

Shii

Rasanya sudah setahun... ah, lebih, bahkan.. sejak saya menggunakan nama ini.
Pertama kali saya mengenal dunia maya, saya terkenal dengan nama pi-chan_kawaii. Tapi setelah ada kesamaan nama di salah satu forum, jadi saya mengubah nama saya menjadi shii_chan. Nama shii sendiri diperoleh dari ilham (?) saat saya iseng mengubah nama asli saya menjadi katakana.
Shii (terserah, mau disebutnya shi-i atau shi, tapi biasanya sih disebutnya shi), setelah dipikir-pikir, juga mengandung banyak arti:
-bagian nama asli saya (pastinya)
-bagian nama Jepang saya (yang dari nama asli juga): Yukiko Shirayama, jadi kalau ada yang bilang nama Jepang saya "Shii" itu salah...
-bagian dari 2 karakter saya yang juga dari nama asli: Shin Yurihara dan Yuriko Shirayama
*jangan kebalik ya antara nama Jepang dan nama karakter saya... saya juga sering kebalik sih XP*
-kalau disebut "shi", salah satu artinya adalah "syair"... (dalam bahasa Jepang), pas dengan saya yang memang suka all about literature.. dan arti yang lain adalah "4" dan "death"... 4 adalah angka yang entah kenapa sangat akrab dengan saya: keluarga saya anggotanya 4 orang, nomor rumah saya 34, blok C4, rumah nenek saya nomornya 4, dan seterusnya... sedangkan "death" adalah tema favorit saya terutama dalam membuat cerita...
-tak terlalu pasaran dibandingkan nama yang sebelumnya saya pikirkan: "Yuu" dan "Yuri".. lagian kalau pakai nama Yuri, tar saya dikira yuri(lesbi)... (?) *dihajar semua yang namanya Yuri*
-tak terlalu Jepang dibandingkan 2 nama yang saya sebutkan di point sebelumnya, jadi tak masalah mau di forum manapun... bahkan di forum non-Jepang
-nama salah satu boneka saya... dan bagian dari beberapa nama boneka saya *yang ini ga penting =="*
-bagian dari nama 2 artis Jepang favorit saya: Yui YoSHIoka dan YoSHIki HayaSHI.. *plak*
-bagian dari nama negara saya tercinta (kalau di-katakana-kan): IndoneSHIa *OK, ini rada maksa*
-dan beberapa arti lainnya

Entah kenapa, walau baru setahun, tapi nama ciptaan saya sendiri ini sudah mengakar dalam diri saya. Entah karena kalau disebutkan jadi mirip salah satu nama panggilan asli saya... atau bagaimana, ya... Yang pasti, di dunia maya saya selalu pakai nama ini... Dan saat gathering pun saya dipanggil "Shii", beberapa lainnya memanggil saya dengan nama asli.

Banyak yang bilang nama ini mirip nama cowok, memangnya benar, ya? Tapi banyak yang kira saya cowok, sih... Bahkan salah satu orang yang saya pernah kenal di dunia nyata pun pernah bilang kalau bahasa saya mirip bahasa cowok. (Sedangkan banyak cowok yang saya kenal yang ngomongnya pakai bahasa cewek *yang merasa, jangan tersinggung ^^*)

Kenapa saya pakai nama Shii dan bukannya Shi?
Karena menurut salah satu bab dalam pelajaran Bahasa Jepang, "shi" itu kadang di beberapa kata "i"nya dihilangkan, jadi biar tetap disebut "i"nya, maka jumlah "i"nya saya buat jadi 2...

Sekian...

Evaluasi Akhir Tahun: Harapan dan Resolusi

Saat saya menulis ini (22 Desember 2009), tak terasa tepat 10 hari lagi tahun 2009 yang penuh kenangan ini akan segera berakhir. Dan tahun depan saya akan menjadi bingung tentang penyingkatan tahun. Haruskah saya menuliskan '10? Agak aneh sepertinya, ya...
Tapi yang pasti, waktu makin cepat berlalu. Rasanya baru beberapa waktu yang lalu ketika tahun 2000 datang, eh, tak tahunya sekarang sudah hampir tahun 2010. Saya ingat sekali pas tahun 2000 dulu, saya membaca majalah Bobo, ada artikel di sana yang mengatakan "tahun 2010 akan ada robot untuk taksi", dan sekarang, menjelang tahun 2010, kita semua tahu bahwa yang dituliskan di artikel itu sudah ketinggalan zaman. Teknologi robot itu sudah ada entah dari tahun berapa. (Malah sekarang yang lagi "in" adalah menuliskan apa yang sedang kita pikirkan atau lakukan di status-status jejaring sosial...)
Nah, kembali ke topik utama. Rasanya baru sebulan setelah malam hari di sebuah hotel di Bandung, saya meng-SMS ucapan "Selamat Tahun Baru 2009" ke teman-teman saya. Sekarang, kejadian itu akan terulang lagi... Tapi tentunya di hotel yang berbeda~~


Apa saja ya yang sudah saya lakukan selama tahun ini? Hmm... banyak hal sepertinya... (Keterangan lengkap lihat entri-entri blog ini)
Mengalami banyak kemajuan dalam berbagai hal, misalnya:
-Dalam menggambar, saya belajar untuk menggambar dan mewarnai secara digital
-Menerbitkan buku di bulan Oktober lalu
-Membuat 3 blog (blog ini, blog resensi, dan blog tentang aspirasi saya)
-dan beberapa lainnya

Tapi tentu saja ada beberapa hal yang menyedihkan (kemunduran), misalnya:
-Nilai Bahasa Indonesia saya yang untuk pertama kalinya (dan semoga yang terakhir kalinya) remedial... (Padahal sebelumnya selalu diatas rata-rata, bahkan kerap kali menjadi yang tertinggi di kelas)
-dan beberapa lainnya

Ada beberapa hal baru yang saya temui, misalnya:
-Mengenal visual kei (bahkan ketika menulis entri ini saya sedang mendengarkan salah satu lagu dari salah satu band visual kei)
-Mengenal "Auchisuya"
-Pergi ke luar negeri
-Mendapatkan HP dan laptop baru
-dan beberapa lainnya

Ada beberapa hal yang menghilang namun ditemukan kembali, misalnya:
-2 orang yang sempat lost contact, namun berhubungan kembali dengan keduanya sekitar bulan Juli lalu... (Namun amat disayangkan, hubungan dengan salah satu dari mereka kini mulai mengendur kembali... semoga tidak lost contact lagi)
-Kembali belajar piano lagi mulai sejak setelah ulangan umum (tapi sekarang secara otodidak)
-dan beberapa lainnya

Penyesalan:
-Datang ke UNJ... yang benar-benar masih saya sesalkan sampai sekarang...
-Bertemu dengan "dia"... Yang benar-benar tak bisa diharapkan...
-Menuliskan penyesalan-penyesalan di sebuah buku... Sekarang saya bingung itu buku mau dikemanakan =="
Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka menyesal... Let it flow saja lah... Saya juga bingung, kenapa waktu itu saya menuliskan penyesalan-penyesalan di buku, ya =="
-Masuk IPA (?) -hmm hmm... kalau yang ini saya masih agak bingung, karena saya maunya masuk DKV... tapi kalau masuk IPS, saya maunya masuk Psikologi... Bahasa, saya mau masuk Sastra Jepang atau Sastra Indonesia... pilih yang mana ya... -
-dan sebagainya


Resolusi tahun depan (tidak urut):
-Bisa belajar piano lagi
-Rencana membentuk band terwujud
-Bisa menjalin hubungan dengan beberapa orang yang lost contact namun ingin saya hubungi lagi
-Bisa berpartisipasi dalam IYC (kalau bisa sebagai perwakilan provinsi, tapi kalau tak bisa, jadi panitia atau minimal datang, lah...)
-Bisa bertemu dengan "beberapa orang"...
-Lulus dengan nilai memuaskan
-Rata-rata Kimia HARUS diatas 9!!
-Bisa cosplay minimal 2x
-Menerbitkan buku ke-2
-Mendaftar ke jurusan DKV atau Psikologi atau Sastra Jepang atau Sastra Indonesia... atau Komputer (terserah, mau TI, SI, atau sebagainya) atau Teknik Kimia atau Arsitektur atau Ilmu Politik atau atau atau atau atau........ *buset ternyata banyak amat yang mau dimasukin*, apa aja deh, asal jangan KEDOKTERAN
-Membuat forum internet (ga puas cuma jadi staff)

Bagi Rapor

Akhirnya hari ini rapor dibagikan juga, artinya besok saya bisa libur sekolah seperti anak-anak lainnya XDDDD
Secara umum saya lumayan terheran-heran dengan rapor saya kali ini. Tidak menyangka bahwa Kimia saya, yang saya yakin rata-rata di rapor diatas 90, malah dapat 86 saja.
Beberapa nilai lainnya juga begitu. Ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari perkiraan.
Tapi yang saya tangkap adalah, mungkin saya harus belajar lebih baik lagi...
Walau ada nilai yang memuaskan, nilai yang tidak memuaskan, maupun nilai yang saya tidak menyangka hasilnya lebih tinggi dari perkiraan...
Yah, sekian ^^

Japan Douzei

Karena saya sudah lama tidak menulis tentang event-event yang saya ikuti (karena kebetulan memang sedang jarang ikut event), jadi saya memutuskan untuk menuliskan ini.
Jadi, pada tanggal 20 Desember 2009, ada event Jepang, yaitu Japan Douzei di GOR Pasar Minggu. (Info lengkap silakan cari sendiri ^^)
Nah, karena ajakan beberapa teman dunia maya yang ke sana, akhirnya pergilah saya ke sana. Rencananya saya akan tiba di sana sekitar jam 1 siang. Kebetulan hari ini saya punya banyak acara *halah*. Makan siang di Bandar Jakarta, kemudian ada undangan pernikahan saudara jam 7 malam. Nah, sisa waktu diantara itu yang rencananya akan digunakan saya pergi ke Japan Douzei.
Dua kejutan terjadi secara bersamaan pagi harinya. Beberapa orang yang ingin saya temui mendadak tidak jadi datang, sedangkan di saat bersamaan, seseorang yang tidak ingin saya temui malah datang. Saya jadi bingung, apa sebaiknya saya jadi datang atau tidak. Akhirnya saya mendiskusikan masalah ini dengan seseorang, dan dia bilang intinya "Ya sudah datang saja, kalau ketemu sama *beeeeppp* (nama orang yang tidak ingin saya temui), menghindar saja"
Saya melewati pagi hari dengan menonton DVD anime yang sebenarnya sudah sangat lama saya beli, namun karena tak ada waktu jadi saya belum menontonnya sampai sekarang: Lucky Star dan Kuroshitsuji. Setelah menonton 3 episode anime Lucky Star (saya baru tahu ternyata Lucky Star tak ada cerita intinya), dan Kuroshitsuji, tapi karena Kuroshitsujinya macet, jadi saya ingin mendownload animenya dari internet saja. Setelah itu saya mengecek FB saya sebentar, menyimpan beberapa nomor hape orang-orang yang saya ingin temui di Japan Douzei.
Sekitar jam 11, orangtua saya mengajak kami untuk makan di Bandar Jakarta. Kemudian, pergilah kami ke Bandar Jakarta, dan sampai di sana sekitar pukul 11.50. Selama itu, saya terus memantau lewat beberapa teman yang sudah sampai di GOR supaya saya bisa datang setelah orang yang tidak ingin saya temui itu pulang. Karena pesanan makanan datang amat sangat lama (sekitar lebih dari 30 menit), akhirnya kami baru keluar dari Bandar Jakarta sekitar jam 1 lewat, sedangkan pada saat itu seharusnya saya sudah sampai di GOR. Saya pun meminta maaf kepada teman saya karena pasti akan datang telat.
Kemudian saya pergi ke Pasar Minggu diantar orang tua (tadinya mau menumpang teman, tapi karena ada undangan pernikahan, jadi supaya cepat pulang, diantarlah dengan mobil), tapi lewat jalan biasa, karena kalau lewat jalan tol mereka tak tahu turunnya di Taman Mini atau di mana. Sebetulnya kami tidak tahu jalan menuju GOR Pasar Minggu, jadi saya menanyakan kepada teman saya jalan menuju ke sana. Dan setelah beberapa saat (sampai nyasar di daerah Ragunan), akhirnya kami tiba di tempat event sekitar jam 1/2 4 sore. Pertama kali tiba di tempat event, saya agak tak percaya. Tempatnya tidak terlalu ramai, dan menurut saya terlalu kecil untuk dijadikan tempat event ==". Tapi melihat banyak yang memakai kostum cosplay, dan ada spanduk kecil bertuliskan "Japan Douzei", akhirnya saya mencoba untuk melihat-lihat dulu. Saya meng-SMS teman-teman yang ingin saya temui (yah... kebetulan pulsa saya tinggal tersisa pulsa SMS saja). Ternyata banyak diantara mereka yang sudah mau pulang. Saya menunggu di depan, tempat tiket, sambil melongok ke dalam, mencoba melihat apa yang ada di dalam. Tapi yang saya lihat hanya panggung dengan penyanyinya, dan ada banyak orang berkumpul di dekat panggung (benar-benar seperti konser biasa). Saya tidak melihat (atau memang ada tapi saya tidak melihatnya ya?) stand-stand yang biasanya ada di J-Event. Karena saya merasa "Loh kok event Jepang ga ada standnya? Yang bener, nih? Masa cuma ada band doang?"Akhirnya saya memutuskan untuk tak masuk dan menunggu di luar saja. (Apalagi saya sedang krisis keuangan karena sedang menabung untuk cosplay, sedangkan untuk membeli tiket masuk saja dibutuhkan pengorbanan tidak jajan beberapa hari).
Karena orang-orang yang ditunggu tidak datang-datang, sedangkan waktu terus berjalan, dan sorenya ada acara, akhirnya saya pulang dengan tidak menemukan siapa-siapa.
Yah, begitulah ceritanya... Saya jadi belajar kalau "Ada event yang memakai tiket masuk, mending tidak usah datang, mending uangnya ditabung untuk cosplay di event yang gratisan..." *dihajar rame-rame*
Semoga para pembuat event Jepang berbaik hati sehingga semua event menjadi gratisan (banyak sponsor tidak apa) jadi saya bisa datang di semua event~~~ *maunya*

Rabu, 16 Desember 2009

Cosplay di Indonesia

Saya pernah menulis tentang ini belum, ya...

Cosplay atau kalau di-Jepang-kan menjadi "kosupure" berasal dari kata "costume play". Ini adalah sebutan untuk gaya berpakaian yang meniru tokoh anime, manga, atau game Jepang. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman, cosplay juga ada yang original, dengan berbagai style tentunya, seperti gaya Harajuku, gothic lolita, dan sebagainya.
Di Indonesia, cosplay juga banyak digemari, tidak hanya di event-event Jepang saja. Beberapa event non-Jepang juga kerap kali mencantumkan cosplay sebagai acara mereka. Hal ini dikarenakan cosplay itu sangat menarik untuk sebagian besar orang.
Saya sendiri belum pernah cosplay, tapi beberapa bulan ke depan saya akan cosplay, makanya mau menabung dari sekarang. Dan untuk rencana itu juga, saya menanyakan tentang cosplay ke beberapa cosplayer, mulai dari yang biasa saja sampai yang profesional. Data-data itulah yang akan saya tulis di sini.
Menurut mereka, biaya rata-rata untuk membuat 1 kostum minimal 300 ribu, tergantung kerumitan kostum dan kualitas tentunya. Lama pembuatan juga bergantung pada kerumitan kostum, tapi biasanya 1-2 minggu juga sudah jadi. Untuk kostum yang rumit seperti kostum tokusatsu (robot-robot macam Power Rangers, Kura-kura Ninja, dll, tapi yang ada di Jepang, misal: Kamen Rider), biayanya lebih besar dan waktu pembuatannya lebih lama lagi.
Untuk aksesoris biasanya tergantung kreativitas masing-masing. Tentu saja disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada.
Sekarang saatnya memaparkan pengamatan saya terhadap cosplayer yang biasanya muncul di event-event Jepang yang saya hadiri.
Sebenarnya menurut saya, kalau kita punya kreativitas yang tinggi, baju biasa pun bisa jadi baju untuk cosplay. Tinggal ditambahkan aksesori saja, jadi lebih menghemat bahan. Apalagi untuk yang cosplay original.
Lalu saat memakai kostum yang ada, seperti drama, kita bisa berperan sesuai karakter yang kostumnya kita pakai untuk cosplay. Tak peduli aslinya kita sifatnya seperti apa. Waktu difoto pun, kita bisa menirukan gaya-gaya tokoh tersebut. Untuk itu, sebelum melakukan cosplay, kita dapat melakukan riset dari jauh-jauh hari terhadap karakter yang akan kita perankan. Menurut saya, akan lebih mudah apabila kita memerankan karakter ciptaan kita sendiri, karena sifatnya bisa sesuai keinginan kita. Kadang tak mudah untuk memerankan karakter yang sifatnya tak sesuai dengan kita. Biasanya cosplayer yang bagus dan menarik perhatian adalah cosplayer yang baik penampilan dan karakternya mirip dengan karakter yang diperankan. Semakin mirip, semakin baik. Walaupun kostumnya sudah dibuat sedemikian detail dan bagus, kalau penghayatan si cosplayer kurang, hasilnya pasti kurang bagus. Begitu pula sebaliknya.

Otaku di Indonesia

Otaku adalah sebutan untuk maniak tingkat tinggi terhadap sesuatu, biasanya terhadap anime, manga, atau game. Istilah otaku ini berasal dari Jepang yang artinya "rumah". Saat ini otaku bukan hanya di Jepang. Karena era globalisasi, maka fenomena kecintaan terhadap Jepang, terutama anime, manga, dan gamenya, berkembang di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Agak berbeda dengan Jepang, berdasarkan saya, otaku di Indonesia agak berbeda. Kalau di Jepang, otakunya bisa mencapai tingkat "ekstrim", misalnya punya bayangan mempunyai pasangan dari tokoh anime, antisosial (bahkan dengan sesama otaku sekalipun), kerjaannya setiap hari kalau tak main game, baca manga, nonton anime. Di sini, berdasarkan penelitian secara tak langsung yang saya lakukan, otaku di sini berarti "Anime, manga, and J-game lover", jadi bisa lebih sosial, tetapi pembicaraan antar otaku tidak mudah dipahami oleh "orang biasa" (orang biasa disini maksudnya adalah orang yang tidak mengerti dan mengetahui anime, manga, atau game). Kadar otaku di sini juga bermacam-macam. Saya akan mencoba mengelompokannya dari kadar terendah sampai tertinggi:
-Level 1: Hanya mengetahui anime, manga, dan game yang terkenal saja. Anime yang ditonton biasanya sudah diputar di TV nasional. Manga dan game hanya yang terkenal saja, contoh: Naruto, Bleach, Conan, dsb. Sulit dibedakan dari "orang biasa".
-Level 2: Mengetahui anime, manga, dan game yang tidak diputar di TV nasional (bisa di TV berbayar, DVD, dsb.), manga yang dibaca juga lebih bervariasi, begitu pula gamenya.
-Level 3: Mencari anime, manga, dan game yang "langka". Membuat kostum (untuk cosplay), fanfic, fanart dan pairing-pairing dari anime, manga, atau game.
-Level 4: Anime, manga, atau game sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Semakin tinggi levelnya, semakin otakulah ia. Semakin menjauh dari "orang biasa"...
Nah, level manakah kalian? Saya sih level 2,25 sepertinya... Saya membuat beberapa fanart dan beberapa pairing, tapi tidak berniat untuk mencari anime, manga, atau game "langka". Tapi kalau kalian mengenal saya di dunia nyata, saya terlihat tidak tampak seperti otaku. Nah, satu lagi. Penampilan otaku di sini bisa menipu. Orang yang sebenarnya otaku bisa terlihat seperti "orang biasa" dan begitu pula sebaliknya. Jadi, berhati-hatilah. ^^

Another Controversial Topic (?)

Ya... ya... Saya tahu kalau dimanapun, lomba yang diadakan, biasanya tidak boleh menyinggung unsur SARA. Namun, karena terinspirasi oleh pembicaraan saya dengan seseorang barusan, yang membuat saya teringat akan percakapan saya dengan orang yang berbeda (tapi dengan topik yang hampir sama) beberapa waktu lalu, saya memutuskan untuk membuat ini, dengan berbagai resiko. Mungkin blog saya ini akan dihapus, mungkin entri ini akan banyak dikomentari, saya juga belum tahu reaksi yang terjadi. Tapi saya akan berusaha untuk bersikap universal, tidak memojokkan suku, agama, atau ras tertentu. Karenanya saya hanya menyampaikan pendapat saya, tidak menyebarkan kuesioner atau semacamnya (lagi).

Masalah SARA itu memang tidak ada habisnya. Selama belum ada kesadaran dari pihak yang bertengkar, pasti tidak akan ada penyelesaiannya. Kita tentu sering mendengar konflik antar suku, agama, atau ras. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena kecemburuan, karena "doktrin" yang telah disampaikan orangtua secara turun-temurun, dan sebagainya. Harus diakui bahwa sebagian besar penduduk Indonesia menganut primordialisme dan sektarialisme. Seseorang pernah berkata pada saya bahwa "Boleh saja kita berkata bahwa kita ini nasionalis, tapi coba misalnya kalian mau menikah dengan orang yang agama atau sukunya berbeda dari kalian, apakah orangtua kalian akan setuju? Kalau tak setuju, artinya tak Bhinneka Tunggal Ika dong... Kan harusnya kita menghargai perbedaan, walau dari agama, suku, atau ras berbeda..."
Yah, saya separuh setuju dengan pendapat seseorang tersebut. Bangsa yang baik seharusnya menghargai perbedaan. Lihat saja contohnya Amerika. Walau sekarang masih kontroversial, tapi terpilihnya Obama sebagai presiden AS membuktikan bahwa mereka sudah mulai mencoba menghargai perbedaan. Orang kulit hitam adalah minoritas di AS, sedangkan mayoritas pemilih memilih Obama sebagai presiden mereka.
Saya sendiri tidak membeda-bedakan suku, agama, atau ras tertentu. Bagi saya semuanya sama... suku apapun, agama apapun, ras apapun, dari negara manapun... Saya tidak mengagung-agungkan dan mencela suku, agama, atau ras tertentu, sekalipun itu suku, agama, atau ras saya sendiri. Semuanya netral saja. Sayang kebanyakan dari orang yang saya ketahui, telah di"doktrin" agar membenci SARA tertentu. Bagi saya, tak ada interpretasi, terutama yang negatif, terhadap SARA tertentu. Sikap seseorang itu ditentukan dari diri orang itu sendiri, bukan dari SARA mereka. Makanya, sebenarnya saya heran, apa tujuan mendiskriminasikan SARA yang berbeda dengan kita? Toh semuanya sama-sama manusia, homo sapiens, ciptaan Tuhan yang paling mulia... Alasan "kami mayoritas", "kami bangsa penguasa" dan lain sebagainya pun bagi saya mengherankan. Memangnya kenapa kalau mayoritas? Bukan berarti seenaknya mencela yang minoritas kan? Dan bagi saya tidak ada istilah "bangsa yang paling mulia" atau semacamnya (seperti paham Jepang, Italia, dan beberapa negara lainnya pada zaman Perang Dunia dulu). Kenapa kalian merasa bangsa kalian paling mulia? Semua bangsa sama, kok. Tak ada istilah "kita sudah ditakdirkan lahir dari bangsa ini, jadi kita harus rela diperbudak" atau sebaliknya, "kita lahir dari bangsa ini, artinya bangsa kita yang paling mulia, sedangkan bangsa lain lebih rendah dari binatang (itu contoh ekstrimnya)".
Sayangnya solusi untuk masalah ini tidak bisa datang dari diri orang lain. Kesadaran kitalah yang menentukan. Apa kita mau mencoba untuk menghargai orang lain yang SARAnya berbeda dengan kita? Apa kita bisa mencoba untuk bersikap netral, tidak mengagung-agungkan maupun menjelek-jelekkan SARA, sekalipun itu SARA kita sendiri? Apa kita mau belajar untuk tidak menginterpretasikan SARA tertentu? Kalau kita mau mencoba, kalau kita mau berusaha, bukanlah impian kalau suatu saat nanti Bhinneka Tunggal Ika akan benar-benar terwujud.

IYC 2010

Note: Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk tujuan promosi, hanya merupakan kesan-kesan saya terhadap event ini. Tulisan ini murni hasil tulisan saya, dan bukan copy-paste dari situs resmi IYC.
IYC atau Indonesian Youth Conference adalah konferensi untuk pelajar usia 15-21 tahun yang memungkinkan setiap peserta untuk mengeluarkan pendapatnya secara bebas. Masalah yang akan ditanggapi berkaitan dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari, misalnya masalah tentang nasionalisme, masalah-masalah daerah seperti kemacetan di Jakarta, dan seterusnya. Konferensi ini akan diadakan dari tanggal 7-9 Juli 2010, dan pada tanggal 10 Juli 2010 adalah acara puncaknya.
Jika diantara kalian ada yang memiliki pandangan tersendiri soal masalah-masalah yang ada, beserta pemecahannya, jangan hanya dipendam saja! Jika ingin, kalian bisa berpartisipasi lewat websitenya di www.indonesianyouthconference.org. Kalian bisa mendaftarkan diri menjadi 1 dari 33 peserta konferensi, atau bisa sekadar menyumbangkan karya kalian. Karya yang akan dipublish bisa dalam bentuk tulisan (contoh: saya iseng-iseng mengirimkan entri blog ini yang berjudul "Keprihatinan Nasional" dan ternyata dimuat...) maupun dalam bentuk foto/gambar, yang mencerminkan pendapat kalian terhadap masalah-masalah di negeri ini.

Minggu, 13 Desember 2009

Korupsi dan Ketidakadilan Hukum di Indonesia

Another "serious" topic from me...
Berhubung saya menulis ini pada hari sebelum saya ulangan semesteran PKn, jadi tak ada salahnya saya mengangkat topik ini. (Daripada mengangkat tentang Malingsia-Malingsia melulu... lebih baik bercermin dulu bukan?)

Telah kita ketahui kasus yang sedang heboh sekarang ini, yaitu tentang ditangkapnya Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto, dua petinggi KPK (namun sekarang sudah dibebaskan, UNTUNGNYA) dan juga yang lebih heboh lagi, kasus Bank Century, kasus yang sebenarnya sudah ada sejak beberapa bulan lalu namun baru diangkat lagi sekarang... (Sepertinya dulu kasus itu sengaja ditenggelamkan? Hmm...)
Tapi yang akan saya bahas sekarang bukan itu... Sudah banyak blog lain yang mengungkapkan pendapat tentang kasus-kasus itu, dan sepertinya pendapat saya sudah terwakili oleh pendapat-pendapat mereka semua... Jadi kali ini yang akan saya bahas adalah tentang (lagi-lagi) keprihatinan saya terhadap ketidakadilan hukum yang ada di negeri ini. Untuk kali ini saya memang tidak menyebarkan kuesioner, namun saya rasa sudah cukup saya melakukan beberapa wawancara secara terselubung dan studi pustaka.


Korupsi. Siapa diantara kita yang tidak pernah melakukan korupsi? Saya yakin, tanpa kuesioner sekalipun, semua orang pasti menjawab pernah melakukan korupsi, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Apa saja kiranya bentuk korupsi yang sering dilakukan? Bermacam-macam, mulai dari menyontek, memakai uang yang diberikan untuk keperluan lain, datang terlambat ke sekolah/kuliah/tempat kerja, sampai (mungkin) melakukan suap ke orang lain.

Karena kita semua pernah melakukan korupsi (saya yakin itu), maka tidak heran apabila Indonesia terkenal akan budaya korupsinya. Kalau sesuatu dilakukan, apapun itu, dari skala kecil, lama-kelamaan pasti skalanya akan makin besar. Maka tak heran, karena sedari kecil kita sudah melakukan korupsi, setelah besar pun kita akan melakukan korupsi, tentunya dalam skala yang makin besar.

Tak seperti kebudayaan tradisional yang harus kita pertahankan, kita harus memberantas perilaku korupsi yang sudah membudaya ini. Dan semuanya bukan hanya tanggung jawab KPK atau lembaga masyarakat saja, kita semua harus terlibat dalam memerangi korupsi. Semua itu bisa kita mulai dari diri kita. Jangan biasakan diri kita untuk melakukan tindak korupsi, walaupun dalam skala kecil. Percuma saja kalau kita berdemo baik secara langsung maupun tak langsung, kalau kita sendiri masih melakukan korupsi.


Soal ketidakadilan hukum, saya sangat prihatin atas beberapa kasus yang telah terjadi akhir-akhir ini. Seperti yang telah kita ketahui, tanggal 7 Desember lalu ada kasus salah tangkap yang dilakukan oleh oknum polisi. Hukuman yang dijatuhkan pada pihak polisi tersebut dinilai tak sebanding dengan rasa malu yang telah ditanggung si korban salah tangkap, dan juga peristiwa tersebut tentunya telah memperburuk citra kepolisian yang sekarang dinilai sangat buruk. Masih segar pula dalam ingatan kita terhadap kasus seorang yang terpaksa bolak-balik ke pengadilan hanya karena ia mencuri buah kakao. Memang ia dibebaskan, namun rasanya aneh saja. Gara-gara mencuri buah kakao sampai harus bolak-balik ke pengadilan, sedangkan koruptor-koruptor di luar sana malah dibiarkan. Belum lagi kasus Prita, yakni menuliskan email yang bertujuan menceritakan ke orang-orang tentang pengalaman buruknya dengan RS OMNI. Pihak RS malah menuduhnya mencemarkan nama baik (Saya jadi teringat akan salah satu entri saya yang menceritakan pengalaman buruk saya dengan salah satu operator telekomunikasi...)dan pengadilan saat ini memutuskan agar Prita dikenai denda 204 juta rupiah. Tapi, bukankah itu berarti melanggar kebebasan berpendapat? Seolah-olah itu menyimpulkan bahwa pihak RS tidak mau menerima kritikan. Kalau memang yang dituliskan itu benar adanya, mengapa tak berefleksi dulu?

Memang saya belum memikirkan penyelesaian untuk masalah yang satu ini, tapi saya rasa alangkah baiknya jika aparat penegak hukum di negeri ini mencoba untuk belajar dari kesalahan yang mereka lakukan selama ini, dan tentu saja, berusaha lebih jujur! Banyak diantara aparat penegak hukum yang tidak adil karena telah menerima suap. Penegak hukum yang baik seharusnya menolak suap tersebut...

Review Ulangan Semester 1 Tahun Ajaran 2009/2010

Kontras dengan ulangan mid semester 1 yang diselenggarakan sekolah saya beberapa minggu lebih cepat dibandingkan sekolah-sekolah lain, ulangan semester 1 di sekolah saya justru diselenggarakan lebih lambat dibandingkan sekolah-sekolah lain. Ketika sebagian besar sekolah sudah mengakhiri ulangan semester 1 mereka tanggal 4 Desember, dan sebagian lagi tanggal 9 Desember, sekolah saya justru memulai ulangan umumnya pada tanggal 7 Desember dan berakhir tanggal 12 Desember. Berikut kesan-kesan saya terhadap ulangan umum kali ini:
7-12
Religio: Seperti biasanya, lumayan mudah, hanya saja kali ini dalam PG-nya saya mengandalkan insting dalam beberapa soal...
Kimia: Diantara sekian mata pelajaran yang diujikan, saya paling yakin nilai saya paling bagus dalam ujian ini. Soal-soalnya sangat mudah, baik PG maupun esai. Semoga kalau pensilnya tidak error dan beberapa kesalahan teknis lainnya, saya bisa mendapatkan nilai rata-rata diatas 9 untuk rapor semester 1...

8-12
Fisika: Ada beberapa soal yang saya tidak dapat jawabannya, ada juga yang lupa rumusnya, dan baru saya ingat tepat ketika saya mengumpulkan jawaban ujian.
Olahraga: Lumayan, walau dalam esai ada satu soal yang benar2 membutuhkan kemampuan mengarang saya...

9-12
Biologi: Ada 1 soal esai yang sepertinya salah total... Tapi secara keseluruhan sih, lumayan...

10-12
Matematika: Mungkin ini yang paling mengkhawatirkan, mengingat hampir semua teman sekelas saya juga berpendapat demikian. Waktunya saya rasa sangat tidak sebanding dengan jumlah soalnya... 1 soal membutuhkan waktu kira-kira 5 menit, sedangkan menurut perhitungan waktu, 1 soal maksimal 3 menit. Alhasil, banyak yang seharusnya saya bisa, namun karena keterbatasan waktu, terpaksa mengandalkan insting...
B. Indonesia: PGnya tergolong "sangat mudah", hanya saja esainya ada 1 soal yang mempergunakan sebagian teknik mengarang saya... yaitu "Sebutkan 4 unsur keunggulan buku yang diresensi". Karena gurunya lumayan textbook, jadi saya kurang yakin. Cukup ironis, mengingat saya merupakan admin dari blog resensi buku (http://resenshii.blogspot.com) dan salah satu anggota milis resensi buku. Catatan Bahasa Indonesia saya baru saya pelajari ketika istirahat karena saya meminjamkannya kepada seseorang hari sebelumnya, namun tak berhasil menemukan orang itu sehingga orang itu baru mengembalikannya ketika istirahat menjelang ulangan Bahasa Indonesia. Karena tak membaca tentang resensi itulah, saya menuliskan apa saja aspek-aspek yang saya nilai dari buku-buku yang saya resensi selama ini, dan juga menggunakan sebagian teori dalam penerbitan buku yang saya dapatkan di sebuah forum.

11-12
B.Inggris: Mudah, hanya saja di salah satu nomor esai saya tidak yakin benar atau salah. Selebihnya, saya cukup optimis.
Sejarah: Sebenarnya mudah, hanya saja saya kurang membaca dengan baik bahan ulangan yang ada sehingga saya tidak mempelajari bahan tersebut.

12-12
PKn: sebenarnya gampang, hanya saja ada satu soal yang setelah dilihat, saya hanya mendapatkan poin 2,5 dari 5 poin, yaitu "Sebutkan menteri perempuan (5) yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2!!!" Saya tak perlu menyebutkan mana yang salah dan yang mana yang benar...

TIK/Komputer: sangat amat mudah... lebih mudah dari Kimia bahkan!!

Selasa, 24 November 2009

Penyesalan...

Kemarin Sabtu (21-11-09) guru les Inggris saya bertanya pada saya, intinya "Apa yang kamu sesali??"
Kalau saja dia menanyakan itu minggu depan, pasti saya akan menjawab "Saya menyesal karena saya bermain internet Minggu pagi kemarin"
Kenapa? Mari saya jelaskan...
------
Kejadian bermula dari beberapa bulan yang lalu, tepatnya sekitar libur Lebaran. Saat itu, saya mengetahui bahwa tanggal 21-22 November ada Bunkasai (Festival Jepang) di UNJ.
Pada gathering Auchisuya yang berlangsung akhir libur Lebaran lalu, kami pun membahas tentang rencana gathering kami untuk kedua kalinya, yakni di UNJ tanggal 22 (hari ini). Dan saya dan beberapa Auchisuya lainnya akan cosu gothic lolita.
Tentu saja saya sangat menanti-nantikan hari itu. Itu adalah kali pertama saya cosu!! Bahkan saya sudah merencanakan bermacam-macam proyek yang akan saya lakukan selama di UNJ, beberapa transaksi video anime, dan sebagainya. Tentu saja saya rencananya juga akan melaksanakan gathering dengan anak2 YUI-indo dan Teru-teru Bozu serta beberapa teman sekolah saya, dan pastinya saya akan menulis review acara yang menyenangkan itu di blog ini.
Namun, semua rencana itu perlahan-lahan hancur, dan puncaknya tentu saja hari ini.
Pertama, seminggu sebelum hari ini, kira-kira hari Kamis, saya bilang ke salah satu Auchisuya bahwa tidak akan keburu untuk membuat kostum cosplay, walaupun sudah ada desainnya. Akhirnya saya memutuskan datang ke UNJ memakai baju saya yang memang mirip baju cosplay.
Kedua, kehancuran yang menyedihkan, terjadi kemarin. Masalah transpotasi, anak-anak Teru-teru Bozu tidak memberitahu saya bahwa ada kumpul-kumpul kemarin yang membahas tentang transportasi ke UNJ. Mulanya saya langsung tidak niat dan tidak mau ke UNJ lagi, dan akhirnya setelah berpikir sebentar, saya memutuskan memaafkan mereka dan positif ke UNJ.
Ketiga, tadi pagi. Tadi malam sekitar jam 1 malam saya terbangun karena entah kenapa kepala saya sangat sakit. Dan tadi pagi, saya bangun sekitar jam 8. Setelah mandi dan baca koran saya memutuskan untuk online. Di sini saya rasa merupakan kesalahan terbesar saya.
Harusnya mungkin saya tidur lagi atau mengerjakan tugas. Tapi saya online, dan entah kenapa tiba-tiba saya merasa pusing. Sangat pusing hingga untuk duduk saja tidak bisa karena terlalu pusing. Dengan kondisi seperti itu, mana mungkin saya ke UNJ?
Akhirnya saya meng-SMS semua teman-teman saya yang pergi ke UNJ dan menyatakan saya tidak jadi ke UNJ karena sakit mendadak itu.
Sekarang saat mengetik ini pun saya masih pusing, dan saya tidak cukup yakin bahwa saya bisa bertahan di UNJ tanpa pingsan kalaupun saya pergi sekarang.
Dan penyesalan saya adalah, saya tidak bisa bertemu teman-teman saya, saya tidak dapat mengerjakan proyek saya, tidak dapat meminta video anime, dan lain sebagainya.
Dan terutama, saya tidak bisa menemui beberapa orang yang sudah sangat ingin saya temui sejak lama.
Kesempatan bertemu itu belum tentu datang dua kali, bukan?
Yah... sekarang saya hanya bisa menyesal dan menyesal... Tapi saya berharap, semoga orang-orang itu datang di event berikutnya. Dan dari seseorang, saya juga mendapatkan pengajaran bahwa saya harus sedikit lebih agresif (bukan dalam artian lebih seme... ==") dalam menghadapi suatu hal, atau saya tidak akan dipedulikan oleh orang lain karena kekurangagresifan saya.
Tentu saja, seandainya saja saya tidak online tadi pagi, mungkin saat ini saya sedang berada di UNJ.
Namun semuanya itu sepertinya tinggal kenangan belaka...

Dipaksa (Lagi!!)

Kenapa akhir-akhir ini banyak pemaksaan ya... Padahal menurut salah satu guru saya dulu, "memaksa berarti memperkosa"... Pemaksaan ini saya bahas lagi karena teringat akan pembicaraan saya dengan orangtua saya saat makan malam kemarin.

Bagi yang rutin membaca blog saya *halah, mana ada?* pasti teringat dengan cerita saya beberapa bulan lalu tentang saya yang dipaksa masuk IPA. Sekarang saya sudah masuk di jurusan IPA, dan kemudian saya dipaksa LAGI. Kali ini sasarannya adalah FKUI, alias Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang dari gedungnya saja sudah dapat dibayangkan betapa angkernya gedung itu =="

Hal itu tercermin hampir dalam setiap percakapan, termasuk percakapan kemarin malam. Pokoknya, intinya orangtua saya selalu mengatakan hal-hal misalnya:
1. *sambil melihat sepupu saya yang sekarang di FKUI dan hampir lulus* "Saya (maksudnya, orangtua saya) melihat sepupumu itu jadi membayangkan seandainya kamu juga memakai jas kedokteran yang sama seperti yang dipakainya... Kapan, ya..."
Saya (dalam hati): "Kapan2... saya ga niat... buat apa??"
2. "Kalau kamu dan adikmu masuk fakultas kedokteran dan kemudian kerja, maka ayahmu akan meninggal dengan tenang"
Saya (dalam hati): ==" kalau begitu ya jangan masuk fakultas kedokteran, biar meninggalnya lebih lama... umurnya lebih panjang..
3. "Kapan lagi kamu bisa membuat kedua orangtuamu bahagia? Caranya ya dengan masuk Fakultas Kedokteran!!"
Saya (dalam hati): membuat bahagia kan bisa dilakukan dengan berbagai cara...
4. "Kami tak mau melihatmu jadi orang susah..."
Saya (dalam hati): banyak pekerjaan lain, jurusan lain, selain kedokteran, yang sukses....

Dan alasan-alasan lainnya...
Yah.. kelanjutan dari kisah ini, siapa yang tahu?

Sabtu, 21 November 2009

Jarang Online

Belakangan ini mungkin entri saya akan semakin berkurang hingga akhir tahun 2009 (sekali lagi, MUNGKIN)...
Saya mohon maaf kepada para pembaca setia blog ini (kalau memang ada)
Karena
1. Inet saya sedang error, dan KEMUNGKINAN BESAR karena VIRUS..
2. Saya sedang sibuk... sibuk dengan proyek akhir tahun saya, sibuk dengan ulangan saya.. dan tugas2 sekolah saya..
3. Saya saat ini harus mengurus 2 blog sekaligus... 1 blog lagi selain blog ini ada di http://resenshii.blogspot.com
Adalah blog resensi buku... silakan dikunjungi kalau ada waktu ^^

Sekian dan terima kasih...

Dengan hormat,
Shii
Admin shiichannosekai.blogspot.com

Kisah Tentang PENIPUAN Operator Telekomunikasi

Hm... hm.. sebenarnya saya ragu ini bakal melanggar UU ITE ga ya..
yah... disamarkan saja lah nama operatornya, agar tak dituduh mencemarkan nama baik...

Singkatnya, dulu saya memakai sebuah operator untuk HP saya... yaitu milik PT ******... namanya ******* dari *********... sinyalnya bagus.. ga ada nipu2an.. tapi sayang harganya agak mahal... pulsa saya 1 hari bisa habis lebih dari 5 ribu..
Akhirnya atas anjuran orangtua saya dan beberapa teman saya yang sudah memakai ** duluan, jadi saya pindah ke **..
Pertama kali saya coba memang sinyalnya ga sebagus *******, tapi ** memang jauh lebih murah... hanya dengan mengirimkan 8 sms saja gratis sampai 300 sms ke semua operator (240 ke sesama dan 60 ke lain operator)... 1 sms 150 perak.. dengan kata lain sehari cuma membayar 1200 saja..
Selama itu saya juga sempat berganti2 ke operator lainnya walaupun tidak lama, seperti *, ****, ***, dan lain sebagainya... tapi saya tetap memakai ** sebagai operator utama saya..
Sampai akhirnya hal buruk itu terjadi..
Sekitar seminggu yang lalu, saya SMS-an seperti biasa dengan kartu ** saya.. demikian juga hari-hari berikutnya.. dan ketika hari Minggu sore, ketika saya mengecek pulsa, dan ternyata berkurang banyak sekali! Lebih dari 5 ribu... padahal baru saja melakukan transfer pulsa dari nomor lain ke nomor saya..
Merasa heran, hari Senin saya mengirimkan 8 SMS, dan pada sms yang ke-9, ternyata memang itu dihitung berkurang 150 rupiah, alias tidak gratis! langsung saya menelepon CS ** dan dikatakan bahwa "Ada kesalahan pada manajemen kami. Silakan matikan HP anda 5 menit untuk pengatasan sementara"
Hari berikutnya ternyata masih demikian, smsnya tidak gratis, saya menelepon lagi ke CSnya dan CSnya mengatakan hal yang sama. Dia juga bilang kalau intinya "kok bisa ya? ini gratisnya ga tentu... setelah SMS ke-9, ke-12, dst..."
Hari Rabunya ternyata masih tidak gratis juga, lalu saya menelepon CSnya lagi dan CSnya berkata "Kami sudah melaporkan keluhan anda pada manajemen kami... (Sudah 5 hari lebih baru melaporkan ke manajemen?!) Sistem kami memang sedang ada masalah, nanti kalau sudah normal lagi akan kami beritahu lewat SMS"
Hari Kamis, ternyata masih tak normal!! Dan saya sudah menunggu hingga sampai saat entri ini diketik, tak datang2 juga SMSnya..
Akhirnya karena habis kesabaran, dan telah dirugikan sebesar 10 RIBU LEBIH (mungkin kedengarannya tak terlalu besar tapi saya pernah baca di surat pembaca ada yang gara2 0,01 rupiah saja mengeluh...), belum lagi waktu dan lainnya yang harus dikorbankan, saya memutuskan untuk pindah ke operator lain saja...
Berhati-hatilah untuk Anda pemakai kartu prabayar **, semoga tak mengalami hal serupa dengan saya.

Rabu, 04 November 2009

Review Single UVERworld: Kanashimi wa Kitto

Acoustic edition. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan ketika mendengar ketiga lagu yang terdapat di single UVERworld terbaru ini. Saya baru mendownloadnya pagi tadi sebelum artikel ini ditulis (1 November 2009 malam), padahal sudah beberapa hari lamanya single ini keluar. Single yang covernya bergambar pohon ini entah kenapa mengingatkan saya pada lambang sila ketiga Pancasila, yaitu pohon beringin. Mungkin ini juga disebabkan karena single ini keluar pada 28 Oktober yang notabene adalah Hari Sumpah Pemuda. *apa hubungannya coba?*

Tadinya saya mau membuat first impressionnya seperti pada waktu single GO-ON, tapi karena saya sudah mendengar Kanashimi wa Kitto sebanyak 2 kali, jadi ya tidak bisa disebut first impression lagi.

1. Kanashimi wa Kitto
Lagu utama yang menjadi judul single ini. Awal dari lagu ini adalah akustik yang mengingatkan saya pada Mikageishi, tapi kemudian pada detik ke-24 dan seterusnya, kesan yang saya dapat ketika mendengar lagu ini adalah, lagu ini mirip dengan lagu earthy world, walaupun tak mirip-mirip amat. Sebenarnya lagunya bagus untuk ukuran lagu UVERworld, tapi entah kenapa Takuya (vokalis UVERworld) di lagu ini agak... hmm... bagaimana ya... seperti kehilangan vibrant-nya, jadi sewaktu mendengarkan lagu ini agak disayangkan karena di lagu ini sependengaran saya Takuya sama sekali tak kedengaran vibrant-nya, tak seperti beberapa lagu sebelumnya.

Nilai: 7,9/10

2. Gekiha
Lagu kedua yang penuh kejutan dan termasuk khas diantara lagu UVERworld. Seperti yang saya bilang tadi, acoustic edition, di lagu ini juga dilengkapi dengan iringan gitar akustik. Saya sendiri bingung lagu ini mirip dengan lagu UVERworld yang mana. Dan kesan saat saya mendengar lagu ini, tak bisa saya jelaskan dengan kata-kata...

Nilai: 7,85/10

3. Mikageishi Single Version
Salah satu lagu yang paling saya sukai di AwakEVE ini menurut saya memang sangat cocok jika dimasukkan ke dalam single. Dari segi lirik sepertinya tidak ada perubahan, akan tetapi di bagian awal dimulai dari bagian reff dan dinyanyikan mula-mula acapella, kemudian diiringi dengan biola. Di bagian awal di versi album (ikiteku nagare dst...) tidak ada perubahan dengan versi singlenya, namun di bagian reff dan seterusnya sampai selesai barulah kita merasakan perubahannya. Ada iringan biola di sepanjang lagu. Entah kenapa, mau tidak mau saya langsung teringat pada lagu "I'll Be" dari YUI (salah satu penyanyi Jepang favorit saya), dimana di lagu itu juga menggabungkan gitar akustik dan biola. Tapi, sebenarnya single version Mikageishi ini membuat saya lebih menyukai lagi lagu ini, apalagi ditambah dengan lirik yang artinya mendalam.

Nilai: 7,95/10

Haha... Persaingan ketiga lagu di single kali ini cukup ketat... tidak seperti GO-ON yang dari kesan pertamanya, sudah bisa saya tentukan mana lagu favorit saya. Tapi harus saya akui, semakin lama UVERworld semakin bagus dalam mengeluarkan single... ^^

Minggu, 18 Oktober 2009

Keprihatinan Nasional (2)

Sebenarnya masih banyak, sih, contoh-contoh dari keprihatinan nasional yang saya temui. Namun, untuk mempersingkat, saya tuliskan saja apa solusinya menurut saya.

Nah, menurut saya masalah ini solusinya hanya ada dalam diri masing-masing. Kalau kita sendiri tidak sadar untuk menjaga keutuhan negara kita, siapa lagi? Apa kita mau terus-terusan ditindas oleh negara lain??

---
Sebelum menuliskan entri ke-2 ini saya sempat menyebarkan kuesioner lewat SMS ke sejumlah orang. Pertanyaannya sama dengan yang guru sejarah saya berikan: "Maukah anda pindah kewarganegaraan jika diberikan kesempatan?" Berikut jawaban-jawaban mereka:
-Mau: 4 orang
-Tidak: 6 orang
Tergantung: 2 orang
Hasil yang membuat saya cukup terhibur karena setidaknya jumlah yang menjawab "tidak" makin bertambah ^^

Alasan yang bagus menurut saya: (tentunya diterjemahkan dari bahasa SMS)
-Tidak mau, karena biarpun banyak hal dari Indonesia yang tidak saya suka, tapi saya sangat menyukai negara kita yang punya banyak ragam budaya, bahasa, dan alamnya yang bikin ga nahan.... >w<
Pendapat saya: hoho... sebenarnya saya juga begini ^^
-Tidak. Karena saya sudah menanamkan pada diri saya, kalau hidup saya hanya untuk Indonesia.
-Tidak, karena saya sudah nyaman di Indonesia, apalagi dari kecil sampai sekarang saya di Indonesia, jadi saya tumbuh bersama tanah Indonesia.
Pendapat saya: alasan yang mirip tapi bagus...

-Mau, karena muak dengan Indonesia. Contohnya, kalau Indonesia kaya akan SDA,kenapa banyak yang kelaparan? Banyak yang miskin? Itu karena orangnya BODOH...
Pendapat saya: yah memang sih... tapi apa orang-orang yang sependapat dengan Anda, kenapa tidak tergerak untuk mengubah Indonesia? Pada zaman sebelum kemerdekaan saja, para generasi muda Indonesia bisa bangkit, bersatu, menyatakan Sumpah Pemuda... Bahkan saat sebelum kemerdekaan, beberapa pemuda berkumpul dengan generasi yang lebih tua untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia. Kalau dulu saja bisa seperti itu, masa sekarang tidak bisa? Kita harus bangkit!
----

Ada yang mengatakan bahwa "25 tahun lagi, kalau kondisinya terus memburuk seperti ini, negara Indonesia bisa hancur". 25 tahun lagi siapa yang meneruskan kepemimpinan negara ini? Tentu saja kita, generasi muda Indonesia, generasi penerus bangsa. Tapi kalau kebanggaan menjadi warga negara Indonesia saja tidak ada, kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia, kebanggaan mempunyai budaya yang beraneka ragam, bagaimana jadinya negara ini??

Keprihatinan Nasional (1)

Tulisan ini dibuat hanya beberapa jam setelah saya mengalami kejadian ini dan merenungkannya.

Jadi, di suatu pagi yang cerah di hari Sabtu, di akhir pelajaran Sejarah, guru Sejarah saya menanyakan kepada satu kelas,
"Seandainya kalian diberi kesempatan untuk berpindah kewarganegaraan selain Indonesia, apakah kalian akan melakukannya? Jawab dengan jujur!"
Tak seperti yang saya duga, kira-kira ENAM PULUH PERSEN dari satu kelas mengangkat tangan.

"Sekarang, berapa orang di antara kalian yang tidak akan berpindah kewarganegaraan meski sudah diberikan kesempatan untuk berpindah?"
Hanya 9 orang yang mengangkat tangan, termasuk saya. Itu hanya sekitar 25 %. Sisanya abstain.

Sebenarnya bukan hanya kali ini saja saya melihat fenomena seperti ini terjadi. Banyak bukti-bukti lain yang pernah saya lihat, diantara lain:
1. Kemarin, sewaktu membaca artikel di sebuah majalah, ada satu artikel yang paling membuat saya berkesan. Artikel itu menceritakan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar pada kalangan muda Indonesia. Bahkan, sebagian dari mereka lebih jago berbahasa selain Indonesia, padahal orang Indonesia. Yang paling mengherankan adalah, salah satu kenalan si penulis adalah orang Indonesia, tapi tidak fasih berbahasa Indonesia, meski warga negara Indonesia, karena sekolah di sekolah internasional dimana bahasa pengantarnya bukan bahasa Indonesia. Di rumahnya pun dia tidak berbicara bahasa Indonesia dengan orangtuanya.
Kalau bahasa Indonesia saja yang merupakan bahasa nasional ada yang tidak bisa, bagaimana dengan bahasa daerah?? Jujur saja, penulis pun hanya mengerti sedikit-sedikit beberapa bahasa daerah. Tapi kenapa sampai ada orang Indonesia yang tidak bisa bahasa Indonesia??
2. Sewaktu saya pergi ke hotel Nikko tanggal 4 Oktober 2009 lalu, ada sebuah festival. Apa namanya? "Jak-Japan Matsuri" alias festival Indonesia-Jepang, seperti yang saya hadiri November tahun lalu. Disini saya menemukan lebih banyak lagi keprihatinan:
-Saya datang ke sana memakai batik. Saya kira banyak yang datang ke sana memakai batik, setidaknya bukan cuma saya saja. Tapi ternyata, saya cari kesana kemari orang yang memakai batik, yang ada hanyalah 2 ORANG (1 bapak dan 1 ibu, sepertinya suami istri)!!! Kalau yang cosplay sih mungkin bisa dimaklumi (yang original juga sepertinya menarik kalau memakai batik, hmmm...).
Saya jadi teringat pada pameran cosplay yang diadakan di JCC bersamaan dengan pameran kain tradisional Indonesia. Anak-anak muda Indonesia lebih antusias untuk melihat pameran cosplay daripada kain tradisional Indonesia. Yang datang di pameran kain itu kebanyakan adalah ibu-ibu, anak mudanya cuma saya. Kebalikannya di pameran cosplay.
-Pada lagu "Padamu Negeri", saya lihat anak muda yang menyanyi tidak banyak. Kebanyakan yang ikut menyanyi adalah orang-orang tua.
Saya bukannya tidak suka budaya negeri orang. Seperti yang telah saya bilang di entri-entri sebelumnya, saya adalah pecinta budaya Jepang (terutama visual kei dan musik-musik Jepang serta animanga). Tapi saya tidak pernah terobsesi untuk tinggal di Jepang atau berpindah kewarganegaraan dari Indonesia ke Jepang. Terserah sesama pecinta Jepang di Indonesia seperti saya mau bilang apa. Saya lebih cinta Indonesia. ^^
Hal yang sama juga berlaku untuk pecinta budaya negeri orang lainnya di Indonesia. Yang banyak saya lihat selain budaya Jepang itu ada pecinta budaya Barat (terutama lagu-lagunya tentu saja), dan pecinta Korea (dramanya, lagunya, dst)

Bersambung ke bagian ke-2...

Jumat, 09 Oktober 2009

Review Jak-Japan Matsuri @ Hotel Nikko, 4 Oktober 2009

Mumpung saya baru pulang dari acara ini ketika entri ini ditulis, mumpung ingatan tentang acara itu masih segar dalam ingatan, ada baiknya jika saya langsung menuliskan review ini.
Nama acara: Jak-Japan Matsuri
Tempat:Hotel Nikko, Jakarta, Jl MH Thamrin (sebrang Plaza Indonesia)
Jam: tak tahu, yang pasti saat saya datang kira2 pukul 15:15 dan saya pulang sekitar jam 17:15

Saya berangkat dari rumah kira-kira jam setengah tiga. Sampai di sana sekitar jam 15.00, lalu saya masuk ke sana dan melewati sensor X-Ray yang langsung mengingatkan saya pada bandara. Saya pikir, tiket masuknya bayar, tak tahunya gratis karena ini Student Day.

Sampai di sana saya kebingungan mencari beberapa orang yang sebelumnya memang saya ingin temui, yaitu: teman-teman sekolah saya dari kelas Nihongo (Bahasa Jepang) yang katanya mau ke sana, teman-teman dari klub Teru-teru Bozu, YUI-indo, serta Auchisuya tentunya...

Pertama saya menelpon Haku (selanjutnya disebut Ame saja karena sudah kebiasaan saya memanggilnya begitu, diambil dari nama aslinya yaitu *beeeeppp*), salah seorang anggota Auchisuya (dan YUI-indo walaupun kurang aktif) serta Teru-teru Bozu. Katanya dia datang ke sana untuk cosplay. Dan saat saya menelpon dia, dia ada di lantai 2. Segera saya naik ke lantai 2 dan menemuinya memakai cosplay yang berasal dari karakter yang tidak saya tahu, mungkin cosplay original.

Karena dia mau pergi makan, maka saya ditinggal oleh Ame dan kawan-kawannya yang 1 grup cosplay dengannya. Saya pun menelpon Neko, anggota Auchisuya lainnya. Ternyata dia dan Mii serta Gilank (semuanya anggota Auchisuya, keterangan lengkap lihat entri Auchisuya) sedang mengikuti Devmeet, yaitu gathering untuk pengguna Deviantart. Saya juga sebenarnya merupakan salah satu pengguna Deviantart, namun karena browser saya tidak mendukung untuk mengupload gambar karena error atau apa, jadi Deviantart saya tidak aktif dan hanya memuat 4 gambar.

Mereka terlihat sibuk menggambar sedangkan saya tidak membawa satu alat gambar pun ketika itu, jadi saya pergi mencari bangku yang kosong dan menonton band covering Alice Nine yaitu Visual Band-It yang waktu itu membawakan lagu Strawberry Fuzz dan satu lagu lagi saya lupa lagu apa, pokoknya lagu Alice Nine.

Selesai band Visual Band-It, saya menonton covering band Vamps yaitu Akatsuki. Dia membawakan 2 lagu yang membuat saya lumayan tertarik untuk mendownload lagu-lagu Vamps.

Setelah lagu-lagu Vamps berakhir acara pun dilanjutkan dengan parade cosplay. Cosplay yang ditampilkan ada yang mirip karakternya ada juga yang tidak mirip. Banyak diantara peserta yang memberi bonus hiburan berupa menyanyi sampai aksi beladiri.

Kemudian saya kembali ke lantai atas dan pada waktu itu ada covering band High and Mighty Color yang saya tak tahu membawakan lagu apa. Lalu saya kembali menemui Neko dan Mii kemudian kami berjalan-jalan keliling acara. Oh iya saya lupa kalau sebelumnya saya sempat melihat-lihat cinderamata dari pin bergambar artis visual kei (sayang tak ada X Japan)dan UVERworld (sejak kapan UVER jadi visual kei? kalau bener visual kei pasti bakal mirip xtripx XD), artis Johnny's, sampai artis Korea; kemudian ada yukata bermotif batik, kipas bergambar lagi-lagi artis Johnny's, dan sebagainya. Saat itu saya menemukan 2 teman sekolah saya yaitu Tina dan Monica tapi saya tak sempat menegur mereka hingga saya pulang.

Kembali ke saat saya berjalan-jalan bersama Neko dan Mii. Tiba-tiba mereka menemukan Ame dan akhirnya kami pun bertemu dengan Ame. Ame memperkenalkan saya ke anggota TTB yang pertama kalinya saya bertemu dengannya yaitu Kururi. Dia kemudian memperkenalkan saya ke anak-anak Teru-teru Bozu yang lainnya.

Saya kembali ke panggung ketika sedang dibawakan lagu "Indonesia Pusaka" oleh pembawa acara dan salah satu orang Jepang yang sepertinya penting. Lalu pembawa acara mengumumkan bahwa sehabis ini yang akan tampil adalah Murasaki. Mendengar namanya saya langsung teringat bahwa itu adalah band covering UVERworld yang dulu saya tunggu-tunggu. Saya pun yang tadinya meng-SMS minta dijemput meminta agar waktu penjemputan diundur. Saya hanya mendengar Murasaki membawakan 2 lagu, yaitu Gekidou dan Colors of the Heart. Yang saya sesalkan adalah, suara vokalisnya kurang mirip dengan Takuya dan pada lagu Gekidou, drumnya kurang bagus.

Sekian....

Sabtu, 03 Oktober 2009

Resensi YUI-It's All Too Much

Sebenarnya baru akan keluar pertengahan Oktober mendatang (seingat saya sih 14 Oktober), namun lagu dan PV It's All Too Much serta PV Never Say Die sudah dapat kita dengar dan download di berbagai situs internet. Ketik saja di Google atau mesin pencari lainnya.

Saya ingin membuat First Impressionnya namun karena sudah mendengarkan It's All Too Much berkali-kali jadi saya memutuskan membuat resensinya saja.
*saat ini saja saya sedang mendengarkan lagunya*

1. It's All Too Much
PV: jujur walau saya punya semacam ingatan fotografis (khusus untuk visualnya bukan audio, karena saya orangnya sangat visual, agak kinestetik dan agak auditoris) tiap kali melihat PV atau video lainnya... pokoknya apapun yang berupa video... saya tak ingat PV lagu ini seperti apa... kenapa? karena saya bukan MELIHAT PV melainkan MENDENGARKAN... XD Jadi pas PVnya diputar, saya tidak menontonnya tapi menekan tombol Play lalu membuka site lainnya...
Nilai: -

Lagu: seperti kata seseorang di salah satu forum yang saya ikuti, lagu ini merupakan gabungan antara akustik dan elektriknya YUI, menghasilkan perpaduan yang unik dan lumayan mengobati kerinduan akan lagu akustik YUI (seperti zaman Tokyo dan Goodbye Days dulu, sebenarnya Sea juga akustik hanya saja entah kenapa saya kurang menyukainya, mungkin karena PVnya yang biasa-biasa saja). Cenderung mudah untuk dinyanyikan, dan menurut pengamatan saya suara YUI makin terdengar bagus di lagu ini.
Nilai: 8,2/10

2. Never Say Die

PV: kocak!! walaupun saya belum hafal lagunya, dan belum mengerti arti dari lagunya... Inti sebenarnya dari PV ini juga saya tidak tahu...Pokoknya ada anak-anak cewek yang bermain bola (mengingatkan saya pada kalimat "Budi bermain bola" XD)

First Impression: UVERWorld-GO-ON

Single terbaru UVERworld. Sudah keluar sejak 5 Agustus yang lalu namun karena ketidaktahuan saya jadi saya baru mendownloadnya hari ini, dan saya segera membuat resensinya. Karena baru pertama kali dengar makanya disebut First Impression. Nanti pas singlenya YUI yang It's All Too Much/Never Say Die tak lupa saya juga akan membuat resensinya (walau saya sudah mendengar It's All Too Much beberapa kali jadi tak bisa disebut First Impression lagi).

Nah, berikut resensi saya:
1. GO-ON
Lagu yang menjadi lagu utama single ini. Awalnya mengesankan, dan entah kenapa mengingatkan saya pada lagu Versailles yang berjudul The Revenant Choir. Tapi pas mulai lagu sebenarnya, di tengah-tengah sampai akhir, muncullah ciri khas lagu UVERworld yang biasanya (yang membuat saya tidak cepat respon dalam membedakan antara 1 lagu UVERworld dengan lagu UVERworld lainnya) walau sudah tidak terlalu dominan.
Nilai: 6,5/10

2. the truth
Lagu kedua yang menurut saya lebih bagus daripada lagu pertama... Bagian awal mengingatkan saya kepada salah satu lagu UVERworld yaitu Nagare Kuukyo This Word walaupun sebenarnya nadanya berbeda...
Nilai: 7/10

3. Madara Chou
Judul lagunya pakai katakana dan kanji. Berhubung saya cuma bisa baca hiragana, katakana, dan sedikit kanji, jadi saya tidak mengetahui kanjinya itu kanji apa. Diantara 3 lagu di single ini menurut saya inilah yang paling bagus. Mendengarkan lagu ini langsung mengingatkan saya pada lagu UVERworld yaitu Mikageishi. Awalnya akustik namun ditengah-tengah tidak lagi sepenuhnya akustik. Juga seingat saya (karena saya menghabiskan waktu lumayan lama untuk mencari kanji yang dimaksud di kamus kanji namun tidak ketemu), ciri khas UVERworldnya tidak terlalu terasa sehingga lagunya khas seperti halnya Mikageishi. Tentu saja nada lagu ini berbeda dengan Mikageishi.
Nilai: 7,9/10

Pendapat keseluruhan: Saya sebenarnya jadi bingung, apa penyusunan lagu ini tidak salah? Mengingat biasanya dalam album, kumpulan cerpen dan sejenisnya, yang bagus ditempatkan di depan. Tapi ini malah kebalikannya, yang bagus justru ditempatkan paling akhir. Bukan berarti lagu GO-ON tidak bagus, hanya saja menurut saya lagu nomor 3 dan nomor 2 lebih bagus dari nomor 1.
Dan yang membuat saya senang kali ini adalah, tidak ada lagu yang isinya hanya instrumental atau Takuya8-sama hanya menyanyi beberapa bait saja (misalnya pada lagu -forecast map 1955-). Atau lagu yang isinya hanya mixing yang menurut saya tak jelas (misalnya pada core ability +81, satu-satunya lagu UVERworld yang tidak saya suka karena isinya hanya mixing geje). Semua lagu dalam single ini kali ini adalah pure lagu semua... Saya berharap semoga single yang akan datang juga demikian...

Mid Semester 1

Mungkin untuk sebagian besar sekolah, mid semester, baik ulangannya dan/atau pembagian rapor midnya diadakan setelah libur Lebaran. Tapi untuk sekolah saya, entah kenapa mereka mengadakan ulangan mid pada awal-awal September, dan pembagian rapor midnya pun dilakukan hanya 2 hari sebelum libur Lebaran. Sekolah saya meliburkan siswanya selama 1 minggu untuk memperingati Idul Fitri. HANYA 1 minggu. Mungkin kalian berpikir, "Nanti liburan akhir tahunnya (Natal, Tahun Baru, dll) bisa sampai 1 bulan mungkin?" Liburan Natal dan Tahun Baru pun dibuat ngepas. Kalau mengacu pada tahun lalu, liburan Natal dimulai pada 2 atau 3 hari sebelum Natal, dan berakhir 2 atau 3 hari sesudah Tahun Baru. Jadi total harinya hanya kurang lebih 11 hari, maksimal 2 minggu.

Balik lagi ke topik utama. Seperti yang tadi sudah saya bilang bahwa beberapa hari lalu saat entri ini ditulis, tepatnya 2 hari sebelum hari raya Lebaran tiba, sekolah saya mengadakan pembagian rapor mid semester 1. Saat rapor saya dibagikan, ada beberapa nilai yang tidak terlalu sesuai dengan keinginan saya, tapi ada pula nilai-nilai yang di luar dugaan. Yang paling aneh adalah, saat pelajaran Bahasa Indonesia entah kenapa terasa ada pembedaan antara murid yang satu dengan murid lainnya *anda mengerti maksud saya? memang sih kalimat ini sudah saya rancang agar memiliki maksud yang tersembunyi* terutama dari bagian nilai sikapnya.

Yah, sekian...

Sabtu, 19 September 2009

Review Ulangan Mid (2)

9:
Kimia: Sebenarnya hari sebelumnya saya sudah SANGAT mengerti semua reaksi yang ada, namun pada saat ulangan ternyata yang dikeluarkan ada beberapa yang tidak saya pelajari sehingga saya hanya asal tebak saja. Namun semua yang saya pelajari itu sudah saya kerjakan sebaik-baiknya.

Sejarah: Soalnya tak sesusah dugaan!! Lumayan gampang sih... Tapi metode "membayangkan dengan Hetalia" sepertinya kurang sesuai dengan soal ulangan yang diberikan...


10:
Mat: soalnya yah.... lumayan.... no komen, deh...

11:
B. Ing: bacaannya gampang, esainya rada tak yakin karena saat sebelum ulangan, catatan saya masih dikumpul ke gurunya. Jadi otomatis saya hanya mengandalkan catatan teman saya yang baru saya pinjam beberapa menit sebelum ulangan berlangsung, dan pengetahuan saya selama ini tentang Relative Clause.

TIK: gampang!!! XDDD
Bahkan esai jawabannya semua ada di PG, dan beberapa ada yang "ngecap"... Tapi saya selesai nyaris ketika bel tanda ulangan selesai dibunyikan...

Forum-forum yang Saya Ikuti

Berkaitan dengan tanggal 6 September 2009, yakni adanya "kejadian menyenangkan" maka saya akan menceritakan sedikit mengenai 5 forum yang paling saya ikuti dan 1 forum baru yang PASTI saya akan aktif di sana...
Di samping nama forum, saya mencantumkan "award" atau keistimewaan forum itu dibanding 5 forum lainnya menurut saya

1. X JAPAN ID-> forum yang layoutnya paling keren
Kenapa pilih ini untuk dituliskan duluan?
a. Karena sekarang pun saya sedang mendengarkan lagu-lagu X Japan
b. Karena inilah forum baru yang saya bilang itu!!!

Memang saya belum keliling forum ini, tapi setidaknya saya sudah merasakan kesenangan yang sangat saat menemukan forum ini, apalagi sekarang saya sedang maniak-maniaknya dengan X Japan (bacalah entri "Visual Kei" untuk lebih lengkapnya).
Berawal dari iseng browsing di Google *tadinya ingin membuat forum X Japan, siapa tahu belum ada, apalagi forum Lar'c en Ciel, band Jepang paling terkenal di Indonesia, juga belum ada*, eh tak tahunya sudah ada forumnya!!! Langsung saja tanpa pikir panjang saya mengeklik result yang dimaksud.
Begitu masuk,saya langsung berpikir, "Wah, layoutnya keren!!" Backgroundnya hitam dengan tulisan merah dan putih *nasionalis XD* dan icon-icon yang mau tidak mau mengingatkan saya pada "peta harta karun".
Langsung saja tanpa menunggu apa-apa lagi saya mendaftarkan diri ke forum tersebut.
Saya pun mencari-cari member yang kira-kira juga bergabung di 5 forum berikutnya yang saya akan ceritakan, dan sejauh ini sudah ketemu 3 (atau 4?) orang...

Kesan: layoutnya keren, hanya saja ada sedikit eksklusivitas *?* untuk member-member karena ada aturan "kalau mau ngakses trit donlot, minimal point harus 100 dsb dsb", memang rada susah mengingat di forum lain saja saya kebanyakan post di thread semacam "The Lounge" nya Kaskus, sedangkan point-pointnya tersedia di thread tentang X Japan. Untung saya punya member paling favorit saya yaitu Yoshiki-sama XDDDDD

Harapan: semoga layoutnya bisa dibuat tak terlalu memusingkan...

Member fave: belum ada, tapi semoga saya bisa menjadi the fourth admin XD


Untuk forum-forum berikut ini saya sudah membuat siggy "5 in 1" yang dapat kalian temukan di forum tersebut, kecuali Kaskus tentunya:

2. Kaskus-> forum dengan member paling banyak
"The largest Indonesian community".
Benarkah? Mengingat dari hasil polling "Berapa banyak klonengan *maksudnya clone* yang anda punya?" banyak yang mengaku punya klonengan, bahkan TS-nya sendiri punya lebih dari 10 klonengan. *udah master "Kage Bunshin no Jutsu" kali ya, hoho*

Biasanya saya paling sering nongkrong di "The lounge" yang notabene merupakan subforum paling ramai. Bayangkan, tiap detik anda refresh, pasti ada thread atau post baru yang muncul! Tapi karena browser yang lemot, dan berbagai hal lain, akhirnya saya akhir-akhir ini lebih banyak nongkrong di thread "YUI Lover". *Mau cari thread buat fansnya X Japan nih.... siapa tahu ketemu teman seforum X JAPAN ID*

Kesan: forum paling ramai yang pernah saya gabung, dan walau banyak yang punya klonengan, tapi membernya sangat banyak. Tapi ada kekurangannya juga, karena ramai, jadi agak susah dikontrol. Banyak member yang bandel (walau akhirnya di-banned juga sih) dengan memakai bot yang diprogram untuk Pertamax dan memperbanyak post secara otomatis. Dan kesan kekeluargaannya paling tidak terasa dibandingkan forum lainnya, apalagi di Lounge. Karenanya, kalau di warnet atau dimanapun melihat orang buka Kaskus, rasanya biasa saja, tidak sehati. Berbeda dengan 5 forum lainnya.
Tapi kelebihannya, Kaskus punya bahasa khas yaitu "bahasa kaskuser". Keterangan lebih lengkap tentang ini lihat entri "Tentang Shii"

Harapan: BERANTAS KLONENGAN!!!

Member fave: siapa lagi kalau bukan Andrew Darwis a.k.a. mimin...

3. YUI-indo-> forum paling kekeluargaan
Forum pertama saya... Sudah gabung sejak tanggal 27 Agustus 2008, dan mulai aktif tanggal 26 September 2008.
Forum yang paling mengajarkan saya banyak hal. Dari yang tadinya tak bisa apa-apa, bahkan cara mengepost saya tidak tahu, sampai bisa membuat forum sendiri...

Sebenarnya diantara keenam forum yang saya ceritakan, di forum ini suasana kekeluargaannya paling terasa. Tak sedikit yang bilang "YUI-indo adalah keluarga kedua saya". Entah karena saya jadi GM di sana atau apa...

Dan dari forum inilah saya paling mengenal banyak orang. Beberapa diantaranya bahkan saya sudah bertemu dengan mereka di dunia nyata.

Kesan: layoutnya standar, bannernya pun standar. Tapi lumayan daripada tidak ada sama sekali.
Peraturannya lumayan, walaupun ada beberapa member yang masih bandel.

Harapan: semoga adminnya bisa lebih aktif... walau adminnya bilang ke saya, dia mau cuti...
Atau kalau tidak, saya saja yang diangkat jadi admin XD

Member fave: Town_eL, meski bukan admin tapi dialah "YUI-pedia" dari YI...

4. Hetare Fans Indo-> forum paling "gila"
Forum untuk maniak Hetalia. Hampir semua orang yang masuk di sini berubah jadi "gila". Nama lain forum ini (tidak resmi) adalah RSJ Berlin. Saya sendiri berusaha untuk menjaga kewarasan saya selama di forum ini. XD
Begitu diklik URL-nya kalian akan menemukan warna yang sangat mencolok mata. Hijau muda!! Nyentrik sesuai member-membernya XD

RP-nya paling mudah diantara forum lainnya yang punya RP (PLI dan Gotei).

Kesan: layoutnya standar, bannernya standar. Namun lumayan...
Peraturannya bisa dibilang lumayan longgar, tapi tidak selonggar Kaskus. Apalagi tidak sedikit member yang mengepost gambar2 yang hampir mendekati rating 17+ *gambar fanart Hetalia tentunya*

Harapan: semoga lebih "gila" lagi...

Member fave: banyak!!!
-Mbah Kese a.k.a. Keseran... kenapa bisa punya begitu banyak harem? Sampai ada FC nya pula...
-GilPertamax a.k.a. Xion, andalah yang membuat saya membuat pertamax FC di forum ini...
-Su-sama suamiku di forum ini...
-ichinyaan, karena perannya di RP sebagai kakak saya, dan salah satu dari calon penyebar virus visual kei...

5. Gotei 13-> forum paling tak ada senioritas
Walaupun YUI-indo paling kekeluargaan, namun bukan berarti tak ada senioritas di sana. Tidak sedikit yang terlibat konflik, apalagi akhir-akhir ini.

Berbeda dengan Gotei. Forum Bleach ini paling tidak ada senioritas. Mau GM, mau admin, mau member biasa, member forum lama, forum baru, semuanya sama. Karenanya saya lumayan betah berada di sini, walau akhir-akhir ini jadi jarang OL karena masalah browser yang baru diinstal yang ketika membuka Gotei ternyata hanya keluar separuh yang bagian kiri.

Dulu waktu saya lagi maniak-maniaknya dengan Bleach, saya sempat menemukan versi lama forum ini. Tapi saya belum terpikir untuk mendaftar forum tersebut. Tidak disangka ternyata dalamnya menyenangkan XD

RP-nya paling ribet!! Saya harus membaca berkali-kali thread RP hanya untuk membuat panduan chara. Sampai sekarang pun saya belum selesai membuat panduan chara saya. Karena masalah kesibukan juga sih..

Untuk menjadi moderator (Onmitsu Kidou) maupun global moderator (Keigun) di sini tidak segampang di YUI-indo. Sekarang saya sedang dalam proses untuk mendaftar menjadi salah satu Onmitsu Kidou.

Kesan: layoutnya bagus, lumayan lah... dan membernya sangat demokratis!! Banyak event-eventnya pula...

Harapan: perbanyak event, permudah RP, dan semoga admin bersedia mengubah resolusi forum jadi saya tak perlu ribet menggeser kursor kekiri dan ke kanan *browsernya udah bener*

Member fave: Kumiko Mikage, yang bersedia membantu saya membuat RP..
Su-sama... sama kayak di Heta-Indo...

6. Persona Lover Indo-> forum dengan PbP paling rame
Saya akui saya lumayan jarang OL di sini. Tapi sepengamatan saya tiap OL, shotboxnya hampir selalu ramai, tipikal orangnya tidak segila di Heta-indo dan tidak sewaras di X JAPAN ID (?), YUI-indo, maupun Gotei. Kocak,mirip-mirip anak-anak Auchisuya gitu lah...
PbP nya paling seru!!! Berbeda dengan di YUI-indo yang sekarang jadi sepi PbPnya... dan di Heta-indo terlalu sedikit permainannya. Kalau lagi kangen main PbP dan nge-junk saya biasanya mampir ke sini...
Kalau lagi sedih juga forum ini yang paling bisa bikin ketawa karena anak-anaknya sebenarnya asik-asik semua...
Salah satu admin forum ini yaitu Yuki Minaoto juga sangat rajin memberikan info tentang forum PLI sehingga walau jarang OL saya tetap tidak ketinggalan info.
Gatheringnya juga sepertinya seru tapi saya kebanyakan tak bisa hadir karena jauh-jauh...

Kesan: gabungan dari Gotei(dalam hal event), Heta-indo (dalam hal member).
Layoutnya bagus... tapi tidak keren... beda dengan X JAPAN ID...

Harapan: semoga eventnya dekat-dekat rumah saya... XD

Member fave: Yuki Minaoto, alasannya udah dikasih tau... XD

Review Ulangan Mid (1)

Pada tanggal 4-11 September saya dan semua anak SMA Santa Ursula mengikuti ulangan mid semester. Sesuatu yang lumrah di sekolah-sekolah lain, termasuk SMP saya dulu. Tapi untuk SMA saya, baru pertama kalinya ulangan mid semester ini diadakan.

Berikut review ulangan mid yang telah dilakukan sampai saat entri ini ditulis (8 September 2009):

4:
Biologi: bahannya amat sangat banyak, CUMA 2 bab sih, tapi 1 bab saja bisa sampai puluhan halaman. Dan gurunya berkata "Bacalah sampai detil-detil terkecil, pokoknya semua soal keluarnya dari buku!" Yang saya sesalkan adalah kenapa Biologi di hari pertama sedangkan hari sebelumnya tidak libur, sehingga anak-anak yang pulang seperti biasa hari sebelumnya mempunyai lebih sedikit waktu untuk belajar. Saya sebenarnya berharap jadwal ulangan mid Biologi ditukar dengan Matematika saja...

Agama: alias Religiositas (karena membahas agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Konghucu, dan Hindu). Sebenarnya bahannya bab 1 dan bab 2 awalnya saja, tapi anak-anak rata-rata belajar bab 1 dan bab 2 semuanya. Untung saya tidak terlalu menghafalkan akhir bab 2, sehingga yang saya pelajari keluar semua XD Tapi belum tentu dapat bagus, karena gurunya mahasiswa (ya, masih mahasiswa) jurusan Filsafat yang kalau mau menjawab soal, soalnya harus diteliti dan direnungkan terlebih dahulu maksudnya sebelum menjawab. Saya sih lumayan suka Filsafat (sejak membaca Dunia Sophie), tapi kadang bisa tertipu dengan model soal yang diberikan ==" Misalnya pada ulangan pertama, saya mendapatkan nilai 5 dari maksimal 15 untuk soal terakhir, karena pertanyaannya:
"Penghayatan iman tidak bisa dilihat oleh seseorang."
Seorang perempuan terjatuh dari motornya. Tak ada yang menolongnya, sampai kemudian datanglah 2 orang, 1 berpakaian preman dan lainnya pekerja kantoran, menolong perempuan tersebut. Penghayatan iman apa yang kira2 ada dalam kedua orang yang menolong tadi? *kira-kira begitu soalnya, saya tidak ingat pasti*
Saya menjawab: "Mungkin pria itu ingin menolong dengan imbalan, mungkin pria itu ingin mencuri dompet si perempuan dst dst", dan ternyata jawaban yang benar adalah.... TIDAK ADA, saudara-saudara!!!
Semoga di ulangan mid kali ini tidak ada soal semacam itu...

5:
Bahasa Jepang: entah kenapa saya lebih suka menuliskan "Nihongo". Di luar dugaan, lumayan mudah. Apakah ini berarti kemampuan saya meningkat? Tapi setidaknya saya bisa belajar sendiri tanpa bantuan "dia"... XD
Yah untuk converstation mungkin saya harus berbicara Nihongo betulan di depan teman-teman saya, tidak hanya tertulis seperti sekarang....
(Sekarang entah kenapa saya lebih suka menuliskan "gomen" dibandingkan "sorry" atau "maaf", "ohayou" dibandingkan "selamat pagi", "konnichiwa" dibandingkan "selamat siang", dst dst, tapi bukan berarti saya tidak nasionalis)

Web Design: "Buatlah layout web dengan menggunakan Photoshop" *aduh ga enak nulis Photoshop, kebiasaan nulis "sotosop" sih.... (anak Kaskus sejati XD)*, begitu kata soalnya. Kemudian kami membuat layout web. Saya yang baru kembali dari sotosop yang error *baru beberapa minggu memakai CS3* pun tak jarang kurang tahu menahu soal mendesain. Tapi untunglah semua bisa diselesaikan dengan baik (?)

6:
LIBUR!!!!
Dan ada kejadian menyenangkan di hari ini.... yaitu.... lihat entri selanjutnya saja ya XD

7:
Bahasa Indonesia: pelajaran yang paling saya senangi se-jagad raya, walaupun waktu itu sempat remed (PERTAMA KALINYA DALAM SEJARAH)... Tapi secara keseluruhan, seperti biasa saya sangat menyenangi mengerjakan soal ulangan Bahasa Indonesia. Tapi kok soal dan durasinya tak sebanyak dulu ya? Apa karena sekarang saya sudah jadi anak IPA? T0T
Ah sudah saya duga, saya anak Bahasa yang nyasar ke IPA...

PKn: lumayan gampang di PG, lumayan susah di esai. Saya memang tidak jago hafalan sih, saya sukanya membaca soal dan merenungkan sesuai dengan kebahasaannya, kemudian mencari pilihan jawaban yang paling "mencurigakan" (ini bukan cap cip cup, kalau cap cip cup kan asal milih, ini direnungkan dulu, dan memang metode ini 75% lebih efektif dibandingkan cap cip cup) *tuh kan, sudah saya bilang, saya anak Bahasa yang nyasar ke IPA*

8:
Fisika: Dulu pas SMP-1 SMA saya sangat membenci pelajaran ini. Tapi sejak kelas 2 SMA, entah kenapa saya mulai menaruh hati pada pelajaran ini, tapi tetap saja tidak meninggalkan belahan hati saya untuk mata pelajaran IPA yaitu Kimia *halah, apaan sih*. Secara keseluruhan, "GAMPANG", tapi untuk gerak melingkar saya tidak bisa karena saya tidak tahu kalau itu keluar. Teman saya baru meng-SMS saya malam-malam sebelum saya tidur, "eh katanya gerak melingkar keluar loh," kata teman saya.

Olahraga: Nah kalau yang ini baru saya benci.... forever!!! Habisnya saya benar-benar tidak menguasai satupun cabang olahraga, alhasil, nilai saya ngepas atau bahkan remed. Tidak menjadi yang terendah sekelas saja sudah syukur. Kecuali renang, mungkin. Itupun adik saya lebih pintar dalam bidang ini. Dalam mengerjakan soalnya saya juga cenderung memakai metode "membaca soal dan merenungkan sesuai dengan kebahasaannya, kemudian mencari pilihan jawaban yang paling "mencurigakan"". Memang benar kata salah satu teman baru saya (yang baru saya kenal setelah membaca komentarnya atas status saya di Facebook): "Rata-rata seniman itu lemah di olahraga ya". Saya memang JAUH lebih memilih menggambar perspektif atau gambar contoh realis daripada olahraga!!!
Nah... sekian... besok ada ulangan Kimia dan Sejarah, lusa ulangan Matematika, serta 3 hari lagi ulangan Komputer dan Bahasa Inggris.

Jumat, 04 September 2009

Gempa Tasikmalaya 2 September 2009

Mumpung topik ini masih lumayan hangat, maka saya akan menceritakan pengalaman pribadi saya saat gempa itu terjadi.

Gempa ini terjadi pada pukul 14.55 WIB dengan pusat gempa 141,7 km barat daya Tasikmalaya. 7,3 SR, dan sempat digosipkan berpotensi tsunami. Tapi bukannya tsunami, yang ada malah longsor, tepatnya di daerah Cibinong di Kabupaten Cianjur. Gempa dirasakan di sejumlah daerah di Jakarta dan Jawa Barat.
Saya yang tinggal di Jakarta tentu saja merasakan gempa itu. Ketika gempa terjadi saya sedang tiduran di kamar saya. Tiba-tiba ranjang bergoyang. Karena benda di kamar kebanyakan besar-besar jadi tak ada lagi yang bergoyang. Saya sempat ketakutan, mungkinkah makhluk halus yang menggoyangkannya? Tapi setelah dipikir, mana mungkin ada makhluk halus di siang bolong. Jadi saya keluar dan mendapati lampu gantung di ruang keluarga bergoyang. Ternyata gempa! Saya pun menyalakan radio dan ternyata semuanya sedang membahas gempa yang baru terjadi. Ternyata para penyiar itu juga merasakan gempa di studionya.
Yang menurut saya kocak adalah ketika mungkin ada acara TV yang sedang menayangkan acara langsung. Kira-kira apa yang terjadi ketika gempa ya?

Visual Kei

Lagi-lagi ini bukan review tentang visual kei! Saya hanya menjelaskan tentang saya dan hubungannya dengan aliran yang satu ini.

Saya akui saya masih baru, sangat baru malah, dalam mengikuti aliran yang satu ini.
Tepatnya mulai dari sekitar April lalu (pokoknya pas kelas XII TA 2008/2009 UN), seseorang memberikan kepada saya sejumlah lagu-lagu dari band The GazettE (karena repot menulisnya harus pakai capslock segala, selanjutnya akan disebut Gazette). Saya mencoba mendengarkannya dan ternyata lumayan, malah salah satu lagunya yang berjudul Chizuru saya anggap keren. Padahal sebelumnya saya hanya tahu kalau ada band yang namanya Gazette. Saya menyesal kenapa waktu itu tak mencari info tentang band keren ini lebih lanjut.
Waktu berlalu, saya kemudian datang ke Gelar Jepang UI (kedengarannya tak ada hubungannya, namun teruskan membaca saja). Setelah melihat berbagai band, mulai dari covering YUI, Versailles *yang belakangan saya tahu lagunya juga menarik*, dan lainnya, saya pulang. Beberapa hari kemudian saat akan memberikan liputan tentang gathering forum saya di GJUI, saya mencari info lebih banyak tentang acara tersebut. Dan yang menarik perhatian saya adalah salah satu artikel, lupa di forum apa, yang mengatakan ada sebuah band bernama Amakusa yaitu covering dari band X Japan. Di sana dituliskan bahwa Amakusa di GJUI membawakan lagu Art of Life yang berdurasi hampir 30 menit. Karena penasaran seperti apa lagu Art of Life, maka saya mencoba mendownloadnya. Dan ternyata!!! Lagunya keren sekali saudara-saudara!!! Perpaduan antara klasik dan rock yang sangat pas, apalagi saya juga maniak musik klasik terutama Chopin. Dengan rasa penasaran saya mendownload lagu-lagu lain yang ternyata tak kalah kerennya. Saya pun mencari info tentang X Japan dan menemukan bahwa yang memainkan piano dan drum di band itu adalah Yoshiki. Berhubung saya maniak 2 alat musik itu, dalam sekejap saya langsung mengangkat Yoshiki menjadi salah satu musisi favorit saya.
Waktu itu saya hanya mengetahui Gazette dan X Japan, tapi berkat iseng-iseng meng-add FB seseorang, yang kemudian namanya di FB sekarang adalah Haku Auchisuya, pandangan saya tentang visual kei semakin terbuka. Ternyata dia adalah teman satu forum saya yang dulu sempat menjadi "kakak" saya dan saya tak menyangka kalau dia menyukai Gazette (karena di FBnya tertampang result kuis "member Gazette apakah kamu?"). Langsung saya meng-interviewnya dan mendapatkan banyak info tentang band visual kei yang bagus-bagus. Pengetahuan saya juga semakin bertambah ketika tanpa sengaja dalam kelas Bahasa Jepang di sekolah salah satu teman saya menunjukkan majalah yang covernya, setelah dilihat baik-baik, adalah Gazette. Langsung saja esoknya ketika memintanya untuk menggabungkan saya dalam kelompok sejarah, saya juga menginterviewnya. Dari sana saya mendapatkan lagi lagu-lagu visual kei yang bagus-bagus.
Yah kalau dipikir-pikir sejauh ini cuma 3 orang itu yang memberikan pengaruh besar bagi saya terhadap visual kei.
Ada 1 lagi sih, teman forum juga, tapi ini dari forum APH dan saya tidak menyangka kalau dia suka visual kei!!! Secara dia berperan dalam roleplay sebagai Swiss yang merupakan kakak dari Liechtenstein (saya berperan sebagai Liechtenstein). Sekarang masih dalam tahap interview dan dia mengaku suka band visual kei yang masih indie. Kemungkinan besar dia juga akan menjadi orang yang mempengaruhi saya dalam hal per-visual kei-an.
Selebihnya saya mencari-cari sendiri di internet dan majalah dan menemukan nama-nama seperti Ayabie dan Versailles.

Sejarah ini akan terus berlanjut tentunya....

Axis Powers Hetalia (APH)

"APH adalah sebuah anime tentang parodi sejarah, terutama pada masa-masa Perang Dunia II. Setiap tokoh dinamakan dan berkarakter sesuai dengan negara tersebut" -shii-

Yang akan dibahas di sini bukanlah review animenya (karena blog ini adalah blog tentang Shii dan bukan blog tentang review anime, walau blog ini membahas beberapa resensi juga), tapi alasan-alasan mengapa Anda wajib menonton anime yang satu ini.
1. Animenya lebih lengkap daripada komiknya (maksudnya, dalam versi yang Bahasa Inggris)
Alasan yang satu ini tidak perlu dijelaskan lagi. Setidaknya alasan ini saya simpulkan ketika mencari-cari manga dari APH dalam subtitle Inggris (karena kemampuan Bahasa Jepang saya yang belum bisa membaca kanji dengan terlalu lancar) ternyata lebih sulit dibandingkan mencari animenya.
2. Mudah ditemukan
Ketik saja kata kunci "Hetalia episode ...." (isi titik-titik itu dengan episode yang Anda cari) di situs www.kamutabung.com (translate dulu URL itu ke bahasa Inggris sebelum mengetikkannya di browser Anda), maka dengan mudah search engine dari KamuTabung akan menampilkan hasil dari episode Hetalia yang memang per episodenya rata-rata cuma 5 menitan. Dan kalau Anda beruntung, ada sejumlah video yang tidak hanya menampilkan subtitle, tapi juga fandubs dari berbagai bahasa yang terkadang kocak.
3. Banyak karakternya
Tidak ada alasan bagi Anda bahwa "Saya sama sekali tidak menyukai 1 karakter pun di APH!" karena di APH karakternya sangat banyak dan beragam, mulai dari yang biasa saja, cool, selalu ceria, rada-rada gila, sampai maniak. Rata-rata penggemar APH menyukai lebih dari 1 karakter. Saya sendiri menyukai karakter Feliciano Vargas (Italy) yang lemah tapi kawaii, dan sangat pintar menggambar; serta Liechtenstein dimana karakter ini sangat lembut dan sayang pada kakaknya *baca: brother kompleks*, persis Hinata Hyuuga di anime Naruto.*saya tidak percaya kalau Anda mengatakan "saya tidak tahu Naruto!", asal tahu saja, Naruto adalah anime terpopuler di Indonesia dimana semua orang mengetahuinya*
4. Banyak pairingnya
Alasan satu ini ditujukan kepada Anda penggemar pairing, baik yang normal, abnormal *yuri dan yaoi*, sampai pairing hewan. Karena banyak karakternya jadi penggemar cenderung memasang-masangkan karakter, baik dengan persamaan sifat karakter atau malah kontrasnya sifat karakter, atau hubungan diplomatik menurut sejarah negara mereka yang betulan. Pairing favorit saya adalah Jerman dan Italia, dimana di animenya kedua karakter ini sangat kontras. Jerman terkesan serius dan cool, sedangkan Italia selalu ceria.
5. Belajar sejarah menjadi menyenangkan
Bagi Anda yang masih duduk di kelas SD, SMP, SMA jurusan apapun Anda *terutama IPS*, SMK, atau bahkan Universitas, kalau Anda mendapatkan pelajaran Sejarah (walau Anda bukan kuliah di jurusan sejarah misalnya, karena menurut informasi sepupu saya di Amerika, di sana ada pelajaran sejarah Amerika padahal dia tak masuk jurusan sejarah). Dengan menonton Hetalia yang background ceritanya adalah PD II, dijamin 100% Anda akan terinspirasi untuk membuat cerita serupa untuk pelajaran sejarah Anda. Misalnya salah satu teman saya penggemar Hetalia yang di blognya memajang tokoh-tokoh yang dia buat ketika pelajaran Sejarah tentang Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Dengan ini secara tak langsung juga mengajak Anda untuk berpikir kreatif. Dan ketika pelajaran Sejarah sedang membahas PD II, Anda pasti akan mendapatkan nilai di atas 8 karena menonton Hetalia sehingga hafal tentang PD II di luar kepala.
6. Pengetahuan umum bertambah
Misalnya, sebelum mengetahui Hetalia mungkin Anda tidak hafal peta buta negara-negara dunia, tidak hafal bendera negara-negara dunia kecuali Indonesia, serta tidak mengetahui beberapa negara minor seperti Liechtenstein,Prussia, dan Sealand. Tapi dengan Hetalia, Anda akan diajak untuk mengetahui tentang negara-negara tokoh tersebut secara lebih dalam. Contohnya saya, sejak mengetahui Liechtenstein yang kawaii itu, saya mencari-cari Liechtenstein di Wikipedia. Dari sana saya tahu bahwa Liechtenstein itu di benua Eropa, dekat Swiss, mata uangnya Swiss Franc, dsb dsb. Padahal sebelumnya saya hanya pernah mendengar nama Liechtenstein.

Ada yang mau menambahkan alasan lagi?

Tentang Shii

Setelah melihat blog ini dari awal sampai akhir saya baru menyadari bahwa belum ada entri yang menampilkan tentang profil saya kecuali yang ada di bagian profil. (Buset telat amat nyadarnya!!!)
Karenanya saya akan menuliskan entri ini, yah walaupun amat sangat super duper hyper telat sekali banget (ada kata-kata lain yang lebih lebay?) saya akan memperkenalkan secara singkat, siapa sih Shii itu?
Shii (atau yang di dunia nyata lebih dikenal dengan sebutan *****-nama disensor-) adalah manusia yang merasa dirinya alien atau sekurang-kurangnya, anak indigo, lah... *untuk yang terakhir ini saya sendiri tidak tahu pasti kebenarannya, jangan-jangan benar anak indigo?*
Jika kalian melihat ada seseorang yang dianggap aneh atau merasa dirinya aneh di sekitar kalian, kemungkinan itu adalah Shii.
Nama Shii diambil dari nama aslinya yaitu *******. Shii baginya dianggap nama yang simpel namun punya banyak arti. Nama Shii itu sendiri tercetus tidak sengaja ketika sedang melamun di kamarnya pada suatu malam di bulan November 2008.
Shii sangat menyukai segala hal yang berbau kejepangan, dan saat ini hal berbau kejepangan yang paling disukainya adalah Axis Powers Hetalia (karena kocak, dan ada chara yang mirip dengannya serta chara yang dianggapnya ideal untuk menjadi suaminya), dan sebuah aliran yang bernama "visual kei" (bahkan saat mengetik ini Shii sedang mendengarkan sejumlah lagu dari band-band visual kei) . Untuk kedua hal ini akan dibahas lengkap kemudian.
Namun Shii tetap menjaga nasionalismenya. Diantaranya, ia bergabung dengan forum Kaskus dan aktif di lounge serta thread YUI Lover di Loekeloe bagian Music (sudah dibilang berapa kali kalau Shii sangat menyukai YUI karena dianggap foto YUI kecil mirip dengan fotonya pada waktu masih kecil, walau kenyataannya memang demikian) dengan nama forum shii_chan. Kaskus adalah forum terbesar yang ada di Indonesia. Selain itu, dalam membaca novel, Shii juga lebih menyukai novel karangan lokal, asalkan jangan teenlit. Ia sangat mengidolakan Clara Ng dan karenanya sangat menyesal ketika ia seharusnya mendapat kesempatan emas untuk bertemu pengarang idolanya itu, ia malah tidak datang dan harus puas memandangi fotonya di sebuah majalah.
Di dunia nyata Shii adalah orang yang aneh dan cenderung pasif *penggemar yuri dan yaoi biasa menyebutnya dengan istilah "uke"*. Sedangkan di dunia maya Shii juga demikian, bedanya ia lebih mengekspresikan keanehannya dalam bentuk kata-kata (karena kalau dalam tingkah laku tidak bisa, bukan?).
Di dunia maya, Shii aktif di 5 forum yang tertampang di siggy 5 in 1 nya. Siggy ini bisa kalian temukan di forum YUI-indo, Hetalia Forum Indo, Gotei 13 (forum Bleach Indonesia), dan Persona Lover Indo. Sebenarnya di siggy itu dia memajang juga forum Kaskus namun apa daya di Kaskus tidak bisa memasang siggy. Buat kalian yang tak tahu apa itu siggy, siggy itu adalah kependekan dari signature. Itu loh, gambar atau tulisan yang biasa nongol di bawah post seseorang di forum-forum. (bingung mau jelasin pakai kalimat apa lagi...)
Selain membaca, bermain internet, melihat gambar-gambar yaoi dan mendengarkan musik Jepang terutama YUI, UVERworld (kecintaan Shii pada UVERworld di sini hanya digambarkan melalui reviewnya tentang AwakEVE, tapi sebenarnya Shii menyukai UVERworld lebih dari itu) dan sejumlah band visual kei, Shii juga suka menggambar, terutama gambar chibi. Waktu dalam pelajaran Bahasa Inggris ditanya "apa yang paling kamu suka untuk digambar?"*dalam bahasa Inggris tentunya* Shii bingung mau menjawab apa karena ia berpikir kemungkinan besar gurunya tidak tahu apa itu "chibi".
Kegemarannya dalam menulis di dunia maya *baca: chat* adalah "menggunakan bahasa ala Kaskuser". Kegemaran ini sudah muncul dari sebelum ia mendapatkan ISO2000 (mengepost sebanyak 2000 posts di Kaskus). Bagi yang belum tahu apa itu bahasa Kaskuser, ada di kolom marketing di koran Kompas hari Kamis,3 September 2009. Kata koran itu, "Ini bukan repost, gan!" Selain kata-kata itu yang sering digunakan Shii adalah panggilan "gan" dan "sis", "nice info gan", ""pertamaxx", "keduaxx",dst.....", dan masih banyak lagi.

Sebenarnya banyak sekali hal tentang Shii yang belum dituliskan, tapi karena Shii nya terburu-buru dan ini juga sudah lumayan kepanjangan, jadi kita stop infonya sampai di sini dulu ya.... hehehe....

Pengumuman

Karena sang pemilik blog lumayan sibuk, jadi dengan berat hati diputuskan setiap kali mengepost pasti berupa timbunan entri. Hal ini juga disebabkan karena lemotnya komputer dari si penulis sehingga seringkali penulis sering tidak sabar melihat komputernya terus-menerus menampilkan layar bertuliskan "Not Responding", sehingga penulis menumpukkan entrinya di laptopnya yang kebetulan belum pernah dipakai untuk berinternet.
Demikian agar pembaca setia (memangnya ada ya pembaca setia blog ini?) maklum.

-shii-

Senin, 17 Agustus 2009

Kisah Tidak Penting Nan Kurang Kerjaan Part 2: About Auchisuya (2)

Anggota Auchisuya *dilihat dari sisi saya* (sebelumnya maaf kalau ada yang tertukar karena ingatan saya yang kurang baik (?)):

1. Chuchiz: kakek dari keluarga Auchisuya, namun dalam dunia nyata merupakan member termuda nomor 2 setelah Rinrin. Satu dari sekian pengikut aliran "Tsuhoku" yang ada di Auchisuya, dan kalau terhadap saya, kami seringkali tidak nyambung, entah kenapa. Satu hal yang paling saya ingat adalah beberapa hari yang lalu, kakek bilang bahwa saya adalah "koibito" nya Haku... =="

2. Sadako Yui: nenek dari keluarga Auchisuya, di dunia nyata merupakan Chuchiz no koibito. Tak banyak yang saya ketahui tentangnya, karena ia jarang menampakkan diri. Padahal saya ingin bertanya mengapa namanya ada "Yui" nya, apa ada hubungan dengan YUI yang penyanyi Jepang fave saya itu?

3. Fuu: papa dari keluarga Auchisuya, namanya Fuuruta tapi biasa disebut Fuu. Sepertinya nama aslinya Devi dan merupakan pengikut aliran "Nosei" *dilihat dari namanya di FB*. Awalnya saya kira dia laki-laki tapi ternyata perempuan. Merupakan "partner" yuri dari Deiji.

4. Caesar: paman dari keluarga Auchisuya, sedang kuliah di Malaysia, jurusan *lupa*. Dari temannya yang bernama Drey a.k.a. Andri (?) diketahui bahwa paman sangat menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan Bleach. Dan paman adalah teman SMA dari Gilank.

5. Dei: mama dari keluarga Auchisuya, namanya Deiji tapi nama aslinya seperti nama bunga (Daisy/Desi/apapun yang bacanya "desi"). Pengikut aliran "Tsuhoku" juga. Member yang saya temui nomor 2 paling awal setelah Minachi, dan mama yang menularkan saya pada hal bernama "YAOI". Pencinta yaoi, yuri, dan segala hal yang berbau "darah". Pengikut aliran "Tsuhoku".

6. Shii: saya sendiri. Nama aslinya *beep*, senang menggambar chibi walau merasa bahwa gambarnya tak sebagus yang lainnya. Belum pernah cosu tapi ngebet banget pengen ikut cosu. Sering membawa Death Note. Pengikut aliran "Teru-teru Bozu", aliran yang bersahabat dengan aliran "Tsuhoku".

7. Minachi: orang yang paling awal saya temui di Auchisuya, sekitar 1 tahunan lalu. Maniak Minato Arisato. Pas saya bertemu dengannya ternyata orangnya imut baik suara maupun penampilannya, hal itu telah disetujui oleh banyak orang yang saya tunjukkan foto Minachi pada mereka. Bahkan ada yang mengaku bahwa dia naksir Minachi.

8. Gilank: orang ketiga yang saya temui paling awal di Auchisuya, kakak tertua di Auchisuya. Menurut saya gambarnya paling bagus diantara yang lain *dikeroyok yang lain*, dan suka dengan segala berbau yuri serta Hinagiku Katsura dari Hayate no Gotoku.

9. Rinrin: member termuda Auchisuya, yang saya tahu darinya adalah dia selalu ceria dan senang ber-cosu ria. Perbedaan usianya lumayan jauh dibandingkan anggota Auchisuya ke-2 termuda (kakek).

10. Neko: pertama kali saya kira bahwa dia adalah seorang di sekolah yang juga dipanggil Neko. Senang membaca komik2 pairing yaoi terutama dari Death Note.

11. Wafiq: pengikut partai "Tsuhoku" juga,

12. Vania: satu dari sekian anggota Auchisuya yang gemar menge-tag foto-foto anime dan mencocokannya dengan anggota Auchisuya. Suka yaoi juga...

13. Gracia: sepupu kedua dari keluarga Auchisuya, member yang tinggal di Bandung selain Rinrin. Bandung kota anime! *ga nyambung*

14. Haku: sepupu pertama dari keluarga Auchisuya, merupakan member ke-14. Member tertua di Auchisuya dengan perbedaan umur yang cukup jauh dengan member ke-2 tertua di Auchisuya yaitu Gilank. Satu-satunya member yang saya rekrut, yang diterima ketika saya mengajaknya untuk bergabung, setidaknya sampai saat ini. Pecinta visual kei terutama Gazette, dan pengikut aliran "Teru teru Bozu" *lagi-lagi saya yang mengajak*. Sering berbicara istilah "alien" dan "manusia" pada saya, namun bukan occult, arti sebenarnya dirahasiakan.

Sekian~

Kisah Tidak Penting Nan Kurang Kerjaan Part 2: About Auchisuya (1)

Kalau anda melihat nama saya di Facebook beberapa bulan terakhir ini, anda akan menjumpai bahwa saya sering berganti-ganti nama, mulai dari Shin Yurihara sampai sekarang Yukiko Shirayama. Namun yang mendasari semuanya adalah:
1. di nama pertama dan nama tengah ada suku kata yang berasal dari nama asli saya
2. di nama belakang selalu ada kata "Auchisuya"

Apa itu Auchisuya? Di sini saya akan menjelaskan semua tentang Auchisuya yang saya ketahui.

Auchisuya. Menurut semua orang yang pernah saya ajak bergabung (walaupun akhirnya sampai saat ini diantara semuanya cuma ada 1 yang berhasil jadi anggota), kedengarannya seperti nama klub Jepang. Namun sebenarnya Auchisuya bukanlah sebuah klub Jepang, melainkan nama keluarga.

Keluarga? Ya, semacam main keluarga-keluargaan begitu, seperti yang sering saya temui baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Auchisuya sendiri adalah modifikasi dari kata autis (yang kalau dibaca dalam bahasa Jepang menjadi auchisu) dan tambahan -ya agar terlihat seperti nama keluarga.

Saat ini anggota Auchisuya ada 14 orang, dengan jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Tapi ke depannya saya akan membuat perbandingan perempuan dan laki-laki di sini seimbang.

Sejarah berdirinya Auchisuya *sampai anggotanya 13 orang* akan diceritakan kemudian, sedangkan sejarah penambahan 1 orang anggota itu akan saya ceritakan lebih lengkap pada part 2.

Silsilah Auchisuya: *diagram tak tersedia*

Auchisuya terdiri atas 1 kakek (Chuchiz), 1 nenek (Sadako Yui), kemudian mereka mempunyai 2 anak (Fuu dan Caesar).

Fuu pun menikah dan mempunyai istri bernama Deiji. Mereka mempunyai 7 orang anak yaitu *ga urut* Shii (alias saya), Minachi, Gilank, Rinrin, Neko, Wafiq, dan Vania.

Dari sisi Caesar, ia belum menikah (?) tapi sudah mempunyai 2 orang anak yaitu Gracia dan Haku.

Walaupun silsilahnya begini, tapi sebenarnya silsilahnya tak ditentukan berdasarkan umur, karena member termuda Auchisuya sampai saat ini adalah Rinrin sedangkan member tertuanya adalah Haku.

Syarat untuk masuk ke Auchisuya adalah "otaku yang autis" XD

Tentang Diary

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman kelas XI mengikuti pelatihan Bina Dewasa, nama samaran dari "Penyuluhan Seks" di sekolah saya tentunya.

Secara singkat acara menurut saya berlangsung biasa-biasa saja. Acara berlangsung selama 2 hari.

Demi menghindari hal-hal yang bersifat erotis (?) atau melecehkan, saya tak akan membahas itu.

Yang akan saya bahas di sini adalah tentang salah satu kejadian dalam pelatihan tersebut.

Jadi di acara itu ditanyakan, "siapa yang masih menulis diary?" dan hanya ada 1 orang yang menjawab, tak termasuk saya.

Kenapa? Karena menurut saya konsep blog ini tak seperti diary, walau banyak orang mengatakan demikian.

Daripada diary mungkin menurut saya ini lebih mirip jurnal dan beberapa resensi.

Kalau di diary, hal-hal yang diceritakan lebih banyak, setiap hari update, dan bahkan kejadian-kejadian kecil pun kita tuliskan.

Misalnya, hadiah ulang tahun untuk "seseorang" yang sudah berulangtahun sejak 1 bulan lalu dan bahkan belum saya kirim sampai sekarang hadiahnya. Saya akan memberikannya diary saya. Dalam diary itu saya akan menuliskan lengkap kisah dan perasaan saya terutama yang berkaitan dengan "seseorang" itu yang saya alami sepanjang hari itu. Namun, mungkin saya terancam tak memberikannya karena hubungan kami sudah merenggang dan saya sudah sangat jarang berhubungan dengannya sehingga saya kekurangan ide untuk menulisnya.

Berbeda dengan blog, dulu memang setiap hari update, namun sekarang hanya update jika ada kejadian yang menurut saya agak penting saja.

Kisah Tidak Penting Nan Kurang Kerjaan Part 1 : About My Classmates @ My English Course

Bingung mau nulis apa lagi...
Akhirnya saya memutuskan untuk menceritakan secara singkat *halah* kesan dan pesan saya kepada beberapa teman les saya yang 1 kelas di tempat les bahasa Inggris saya, LIA Kelapa Gading.
Kenapa teman les dan bukan teman sekolah? Karena kalau dipikir-pikir, teman sekolah hanya bersama-sama sekitar 1 tahunan saja,sedangkan ini bisa saja sampai saya lulus dari tempat les bahasa Inggris tersebut, alias sekitar 2 tahunan.
Juga karena jumlahnya JAUH lebih sedikit, karena kalau kebanyakan saya juga jadi malas XD

Sedikit info, walaupun tempat duduknya bebas alias tidak diatur, tapi secara tak langsung lama kelamaan posisi tempat duduk itu membentuk pola tertentu dimana urutan duduknya itu-itu saja. Saya sendiri juga ikut termasuk dalam pola itu.

NB: Saya juga akan memberikan kesan dan pesan terhadap diri saya sendiri, dan untuk yang tidak disebutkan jangan marah ya.... Mungkin saya lupa kalau anda ada *dibuang ke kutub utara*

Ya... kita mulai dari yang tempat duduknya paling dekat dengan pintu sampai yang paling jauh dari pintu (karena tempat duduknya memutar)...

1. *******: dikenal juga dengan shii_chan, sang penulis blog ini. Untuk menghindari kenarsisan sebaiknya saya tidak menceritakan lebih lanjut. X3

2, 3, 4. (soalnya kadang mengacak juga sih, tergantung datangnya, siapa cepat dia dapat, begitu mungkin?)

Selvi: alias Ryevisch kalo di YUI-indo (nama forum dimana saya paling aktif saat ini). Saya tak menyangka bahwa ternyata dia anak YUI-indo!! Artinya gath tiap 1 minggu sekali... XD *udah menghadiri berapa gath ya saya?? XD* Tapi dia tak terlalu aktif....
Valen: waktu kelas 10 sekelas sama Selvi, tapi kelas 11 mereka pisah jurusan. Sekolahnya sama-sama di SMAN 13, dan sepertinya (?) ia yang paling pintar diantara sekian orang di kelas saya.

Ayu: satu sekolah dan satu angkatan dengan Selvi dan Valen. Dari kelas 10 sudah memilih di jurusan internasional (maksudnya bahasa pengantar di sekolahnya Inggris), tapi bisa berteman dengan mereka berdua karena katanya mereka masing-masing pernah sekolah di sekolah Kristen.

5,6,7,8. (ngacak juga)

Irene: sebenarnya tak tahu ejaan namanya begini atau bukan, tapi anggap saja begini ejaannya... ==" sekolah di DBB (Dharma Budhi Bakti).

Dara: sekolah di SMAN 52 *kalau ga salah*. Sering digosipkan dengan Billy (siapa orang ini akan diceritakan kemudian).

Rieza: sekolah di.... *lupa*. Mungkin tak banyak yang saya ketahui tentangnya?

Shinta: adik kelasnya Dara kalau tak salah...

9. Dea: kalau tak salah juga sekolah di SMAN 13, tapi kelas 3 SMA. Berjilbab, dan selain itu tak banyak lagi yang saya ketahui tentangnya.

10. Siti Rahmayanti: entah kenapa selalu dipanggil begini oleh guru-guru les... Sepertinya nomor 2 rajin di kelas (karena saya sering melihatnya mencatat pelajaran)

11. Niko: ga tau nama lengkap juga ejaannya, apakah pake "c" atau "k" XD. Sebenarnya dia duduknya tak bersebelahan dengan siapapun karena selalu duduk di baris yang lebih depan dari yang lainnya. Paling rajin di kelas (karena selalu mengerjakan semua PR, baik PR les maupun PR sekolah), kepintarannya belum diketahui... mungkin saja ia yang paling pintar di kelas? Padahal (?) dia baru kelas 2 SMP kalau tak salah

12. Budi: sekolahnya di Kanisius. Salah seorang guru pernah mengatakan bahwa penampilannya jauh lebih muda dari umurnya. Dari FBnya diketahui bahwa dia sangat lebay.

13-terakhir *ga hafal urutannya, kadang juga mengacak*

Billy: orang yang sering digosipkan dijodohkan dengan Dara walau kebenarannya belum saya tahu pasti. Sepertinya termasuk dalam golongan alay (?)

Matias: salah satu dari orang di kelas yang penampilannya lebih tua dari umurnya. Tak banyak yang diketahui tentangnya.

Endi: lagi-lagi saya tak tahu cara menulis namanya benar atau salah. Sekolah di SMAN 8, rumahnya pun berjauhan masing-masing dari tempat les sekaligus sekolahnya (keliling Jakarta donk ya)

Hari: saya lupa namanya.... benar ga ya namanya Hari?XD Punya suara yang paling "khas" diantara 1 kelas. Dan kalau tak salah, ketua OSIS di sekolahnya.

Ridho: menurut saya, kelihatan paling muda diantara 1 kelas, tak tahu apa kenyataannya demikian atau tidak.

Florich: karena namanya susah jadi saya tak yakin ejaannya bagaimana.... Tak pernah datang lebih pagi alias selalu telat masuk les entah kenapa, dan hampir selalu sendirian (tapi tak separah Niko sepertinya)

Sekian~~