Senin, 22 November 2010

Perumpamaan tentang Hidup (1)

Rasanya jumlah entri yang dibuat dlm 3 bulan terakhir makin menurun, ya...
Ah, anyway, pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan perumpamaan tentang kehidupan yang dibuat oleh saya sendiri.


----
Pada bagian pertama ini saya ingin menunjukkan arti hidup yang saya ambil dari perenungan selama retreat di Sukabumi kemarin (lihat entri yang berjudul "Retreat di Sukabumi"). Dalam retreat itu, di salah satu sesinya kita diharuskan menggambar sesuatu yang melambangkan arti hidup kita.
Di kesempatan itu, saya menggambar buku catatan (gambar ditunjukkan kemudian).
Saya menganggap bahwa hidup ini seperti buku catatan yang kosong. Kitalah yang menentukan isi seperti apa dari buku itu.
Mau tidak berusaha apa-apa dan membiarkan buku itu tetap kosong, mau dicoret-coret, digambar-gambar, ditulisi cerita, semuanya terserah kita.
Kehidupan kita seperti apa, ditentukan oleh kita sendiri.



---
Tapi ternyata bukan hanya sampai situ pemikiran saya mengenai kehidupan.
Saya akan melanjutkannya di entri berikutnya.

Senin, 15 November 2010

Rhythm Games



Kalau ditanyakan apa yang sedang saya gandrungi sekarang ini, di tengah kesibukan karya tulis, ulangan, tugas, PR, pekerjaan, proyek, dan sebagainya, jawabannya adalah rhythm games. Ini adalah genre untuk games yang dimainkan dengan cara menekan tombol-tombol pada konsol mengikuti irama musik. Dan rhythm games yang saya sedang mainkan adalah Hatsune Miku Project Diva 2 serta Osu! for PC.
Hatsune Miku Project Diva 2 (selanjutnya disebut PD 2) adalah kelanjutan dari Hatsune Miku Project Diva yang lebih populer sebelumnya. PD 2 memiliki 16 lagu dari PD 1 ditambah 20-an lagu baru. Cara bermainnya lebih kompleks, karena ada tombol hold dan double. Saya tidak bisa menjelaskannya, jadi main sendiri saja, ya... Game ini diperuntukkan untuk konsol PSP. Tapi kalau mau lebih mudah, bisa memainkannya di PC menggunakan PSP Emulator, jadi bisa bermain dengan menggunakan kesepuluh jari. XD
Osu! for PC (selanjutnya disebut Osu) adalah pengembangan dari Osu Tatakae Ouendan yang ada di Nintendo DS. Hanya saja, Osu yang ini diperuntukkan untuk PC. Sebenarnya ini game online, tapi berhubung komputer saya sudah bobrok walaupun koneksinya memadai, saya tidak bisa memainkannya secara online, hanya bisa secara offline di laptop saya.
Cara memainkan game ini adalah dengan menekan tombol-tombol pada mouse yang dibagi atas 3 bagian, yaitu tombol tekan, geser, dan putar. Untuk lebih jelasnya silakan lihat di tutorial yang disertakan pada saat Anda mengunduh gamenya. Awalnya memang susah, bahkan menurut saya lebih susah dari PD 2, namun lama-kelamaan akan terbiasa, kok. Apalagi lagu di Osu jauh lebih banyak daripada PD, karena ada ribuan lagu yang tersedia di situsnya, yang dapat diunduh secara gratis.
Ah ya, sebenarnya saya juga ingin bermain PD untuk PC, namun sayang hanya tersedia bahasa Mandarin dan tidak ada patch bahasa Inggris, jadi saya tidak bisa memainkannya...

Retreat di Sukabumi

Okeh sebenarnya ini sudah agak lama, namun saya akan menceritakannya walau sudah lupa-lupa ingat. Mohon maaf tidak dibagi beberapa bagian seperti biasanya karena saya sudah lupa urutan kegiatannya, jadi saya akan membeberkannya secara umum.
Tempat retreat saya adalah tempat yang penuh kenangan di Sukabumi karena sama seperti tempat retreat saya saat 3 SMP. Pondok Semadi namanya kalau tidak salah. Pondok ini terkenal karena makanannya yang enak-enak. Dan memang benar, di sana makanannya tidak ada yang tidak enak. SEMUANYA enak. Bahkan kue yang biasanya saya tidak suka saja jadi enak disana. XD
Menurut cerita teman-teman yang sudah mengikuti retreat gelombang sebelumnya (kebetulan saya gelombang terakhir untuk yang non Katolik), retreat itu sangat menyenangkan. Bahkan gelombang kelas saya nonton film 2x sehari dan malam terakhir dilewati dengan tidur di tikar berjamaah. Ada sesi yang "mengena" pula.
Namun waktu saya retreat, ternyata agak tidak sesuai dengan harapan saya. Tidak ada sesi yang benar-benar mengena seperti retreat di SD maupun SMP yang sebagian besar muridnya bisa menangis saking mengenanya sesi tersebut. (Saya, sih, tidak menangis, walau sebenarnya tersentuh juga.. XD) Daripada retreat, lebih tepat disebut pelatihan. Metodenya juga monoton, setiap hari hanya disuruh menulis dan menggambar.
Tapi, di luar itu, ada juga beberapa sesi yang menyenangkan. Seperti di saat pagi hari, di salah satu pagi, ada sesi dimana kita diminta mencari salah satu tumbuhan yang menarik perhatian kita kemudian menuliskannya. Pondok retreat itu benar-benar indah, dipenuhi berbagai macam tumbuhan, dan anjing yang akan menggonggong bila kita mendekatinya (apa coba...). Saya berhasil menemukan satu tumbuhan yang "terbuang". Pohon kecil di balik kursi batu, yang tumbuh dan berbunga. Mungkin tak banyak orang yang menyadari bunga itu ada disana, mengingat seingat saya saja yang berkumpul di dekat bunga itu hanya saya seorang.
Ada juga sesi yang sangat singkat namun lumayan berarti untuk saya. Sesi video "Lentera Jiwa" yang sangat berkesan di hati saya. Dari sana, pandangan saya tentang jurusan yang akan saya pilih sedikit berubah.
Hmmm.. sepertinya hanya itu yang bisa saya ingat. Sayang juga, ya...

My Dreams



Entah kenapa beberapa hari ini saya mimpi aneh dan berbeda-beda. Dan tidak seperti mimpi-mimpi yang biasanya, mimpi-mimpi saya beberapa hari ini seperti begitu nyata. Karena ada yang terlalu aneh maupun terlalu pribadi, tentu saja saya tidak bisa menceritakan semuanya...
Salah satu mimpi saya adalah mimpi saya yang katanya mimpi itu sih, di Medan. Mungkin ini terpengaruh oleh pembicaraan beberapa teman saya yang memang lahir di Medan atau tinggal di Medan sebelum tidur lewat SMS, saya lupa. Intinya, hotel yang saya tempati itu bagus sekali, serasa hotel-hotel di Dubai, dan dari sana kita bisa melihat seluruh pemandangan kota, bahkan ada lautnya segala. Mimpi yang aneh bukan?

Senin, 08 November 2010

Belajar Gaul Jadi Manusia Unggul

Penerbit: Gramedia
Penyusun: Lita Tamzil

Buku ini berisi pengalaman pribadi yang diceritakan mahasiswa-mahasiswa di LPKIA Bandung pada saat pelajaran Human Relations. Sekilas mirip dengan Chicken Soup versi Indonesia, mengingat cerita tersebut dikumpulkan dalam bab-bab tersendiri, namun ternyata tidak juga, karena ada pengantar dari sang penyusun untuk setiap bab.

Kelebihan: Ceritanya sederhana tapi ada yang menyentuh.

Kekurangan: Banyak yang ceritanya itu-itu saja jadi agak membosankan.

Nilai: 8/10