Rabu, 24 Februari 2010

Review Ulangan Mid Semester 2 (1)

Yaaaa
Jadi sekarang sekolah saya sedang mengadakan ulangan mid sampai tanggal 1 Maret mendatang. Dan reviewnya adalah:

22
Religio/Agama: yah, lumayan..
walaupun ada ngarang di sana-sini

Biologi: tak saya duga, GAMPANG BANGET!! apalagi esainya

23
Bahasa Indonesia: jujur, entah kenapa, kali ini kurang bisa.. T.T
terlalu banyak teori..
tapi kalo yang prakteknya saya yakin sih

Kimia: nah ini yang saya sesali!
saya kurang yakin bisa dapet 9, walo dah yakin ini ga remed
di bagian akhir aja pas saya periksa ulang, jawabannya diganti semua T.T
mana ada beberapa soal teori..
untung esainya lumayan gampang XD

24
OR: lumayan.. hmm

Fisika: ada beberapa soal yang ga yakin, dan saya baru nyadar kalo materinya sebenernya ternyata lumayan gampang T.T

Selasa, 23 Februari 2010

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja

Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI..

Kenapa demikian?
Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini..

Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya..

Sekian dan terima kasih

Jumat, 19 Februari 2010

Setelah 8 Bulan di IPA...

Yaaa, kalau Anda melihat entri saya beberapa bulan lalu, Anda akan membaca entri tentang betapa tidak inginnya saya masuk IPA, saya menyesal masuk IPA, dan lain sebagainya.
Tapi sekarang saya baru mulai belajar mencintai IPA, walau sebenarnya saya bukan anak IPA sejati yang pelajaran favoritnya adalah Mafia dan Biologi, berpikir secara sangat ilmiah, melakukan percobaan2 ilmiah, dan lain sebagainya. Dan ini perubahan daftar pelajaran yang saya sukai sepanjang 8 bulan ini: (urut)
1. Kimia
Sebenarnya dari kelas 1 saya sudah suka pelajaran ini, tapi sejak kelas 2 baru saya semakin cinta pelajaran ini, dan saya menargetkan nilai 9 untuk Kimia! Hohoho..
2. TIK
Ini mah sudah jadi kesukaan saya dari dulu..
3. Seni Budaya
Walau sudah berubah, kalau kelas 1 dulu pelajarannya identik dengan membuat wayang dan sebagainya, kelas 2 pelajarannya full perspektif dan proyeksi, tapi karena ada menggambarnya jadi tak apalah...
4. Bahasa Indonesia
Turun jauh! Kelas 1 ini urutan pertama, namun karena kelas 2 hampir semua pelajaran Bahasa Indonesia diisi dengan teori, nilai saya jadi menurun drastis (bahkan pernah 1x remed, dan kalau bisa ini yang pertama dan terakhir) dari di atas rata2 menjadi sangat pas2an...
5. Sejarah
Walau tidak semenyenangkan pelajaran sejarah milik anak IPS yang seperti novel itu, tapi lumayanlah setidaknya masih ada sejarah
6. PKn
Lumayan menyenangkan.. hoho.. tapi entah kenapa nilai saya di pelajaran ini bernasib sama seperti pelajaran no 4... Padahal waktu kelas 1 nilai PKn saya di atas 9, tapi kok sekarang..... T.T
7. Bahasa Inggris
Ano.. kenapa bisa ada di urutan bawah ya.. hmm hmm
8. Agama
Bukannya menomordelapankan Tuhan lho ya... T.T
Tuhan tetap nomor satu! XD
9. Fisika
Yaaaa, sebenarnya menyenangkan juga sih fisika kalau dipikir2, sekarang sih lumayan ada kemajuan, dulu fisika masuk nomor 2 dari belakang pelajaran yang saya sukai
10. Matematika
Kalau ini kebalik... dulu SD saya ingat sekali saya suka sekali akan matematika.. tapi sekarang karena rada ribet jadi ya lumayan turun ranknya
11. Olahraga
Karena saya tidak berbakat dalam pelajaran ini =="
12. Biologi
Masukkan ini ke urutan terakhir dalam rangka "shii-tidak-mau-masuk-kedokteran" XD

Sekian..

RPM Konten Multimedia

Sebenarnya pertama kali saya tahu tentang rencana menteri untuk menerbitkan RPM ini di sebuah forum yang saya ikuti. Tadinya saya tidak begitu memperdulikan, sampai akhirnya berita ini muncul di salah satu koran nasional. Langsung saya ngeh dan mulai mencari lebih banyak tentang RPM ini. Ternyata benar, kalau rancangan ini benar-benar dilaksanakan, "berbahaya". Menurut saya, walau saya tahu tujuannya baik, rancangan ini belum siap untuk dilaksanakan, dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
1. Batasan yang masih abstrak
Sama seperti undang-undang pornografi yang dibahas beberapa waktu lalu, kali ini batasan posting yang diperbolehkan di dunia maya juga masih abstrak. Misalnya pornografi, yang dimaksud pornografi itu batasannya bagaimana? Misalnya jika ada foto orang di Facebook yang memakai tank top dan rok mini, mungkin bagi sebagian orang itu merupakan pornografi, sedangkan bagi sebagian orang lagi tidak.
2. Keberadaan beberapa site dunia maya
Misalnya Kaskus, yang merupakan forum terbesar di Indonesia, kalau rancangan ini diadakan, pengunjungnya bisa berkurang sangat jauh banyak. Misalnya di Lounge, subforum teramai yang mengandung info-info umum, kalau dipasang berita yang dianggap melanggar aturan, dan pembuat topiknya dikenai sanksi, anggota forum lain akan takut untuk mengepost info-info di Lounge lagi. Demikian pula seperti yang telah saya bilang di nomor 1, kalau batasannya belum jelas seperti ini, dan ada yang menganggap post tersebut melanggar hukum, orang akan takut untuk mengepost sesuatu, berpikir dari 10x menjadi 1000000x sebelum mengepost (lebay), dan site dunia maya pun jadi tidak semenarik sekarang.
3. Kebebasan pers
Kalau post di dunia maya diatur seperti ini, sama saja seperti zaman Orba dulu dimana kebebasan berpendapat dibatasi..
4. Sulit diwujudkan
Dengan adanya tentangan dari pengguna situs jaringan sosial, Kaskus, dan lainnya, belum lagi belum ada filter khusus dan sebagainya, sekarang belum siap diwujudkan...
Berikut isi dari RPM tersebut...
PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA


NOMOR: …… /PER/M/KOMINFO/2/ 2010…. TAHUN 2010


TENTANG

KONTEN MULTIMEDIA


DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a. bahwa konten memiliki peranan, pengaruh, dan dampak yang signifikan dalam penyelenggaraan jasa multimedia, baik terhadap penyelenggara jasa multimedia itu sendiri maupun terhadap masyarakat pada umumnya dan pada khususnya anggota masyarakat yang merasa dirugikan oleh pembuatan, pengumuman, dan/atau penyebarluasannya;
b. bahwa untuk membina industri penyelenggara jasa multimedia agar senantiasa mampu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang terjadi baik di tingkat dalam negeri maupun Internasional, Pemerintah perlu memberikan pedoman kepada penyelenggara jasa multimedia mengenai pengelolaan konten multimedia;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu membentuk Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Konten Multimedia;

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3473);
2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881);
3. Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3887);
4. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4252);
5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843);
6. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4928);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3980);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4974);
9. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.20 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 30/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi;
10. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.21 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 31/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;



MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA TENTANG KONTEN MULTIMEDIA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

1. Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dari bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektro-magnetik lainnya.

2. Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.

3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.

4. Konten adalah substansi atau muatan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mencakup seluruh suara, tulisan, gambar baik diam maupun bergerak atau bentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan sebagiannya dan/ atau keseluruhannya.

5. Multimedia adalah Sistem Elektronik yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan fungsi Telekomunikasi, Penyiaran, dan Teknologi Informasi.

6. Konten Multimedia adalah Konten yang dimuat, didistribusikan, ditransmisikan, dibuat dapat diakses dan/atau disimpan melalui atau dalam Perangkat Multimedia.

7. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.

8. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

9. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

10. Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.

11. Penyelenggara Jasa Multimedia, yang selanjutnya akan disebut Penyelenggara, adalah penyelenggara jasa Telekomunikasi yang menawarkan layanan berbasis Teknologi Informasi, meliputi jasa akses Internet, penyelenggara jasa interkoneksi Internet, penyelenggara jasa Internet teleponi untuk keperluan publik, penyelenggara jasa sistem komunikasi data, atau penyelenggara jasa Multimedia lain yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

12. Pengguna Jasa Multimedia, yang selanjutnya akan disebut Pengguna, adalah orang yang memuat, mengubah, mengakses, menyimpan, mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten.

13. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau dalam jaringan.

14. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.

15. Perangkat Multimedia adalah perangkat keras, perangkat lunak yang terintegrasi sehingga memungkinkan suatu Sistem Elektronik menjalankan fungsi Telekomunikasi, Penyiaran, dan Teknologi Informasi.

16. Penyaringan adalah tindakan untuk menemukan dan menutup akses (blocking) dimuat, ditransmisikan, diumumkan, dan disimpannya suatu Konten yang dilarang di dalam sistem penyelenggaraan jasa Multimedia yang diselenggarakan oleh Penyelenggara.

17. Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang adanya Konten yang dilarang.

18. Pengaduan adalah pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan tentang adanya Konten yang dilarang yang menyangkut pihak tersebut secara pribadi.

19. Menteri adalah Menteri yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam bidang komunikasi dan informatika.

20. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam bidang Konten Multimedia.

21. Tim Konten Multimedia adalah Tim yang dibentuk oleh Menteri.

Pasal 2

(1) Maksud dari pembentukan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika ini adalah untuk melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum.

(2) Tujuan dari pembentukan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika ini adalah untuk memberikan pedoman kepada Penyelenggara untuk bertindak secara patut, teliti, dan hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya yang terkait dengan Konten Multimedia.

BAB II

KONTEN YANG DILARANG

Pasal 3

Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang menurut peraturan perundang-undangan merupakan:

a. Konten pornografi;

b. Konten lain yang menurut hukum tergolong sebagai Konten yang melanggar kesusilaan.

Pasal 4

Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang menawarkan perjudian.

Pasal 5

Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.

Pasal 6

Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung:

a. muatan berupa berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, yaitu Konten mengenai suatu peristiwa atau hal yang tidak benar atau tidak berdasarkan fakta yang dinyatakan sedemikian rupa sehingga menurut penalaran yang wajar Konten tersebut adalah benar atau autentik, yang secara materil dapat mendorong konsumen untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian pada konsumen;

b. muatan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) meliputi Konten mengenai penghinaan dan/atau menyatakan informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta mengenai suatu suku, agama, ras, atau golongan;

c. muatan mengenai pemerasan dan/atau pengancaman meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pemerasan dan/atau pengancaman; dan/atau

d. muatan berupa ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 7

Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung:

a. muatan privasi, antara lain Konten mengenai isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang, riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, kondisi keuangan, aset, pendapatan, dan rekening bank seseorang, hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang, dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal; dan/atau

b. muatan hak kekayaan intelektual tanpa izin dari pemegang hak kekayaan intelektual yang bersangkutan.

BAB III

PERAN PENYELENGGARA

Pasal 8

Penyelenggara wajib memantau seluruh Konten dalam layanannya yang dimuat, ditransmisikan, diumumkan, dan/atau disimpan oleh Pengguna yang dilakukan dengan cara:

a. membuat aturan penggunaan layanan;

b. melakukan pemeriksaan mengenai kepatuhan Pengguna terhadap aturan penggunaan layanan Penyelenggara;

c. melakukan Penyaringan;

d. menyediakan layanan Pelaporan dan/atau Pengaduan;

e. menganalisa Konten Multimedia yang dilaporkan dan/atau diadukan oleh Pengguna; dan

f. menindaklanjuti hasil analisis atas Laporan dan/atau Pengaduan dari suatu Konten Multimedia.

Pasal 9

(1) Aturan penggunaan layanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a sekurang-kurangnya memuat ketentuan mengenai:

1. larangan bagi Pengguna untuk memuat Konten yang menurut Peraturan Menteri ini merupakan Konten yang dilarang;
2. keharusan bagi Pengguna untuk memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai identitas dan kontaknya saat mendaftar;
3. keharusan bagi Pengguna untuk tunduk pada hukum negara Republik Indonesia;
4. keharusan bagi Pengguna untuk menyetujui bahwa jika Pengguna melanggar kewajibannya, maka Penyelenggara dapat menutup akses (blocking) Akses dan/atau menghapus Konten Multimedia yang dimaksud;
5. keharusan bagi Pengguna untuk menyetujui ketentuan privasi yang paling sedikit mengenai:

1. kesediaan Pengguna untuk mengizinkan Penyelenggara menyimpan data pribadi dan data penggunaan layanan; dan/atau

2. kesediaan Pengguna untuk mengizinkan Penyelenggara mengungkapkan data pribadi dan data penggunaan layanan kepada aparat penegak hukum dan/atau Menteri apabila ada dugaan mengenai perbuatan melawan hukum terkait pemuatan suatu Konten.

(2) Penyelenggara dilarang membuat aturan penggunaan layanan yang menyatakan bahwa Penyelenggara tidak bertanggungjawab atas penyelenggaraan jasanya yang digunakan untuk memuat, mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya, dan/atau menyimpan Konten Multimedia.

(3) Penyelenggara wajib melakukan pemeriksaan secara rutin mengenai kepatuhan Pengguna terhadap aturan penggunaan layanan Penyelenggara.

Pasal 10

(1) Penyaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c dilakukan dengan mengoperasikan Sistem Elektronik yang memiliki fungsi sebagai sarana Penyaringan menurut upaya terbaik Penyelenggara sesuai dengan kapasitas Teknologi Informasi, kapasitas finansial, dan otoritas yang dimilikinya.

(2) Penyelenggara wajib memastikan bahwa Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) andal dan aman serta bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 11

(1) Penyediaan layanan pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d dilakukan dengan menggunakan sarana yang mudah diaplikasikan oleh Pengguna dalam memberikan atau menerima Laporan dan/atau Pengaduan mengenai keberadaan Konten yang dilarang.

(2) Sarana pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:

a. surat elektronik;
b. sarana telekomunikasi;
c. surat melalui pos; dan
d. sarana komunikasi lainnya yang umum.

(3) Penyelenggara wajib memastikan bahwa sarana pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) andal dan aman serta bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 12

(1) Penyelenggara wajib menindaklanjuti Laporan dan/atau Pengaduan dengan cara melakukan analisis Konten paling lambat 3 (tiga) hari setelah Laporan dan/atau Pengaduan diterima.

(2) Pada saat proses analisa Laporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), Penyelenggara wajib menandai Konten tersebut, sehingga Pengguna mengetahui bahwa Konten tersebut diduga merupakan Konten yang dilarang.

(3) Hasil analisis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diklasifikasikan dalam 3 (tiga) predikat sebagai berikut:

1. Konten yang dilarang;
2. Konten yang tidak dilarang; atau
3. Konten yang belum jelas dan akan diteruskan ke Tim Konten Multimedia.

Pasal 13

Penindaklanjutan hasil analisis atas Laporan dan/atau Pengaduan dari suatu Konten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3×24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak Laporan dan/atau Pengaduan tersebut diterima.

Pasal 14

(1) Penyelenggara wajib meminta Pengguna untuk menghapus dari Sistem Elektronik Penyelenggara Konten yang telah diputuskan oleh Penyelenggara atau Tim Konten Multimedia sebagai Konten yang dilarang.

(2) Apabila permintaan Penyelenggara untuk menghapus Konten tidak dilaksanakan oleh Pengguna dalam jangka waktu paling lama 3×24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak permintaan diajukan, maka Penyelenggara wajib menutup akses (blocking) Konten tersebut dari layanannya.

(3) Penyelenggara dapat menghapus Konten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Pasal 15

Penyelenggara wajib menyimpan dan mengamankan data komunikasi dan aktifitas elektronik pelanggan atau Pengguna paling singkat 3 (tiga) bulan.

Pasal 16

Penyelenggara wajib memuat salinan elektronik dari Peraturan Menteri ini sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan dari layanannya dan memastikan setiap Pengguna mengakses, membaca, mengetahui dan/atau dapat mengaksesnya.

Pasal 17

Penyelenggara wajib memberikan informasi dan bukti kepada aparat penegak hukum dalam rangka penyelidikan atau penyidikan terkait keberadaan Konten dalam Sistem Elektroniknya.

Pasal 18

(1) Penyelenggara wajib menyampaikan Laporan pemantauan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 kepada Direktur Jenderal setiap tahun.

(2) Setelah menerima Laporan dari Penyelenggara, Direktur Jenderal melakukan verifikasi atas kebenarannya.

(3) Setelah verifikasi selesai dilakukan, Direktur Jenderal mengeluarkan surat yang menginformasikan tingkat kepatuhan Penyelenggara dan surat tersebut disampaikan kepada Penyelenggara yang bersangkutan dan diumumkan kepada masyarakat.

Pasal 19

(1) Penyelenggara harus menyelenggarakan jasa Multimedia secara andal dan aman serta bertanggungjawab terhadap beroperasinya jasa Multimedia sebagaimana mestinya.

(2) Penyelenggara bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan jasa Multimedia yang dilakukan.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak Pengguna .

BAB IV

PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

Pasal 20

(1) Direktur Jenderal berwenang melakukan pemantauan dan penilaian untuk mendorong Penyelenggara mematuhi Peraturan Menteri ini.

(2) Direktur Jenderal dapat menjadikan penilaiannya atas kepatuhan Penyelenggara dalam melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagai salah satu indikator prestasi Penyelenggara dalam melaksanakan ijin penyelenggaraan jasa Multimedia.

Pasal 21

(1) Masyarakat, dan/atau Penyelenggara dapat mengajukan Laporan dan/atau Pengaduan kepada Tim Konten Multimedia mengenai keberadaan suatu Konten yang diduga merupakan Konten yang dilarang.

(2) Laporan dan/atau Pengaduan harus disampaikan dengan menyertakan identitas yang benar yang dapat dibuktikan oleh pelapor dan/atau pengadu.

(3) Laporan dan/atau Pengaduan dapat disampaikan melalui:

a. surat elektronik;

b. sarana telekomunikasi;

c. surat melalui pos; dan

d. sarana komunikasi yang umum digunakan lainnya.

(4) Penyelenggara hanya dapat mengajukan Laporan dan/atau Pengaduan apabila Penyelenggara dapat menunjukkan bukti dan alasan yang kuat bahwa Penyelenggara telah melakukan analisis pendahuluan terhadap Konten yang dimaksud dan berdasarkan hasil analisis tersebut Penyelenggara tidak memperoleh keyakinan yang kuat mengenai dilarang atau tidaknya Konten tersebut.

Pasal 22

(1) Tim Konten Multimedia ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan jumlah anggota paling banyak 30 (tiga puluh) orang dan masa kerja 1 (satu) tahun.

(2) Tim Konten Multimedia dipimpin oleh seorang Ketua yang dijabat oleh Direktur Jenderal.

(3) Pengajuan anggota Tim Konten Multimedia dilakukan oleh Direktur Jenderal dengan mempertimbangkan faktor kompetensi, integritas, dan independensi.

(4) Komposisi Tim Konten Multimedia terdiri atas 50% (lima puluh persen) dari unsur Pemerintah dan 50% (lima puluh persen) dari unsur masyarakat yang berkualifikasi sebagai ahli atau profesional.

(5) Tim Konten Multimedia dibantu oleh sekretariat yang susunannya akan ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Direktur Jenderal.

(6) Menteri menetapkan Tim Konten Multimedia paling lambat 1 (satu) tahun sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri ini.

Pasal 23

(1) Pelaksanaan pemeriksaan terhadap satu atau serangkaian Konten yang berdasarkan Laporan dan/atau Pengaduan dari masyarakat, penegak hukum, dan/atau Penyelenggara diduga merupakan Konten yang dilarang, dilakukan oleh 5 (lima) orang anggota Tim Konten Multimedia, yang untuk selanjutnya disebut Kelompok Kerja, yang keanggotaannya terdiri dari:

a. 2 (dua) orang dari lingkungan Departemen Komunikasi dan Informatika; dan/atau

b. 3 (tiga) orang dari selain lingkungan Departemen Komunikasi dan Informatika yang keilmuannya terkait dengan Konten yang akan diperiksa.

(2) Susunan anggota dan ketua Kelompok Kerja ditetapkan oleh Ketua Tim Konten Multimedia.

Pasal 24

Pemeriksaan terhadap Laporan dan/atau Pengaduan mengenai Konten yang diduga merupakan Konten yang dilarang dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

a. analisis pendahuluan;

b. pemeriksaan substantif;

c. pengajuan hasil penilaian.

Pasal 25

(1) Analisis pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

a. pendistribusian Konten yang akan diperiksa kepada seluruh anggota Kelompok Kerja;

b. masing-masing anggota Kelompok Kerja memberikan pendapatnya secara tertulis berdasarkan hasil analisis dari segi kepakaran, pengalaman, dan kebijaksanaannya;

c. berbagai pendapat tersebut dimusyawarahkan oleh seluruh anggota Kelompok Kerja;

d. perumusan hasil analisis pendahuluan; dan

e. penyusunan rencana pemeriksaan substantif.

(2) Pemeriksaan substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

a. Kelompok Kerja meminta konfirmasi kepada pihak yang membuat Konten yang dimaksud melalui surat elektronik, sarana telekomunikasi, surat melalui pos, dan sarana komunikasi yang umum digunakan lainnya berdasarkan rumusan hasil analisis pendahuluan;

b. Pihak yang dimintai konfirmasi wajib memberikan jawaban paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal penerimaan permintaan konfirmasi;

c. Kelompok Kerja melakukan analisis terhadap jawaban yang diberikan oleh pihak yang dimintai konfirmasi; dan

d. Kelompok Kerja merumuskan hasil analisis pemeriksaan substantif.

(3) Pengajuan hasil penilaian pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

a. pelaporan Kelompok Kerja kepada Tim Konten Multimedia mengenai pelaksanaan pemeriksaan dengan menyampaikan usulan hasil pemeriksaan dan alasannya; dan

b. penyampaian hasil pemeriksaan dari Tim Konten Multimedia kepada Menteri.

Pasal 26

Hasil pemeriksaan Kelompok Kerja diklasifikasikan menjadi 2 (dua) predikat sebagai berikut.

a. Konten yang dilarang; dan

b. Konten yang tidak dilarang

Pasal 27

Ketua Tim Konten Multimedia setelah menerima usulan hasil pemeriksaan dari Kelompok Kerja melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. melakukan pembahasan atas usulan, apabila dianggap perlu;

b. menetapkan hasil pemeriksaan; dan

c. memberitahukan hasil pemeriksaan kepada pelapor dan/atau pengadu.

Pasal 28

Apabila Ketua Tim Konten Multimedia telah menyatakan bahwa Konten yang ada pada Sistem Elektronik Penyelenggara adalah Konten yang dilarang, maka Penyelenggara wajib:

a. meminta Pengguna untuk menghentikan kegiatan pembuatan, pemuatan, pentransmisian, pengumuman, dan/atau penyimpanan Konten yang dimaksud;

b. meminta Pengguna untuk menghapus Konten yang dimaksud;

c. menghambat Akses pada Konten yang dimaksud; dan/atau

d. melakukan tindakan lain yang patut, teliti, dan hati-hati untuk memastikan Konten yang dimaksud tidak lagi ada dan/atau tidak lagi dapat diakses pada Sistem Elektroniknya.

Pasal 29

(1) Penyelenggara wajib menutup akses (blocking) Konten yang telah dinyatakan oleh Tim Konten Multimedia sebagai Konten yang dilarang dari Sistem Elektroniknya dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal penerimaan pemberitahuan.

(2) Penyelenggara yang melakukan kesengajaan atau kelalaian dalam memenuhi ketentuan penutupan akses (blocking) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenakan sanksi administratif.

BAB V

SANKSI ADMINISTRATIF

Pasal 30

(1) Menteri dapat mengenakan sanksi administratif kepada Penyelenggara yang melanggar Pasal 8; Pasal 9 ayat (3); Pasal 10 ayat (2); Pasal 11 ayat (3); Pasal 12 ayat (2); Pasal 13; Pasal 15; Pasal 16; Pasal 17; Pasal 18 ayat (1); ayat (2); Pasal 19 ayat (1); Pasal 29, atau Pasal 30.

(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa teguran tertulis, denda administratif, pembatasan kegiatan usaha, dan/atau pencabutan izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana.

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 32

Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 1 (satu) tahun sejak tanggal penetapan.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal ??-??-????

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

REPUBLIK INDONESIA,

TIFATUL SEMBIRING

==================================================================

Minggu, 14 Februari 2010

Matibeku Clues (Stage 5)

Stage yang pembuatnya, menurut saya, otaku tingkat menengah... Hoho...
Katanya soalnya susah setengah mati tapi menurut saya yang lumayan otaku, biasa aja ah XD

-53
Cari tau "asam" itu bahasa Inggrisnya apa... Tapi jangan di google translate, cari aja di kamus Inggris (saya sarankan memakai kamus Indonesia-Inggris karangan John Echols dan Hassan Shadily *promosi*)... Ketemu? Translate deh... Inget strukturnya, ya.. Berdasarkan penelitian, banyak yang gagal di nih level karena tak memperhatikan strukturnya...

-54
Wow Tangleons kejam ya... Apa reaksi anda kalau BENERAN disuruh begitu? Jawab dalam 1 kata, ya!

-55
Soal otaku pertama... Hoho..
Singkatan nama program chatting yang dimaksud adalah singkatan dari animenya juga...
(contoh singkatan: APH-Axis Powers Hetalia, tapi tentu aja bukan ini yang dimaksud karena APH bukan singkatan dari nama program chatting)
Kalo dah ketemu animenya, cari satu-satu, siapa ya nama marga murid yang hilang? Kalo ga tau sama sekali ceritanya dan males baca, satu-satunya jalan adalah bruteforce!!

-56
Gampang bagi saya karena saya juga maniak nih game dulu..
Masukin tuh Cu Chulainn, Joe Sandy, dkk... cari pekerjaan mereka, terus keinget sebuah game!! (saya sih begitu).. Cari nama player 1 dari game itu..
Klu nonjok: Pekerjaan mereka semuanya merupakan bos dari tiap stage dari sebuah game

-57
Inget-inget apa yang dah didapet di level yang ditunjuk, dan juga level sebelum level ini... Masukkin semuanya ke wiki, tar cari angka yang ada di jawaban level yang ditunjuk itu..

-58
Liat daleman, dan... WYSIWYG!!

-59
Cari liriknya di Google.. terus cari versi inggrisnya, dan akan membentuk sebuah jawaban yang lucu... wakaka~~

-60
Okeh ini saya akui susah kalo anda tidak otaku!! (Tapi sayangnya saya otaku XD)
Copas aja liriknya, cari judulnya di Google, terus liat judul... loh, itu orangnya kok bukan Tangleons ya? Masukin ke wiki.. cari siapa dia... diantara list anime-anime itu ada 1 yang merupakan anime parodi (ini klu nonjok abis!), cari anime parodinya... Anime parodi itu punya versi manganya donk... Cari apa judul chapter yang sesuai sama judul lagu yang di soal...
Ga bisa lolos? Tenang, tanyakan sama teman Anda yang maniak tuh manga atau obrak-abrik lemari komik Anda! *plak plak plak*
Karena judul chapter yang benar ada di tankoubon versi Indonesianya... (Setidaknya cara itu yang saya pakai, karena saya sendiri punya manganya lengkap hohoho)
apa itu tankoubon? silakan cari sendiri di gugel~~

-61
Waktu ngeliat soal ini, saya langsung mikir, "Wow, ini kan gitar yang dipake *beep* di anime *beep*!!!"
Dan ternyata memang benar ITU JAWABANNYA..
Ga perlu repot-repot cari merek lah atau apa lah kayak yang disebut di forum ato blog laen, repot soalnya *dihajar*, langsung aja cari animenya.. terus urutkan nama anggotanya sesuai urutannya.. hati-hati di bagian keyboardist ya, karena ternyata ini nama depan mereka bukan nama panggilannya..
Klu: anime tentang band yang anggotanya cewek semua, dan nama depan gitaris sekaligus vokalisnya sama dengan nama penyanyi Jepang fave saya!! (silakan cari di blog ini, pasti tau)

-62
pake pitagoras gan..
saya juga pusing ngerjainnya ==a

-63
ingatkah anda akan sesuatu?
quote dari seorang tokoh game yang ada di awal2 level..
nah itu dia jawabannya~~

-64
berhubungan sama game~
*lagi*


-65
cari kompetisi tahunan yang memuat tokoh2 kesukaannya si tangleons.. terus cari nama ronde2nya.. bruteforce deh namanya dan nomornya..
format di sana salah, anyway.. ane dah coba pake format nama round_angkanya tapi ga bisa.. pantes.. ==

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu... (7)

1 tahun setelahnya...

Di CCW 09, kami alumni CCW 08 kembali mengadakan reuni. Dan tentu saja saya amat sangat senang karena bisa bertemu soulmate saya itu.
Ya, soulmate yang umurnya sebenarnya agak beberapa tahun lebih muda dari saya, namun enak diajak ngobrol, dan pintar pula. (Entah kenapa saya selalu senang. akan makhluk2 pintar XD) Paling menyukai pelajaran Fisika (saya lebih cinta KIMIA), ketua OSIS di sekolahnya, dll dll dll~

Sebelumnya, kami mengadakan konferensi di YM, dan waktu itu merencanakan akan membuat novel ber-15. Tapi ada yang mengusulkan kenapa tidak membuat kumpulan cerpen saja (saya lupa siapakah yang mengusulkan? jangan-jangan saya, lagi ==") dan akhirnya disetujuilah rencana pembuatan kumpulan cerpen.

Dan kedelapan alumni yang hadir di CCW 09 merencanakan akan membuat kaos CCW (yang sayangnya belum terwujud sampai sekarang). Tentunya dengan menggunakan pabrik (??? saya ga tau istilahnya) yang berbeda dengan jaket karena banyaknya komplain waktu itu.
Kami juga membicarakan tentang pembuatan kumpulan cerpen itu.

Waktu berlalu... Cerpen yang akan diterbitkan dikumpulkan (saya memutuskan mengirim cerpen yang dibuat di minggu kedua saja...)...
Pada Oktober 2009, tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa buku kami sudah diterbitkan. Magic Box namanya. Beberapa bulan sebelumnya memang sudah disinggung-singgung tentang desain kover dan lain sebagainya. Saya turut berpartisipasi, sih...

Saat melihat buku kami terbit di pasaran, yang ada di pikiran saya waktu itu adalah, tahun 2010 ini saya merencanakan akan menampilkan nama saya di salah satu buku di toko buku. Tentunya sebagai pengarang... Tapi karena sedang fokus di blog tercinta (halah), jadi mungkin akan sedikit diundur (?)...

-end-

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu (6)

Beberapa hari setelahnya...

Terlalu banyak peristiwa yang terjadi, yang berkaitan dengan CCW.
Diawali dengan datangnya sebuah SMS yang masuk ke inbox hp ibu saya, berkata bahwa dia adalah anak yang saya temui waktu di depan lift hari pertama itu. Dia dan saya memang cukup dekat sejak di CCW dan setelah CCW berakhir rupanya dia ingin tetap melanjutkan hubungan (?). Yah, intinya saya pun membalas SMS itu dengan memberitahukan nomor hp saya. Kami pun mulai berkenalan lebih lanjut setelah itu.
Ya, dan kemudian semakin dekat dan dekat, hingga sekarang. Salah satu orang yang paling dekat dengan saya... selain keluarga saya, tentunya.
(Ah, sayang dia jarang membuka internet... Kalau sudah punya internet, kira-kira apa reaksinya ya kalau membaca ini)
Tempat mencurahkan 1 rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun termasuk kalian yang membaca blog ini. Hoho...

Lalu dilanjutkan dengan masuknya artikel para CCW di majalah, dan hanya beberapa yang tahu.

Kemudian, datang lagi kabar dari salah satu yang ikut CCW juga waktu itu, mengatakan kalau ternyata dia satu sekolah dengan saya. Hanya saja, dia SMA sedangkan saya SMP ketika itu.

Terus....
Ah, ya, pengumuman 3 cerpenis terbaik yang telah ada lombanya sebelumnya. Saya sedang bermain internet di sekolah, ketika iseng-iseng membuka e-mail saya dan mendapati bahwa ada pengumuman 3 cerpenis terbaik. Saya tidak masuk di antaranya. Saya telah menduga hal ini sebenarnya, mengingat saya merasa bahwa cerpen yang saya kirimkan untuk final itu bahkan tidak lebih baik dairpada cerpen-cerpen yang dibuat saya beberapa minggu terakhir, termasuk pas pengiriman seleksi. Jiwanya "kurang dapet". Rasanya banyak sekali yang kurang. Dan lagi,saat itu waktu untuk mengetik cerpen sangat terbatas. Dengan komputer lemot yang dipakai sejak 10 tahun lalu hingga detik ini, apalagi dengan koneksi internet yang hanya mengandalkan dial-up, otomatis tak semudah sekarang jika akan mengirimkan cerpen. Sekarang, saya lebih memilih untuk mengetik apapun (termasuk entri ini) di laptop, menyimpan di notepad, memasukkannya ke USB dan kemudian baru dipublish/dikirim.

Beberapa bulan kemudian, kami semua dipanggil lagi untuk pengambilan sertifikat. Setelahnya, ada sesi foto bareng lagi...

Hmm, sudahkah saya ceritakan tentang jaket CCW? Jadi, pas minggu keberapa (saya lupa), ada rencana mau membuat jaket CCW 2008. Kami semua pun membuatnya, dan ternyata harganya lumayan mahal. Dan selanjutnya banyak yang komplain karena ukurannya yang kekecilan (tapi di saya, sih, pas).

(bersambung)

Kamis, 11 Februari 2010

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu.. (5)

Hari keempat

Ya!
Akhirnya tibalah saat perpisahan..
Hiksu hiksu~

Diawali dengan penjelasan dari penerbit2 tentang syarat2 supaya karya bisa masuk ke penerbit.. Lalu dengan Kak Windy dari Gagas yang bertanya jawab dengan kami tentang penerbitan..

Setelah makan siang, ada alumni dari CCW sebelumnya yang menjelaskan tentang perjalanan hidup mereka setelah mengikuti CCW *halah*..

Hari terakhir pun kami mendapat goodie bag!!

Dan tugas hari terakhir adalah..
Buat cerpen sebagus-bagusnya untuk menentukan 3 cerpenis terbaik CCW!!

(bersambung)

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu... (4)

Hari ketiga

Adalah hari yang spesial!!
Karena hari itu kami diajak ke sebuah toko buku.. (lupa namanya ==")
Dan di sana ada Raditya Dika~
(Jangan ngaku anda blogger kalau anda tak tahu siapa dia)

Saat kami datang ke sana Radith belum datang..
dan setelah menunggu beberapa saat barulah dia datang..
Ia menjelaskan tentang plot!
Dalam menjelaskan ia memakai contoh dari novel Jomblo..

Kemudian setelah itu kami makan siang, dan setelah itu mendapatkan kritik dan saran tentang cerita pengembangan karakter yang dibuat minggu sebelumnya..

Lalu!!
Kembali foto bersama, mendapat goodie bag, dan berfoto bareng dengan Radith..
kami semua juga meminta tanda tangan dari Radith..
hoho~

(bersambung)

Rabu, 10 Februari 2010

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu.. (3)

Hari kedua..

Saya datang telat..
Lupa sebabnya kenapa..
Telat lebih dari 30 menit
Dan ketika saya sampai, sudah banyak orang..
Ada 3 orang yang belum pernah saya lihat di hari sebelumnya

Di sana sedang dijelaskan tentang pembuatan karakter.. pengajarnya adalah Reda Gaudiamo (di akhir acara beliau juga membagikan kami salah satu bukunya yang judulnya Bisik-bisik... buku ini sangat amat unik, nanti kalau ada waktu mungkin saya bisa merensensi nih buku)

Yah, setelah itu kami dibagi menjadi 2 kelompok untuk menonton bagian dari film Paris I Love You..
tapi ini filmnya entah kenapa ga ada suaranya, dan kami disuruh bikin cerita tentang salah satu karakter dari tokoh yang ada di sana..
Cerita di film itu saya dah lupa, tapi intinya saya ambil karakter anak kecil kacamata yang nerd... hoho~

Lalu!!
Kembali berfoto ria dan mendapatkan goodie bag!!
Kali ini ada komiknya loh~~~

Daaaann ada hadiah tambahan untuk yang mengumpulkan tugas pertama paling pagi!
Dia adalah Anen, dan bukan saya (sayangnya)..
Karena waktu itu inet saya hanya mengandalkan koneksi dial-up, hiks hiks~~

Coba kalau kayak sekarang.. Inet nyala hampir tiap hari.. XD

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu.. (2)

Hari pertama..

Ketika akan masuk ke kantornya, saya melihat ada orangtua bersama anaknya ikut menunggu lift.
"CCW di lantai berapa ya?" tanya ortu itu pada saya
saya pun menjawab tak tahu.
Ternyata anak itu juga ikut CCW...

Lalu setelah bertanya pada satpam kami naik ke lantai yang dituju dan menunggu. Di sana sudah ada beberapa anak lain rupanya.
Tak lama kemudian kami dipanggil untuk naik ke ruangan coaching...

Waktu itu seharusnya ada 10 orang, tapi karena ada beberapa orang tidak datang, jadi hanya ada sekitar 7-8 orang..
Kami semua pun diminta memperkenalkan diri, dan kemudian bermain game sederhana..
Yaitu berbaris berdasarkan urutan tertentu seperti ukuran sepatu, tanggal lahir, dsb
Hal itu ditujukan untuk lebih mengenal satu sama lain (katanya)..

Setelah itu materi pun dimulai, dan dijelaskan tentang pengenalan cerpen..
Setelah berbagai materi, akhirnya tibalah saat untuk makan siang!
Makan siang waktu itu dilakukan sembari membaca buku yang ada (peserta wajib membacanya XD)

Setelah makan siang, dilanjutkan dengan foto bersama...
Satu persatu anak difoto untuk kemudian masuk majalah
Tak lupa foto bareng juga tentunya
(Yah berfoto ria gitu lah)
Dan kemudian kami mengisi formulir yang nantinya akan dicantumkan di majalah
Setelah itu kami pulang dengan membawa goodie bag yang berisi sangat banyak buku

Dan hari itu!!
Hari dimana saya menemui salah satu orang yang paling berarti dalam hidup saya.. XD
(akan diceritakan kemudian)

Oh iya
Waktu itu dikomentari tentang cerpen yang saya buat di waktu pengiriman seleksi..
Dan dibilang, secara keseluruhan cerpen saya sudah bagus XDD

Tugas hari itu: Buatlah versi panjang (6 halaman) dari cerita yang sama (waktu itu kan kirimnya 3 halaman doang)


(bersambung)

Mengenang Peristiwa 2 Tahun Lalu.. (1)

Tadi siang, teman sekelas saya dimana saya cukup dekat padanya memberi tahu saya bahwa dia lolos coaching cerpen kaWanku. Mendengar itu, mau tak mau ingatan saya melayang ke peristiwa 2 tahun yang lalu.
---
Saat itu saya sedang pulang sekolah dan makan di sebuah restoran dekat sekolah. Tiba2 ada telpon dari nomor tak dikenal masuk ke HP saya.
"Halo?" kata saya.
"Ini *beeep* (nama asli saya) yang ngirim cerpen ke CCW kan?"
(gitu intinya)
"Iya, kenapa mbak?"
"Tar hari Minggu kamu dateng yah ke kantor CCW buat ikutan coaching"
"Waduh tar saya tanya orangtua saya dulu" (soalnya waktu itu mau tryout, kelas 3 SMP saya)
"Wah cepetan kamu tanya ortu kamu soalnya kalo ga nama kamu dicoret nih"
Akhirnya saya cepat2 menanyakan orangtua saya dan ternyata beliau bilang boleh...
"OK deh mbak kalo gitu tar Minggu saya dateng yah Mbak.."
"Makasih ya dek"
"Sama2"

Ya saya emang tipe orang yang jarang menunjukkan perasaan, apalagi di depan umum... Padahal sebenarnya saat itu saya senang sekali karena pada akhirnya saya bisa menunjukkan kalau bakat saya bukan di kedokteran XDD

Lalu dimulailah coaching itu..

(bersambung)

Hmmmm...

Ya, rencananya sih saya mau merombak blog ini, tapi karena banyak tugas, mana mau ul mid pula..
Jadi ya.. mungkin nanti pas libur karena anak2 kelas 3 pada ujian nasional, ujian praktek, dan ujian sekolah..