Minggu, 18 Oktober 2009

Keprihatinan Nasional (2)

Sebenarnya masih banyak, sih, contoh-contoh dari keprihatinan nasional yang saya temui. Namun, untuk mempersingkat, saya tuliskan saja apa solusinya menurut saya.

Nah, menurut saya masalah ini solusinya hanya ada dalam diri masing-masing. Kalau kita sendiri tidak sadar untuk menjaga keutuhan negara kita, siapa lagi? Apa kita mau terus-terusan ditindas oleh negara lain??

---
Sebelum menuliskan entri ke-2 ini saya sempat menyebarkan kuesioner lewat SMS ke sejumlah orang. Pertanyaannya sama dengan yang guru sejarah saya berikan: "Maukah anda pindah kewarganegaraan jika diberikan kesempatan?" Berikut jawaban-jawaban mereka:
-Mau: 4 orang
-Tidak: 6 orang
Tergantung: 2 orang
Hasil yang membuat saya cukup terhibur karena setidaknya jumlah yang menjawab "tidak" makin bertambah ^^

Alasan yang bagus menurut saya: (tentunya diterjemahkan dari bahasa SMS)
-Tidak mau, karena biarpun banyak hal dari Indonesia yang tidak saya suka, tapi saya sangat menyukai negara kita yang punya banyak ragam budaya, bahasa, dan alamnya yang bikin ga nahan.... >w<
Pendapat saya: hoho... sebenarnya saya juga begini ^^
-Tidak. Karena saya sudah menanamkan pada diri saya, kalau hidup saya hanya untuk Indonesia.
-Tidak, karena saya sudah nyaman di Indonesia, apalagi dari kecil sampai sekarang saya di Indonesia, jadi saya tumbuh bersama tanah Indonesia.
Pendapat saya: alasan yang mirip tapi bagus...

-Mau, karena muak dengan Indonesia. Contohnya, kalau Indonesia kaya akan SDA,kenapa banyak yang kelaparan? Banyak yang miskin? Itu karena orangnya BODOH...
Pendapat saya: yah memang sih... tapi apa orang-orang yang sependapat dengan Anda, kenapa tidak tergerak untuk mengubah Indonesia? Pada zaman sebelum kemerdekaan saja, para generasi muda Indonesia bisa bangkit, bersatu, menyatakan Sumpah Pemuda... Bahkan saat sebelum kemerdekaan, beberapa pemuda berkumpul dengan generasi yang lebih tua untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia. Kalau dulu saja bisa seperti itu, masa sekarang tidak bisa? Kita harus bangkit!
----

Ada yang mengatakan bahwa "25 tahun lagi, kalau kondisinya terus memburuk seperti ini, negara Indonesia bisa hancur". 25 tahun lagi siapa yang meneruskan kepemimpinan negara ini? Tentu saja kita, generasi muda Indonesia, generasi penerus bangsa. Tapi kalau kebanggaan menjadi warga negara Indonesia saja tidak ada, kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia, kebanggaan mempunyai budaya yang beraneka ragam, bagaimana jadinya negara ini??

Keprihatinan Nasional (1)

Tulisan ini dibuat hanya beberapa jam setelah saya mengalami kejadian ini dan merenungkannya.

Jadi, di suatu pagi yang cerah di hari Sabtu, di akhir pelajaran Sejarah, guru Sejarah saya menanyakan kepada satu kelas,
"Seandainya kalian diberi kesempatan untuk berpindah kewarganegaraan selain Indonesia, apakah kalian akan melakukannya? Jawab dengan jujur!"
Tak seperti yang saya duga, kira-kira ENAM PULUH PERSEN dari satu kelas mengangkat tangan.

"Sekarang, berapa orang di antara kalian yang tidak akan berpindah kewarganegaraan meski sudah diberikan kesempatan untuk berpindah?"
Hanya 9 orang yang mengangkat tangan, termasuk saya. Itu hanya sekitar 25 %. Sisanya abstain.

Sebenarnya bukan hanya kali ini saja saya melihat fenomena seperti ini terjadi. Banyak bukti-bukti lain yang pernah saya lihat, diantara lain:
1. Kemarin, sewaktu membaca artikel di sebuah majalah, ada satu artikel yang paling membuat saya berkesan. Artikel itu menceritakan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar pada kalangan muda Indonesia. Bahkan, sebagian dari mereka lebih jago berbahasa selain Indonesia, padahal orang Indonesia. Yang paling mengherankan adalah, salah satu kenalan si penulis adalah orang Indonesia, tapi tidak fasih berbahasa Indonesia, meski warga negara Indonesia, karena sekolah di sekolah internasional dimana bahasa pengantarnya bukan bahasa Indonesia. Di rumahnya pun dia tidak berbicara bahasa Indonesia dengan orangtuanya.
Kalau bahasa Indonesia saja yang merupakan bahasa nasional ada yang tidak bisa, bagaimana dengan bahasa daerah?? Jujur saja, penulis pun hanya mengerti sedikit-sedikit beberapa bahasa daerah. Tapi kenapa sampai ada orang Indonesia yang tidak bisa bahasa Indonesia??
2. Sewaktu saya pergi ke hotel Nikko tanggal 4 Oktober 2009 lalu, ada sebuah festival. Apa namanya? "Jak-Japan Matsuri" alias festival Indonesia-Jepang, seperti yang saya hadiri November tahun lalu. Disini saya menemukan lebih banyak lagi keprihatinan:
-Saya datang ke sana memakai batik. Saya kira banyak yang datang ke sana memakai batik, setidaknya bukan cuma saya saja. Tapi ternyata, saya cari kesana kemari orang yang memakai batik, yang ada hanyalah 2 ORANG (1 bapak dan 1 ibu, sepertinya suami istri)!!! Kalau yang cosplay sih mungkin bisa dimaklumi (yang original juga sepertinya menarik kalau memakai batik, hmmm...).
Saya jadi teringat pada pameran cosplay yang diadakan di JCC bersamaan dengan pameran kain tradisional Indonesia. Anak-anak muda Indonesia lebih antusias untuk melihat pameran cosplay daripada kain tradisional Indonesia. Yang datang di pameran kain itu kebanyakan adalah ibu-ibu, anak mudanya cuma saya. Kebalikannya di pameran cosplay.
-Pada lagu "Padamu Negeri", saya lihat anak muda yang menyanyi tidak banyak. Kebanyakan yang ikut menyanyi adalah orang-orang tua.
Saya bukannya tidak suka budaya negeri orang. Seperti yang telah saya bilang di entri-entri sebelumnya, saya adalah pecinta budaya Jepang (terutama visual kei dan musik-musik Jepang serta animanga). Tapi saya tidak pernah terobsesi untuk tinggal di Jepang atau berpindah kewarganegaraan dari Indonesia ke Jepang. Terserah sesama pecinta Jepang di Indonesia seperti saya mau bilang apa. Saya lebih cinta Indonesia. ^^
Hal yang sama juga berlaku untuk pecinta budaya negeri orang lainnya di Indonesia. Yang banyak saya lihat selain budaya Jepang itu ada pecinta budaya Barat (terutama lagu-lagunya tentu saja), dan pecinta Korea (dramanya, lagunya, dst)

Bersambung ke bagian ke-2...

Jumat, 09 Oktober 2009

Review Jak-Japan Matsuri @ Hotel Nikko, 4 Oktober 2009

Mumpung saya baru pulang dari acara ini ketika entri ini ditulis, mumpung ingatan tentang acara itu masih segar dalam ingatan, ada baiknya jika saya langsung menuliskan review ini.
Nama acara: Jak-Japan Matsuri
Tempat:Hotel Nikko, Jakarta, Jl MH Thamrin (sebrang Plaza Indonesia)
Jam: tak tahu, yang pasti saat saya datang kira2 pukul 15:15 dan saya pulang sekitar jam 17:15

Saya berangkat dari rumah kira-kira jam setengah tiga. Sampai di sana sekitar jam 15.00, lalu saya masuk ke sana dan melewati sensor X-Ray yang langsung mengingatkan saya pada bandara. Saya pikir, tiket masuknya bayar, tak tahunya gratis karena ini Student Day.

Sampai di sana saya kebingungan mencari beberapa orang yang sebelumnya memang saya ingin temui, yaitu: teman-teman sekolah saya dari kelas Nihongo (Bahasa Jepang) yang katanya mau ke sana, teman-teman dari klub Teru-teru Bozu, YUI-indo, serta Auchisuya tentunya...

Pertama saya menelpon Haku (selanjutnya disebut Ame saja karena sudah kebiasaan saya memanggilnya begitu, diambil dari nama aslinya yaitu *beeeeppp*), salah seorang anggota Auchisuya (dan YUI-indo walaupun kurang aktif) serta Teru-teru Bozu. Katanya dia datang ke sana untuk cosplay. Dan saat saya menelpon dia, dia ada di lantai 2. Segera saya naik ke lantai 2 dan menemuinya memakai cosplay yang berasal dari karakter yang tidak saya tahu, mungkin cosplay original.

Karena dia mau pergi makan, maka saya ditinggal oleh Ame dan kawan-kawannya yang 1 grup cosplay dengannya. Saya pun menelpon Neko, anggota Auchisuya lainnya. Ternyata dia dan Mii serta Gilank (semuanya anggota Auchisuya, keterangan lengkap lihat entri Auchisuya) sedang mengikuti Devmeet, yaitu gathering untuk pengguna Deviantart. Saya juga sebenarnya merupakan salah satu pengguna Deviantart, namun karena browser saya tidak mendukung untuk mengupload gambar karena error atau apa, jadi Deviantart saya tidak aktif dan hanya memuat 4 gambar.

Mereka terlihat sibuk menggambar sedangkan saya tidak membawa satu alat gambar pun ketika itu, jadi saya pergi mencari bangku yang kosong dan menonton band covering Alice Nine yaitu Visual Band-It yang waktu itu membawakan lagu Strawberry Fuzz dan satu lagu lagi saya lupa lagu apa, pokoknya lagu Alice Nine.

Selesai band Visual Band-It, saya menonton covering band Vamps yaitu Akatsuki. Dia membawakan 2 lagu yang membuat saya lumayan tertarik untuk mendownload lagu-lagu Vamps.

Setelah lagu-lagu Vamps berakhir acara pun dilanjutkan dengan parade cosplay. Cosplay yang ditampilkan ada yang mirip karakternya ada juga yang tidak mirip. Banyak diantara peserta yang memberi bonus hiburan berupa menyanyi sampai aksi beladiri.

Kemudian saya kembali ke lantai atas dan pada waktu itu ada covering band High and Mighty Color yang saya tak tahu membawakan lagu apa. Lalu saya kembali menemui Neko dan Mii kemudian kami berjalan-jalan keliling acara. Oh iya saya lupa kalau sebelumnya saya sempat melihat-lihat cinderamata dari pin bergambar artis visual kei (sayang tak ada X Japan)dan UVERworld (sejak kapan UVER jadi visual kei? kalau bener visual kei pasti bakal mirip xtripx XD), artis Johnny's, sampai artis Korea; kemudian ada yukata bermotif batik, kipas bergambar lagi-lagi artis Johnny's, dan sebagainya. Saat itu saya menemukan 2 teman sekolah saya yaitu Tina dan Monica tapi saya tak sempat menegur mereka hingga saya pulang.

Kembali ke saat saya berjalan-jalan bersama Neko dan Mii. Tiba-tiba mereka menemukan Ame dan akhirnya kami pun bertemu dengan Ame. Ame memperkenalkan saya ke anggota TTB yang pertama kalinya saya bertemu dengannya yaitu Kururi. Dia kemudian memperkenalkan saya ke anak-anak Teru-teru Bozu yang lainnya.

Saya kembali ke panggung ketika sedang dibawakan lagu "Indonesia Pusaka" oleh pembawa acara dan salah satu orang Jepang yang sepertinya penting. Lalu pembawa acara mengumumkan bahwa sehabis ini yang akan tampil adalah Murasaki. Mendengar namanya saya langsung teringat bahwa itu adalah band covering UVERworld yang dulu saya tunggu-tunggu. Saya pun yang tadinya meng-SMS minta dijemput meminta agar waktu penjemputan diundur. Saya hanya mendengar Murasaki membawakan 2 lagu, yaitu Gekidou dan Colors of the Heart. Yang saya sesalkan adalah, suara vokalisnya kurang mirip dengan Takuya dan pada lagu Gekidou, drumnya kurang bagus.

Sekian....

Sabtu, 03 Oktober 2009

Resensi YUI-It's All Too Much

Sebenarnya baru akan keluar pertengahan Oktober mendatang (seingat saya sih 14 Oktober), namun lagu dan PV It's All Too Much serta PV Never Say Die sudah dapat kita dengar dan download di berbagai situs internet. Ketik saja di Google atau mesin pencari lainnya.

Saya ingin membuat First Impressionnya namun karena sudah mendengarkan It's All Too Much berkali-kali jadi saya memutuskan membuat resensinya saja.
*saat ini saja saya sedang mendengarkan lagunya*

1. It's All Too Much
PV: jujur walau saya punya semacam ingatan fotografis (khusus untuk visualnya bukan audio, karena saya orangnya sangat visual, agak kinestetik dan agak auditoris) tiap kali melihat PV atau video lainnya... pokoknya apapun yang berupa video... saya tak ingat PV lagu ini seperti apa... kenapa? karena saya bukan MELIHAT PV melainkan MENDENGARKAN... XD Jadi pas PVnya diputar, saya tidak menontonnya tapi menekan tombol Play lalu membuka site lainnya...
Nilai: -

Lagu: seperti kata seseorang di salah satu forum yang saya ikuti, lagu ini merupakan gabungan antara akustik dan elektriknya YUI, menghasilkan perpaduan yang unik dan lumayan mengobati kerinduan akan lagu akustik YUI (seperti zaman Tokyo dan Goodbye Days dulu, sebenarnya Sea juga akustik hanya saja entah kenapa saya kurang menyukainya, mungkin karena PVnya yang biasa-biasa saja). Cenderung mudah untuk dinyanyikan, dan menurut pengamatan saya suara YUI makin terdengar bagus di lagu ini.
Nilai: 8,2/10

2. Never Say Die

PV: kocak!! walaupun saya belum hafal lagunya, dan belum mengerti arti dari lagunya... Inti sebenarnya dari PV ini juga saya tidak tahu...Pokoknya ada anak-anak cewek yang bermain bola (mengingatkan saya pada kalimat "Budi bermain bola" XD)

First Impression: UVERWorld-GO-ON

Single terbaru UVERworld. Sudah keluar sejak 5 Agustus yang lalu namun karena ketidaktahuan saya jadi saya baru mendownloadnya hari ini, dan saya segera membuat resensinya. Karena baru pertama kali dengar makanya disebut First Impression. Nanti pas singlenya YUI yang It's All Too Much/Never Say Die tak lupa saya juga akan membuat resensinya (walau saya sudah mendengar It's All Too Much beberapa kali jadi tak bisa disebut First Impression lagi).

Nah, berikut resensi saya:
1. GO-ON
Lagu yang menjadi lagu utama single ini. Awalnya mengesankan, dan entah kenapa mengingatkan saya pada lagu Versailles yang berjudul The Revenant Choir. Tapi pas mulai lagu sebenarnya, di tengah-tengah sampai akhir, muncullah ciri khas lagu UVERworld yang biasanya (yang membuat saya tidak cepat respon dalam membedakan antara 1 lagu UVERworld dengan lagu UVERworld lainnya) walau sudah tidak terlalu dominan.
Nilai: 6,5/10

2. the truth
Lagu kedua yang menurut saya lebih bagus daripada lagu pertama... Bagian awal mengingatkan saya kepada salah satu lagu UVERworld yaitu Nagare Kuukyo This Word walaupun sebenarnya nadanya berbeda...
Nilai: 7/10

3. Madara Chou
Judul lagunya pakai katakana dan kanji. Berhubung saya cuma bisa baca hiragana, katakana, dan sedikit kanji, jadi saya tidak mengetahui kanjinya itu kanji apa. Diantara 3 lagu di single ini menurut saya inilah yang paling bagus. Mendengarkan lagu ini langsung mengingatkan saya pada lagu UVERworld yaitu Mikageishi. Awalnya akustik namun ditengah-tengah tidak lagi sepenuhnya akustik. Juga seingat saya (karena saya menghabiskan waktu lumayan lama untuk mencari kanji yang dimaksud di kamus kanji namun tidak ketemu), ciri khas UVERworldnya tidak terlalu terasa sehingga lagunya khas seperti halnya Mikageishi. Tentu saja nada lagu ini berbeda dengan Mikageishi.
Nilai: 7,9/10

Pendapat keseluruhan: Saya sebenarnya jadi bingung, apa penyusunan lagu ini tidak salah? Mengingat biasanya dalam album, kumpulan cerpen dan sejenisnya, yang bagus ditempatkan di depan. Tapi ini malah kebalikannya, yang bagus justru ditempatkan paling akhir. Bukan berarti lagu GO-ON tidak bagus, hanya saja menurut saya lagu nomor 3 dan nomor 2 lebih bagus dari nomor 1.
Dan yang membuat saya senang kali ini adalah, tidak ada lagu yang isinya hanya instrumental atau Takuya8-sama hanya menyanyi beberapa bait saja (misalnya pada lagu -forecast map 1955-). Atau lagu yang isinya hanya mixing yang menurut saya tak jelas (misalnya pada core ability +81, satu-satunya lagu UVERworld yang tidak saya suka karena isinya hanya mixing geje). Semua lagu dalam single ini kali ini adalah pure lagu semua... Saya berharap semoga single yang akan datang juga demikian...

Mid Semester 1

Mungkin untuk sebagian besar sekolah, mid semester, baik ulangannya dan/atau pembagian rapor midnya diadakan setelah libur Lebaran. Tapi untuk sekolah saya, entah kenapa mereka mengadakan ulangan mid pada awal-awal September, dan pembagian rapor midnya pun dilakukan hanya 2 hari sebelum libur Lebaran. Sekolah saya meliburkan siswanya selama 1 minggu untuk memperingati Idul Fitri. HANYA 1 minggu. Mungkin kalian berpikir, "Nanti liburan akhir tahunnya (Natal, Tahun Baru, dll) bisa sampai 1 bulan mungkin?" Liburan Natal dan Tahun Baru pun dibuat ngepas. Kalau mengacu pada tahun lalu, liburan Natal dimulai pada 2 atau 3 hari sebelum Natal, dan berakhir 2 atau 3 hari sesudah Tahun Baru. Jadi total harinya hanya kurang lebih 11 hari, maksimal 2 minggu.

Balik lagi ke topik utama. Seperti yang tadi sudah saya bilang bahwa beberapa hari lalu saat entri ini ditulis, tepatnya 2 hari sebelum hari raya Lebaran tiba, sekolah saya mengadakan pembagian rapor mid semester 1. Saat rapor saya dibagikan, ada beberapa nilai yang tidak terlalu sesuai dengan keinginan saya, tapi ada pula nilai-nilai yang di luar dugaan. Yang paling aneh adalah, saat pelajaran Bahasa Indonesia entah kenapa terasa ada pembedaan antara murid yang satu dengan murid lainnya *anda mengerti maksud saya? memang sih kalimat ini sudah saya rancang agar memiliki maksud yang tersembunyi* terutama dari bagian nilai sikapnya.

Yah, sekian...