Sabtu, 05 Mei 2012

Perjalanan Saya Menemui Penggemar Jejepangan di Kampus Saya (3)





















Sebagian dari orang-orang penggemar Jejepangan yang ada di MNC. Silakan tebak sendiri, ya. You know who you are. Selanjutnya, saya mengenal GI, yang kemudian mengaku sebagai fujoshi alias penggemar yaoi. Saya sangat kagum, ternyata ada orang yang sealiran dengan saya di fakultas saya ini. Biasanya, fujoshi itu cukup sulit ditemui kecuali di forum animanga menurut saya. Maklum, banyak orang yang tak mengakui bahwa dirinya itu fujoshi, dan banyak orang tidak tampak kalau dia fujoshi walaupun dia sebenarnya adalah fujoshi. Beberapa minggu kemudian, saya menghadapi open recruitment UKM penelitian berupa wawancara dan presentasi suatu kasus. Saat presentasi, karena saya harus rapat untuk panitia kegiatan drama MNC, saya pergi dulu dan baru muncul di akhir-akhir. Saya pun duduk di sebelah orang yang memperkenalkan dirinya sebagai N, dan saya mendapati orang ini sangat unik, terutama dari cara bicaranya. Keesokan harinya adalah hari pertemuan pertama MNC, hari yang sangat saya tunggu karena disana ada orang-orang yang saya temui seperti DI, GI, TAL dan RT-senpai. AS dan FC tidak bergabung di MNC, sayangnya. Ternyata, saya langsung bisa mengenali GI dari pertemuan pertama. Mungkin memang saya ditakdirkan untuk mengenali insting sebagai sesama fujoshi? Saya juga berkenalan dengan orang-orang lainnya disana. Menurut insting saya, cewek-cewek angkatan 2011 yang baru bergabung disana kadar kegemarannya terhadap animanga tidak setinggi cowok-cowoknya. Namun, awalnya saya belum mendapat kesempatan untuk berkenalan dengan cowok-cowoknya karena pada pertemuan pertama kelasnya dibagi 2, dimana perempuan belajar memakai yukata dan yang laki-laki belajar igo yang diajarkan oleh RT-senpai. Selesai belajar yukata, barulah saya melihat-lihat igo yang sedang diajarkan RT-senpai sembari menunggu pendataan anak-anak yang akan masuk MNC, sedangkan cewek-cewek yang lainnya sedang mengobrol dengan kakak kelas tutor yukata. Di samping meja itu ada kartu yang saya belum tahu namanya. Saya kira itu kartu semacam Yugioh namun gambarnya gambar tokoh-tokoh moe dalam anime/manga/VN seperti Little Busters, Angel Beats, dan seterusnya. Saya lumayan sering melihat orang bermain hal seperti itu di toko barang-barang animanga seperti Anime Machi, namun saya tak menyangka ada orang yang bermain kartu seperti itu di fakultas saya. Ternyata kakak kelas yang bernama RWK-senpai bercerita bahwa kartu itu bernama WS, dan tadi dia bersama N diajari bermain WS oleh si pemilik kartu yang berinisial RC. Saya pun kaget, ternyata ada N di klub tersebut. Ternyata, 2 orang yang waktu itu membaca mangascan TWGOK di perpustakaan adalah N dan RC. Waktu pun berlalu cepat, pertemuan saya terhadap penggemar Jejepangan di kampus saya tidak terlalu banyak bertambah. Saya hanya mendapatkan perubahan kalau saya sering datang ke event Jejepangan bersama teman-teman kampus saya itu. Padahal, dulu saya biasanya datang sendirian untuk kemudian bertemu dengan teman-teman lainnya di TKP. Sekarang, walaupun tak ada yang dikenal di event itu, setidaknya ada teman-teman dari kampus saya yang menemani. Kedekatan saya terhadap penggemar Jejepangan ini pun bertambah, walau tak selalu dalam hal Jejepangan. Misalnya, saya pernah belajar bersama FC di apartemennya saat akhir semester 1 lalu. Atau sekelompok dengan N saat mengerjakan tugas. Atau diajak duduk di deretan paling depan sejak beberapa bulan lalu oleh RC yang mengenalkan saya pada penggemar Jejepangan lainnya yaitu PA. Karena RC dan PA ini sangat pintar, jadi mereka juga membantu mengajari saya. Karena memang seperti yang saya bilang tadi, kadar kegemaran terhadap Jejepangan diantara cewek-cewek tak setinggi yang cowok-cowok, otomatis saya lebih dekat dengan para laki-laki penggemar Jejepangan tersebut. Sempat beberapa kali digosipkan kalau saya pacaran dengan mereka, tapi buat saya kedekatan antara laki-laki dan perempuan itu tak selalu berarti pacaran. Karena jodoh itu akan datang dengan sendirinya. Walau saya sering berpikir untuk punya pacar penggemar Jejepangan dan sudah beberapa kali mewujudkannya, namun buat saya suka Jejepangan atau tidak itu tidak terlalu penting. Hampir lupa, selain RT-senpai, cowok-cowok penggemar Jejepangan di kampus saya ternyata punya spesialisasinya juga sendiri-sendiri. DI ahli dalam mengumpulkan teman yang mungkin sudah sekelas otaku Indonesia, alias penggemar Jejepangan kelas atas. N sepertinya salah satu yang paling banyak menonton anime, dan menjadi tempat rekomendasi soal anime yang bagus di musim mendatang. RC selain bermain WS dan sangat pintar, dia juga lumayan pro bermain osu!, game musik dengan mayoritas lagunya adalah lagu Jepang, satu-satunya game online yang saya mainkan. Nah, sekian cerita saya. Kepanjangan sekali, bukan?

Perjalanan Saya Menemui Penggemar Jejepangan di Kampus Saya (2)
































Beberapa bulan sebelum masuk kampus, saya pernah bertanya di grup cosplay yang saya ikuti, adakah klub Jepang di kampus saya? Salah satu anggota menjawab ada, tapi tidak ada di fakultas saya karena letaknya berjauhan. Setahu dia, tidak ada anak fakultas saya yang tergabung di klub Jepang tersebut. Saya punya beberapa kenalan cosplayer di kampus utama saya, dan tahu bahwa di fakultas saya di kampus tempat saya kuliah pernah ada salah satu tim cosplay yang lumayan terkenal di masa lampau. Sayangnya, saat ini sepertinya kemunculan mereka di event semakin jarang. Saya sempat meng-add salah satu dari mereka, dan memang benar, kemunculan mereka tidak sesering dulu, dimana mereka bahkan pernah diprofilkan di salah satu majalah cosplay yang terbit di Indonesia. Saat mendengar bahwa klub Jepang di fakultas saya yang “diasingkan” itu tidak ada, salah satu tekad saya adalah mencari anak-anak penggemar Jejepangan di kampus saya lalu membangkitkan kembali klub Jepang itu, bahkan kalau perlu membentuk tim cosplay lagi. Ternyata orang yang menjawab di grup cosplay waktu itu salah. Saat pengenalan kampus tingkat fakultas, kami, anak-anak baru, diajak berkeliling untuk melihat promosi unit kegiatan mahasiswa (UKM). Ternyata, ada salah satu stand yang penuh dengan pepakura, suvenir khas Jejepangan, orang-orang memakai yukata, dan lain sebagainya. Ada klub Jepang di fakultas saya! Saya langsung bertekad bahwa itu adalah klub yang pertama kali saya akan gabung, selain beberapa UKM sebelumnya yang saya tertarik. UKM klub Jepang itu bernama MNC. Singkat cerita, pengenalan kampus selesai dan kegiatan perkuliahan dimulai. Secara kebetulan, kuliah pertama, dosennya berbicara tentang seorang mahasiswa yang sudah ko-ass dan masih membaca komik. Dia berkata hal itu terlalu kekanak-kanakan, hal yang merupakan pendapat awam tentang komik. (Padahal, komik ada yang 17+ juga, kan). Ternyata, kakak kelas pun ada yang merupakan penggemar Jejepangan. Nah, di hari pertama ini, karena telat, saya duduk di paling belakang bersama dengan seorang anak bernama TAL yang bersama-sama dengan saya di dalam lift menuju ruang kuliah hari itu. Ternyata, TAL juga suka Jejepangan dan berniat bergabung MNC. Penggemar Jejepangan bertambah satu lagi. Pulang kuliah, saya iseng-iseng meng-SMS salah satu nomor telepon seluler yang ada di brosur MNC. Dari situ, saya kemudian diminta untuk mengedarkan kertas yang diberikan kakak kelas yang nantinya diisi data-data berupa nama, NIM, nomor HP dan pin BB (kalau ada) bagi yang tertarik masuk MNC. Kertas itu akan dikembalikan keesokan harinya. Dan sembari menunggu, malam saat keesokan harinya saya akan menyerahkan kertas itu, saya meng-add satu-persatu pin BB yang ada untuk menambah kontak penggemar Jejepangan. Nomor HP waktu itu tidak saya simpan, walau saya tahu ada beberapa orang yang tidak memakai BB yang menuliskan datanya di sana. Waktu berlalu. Beberapa hari kemudian, saya pergi ke perpustakaan untuk mencari Learning Objective dari Problem Based Learning. Apa itu? Singkatnya, itu seperti PR kita dalam suatu diskusi kelompok mengenai suatu kasus yang berkaitan dengan blok yang sedang dipelajari. Masih tidak mengerti maksudnya? Silakan tanya Google karena itu bukan inti dari cerita ini. *penulis dihajar massa* Nah, kembali ke cerita inti. Di perpustakaan itu, saya menjumpai 2 orang yang sedang membaca mangascan The World God Only Knows. Karena FC dan AS yang ada di cerita pertama itu adalah perempuan, sedangkan 2 orang ini adalah laki-laki, saya langsung berkesimpulan bahwa ini penggemar Jejepangan lain yang saya temui. Akhirnya, saya mengajak ngobrol mereka, dan kemudian diketahui bahwa mereka memang penggemar Jejepangan yang sudah tingkat atas. Kami pun bertukar nomor HP, dan setelah itu mereka terlupakan sementara oleh saya. Suatu kali, saat saya sedang memajang suatu display picture di BBM saya tentang sesuatu yang saya dapat dari gathering Kaori Nusantara, forum animanga yang saya ikuti, seseorang berkomentar terhadap display picture tersebut. Saya langsung ingat bahwa dia adalah salah seorang yang saya add BBM-nya, yaitu DI. Dari perkenalan itu, saya kemudian sering mengobrol dengan DI yang kemudian mengenalkan saya pada beberapa orang penggemar Jejepangan yang ia kenal baik di dalam kampus maupun di luar, salah satunya kakak kelas yang sudah koass berinisial RT. Saya berpikir, mungkin ini kakak kelas yang dimaksud sang dosen di pertemuan pertama kuliah itu, tapi saya tak pernah tahu kebenarannya sampai sekarang. Saya dan RT pun berkenalan, dan dari obrolan standar dan suatu kali kami sampai ke pembicaraan soal anime yang disebut-sebut anime terbaik tahun 2011, Puella Magi Madoka Magica. Ternyata dia menyukai tokoh Kyuubey di anime tersebut, begitu pula saya. Sejak saat itu, sampai saat entri ini ditulis, kami sering BBM-an hanya memakai autotext Kyuubey, yang mungkin dianggap aneh oleh semua orang kecuali kami. RT adalah kakak kelas yang dikenal memiliki spesialisasi dalam bidang game puzzle. Dulu, saat tanding antar angkatan, dia pernah mewakili angkatannya dalam kompetisi catur. Saat MNC pun, dia akan mengajar igo, semacam permainan catur asal Jepang. Ia juga memiliki satu set komik Hikaru no Go, seri yang menurut saya salah satu anime terbagus yang pernah saya tonton, dan meminjami saya komik tersebut. Belakangan, saat mengenal dia lebih lanjut, dia juga suka bermain rubik dan pernah membeli rubik saat saya ke pre-event Toys Fair bersama dia dan lainnya. Ucapan Natal dari dia adalah yang paling saya ingat, karena sangat unik dengan segala puzzle Matematika buatan dia sendiri. Bersambung dulu ke part selanjutnya~

Perjalanan Saya Menemui Penggemar Jejepangan di Kampus Saya (1)
























Entri ini dibuat karena saya terus-menerus kepikiran ingin membuat entri ini. Jadi, daripada pikirannya lama-lama mengganggu, kenapa gak dibikin sekarang aja? Jadi, ini cerita tidak penting tentang perjalanan saya menemukan penggemar Jejepangan di kampus, tepatnya di fakultas, saya. Fakultas tempat saya kuliah sekarang memang dipisahkan dengan kampus utama, jadi harap maklum. Tapi, nanti saya akan sedikit menyinggung tentang kampus utama saya juga, kok. Karena sekali lagi ini cerita tidak penting, jadi sebelum terlambat, silakan meng-klik tombol X pada pojok kanan atas, kecuali Anda ingin membaca cerita ini. Oh ya, demi kerahasiaan pribadi, nama-nama orang yang terlibat saya sensor hanya memakai inisial saja. You know who you are. Sumber cerita 95% berasal dari ingatan saya dan 5% lainnya dibantu oleh orang-orang yang terlibat dalam cerita ini. Jadi, kalau ada yang salah dalam urutan kejadian maupun dalam kejadian itu sendiri, harap maklum. Mari kita mulai .... -------- Semuanya berawal sekitar pertengahan tahun 2011, di suatu pagi hari sekitar beberapa minggu sebelum pengenalan kampus. Awal pertemuan saya dengan salah satu penggemar Jejepangan sebenarnya sangat tak terduga. Waktu itu, seperti biasa saya memulai hari dengan rutinitas yang sudah saya lakoni hampir setiap hari selama hampir 3 bulan: mandi pagi lalu sarapan sambil membuka komputer untuk berselancar di dunia maya. Saat itu, saya sedang iseng-iseng membuka Facebook, dan mencari fanpage universitas saya disana. Kemudian, saya meng-klik like dan bertanya satu hal tentang pengenalan kampus fakultas saya, yang kemudian dijawab oleh admin fanpage tersebut. Beberapa hari kemudian, saya menerima friend request dari Facebook. Namanya belum pernah saya lihat sebelumnya, dan mutual friend-nya juga tidak ada. Saya, yang waktu itu masih tidak pilih-pilih siapa yang akan masuk menjadi friend saya di Facebook (yang di kemudian hari saya tidak lagi melakukan hal ini), menerima friend request tersebut. Kemudian, FC, nama orang itu, pun mengajak saya chat tentang pengenalan kampus. Obrolan kami terus berlanjut di dunia maya, tak hanya seputar pengenalan kampus, sampai akhirnya kami bertukar nomor HP dan saling SMS-an. Dari sanalah ketahuan bahwa FC suka membaca komik, dan bisa berdiskusi soal komik kalau mau. Saya pun merasa bahwa FC adalah teman penggemar Jejepangan pertama saya. Sayangnya, saat pengenalan kampus, saya tidak sekelompok dengan FC dan tidak tahu yang mana FC. Barulah beberapa saat setelah itu, kami saling mengetahui rupa satu sama lain dan akhirnya kenal juga di dunia nyata. Saat pengenalan kampus, saya sekelompok dengan 12 orang lainnya dari Kelompok 6. Salah satu dari orang itu adalah, sebut saja inisialnya AS. Awalnya dia tampak biasa saja, tapi akhirnya diketahui bahwa AS ini sebenarnya adalah salah satu teman Facebook saya, yang suka Jejepangan, yang sudah berteman cukup lama karena mutual friends saya dengan dia waktu itu sudah cukup banyak. Bahkan beberapa hari sebelum pengenalan kampus, saya dan AS saling wall-wall-an karena satu statusnya tentang fakultas yang sama dengan saya muncul di beranda Facebook. Nama AS di Facebook waktu itu memang bukan memakai nama asli, dan foto profilnya pun bukan memakai foto diri, karenanya saya tidak tahu. Saya baru tahu AS adalah teman Facebook saya setelah saya hendak men-tag foto-foto pengenalan kampus dimana saya yang memang menjadi pembawa kamera digital ketika itu. Pertemuan saya terhadap penggemar Jejepangan di kampus saya bukan hanya berawal dari Facebook. Ada juga jalur lain yang mempertemukan saya dengan mereka. Bersambung ke bagian selanjutnya~

Liga Medika 2012

Sebelum hari Senin, kayaknya entri ini harus diturunkan, deh. Liga Medika adalah acara tingkat nasional yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Tahun 2012 ini, Liga Medika mengusung tema "Fight Against Cardiovascular Disease" dengan tagline "Regain Your Vigor Under the Pressure". Di sini, ada macam-macam acara, yaitu pagelaran seni dan kompetisi. Pagelaran seni itu berjudul Have Fun Go Med, berupa penampilan band-band, tahun ini seperti RAN, Endah n Rhesa, dll., dan ada juga check-up gratis dari salah satu laboratorium klinik yang cukup terkenal di Jakarta. Kompetisinya pun ada bermacam-macam, yakni kompetisi seni, olahraga, dan ilmiah. Kompetisi seni berupa lomba fotografi, kompetisi olahraga berupa basket, badminton, futsal wanita, dan mini soccer; sedangkan kompetisi ilmiah berupa lomba research paper, literature review, dan poster ilmiah. Nah, saya kebetulan mengikuti lomba yang terakhir disebutkan tadi, yakni poster ilmiah. Awal saya ikut lomba poster ilmiah ini benar-benar kebetulan, lho. Jadi, begini ceritanya .... UKM yang saya ikuti mengumumkan bahwa ada kompetisi research paper, literature review, dan poster ilmiah. Awalnya saya ingin ikut yang literature review, namun ternyata kemudian diketahui bahwa ada satu tempat yang masih tersisa di kelompok yang mengerjakan poster ilmiah. Saya pun ikut mengerjakan poster ilmiah itu. Waktu pengerjaannya hanya berlangsung beberapa hari. Makanya, saat diumumkan pengumuman finalis yang akan mempresentasikan karya mereka di final, saya cukup kaget. Nah, presentasi tersebut akan diadakan tanggal 7 dan 8 Mei mendatang. Jadi, saya hanya bisa berdoa semoga kelompok saya memberikan hasil yang terbaik. Amin...