Sabtu, 31 Desember 2011

Resolusi 2012

Mumpung udah tanggal 31, sebelum telat, saya posting resolusi saya disini (tak urut):
-Bisa cosplay minimal 3 kali
-Bisa datang event, minimal Hellofest, TF dan Clas:H
-IP lebih bagus dari semester sebelumnya, dan lulus semua blok, OSCE dan SOCA dengan nilai memuaskan dan tanpa her
-Karya saya minimal sekali dimuat di media atau buku
-Mewujudkan LPK menjadi subforum penulisan yang lebih baik lagi
-Toko online saya terwujud
-Mendapatkan lebih banyak lagi teman dan kenalan baru
-Bisa lebih dekat dengan orang-orang yang saya sayang
-Beli kamera DSLR
-Ikut forum IYC dan audisi JKT48

Begitulah...

Resolusi 2012

Mumpung udah tanggal 31, sebelum telat, saya posting resolusi saya disini (tak urut):
-Bisa cosplay minimal 3 kali
-Bisa datang event, minimal Hellofest, TF dan Clas:H
-IP lebih bagus dari semester sebelumnya, dan lulus semua blok, OSCE dan SOCA dengan nilai memuaskan dan tanpa her
-Karya saya minimal sekali dimuat di media atau buku
-Mewujudkan LPK menjadi subforum penulisan yang lebih baik lagi
-Toko online saya terwujud
-Mendapatkan lebih banyak lagi teman dan kenalan baru
-Bisa lebih dekat dengan orang-orang yang saya sayang
-Beli kamera DSLR
-Ikut forum IYC dan audisi JKT48

Begitulah...

Minggu, 18 Desember 2011

Saya dan JKT48 (1)

Sesuai dengan janji saya kepada beberapa orang, saya akhirnya menulis entri JKT48 ini. Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis entri ini, namun karena ada beberapa bocoran untuk proyek JKT48, makanya saya tunda sampai sekarang, saat JKT48 sudah debut. Hanya bisa berharap, semoga entri ini tak dihapus. Entri ini hanya menampilkan sebagian bocoran, kalau mau bocoran yang lain bisa minta ke pihak JKT48. :p

Sumber: ingatan saya. Jika ada yang salah, akan diperbaiki secepatnya.

Kenapa tiba-tiba blog yang ditulis seorang penggemar hal berbau Jepang ini tiba-tiba menulis tentang idol group di Indonesia? Mungkin diantara kalian ada yang mengira, "Ah, mungkin karena JKT48 adalah sister group dari AKB48 yang asal Jepang". Namun, sebenarnya alasannya lebih dari itu. Saya merasa terlibat langsung dengan JKT48 sejak awal. Walau ada beberapa orang lain yang juga senasib dengan saya, namun saya merasa telah mengikuti perjalanan idol group ini sejak awal sehingga sayang untuk dilepaskan. Apalagi ini idol group pertama di Indonesia.

Saya tak akan menjelaskan panjang lebar tentang apa itu JKT48. Semuanya bisa dilihat di situs resminya. Namun, saya akan menceritakan hubungan saya dengan JKT48 ini.

Semuanya berawal sekitar bulan Juni akhir, Juli atau Agustus awal lalu. Saya lupa pastinya kapan (karena waktu itu sedang libur panjang karena habis UN, saya jadi tak tahu waktu... :p). Saat itu, di akun Facebook seseorang yang cukup terkenal di kalangan cosplayer, terdapat sebuah notes yang berisikan undangan audisi untuk sebuah idol group. Idol group merupakan hal yang baru di Indonesia, karena sistemnya berbeda dengan boyband/girlband. Jika sebuah boyband/girlband adalah sekelompok laki-laki atau perempuan yang menyanyi dan menari bersama, dan sudah di-training dalam waktu cukup lama lebih dahulu, idol group lain dari itu. Idol group dipilih dari anak-anak yang berbakat menyanyi dan menari dan bercita-cita menjadi idola (kebanyakan, sih, dari orang biasa...), dan yang terpilih akan ditraining dalam waktu singkat saja. Mereka ini dipersiapkan untuk solo karir atau karir yang lain yang berhubungan dengan dunia entertainment. Sembari mereka perform, mereka juga tetap training sehingga fans bisa melihat perjuangan mereka untuk menjadi seorang superstar. Ketika mereka sudah mantap untuk masuk dunia entertainment, mereka akan lulus dan diganti dengan generasi yang baru. Singkatnya, kalau mau lebih paham, tonton saja Idolm@ster *plak :p

Nah, saat itu sempat beredar kabar bahwa idol group yang akan dibentuk adalah JKT48. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang mencari anggota idol group itu sendiri. Sudah ada beberapa yang mengirimkan e-mail, namun kebanyakan belum percaya akan adanya JKT48 itu. Yang baru mengetahui akan adanya idol group ini pun sangat terbatas, karena saya mencari di search Facebook, tak ada orang lain yang membicarakan tentang idol group ini. Saya pun akhirnya mencoba mengirimkan e-mail ke alamat e-mail yang berada di notes itu, dan dibalas bahwa memang benar mereka akan membuat idol group. Kami saling berkirim e-mail dan akhirnya saya diminta untuk mengirimkan data diri dsb lewat e-mail.

Singkat cerita, batas waktu pengiriman e-mail selesai. Dan tiba-tiba, di FB dan twitter muncullah akun JKT48 dan @officialJKT48. Sontak, kabar JKT48 menjadi terkenal dan menjadi trending topic Twitter. Followers-nya bertambah, dalam sehari yang meng-like akun mereka di FB menjadi 100 akun, sebagian besar mutual friends-nya saya. Followers di Twitter mereka pun menjadi puluhan, dan mereka sangat-sangat setia menjawab setiap kicauan yang masuk. *kalau diingat-ingat, rasanya menyenangkan, zaman dulu mention saya SELALU dibalas akun resminya JKT48, hiks hiks...* Salah satu dari kicauan yang masuk tersebut adalah orang asal Jepang yang mengaku umur 13 tahun dan hendak tinggal di Jakarta Selatan di rumah neneknya (kalau tak salah), dan bertanya apakah dia boleh ikut audisi JKT48, ia berkicau dalam bahasa Inggris dan dijawab dengan antusias oleh akun JKT48. Mereka pun beberapa kali saling bercakap di Twitter. Saya lupa apa akun Twitter si orang Jepang waktu itu, dan siapa nama orang Jepang itu, tapi di kemudian hari saya menduga bahwa dia kemungkinan adalah Rena Nozawa, anggota JKT48 asal Jepang yang kebetulan berumur 13 tahun.

Audisi pun dibuka, pertama adalah audisi tahap awal yang belum diketahui banyak orang. Audisi ini dilakukan di kantor Dentsu di Sudirman, dan bukannya di Aoi Asia yang di Blok M. Sebagai salah satu orang yang paling sering me-mention Twitter JKT48, tentunya saya di-followback dan dikirimkan DM untuk ikut audisi itu. Audisinya sangat sepi dan saat saya berkunjung hanya ada satu orang yang audisi, kalau kalian mau audisi kalian bisa nyaris tanpa antri *kalau kalian mengantri untuk audisi tim K nanti, yang pastinya lebih ramai peminatnya dari tim J, pasti takkan percaya betapa sepinya audisi itu*. Suara orang yang sedang diaudisi itu lumayan bagus, dan dia lumayan cantik, sayangnya saya tak terlalu ingat wajah orang itu sehingga saya tak bisa memastikan orang itu sekarang masuk menjadi anggota JKT48 atau tidak.

Saat saya bertanya pada pihak Dentsu di resepsionisnya, ia tak tahu tentang adanya JKT48. Ia mengetahui bahwa ada audisi untuk casting iklan Pocari Sweat (yang membuat saya tahu, kalau proyek pertama JKT48 ini adalah iklan Pocari Sweat). Kemudian, di daftar orang yang "casting iklan" itu, ada yang artis, namun ada juga yang orang biasa. Beberapa diantaranya pernah ikut dalam pemilihan model majalah remaja, syuting iklan, dan sebagainya.

Malamnya, ada pengumuman di FB JKT48 bahwa ada audisi di Aoi Asia, yang kemudian dibuat posternya besar-besaran di FB. Saya pun dikirimkan DM lagi oleh Twitter JKT48. Sayangnya, saya tak sempat berkunjung ke Aoi Asia dan hanya memantau lewat berita Kaskus.

Saat itu, rasanya saya benar-benar menjadi pemantau JKT48. Memantau FB-nya tiap hari, dari Twitter, e-mail dengan panitia, Kaskus, dsb.

Bersambung ke entri selanjutnya...

Selasa, 06 Desember 2011

Heavy Rotation (Indonesian Version)


























Kostum Heavy Rotation yang dipakai AKB 48. Doakan saja kostum Heavy Rotation JKT 48 juga seperti ini

Sebelum pertengahan Desember, dimana versi resmi bahasa Indonesia Heavy Rotation oleh JKT48 rilis, saya iseng-iseng membuat versi Indonesianya. Kira-kira berapa persen ya cocoknya? Kita lihat saja nanti.

Ini lirik aslinya:


I want you!
I need you!
I love you!
Atama no naka
Gangan natteru music
Hebii rooteeshon

Poppukoon ga
Hajikeru you ni
Suki to iu moji ga odoru
Kao ya koe wo
Omou dake de
Ite mo tatte mo irarenai

Konna kimochi ni nareru tte
Boku wa tsuite iru ne

I want you!
I need you!
I love you!
Kimi ni aete
Dondon chikadzuku sono kyori ni
Max hai tenshon
I want you!
I need you!
I love you!
Haato no oku
Janjan afureru itoshisa wa
Hebii rooteeshon

Hito wa dare mo
Isshou no uchi
Nankai aiseru no darou?
Tatta ichido
Wasurerarenai
Koi ga dekitara manzoku sa

Sonna tokimeki wo kanjite
Hana wa hokorobu no kana

I feel you!
I touch you!
I hold you!
Yume no naka de
Dandan ookiku natte yuku
Boku no imajineeshon
I feel you!
I touch you!
I hold you!
Kono omoi wo
Binbin tsutaete hoshii kara
Hebii rooteeshon

Itsumo kiiteta
Favorite song
Ano kyoku no you ni
Zutto kurikaeshite
Nijuuyo jikan
Kimi dake rikuesuto chuu

I want you!
I need you!
I love you!
Kimi ni aete
Dondon chikadzuku sono kyori ni
Max hai tenshon
I want you!
I need you!
I love you!
Haato no oku
Janjan afureru itoshisa wa
Hebii rooteeshon

Hebii rooteeshon



Ini terjemahan versi saya, dengan bahasa Engrishnya sebisa mungkin tak diubah (abal):
I want you!
I need you!
I love you!
Di dalam benakku
Terus-menerus terngiang myuujikku
Hebii rooteeshon

Seperti popcorn
Yang meletup-letup
Kata-kata "I love you" menari
Ku hanya berpikir
Suara dan wajahmu
Membuat aku pun menjadi gila

Aku adalah orang yang beruntung
Punya perasaan ini

I want you!
I need you!
I love you!
Ku ingin bertemu
Jarak diantara kita menyusut cepat
Makusu hai tenshon

I want you!
I need you!
I love you!
Di dalam hatiku
Ada cinta yang terus-menerus meluap
Hebii rooteeshon

Siapapun orang
Di dalam hidupnya
Berapa kali dia jatuh cinta?
Aku bahagia
Jika aku punya
Sebuah cinta yang takkan terlupa

Kalau seseorang berbahagia
Apa rasanya berbunga-bunga?

I feel you!
I touch you!
I hold you!
Di dalam mimpiku
Terus-menerus bertumbuh
Imajineeshon milikku
I feel you!
I touch you!
I hold you!
Tentang cinta ini
Ku ingin kau segera menyatakannya
Hebii rooteeshon

Ini sama seperti
Favorite Song
Yang kudengar setiap saat
Selalu dan selalu
24 jam
Yang kuingin hanyalah dirimu

I want you!
I need you!
I love you!
Ku ingin bertemu
Jarak diantara kita menyusut cepat
Makusu hai tenshon
I want you!
I need you!
I love you!
Di dalam hatiku
Ada cinta yang terus-menerus meluap
Hebii rooteeshon

Hebii rooteeshon

A Trip to Neverland (4): Rusuh!

















Begini kira-kira pemandangan yang melatarbelakangi lapangan tempat kami bermain pagi ini.

Pagi kembali datang, kami dibangunkan jam 05.30. Makanan pagi itu adalah Ma Ling, semacam daging kaleng. Kemudian, kami menuju lapangan dekat tempat pemberhentian bus kami untuk menjalani sejumlah pos. Kali ini bukan Pixie Dust yang menjadi imbalan, melainkan senjata. Ya, kali ini diceritakan bahwa kami akan berperang melawan Kapten Hook yang menyandera teman-teman kami di "penjara".
Untuk bermain, kami punya saldo 20.000. Jika kami menang, kami membayar harga lebih murah dan mendapat senjata. Jika kami kalah, kami membayar lebih mahal. Jika kehabisan dana, salah satu teman harus "dijual" ke penjara.
Pos-pos itu berjalan lumayan seru, dengan ditaburi barang-barang yang seru pula, mulai dari ditaburi tepung, disiram air tepung, disiram air, sampai ada juga permainan dimana kita harus tersiram teh, kopi, dan teh susu basi. Imbalannya jika menang berupa senjata, yaitu balon air, semprotan air dari botol Aqua yang tutupnya dibolongi lalu diisi air, tepung dalam plastik-plastik kecil, dan "batu" yang terbuat dari kertas yang diremas.
Terakhir, saat sudah menjalani semua pos, kami dijelaskan bahwa orang yang di penjara bisa dilepaskan bila kami menyerang orang-orang yang memegang kunci. Ada 10 pemegang kunci, tapi hanya salah satu pemegang kunci yang asli.
Suasana pun rusuh setelah itu. Semua saling menyerang dengan "senjata" masing-masing. Tapi, untungnya semua patuh pada aturan: tak boleh berkelahi dan kontak fisik. Orang di dalam penjara pun berhasil bebas.
Setelah itu kami mandi dan makan. Menu makan siang hari itu adalah nasi dan Pop Mie. Acara pun dilanjutkan dengan misa bagi yang beragama Katolik dengan romo yang didatangkan dari sekitar tempat perkemahan.
Acara kemudian ditutup dengan berfoto bersama dan sambutan dari ketua panitia. Kemudian kami menaiki bus dan kembali ke Jakarta.

A Trip to Neverland (3): Kenapa Harus Berakhir Homo?


Air terjun di Situgunung. Foto diambil dari Internet, jadi mohon maaf, saya gak kenal siapapun yang ada di foto. Terima kasih untuk uploader.

Hari kedua diawali dengan bangun jam 05.30 dan senam pagi menggunakan berbagai macam lagu dengan berbagai bahasa, mulai dari India, Inggris, Korea dan lain-lain. Kemudian kami makan. Makan pagi itu adalah sup makaroni yang lumayan enak. Setelah itu, kami berangkat hiking ke air terjun. Di perjalanan inilah saya baru menyadari manusia itu menakjubkan, seperti yang sudah saya bilang di akhir bagian kedua tadi.
Hiking dibagi dalam beberapa kloter dimana satu kloter terdiri atas 4 kelompok main. Jalan hiking ini cukup licin, dan sandal saya putus saat hiking ini. Dari awal, sebenarnya saya sudah merasa sandal saya kurang kuat, hanya saja saya disuruh untuk tetap membawa sandal itu oleh ibu saya. Di jalanan menuju hiking ada beberapa pos permainan dimana yang berhasil melaluinya akan mendapatkan Pixie Dust.
Setelah beberapa jam, akhirnya kami sampai di air terjun. Air terjunnya cukup besar serta indah dan airnya sangat jernih, tak seperti sungai di Jakarta. Arus sungainya deras dan dasarnya berbatu-batu. Kami kemudian menyusuri sungai di bagian yang dangkal, untuk kemudian menjalani suatu prosesi, dimana sudah ada senior-senior yang siap dengan gayung. Kita akan berkenalan dengan senior itu dan kemudian akan disiram dengan air sungai yang cukup dingin itu dari batas pinggang ke bawah (untuk beberapa orang, terutama cowok, bahkan bisa sampai satu badan disiram). Cukup dingin, karena menurut saya air sungai di Cibodas yang pernah saya kunjungi beberapa waktu lalu lebih dingin dibandingkan disana. Di Situgunung, air sungainya cukup menusuk tulang tapi hanya sementara. Di Cibodas, air sungainya menusuk tulang dan benar-benar membuat ngilu. Apalagi udara Cibodas lebih dingin dibanding Situgunung.
Setelah itu, kami berfoto bersama di bawah air terjun dan kemudian kembali ke perkemahan untuk makan siang. Makan siang hari itu adalah nugget dan ayam goreng. Lauknya sangat banyak hingga kami kenyang. Acara selanjutnya adalah latihan talent show.
Sorenya, kami melakukan permainan di pos-pos untuk mendapatkan Pixie Dust. Permainannya beragam, mulai dari melewati orang di kawat, bola tembak menggunakan spons, lomba merayap di tanah, dan lain-lain. Lalu kami mandi dan menukarkan Pixie Dust untuk mendapatkan barang-barang untuk talent dan fashion show. Kami kemudian mempersiapkan talent dan fashion show menggunakan barang tersebut.
Malam hari kedua adalah malam paling berkesan. Kami semua dikumpulkan untuk menghadap api unggun. Api unggun hari itu dinyalakan dengan cukup spektakuler. Rangkaian semacam kawat dan kayu-kayu disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah api unggun yang sangat besar, diselingi kembang api. Namun, setelah sekitar 30 menit, api unggun itu mengecil menjadi api unggun seperti pada umumnya.
Kami kemudian diminta menuliskan permohonan kami kemudian dilipat dan dimasukkan ke sebuah kantong. Penampilan hari itu dibuka dengan tarian api unggun oleh panitia, lagi-lagi diiringi lagu dari berbagai bahasa. Sayangnya, lagu bahasa Jepang sama sekali tak ada, padahal lagu Korea saja ada dua. Di senam pagi ada lagu Super Junior dan di tarian api unggun ada lagu "Gee"-nya SNSD.
Lalu, dimulailah talent show kelompok 1-4, dilanjutkan fashion show dan talent show kelompok 1-8. Fashion show yang ada adalah membuat kostum sayap peri yang menarik, dan talent shownya terbilang unik: membuat sebuah pertunjukan berdasarkan beberapa tema yang terkesan tak nyambung, misalnya kelompok main kami yang mendapatkan tema boyband SM*SH, Teletubbies dengan lagu In The Jungle. Yang membuat heran, kenapa sebagian pertunjukan berakhir homo? Misalnya, kelompok yang memainkan pertunjukan dengan tema Gatotkaca, lagu Cemburu (Dewa), dan bahasa Melayu membuat pertunjukan dimana Gatotkaca jatuh cinta dengan seorang perempuan yang kemudian direbut oleh laki-laki lain bernama Gatotaje. Pada akhir cerita, ditunjukkan bahwa Gatotkaca dan Gatotaje saling jatuh cinta setelah sebelumnya ditolak oleh perempuan itu.
Setelah beberapa menit juri berunding, diumumkan pemenang talent show dan fashion show. Ternyata kelompok main kami mendapatkan juara pertama untuk semua lomba.
Acara dilanjutkan kembali. Kali ini berupa persembahan dari panitia berupa perkenalan seperti hari pertama, hanya saja kali ini dalam bentuk drama siluet. Panitia mempertunjukkan seksi mereka di belakang layar putih yang sudah disinari cahaya, sehingga kita hanya bisa melihat siluet mereka. Pertunjukannya menarik walau ada beberapa seksi yang tak jelas seksi apa kalau melihat pertunjukannya. Dan ternyata, akhir homo tak berakhir di talent show. Di sini, ada seksi yang mempertunjukkan adegan dimana terdapat siluet dua orang cowok berciuman.
Setelah pertunjukan siluet itu, kami mengumpulkan kantong permohonan kami yang ditulis sebelum talent show dan melemparnya ke api unggun, sebagai tanda harapan permohonan kami terkabul. Disusul dengan menyalakan lilin dan menyanyikan lagu tema Medicamp yang diwariskan turun-temurun dari Medicamp satu ke Medicamp selanjutnya. Setelah itu, kami menutup mata kami dan sebagian dari kami diolesi tepung atau apalah itu di wajah kami. Kemudian, senior dan sebagian junior sudah membentuk lingkaran mengitari api unggun dan kami bersalaman satu sama lain, memberikan semangat pada angkatan kami. Setelah acara yang berkesan mellow itu, kami kembali melakukan tarian api unggun untuk membuat suasana kembali semangat. Malam ditutup dengan sajian pisang goreng isi coklat dan teh susu dengan gula yang disajikan oleh panitia.

A Trip to Neverland (2): Manusia Itu Ternyata Menakjubkan!





















Kira-kira begini petanya dari Lido ke Situgunung

Perjalanan dilakukan sekitar 4,5 jam. Rutenya, dari tol Jakarta kita menuju Ciawi yang kemudian bercabang dua, satu menuju Puncak dan satu ke Sukabumi. Pilihlah rute yang Sukabumi, lalu kita berjalan terus ke arah Danau Lido. Dari Danau Lido, masih beberapa saat lagi sebelum akhirnya ada belokan menuju Situgunung.
Situgunung tempat yang dingin, hijau, dan luas serta pemandangannya indah. Hanya saja, karena musim hujan, jalanannya menjadi cukup basah dan licin sehingga harus berhati-hati. Disana, kami langsung dibacakan nama-nama kami dan masuk ke pleton sesuai pleton kami. Sayangnya, ada bus yang belum datang karena bermasalah dengan kendaraannya, sehingga harus didatangkan bus yang baru. Kemudian, kami memasak makanan dan makan. Menu kelompok makan saya hari itu adalah telur dadar, dimana itu adalah makanan yang paling saya suka.
Malamnya, kami menjalani acara pembukaan berupa sebuah drama singkat tentang Neverland dari panitia, dilanjutkan belajar lagu tema Neverland. Kemudian, ada juga perkenalan panitia dengan cara menarik. Misalnya, seksi konsumsi akan berbaris membawa alat-alat masak, seksi dana akan membawa uang, seksi publikasi dan dokumentasi akan membawa kamera dan memotret kami dengan blitz, dan seterusnya. Lalu, kami membentuk kelompok main berdasarkan warna pangkal bulu yang ada saat dibagikan. Kelompok main ini harus melakukan talent show dan fashion show keesokan harinya. Untuk membeli item untuk talent dan fashion show, dibutuhkan pixie dust (yang sebenarnya hanyalah kertas metalik yang dibentuk bintang), mata uang yang berlaku di Neverland. Kelompok harus memenangkan perlombaan, merayu panitia, atau berhasil melalui suatu pos di hari kedua, untuk mendapatkan pixie dust ini. Jumlahnya terserah yang memberi, bisa 1, 2, atau bahkan 5.
Malam itu, sesudah mendiskusikan talent show, kami menjalani jurit malam sesuai dengan kelompok main kami. Dalam jurit malam ini, kami diberikan 6 lilin dan 2 kotak korek api. Kemudian, kami harus berjalan di dalam kegelapan, melewati semua pos satu-persatu. Hari itu, karena lilin sering mati disebabkan angin kencang dan hujan cukup deras, dan senter yang tak kunjung datang, kami kerap kali berjalan hanya mengandalkan perasaan. Di hari kedua, saat kami berjalan melewati tempat yang hampir sama seperti jurit malam hanya rutenya dibalik, kami baru mengetahui bahwa ada jalan yang kiri-kanan jurang dan cukup licin. Dan kami berjalan disana tanpa bantuan lilin ataupun senter, sepenuhnya bergantung pada bintang di langit yang berserakan bak pasir di pantai, hal yang takkan ditemui di Jakarta. Manusia itu ternyata menakjubkan!

A Trip to Neverland (1): Before The Departure


Bus KEMHAN (bukan DEPHAN loh), salah satu bus yang kami naiki untuk sampai ke Situgunung


Ini cerita pengalaman saya saat berkemah bersama di Medicamp. Medicamp tahun ini bertemakan Neverland, terinspirasi dari kartun Peterpan yang katanya merupakan "tempat dimana kita takkan pernah menjadi tua, dimana kita bisa melewatkan waktu dengan bermain dan bersenang-senang". Biaya Medicamp ini pun cukup unik, Rp 278.900,- dan dibayar secara tunai. Jadi, bisa dibayangkan, saat mendaftar dan membayar, uang kecil akan bertumpuk di meja panitia.
Dari awal diberitahu saat pertemuan orang tua, saya sudah membayangkan bahwa kegiatan ini bakalan menarik. Tempat camping ada di Situgunung, yang pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Panitianya pun memakai jaket panitia yang keren, warna biru dan dilengkapi dengan tulisan-tulisan rasi bintang di belakangnya, seperti Andromeda, Corona, Orion, dan lain-lain. Belakangan, saya baru tahu bahwa tiap tulisan itu punya arti sendiri-sendiri, yakni setiap seksi yang ada dalam kepanitiaan. Misalnya, ketuanya memakai jaket bertuliskan Cepheus, wakilnya Cassiopeia, dan lain-lain.
Sebelum hari H, ditentukan dulu kelompok makan untuk menentukan peralatan makan apa yang harus dibawa dan makanan apa saja yang akan dimasak. Kelompok makan ini terdiri dari angkatan saya yang diacak entah berdasarkan apa dan juga para senior. Setelah itu, beberapa minggu kemudian diberikan petunjuk untuk membuat nametag dengan bentuk topi lengkap dengan foto, nama, asal sekolah, hobi, dan status. Dipajang juga pembagian bus dan pleton untuk tidur.
Pada hari H, peserta dikumpulkan di aula untuk dibagikan kaos Neverland dan buku acara serta sebuah kantong berisi bulu ayam dengan cat warna tertentu di pangkalnya. Kemudian, peserta melakukan pengumpulan terhadap alat masak dan makan, lalu belajar lagu tema Neverland.
Bus non-AC satu-persatu diberangkatkan, dan perjalanan pun dimulai...

Catatan Akhir Semester: Dulu dan Sekarang


Kampus saya gak ada fotonya, udah cari di internet juga gak ada, maaf, ya...


Sudah hampir 1 semester lamanya saya menjalani kehidupan perkuliahan. Satu semester dengan tempat baru, suasana baru, dan semua yang lain yang baru yang berbeda dengan saat sekolah dulu.

Dulu, tempat sekolah saya ada di daerah Jakarta Pusat, dimana sebelahnya kantor pos dan di seberang salah satu pusat kain murah (untuk strimin, cosplay dsb.). Mau mengirim naskah atau paket, tinggal ke sebelah. Mau jalan-jalan? Tinggal jalan kaki sedikit ke "pusat kain murah" itu.
Sekarang, tempat kuliah saya ada di daerah Jakarta Utara. Satu kotamadya dengan tempat tinggal saya, tapi lebih jauh dan macet sehingga harus lewat tol. Sekitar kampus ada RS dan rumah duka, lalu jika mau berjalan sedikit untuk menyeberang, maka akan ditemukan bank BCA, halte busway, dan dua buah mal. Di satu sisi memang lebih enak. Mau transfer uang tak perlu repot-repot lagi. Mau naik busway tak perlu jalan kaki terlalu jauh. Mau beli buku di Gramedia, makan nasi goreng smoked chicken yang enak sekali di bakmi GM, main di Timezone, tinggal ke malnya. Sayang, sekarang saya belum bisa menemukan pengganti untuk kantor pos.

Dulu, muridnya cewek semua dan harus memakai seragam tiap hari. Sekarang, muridnya 50% cewek dan 50% cowok dan tak perlu lagi memakai seragam. Keuntungannya, ke mal tak perlu bawa baju ganti (saya punya pengalaman buruk soal memakai seragam dan hendak masuk ke dalam mal. Sudah pernah saya ceritakan belum, ya?).

Dulu, pelajaran dilakukan di kelas berisi +/- 30 orang, duduk di bangku kayu yang menyatu dengan meja kayu yang miring, dalam kelas berlangit-langit tinggi. Pengajar disebut "guru" dan kita memanggilnya dengan "Pak/Bu". Pelajarannya beragam, dan pelajaran yang lamanya 2 jam pelajaran saja sudah terasa lama. Metode pengajarannya, mulai dari sekadar ngoceh sambil membuka diktat di hadapan, memberikan soal dan membahasnya, sampai presentasi dengan Powerpoint.
Sekarang, satu pertemuan paling sedikit diisi sekitar 50 orang. Kalau kuliah besar, bisa sampai sekitar 200 orang satu pertemuan. Tempatnya bermacam-macam, mulai dari auditorium yang sebenarnya tempat untuk seminar, ruang kuliah berundak dengan AC super dingin di gedung baru, dan sebagainya. Bangkunya mulai dari bangku busa sampai bangku kayu. Pengajarnya bernama "dosen" dan hanya sebagian kecil saja yang dipanggil "Pak/Bu". Sisanya? Karena ini Fakultas Kedokteran, haruslah dipanggil "dokter". Pelajarannya dibuat dalam bentuk blok, kelihatan beragam tapi sebenarnya terpusat. Powerpoint sudah merupakan hal sangat lumrah yang merupakan metode yang dipakai sebagian besar dosen.

Dulu, sepulang sekolah kerjaannya langsung tidur, lalu bangun dan mengerjakan tugas dan/atau belajar untuk ulangan. Jika tak ada tugas dan/atau ulangan, bisa membaca novel, mengarang cerita, main Internet dan sebagainya. Ulangan bisa dipelajari H -1 dan bahannya cuma beberapa lembar. Sebanyak-banyaknya bahan ulangan, paling cuma sekitar 60 halaman buku. Ulangannya mulai dari esai, pilihan ganda, dan kadang isian.
Sekarang, sepulang kuliah harus tahu dulu ada UKM atau tidak. Jika ada UKM, harus di kampus sampai sore dan waktu tidur pun tak ada. Ulangan dipelajari dari jauh-jauh hari, bahkan seharusnya belajar setiap hari. Memang 2 minggu sekali, tapi bahannya sebanyak bahan UAS di sekolah. Ulangannya kebanyakan pilihan ganda, tapi ke depannya mungkin saja ada esai dan isian.

Dulu, liburan sangat amat pelit. Libur Lebaran seminggu, libur Natal paling lama sepuluh hari, libur sekolah paling lama satu bulan. Sekarang, libur Lebaran seminggu, libur Natal sebulan lebih, dan libur semester genap katanya sebulan lebih.

Begitulah kehidupan saya di masa kini yang enak dan tak enaknya berbeda dengan dulu. Kadang saya berpikir lebih enak kehidupan dulu, tapi kadang pula saya berpikir mungkin kehidupan sekarang yang lebih enak.