Langsung ke konten utama

#NulisRandom2017 Day 19: Tour Singapore #1 (Part 4): Belanja Oleh-oleh!

Hari keempat. Berhubung hari kelima kami akan pulang, maka hari keempat ini kami full membeli oleh-oleh. Tujuan tempat oleh-oleh kami adalah China Town.
Stasiun MRT China Town yang khas dengan ubin bertuliskan huruf Kanji

 Salah satu sudut China Town

Sri Mariamman Temple

China Town memiliki beberapa kompleks yang cukup luas. Ada sederetan lapak yang khusus menjual suvenir dengan harga miring, ada juga yang berbentuk mal, mulai dari mal yang sederhana sampai mal yang cukup mewah. Kalau saya sendiri, saya sering pergi ke supermarket yang khusus menjual produk makanan dari Singapura. Kalau ada waktu lebih, saya baru membeli suvenir di lapak-lapak tersebut.

Bakmi bebek panggang di China Town Point

Sepulang dari China Town, saya pergi ke Orchard, dengan maksud untuk kembali ke Ion Orchard dan mengunjungi Ion Sky. Sayangnya, saat itu sedang tutup lagi. Kali ini bukan karena jamnya yang terlambat, tapi karena memang sedang ada private event di sana.

Akhirnya, saya keluar dari Ion Orchard, dan berjalan-jalan di Orchard Road. Saya sempat mampir sebentar ke Lucky Plaza dan membeli es krim cone di sana. Es krim conenya cukup spesial karena cone-nya berwarna merah, spesial ulang tahun Singapura.

Chicken curry rice di Ion Orchard. Saya sendiri lupa dimananya, maaf, ya ....

Cone spesial ulang tahun ke-50 SG50

Sebelum kembali ke hotel, kami sempat mampir lagi ke Ion Orchard untuk makan. Setelah itu kami kembali ke hotel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya...
Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan…

Tes Masuk Atmajaya (2)

Ternyata di lantai 2 sudah ada banyak orang, dan saya bertemu mantan teman sekolah saya disana. Saya pun menuju ke depan ruangan tes saya, lalu membaca-baca lagi Biologi kelas 2 yang sebenarnya tak terlalu ada gunanya. Setelah beberapa lama, pintu ruangan tes mulai dibuka dan saya serta beberapa lainnya mulai masuk ke ruangan.
Ruangan tes itu lumayan dingin, tapi untung saya mendapat tempat cukup jauh dari AC. Dan pertama kali sebetulnya saya salah tempat, main duduk saja padahal itu tempat duduk orang. XD Tiba-tiba, saat saya baru masuk, saya mendengar bunyi sirene. Oh, ternyata itu suara bel. Sebenarnya saya sudah menduga, sih, mengingat saya pernah membacanya di blog orang entah siapa. Tapi tetap saja saya tak menyangka bahwa bunyinya persis sirene pemadam kebakaran (atau sirene ambulans? atau sirene mobil polisi? tak terlalu ingat juga saya... ah sudahlah itu tak penting).
Tes pertama adalah tes Biologi. Tes ini dikerjakan di LJK yang bulatannya lebih besar dari bulatan LJK pada umu…

Tur Korea (Pengantar) - Di-PHP Asiana Airlines

Rencananya akan menulis sejumlah entri mengenai tur Korea, kemudian menulis mengenai review anime, album, dan buku, yang sudah lama tak ditulis.
Baiklah kita mulai dengan tur Korea. Karena di tab saya tidak ada foto, maka foto akan diupload menyusul.
Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk mengunjungi Korea Selatan. Persiapannya cenderung singkat, yaitu 3 minggu sudah termasuk waktu pengurusan visa. Saya telah mengunjungi sejumlah agen perjalanan, namun ternyata hanya satu agen yang bersedia membuatkan visa Korea dengan waktu yang tersisa.
Singkat cerita, administrasi sudah diurus, uang tur sudah dibayar. Kemudian, 2 minggu sebelum tur, saya bermimpi aneh. Saya sedang menaiki Asiana Airlines perjalanan Jakarta ke Incheon. Suasana waktu itu malam hari, persis seperti yang akan saya bayangkan saat akan pergi, yang memang dijadwalkan menggunakan Asiana. Namun, ternyata di tengah perjalanan, pesawat kami rusak dan tiba-tiba semuanya gelap. Saya pun terbangun.
2 minggu …