Rabu, 29 Desember 2010

Evaluasi Akhir Tahun 2010 (2)


Evaluasi Resolusi

Sekadar memudahkan Anda untuk membaca resolusi saya tahun lalu, biar tidak ribet, saya salin ke sini saja resolusinya:
Resolusi tahun 2009 (tidak urut):
-Bisa belajar piano lagi ->terwujud, tapi secara otodidak
-Rencana membentuk band terwujud -> terwujud, tapi akhirnya bubar... dan sekarang mau membentuk lagi, mudah-mudahan lancar...
-Bisa menjalin hubungan dengan beberapa orang yang lost contact namun ingin saya hubungi lagi -> belum terwujud
-Bisa berpartisipasi dalam IYC (kalau bisa sebagai perwakilan provinsi, tapi kalau tak bisa, jadi panitia atau minimal datang, lah...) -> belum terwujud, mudah-mudahan tahun depan bisa
-Bisa bertemu dengan "beberapa orang"... -> belum terwujud
-Lulus dengan nilai memuaskan -> lumayan terwujud
-Rata-rata Kimia HARUS diatas 9!! -> tidak terwujud di semester 1 kelas 3, hampir terwujud di semester 2 kelas 2
-Bisa cosplay minimal 2x -> tidak terwujud, mudah-mudahan tahun depan bisa
-Menerbitkan buku ke-2 -> belum terwujud
-Mendaftar ke jurusan DKV atau Psikologi atau Sastra Jepang atau Sastra Indonesia... atau Komputer (terserah, mau TI, SI, atau sebagainya) atau Teknik Kimia atau Arsitektur atau Ilmu Politik atau atau atau atau atau........ *buset ternyata banyak amat yang mau dimasukin*, apa aja deh, asal jangan KEDOKTERAN -> tidak terwujud (sudah diterima di FK)
-Membuat forum internet (ga puas cuma jadi staff) -> belum terwujud

Dan ini resolusi saya tahun 2010 yang saya edit sedikit-sedikit:
-hope 'those dreams that i have recently' don't come true
-lulus dari SMA dgn total nilai UN >54 (dari total nilai tertinggi 60) dan keterima di UI
-bisa ikut no-ken yang 3 taun tertunda
-bisa dateng ke j-event lg setidaknya sekali dalam 2 bulan, kalau perlu sebulan sekali
-bisa cosplay 2x setahun, minimal
-belajar piano lg
-nerbitin setidaknya 1 karya panjang (novel, kumcer, dsb)
-lepas dari bayang2 masa lalu
-buka lapak di inet
-lulus UAS, UP, ujian karya tulis, dsb dengan nilai memuaskan
-bisa mengikuti kehidupan perkuliahan dengan baik dan lancar
-berpartisipasi dalam salah satu organisasi anak muda, entah itu GCC, Kompas Muda, atau yang lainnya
-membuat forum internet
-menjadi panitia di salah satu J-event
-gabung forum Lingkar Pena

Evaluasi Akhir Tahun 2010 (1)



Seperti tahun sebelumnya, tahun ini saya juga ingin mengadakan evaluasi apa-apa saja yang sudah dilakukan, dan apa yang belum dari resolusi tahun lalu.

Secara umum, tahun ini lumayan datar, tidak seperti tahun lalu dimana ada naik turunnya.
Namun demikian, ada beberapa prestasi kecil di tahun ini, antara lain:
-Membuat pepakura
-Belajar sedikit bermain piano setelah sekian lama
-Membuat 3 novel dalam waktu 2 bulan, believe it or not
-Membuat lagu dengan Vocaloid walau belum sempat merekam musiknya dengan keyboard
-Membuat beberapa blog lagi walaupun tetap blog ini yang teraktif
-Diterima di FK Atmajaya
-Menyelesaikan karya tulis tepat di deadline yang sudah saya rencanakan sendiri: sebelum liburan semester 1

Kemunduran tahun ini dibandingkan tahun lalu:
-Nilai Kimia saya yang dulu berkisar 90-100 turun drastis jadi pas-pasan dan cuma 1 kali ulangan yang 100... Alhasil nilai Kimia di rapor hanya 8*... T_T
-Cuma datang 1 kali di J-event resmi dan 3 kali gathering forum tahun ini

Beberapa hal baru yang saya alami:
-Mengenal Vocaloid dan lagu-lagunya yang keren-keren
-Mengenal rhythm games
-Join forum Kaori yang membentuk kepribadian lain saya
-Mendownload dan menonton anime per season (sebenarnya mulai dari tahun 2009 akhir, tapi waktu itu telat mulainya.... jadi resminya mulai Januari 2010)
-Membuka Oricon setiap minggu dan mendownload hampir semua album yang top 1 disana
-Mencoba membuat cerpen duet dengan metode Djenar Maesa Ayu

Hal yang menghilang namun ditemukan kembali:
-Nilai bahasa Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di kelas, walaupun secara nilai tidak setinggi dulu

Penyesalan (daripada menyesal terus-menerus, mending ditumpahkan di sini sekalian, kan?):
-Bubarnya band bentukan saya
-Kurang belajar jadi nilai di rapor tidak sebagus semester-semester sebelumnya (dengan anggapan 'nilai di rapor tidak pengaruh dalam kelulusan' ==)

Bersambung di part selanjutnya~

Sabtu, 18 Desember 2010

Fact that You Should (Not) Know About Me (1)

Tulisan ini dibuat secara spontan jadi kalau loncat2 faktanya harap maklum
Saya:
1. terobsesi dengan makhluk lucu bernama "Pi-chan" (nama asli Pi-chan dirahasiakan)
2. cinta mati warna oranye tapi justru barang yang dominan dimiliki saya berwarna pink --
3. suka gambar tapi ngerasa sangat tidak berbakat di bidang itu
4. sudah menulis kira2 1000 karya dan sebagian besar diantaranya tidak pernah dipublikasikan dengan alasan "hilang"
5. paling piawai (?) kalo soal per-telepongenggam-an tapi rada2 gaptek kalau soal perkomputeran
6. diterima di FK tapi tes menunjukkan bahwa saya cocoknya masuk arsitek --
7. punya masa lalu yang kelam... T.T
8. musik yang paling sering didengar adalah J-music, tapi sebenarnya paling suka klasik, apalagi chopin, kyaaaaa...~~
9. kata yang paling sering diucapkan di dunia maya adalah 'whew'
10. punya 4 nickname di dunia maya: shii, shiichan, pichankawaii, shinyurihara. Jika ada nama lain tapi ngaku2nya saya artinya itu bukan saya
11. fetish: yaoi, guro, loli, shota, megane, dandere, tsundere, reverse trap, dan yang paling penting... otamegane!
12. maniak game puzzle dan tidak minat sama sekali untuk genre lain selain puzzle (rhythm game pun termasuk puzzle, kan? menurut salah satu situs game sih begitu)
13. psycho
14. cinta mati sama kimia tapi kini menganggap biologi adalah yang termudah diantara keempat pelajaran IPA
15. sering dibilang "anak IPA yang sebaiknya masuk bahasa"

tar ditambah lagi.. kalau ingat

Sabtu, 11 Desember 2010

Festival Sakura



Salah satu permintaan yang saya ucapkan dalam hati saat diterima di sekolah saya adalah "Semoga saya bisa mendatangi J-event yang lokasinya di sekolah saya sebelum saya lulus, kalau perlu jadi panitianya!". Kenapa begitu? Karena saya begitu menyenangi J-event, tempat dimana saya dan komunitas Jepang saya dari dunia maya maupun nyata bisa bersilaturahmi tanpa harus ke rumah seorang anggota (soalnya kalau di rumah anggota kadang ribet nyari rumahnya...) dan sekalian promosi juga (kalau di rumah anggota, mau promosi sama siapa?), tapi J-event yang ada di sini kebanyakan itu-itu melulu konsepnya. Matsuri dilengkapi dengan kostumasa lalalalala... (bagi yang sering ke J-event pasti tahu J-event di Indonesia kebanyakan gitu-gitu melulu). Nah, coba misalnya sebagus AFA yang mendatangkan seiyuu ternama dan artis terkenal Jepang itu... (walau rasanya ga mungkin), atau dicampur budaya Indonesia dst... dan lokasinya! Kebanyakan J-event itu lokasinya di mal-mal, atau di universitas. Kalaupun diselenggarakan sekolah, setahu saya cuma 1 atau 2 event yang diselenggarakan di sekolah itu sendiri. Itupun hanya SMA atau SMP doang. Lihat saja, SMANSASI (SMAN 1 Bekasi) saja mengadakan J-event di salah satu mal di Bekasi. Makanya, kembali ke kalimat pertama entri ini, impian saya serasa kesampaian begitu melihat poster yang dipasang di sekolah, yang berisi event Jepang yang lokasinya di sekolah saya, dari TK sampai SMA pula!
Memang, sih, lombanya tak sebanyak J-event umumnya, yakni hanya ada kostumasa dan fashion show untuk siswa SMP dan SMA seperti saya, tapi itupun sudah membuat saya cukup senang... XD
Untuk info lebih lengkap mengenai J-event ini, silakan baca brosur di bawah... Saya belum tahu ada perekrutan panitia atau tidak, jadi untuk sementara telponnya ke nomor telepon yang ada di brosur itu dulu saja ya...

Beauty Class

Karena saya sakit, jadi saya hanya mengikuti hari pertama dari kegiatan yang sebenarnya dilakukan 2 hari ini (10-11 Desember 2010).
Tadinya saya malas ikut kelas ini. Maklum, di pikiran saya, kalau dandan kan nanti juga bisa sendiri. Tapi dengan pertimbangan "ah, nanti kalau mau cosplay, dan original character pula, masa harus kasih tau konsep dandanannya panjang lebar ke orang lain? males banget, kan!" akhirnya saya pun datang ke sekolah.
Hari pertama kami sudah disuruh membawa sejumlah alat-alat make up. Ternyata teori untuk pelatihan ini hanya 1 jam juga. Setelah istirahat, kami diminta membawa alat make-up ke aula dan mempraktekkan cara ber-make up. Saya mencobanya dan ternyata tak semudah yang saya perkirakan. Make-up itu... ribet. Di slide yang tertera di depan saja ada sekitar 15 tahapan mulai dari membersihkan wajah dengan cleaner sampai finishing.
Setelah istirahat lagi, sesi berikutnya adalah hair-do. Kali ini saya benar-benar bingung, karena di contoh yang ada, mereka menggunakan catok sedangkan saya catok saja tak pernah memegang. Lagipula, dalam pikiran saya, emang bisa ya catok sendiri? (Mungkin emang bisa sih, tapi saya ga bisa --)
Nah, hari kedua ini, sebenarnya ada semacam fashion show yang dandanan dan rambutnya ditata oleh kita sendiri. Tapi sayang saya tak bisa masuk. Hiks...

Table Manner

Seperti semester-semester yang sudah lampau, setelah selesai ulangan umum, sekolah saya selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang (katanya) tak akan bisa didapatkan di luar sekolah. Salah satunya adalah pelatihan table manner yang diadakan hari Rabu dan Kamis, 8-9 Desember 2010 lalu.
Pada hari pertama ini, pelatihan hanya diberikan sekitar 1 jam, dari jam 11.30-12.30. Pelatihan hari pertama ini berupa teori dasar dari table manner yang sebenarnya saya sudah tahu karena pernah membacanya di majalah. --
Pada hari kedua, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing membawa peralatan makan maupun makanan. Saya sendiri kebagian membawa piring makan, pisau makan, taplak penghias (lupa istilahnya), dan sayur rebus yang biasanya ada di stik, karena hari itu kelompok saya akan menghidangkan fish and chips untuk main coursenya. Setelah bel masuk berbunyi, kami masuk ke aula yang ternyata sudah diletakkan meja-meja, lalu kami menyusun sedemikian rupa meja itu dengan taplak, vas, dst sehingga menjadi seperti jamuan makan resmi.
Di hari kedua ini, kami mempraktekkan langsung apa yang sudah diberikan di hari pertama. Mulai dari cara duduk, cara memakai pisau, garpu, teknis makan, dsb dst. Berhubung saya sudah lama tak menghadiri jamuan makan, jadi ya agak kurang terbiasa dalam melaksanakan teori table mannernya. Karena kelompok kami jumlahnya 9 orang, dan mejanya sempit, jadi giliran makan dibagi 2. Setelah mendapat giliran pertama yaitu makan, pada giliran kedua saya bertugas melayani maupun mencuci piring.
Pelatihan table manner ini sebenarnya berguna dan sejujurnya lumayan menyenangkan. Hanya saja, yang menurut saya tak menyenangkan adalah barang-barang harus disiapkan sendiri oleh siswa, karena jika tak membawa dengan hati-hati, bisa-bisa peralatan makan yang dibawa itu pecah, seperti yang terjadi pada salah satu teman saya.

Senin, 06 Desember 2010

Indonesiasi Bahasa Asing

"9 dari 10 kata bahasa Indonesia adalah asing." Begitu salah satu ungkapan yang terdapat dalam judul buku di perpustakaan saya. Yah, memang ada benarnya juga.
Sehari-hari kita akrab dengan kata-kata asing. Contohnya, lebih akrab mana di telinga kita, fesyen atau tata busana? Scan atau pindai? HP atau ponsel? Dan sebagainya. Rasanya aneh saja kalau mendengar orang bilang seperti ini, "Nyalakan pendingin ruangan, ya!" ketimbang "Nyalakan AC-nya, ya!". Atau, saat tanpa sengaja menyenggol orang di jalan, orang lain atau kita lebih sering berkata "Sorry" ketimbang "Maaf". Bahkan, mungkin kita lebih sering mengucapkan "Thanks" ketimbang "Terima kasih" atau "Makasih" saat menerima sesuatu dari seseorang.
Mungkin jika saya bertanya, "Kenapa kalian lebih memilih menggunakan kata-kata asing itu dibandingkan dengan kata-kata dalam bahasa Indonesianya?", kalian akan menjawab berbagai alasan, mulai dari "Nanti susah dimengerti" atau "Susah mencari padanan kata bahasa Indonesianya". Memang tak dapat dipungkiri, sejumlah kata memang susah dicari padanannya. Misalnya, sampai sekarang, saya masih bingung padanan untuk kata "thread" yang biasanya digunakan di forum Internet. Dan tak semua orang akrab dengan istilah Indonesia dari suatu kata asing. Saya tidak yakin apa semua orang mengerti kata "unduh" dan "unggah" ketimbang "download" dan "upload", atau lebih akrab dengan "salin-tempel" ketimbang "copy-paste".
Saya sendiri sebenarnya juga termasuk orang yang lebih senang menggunakan istilah asing. Salah satu teman saya, yang memang senang memakai istilah bahasa Indonesia ketimbang bahasa asing, pernah mengirimkan SMS berisi istilah asing ke saya, begini kira-kira bunyinya, "Mau kirim lewat PM atau surel saja?" Dalam hati saya bertanya, "Surel itu apa?", dan sedetik kemudian saya baru tahu kalau "surel" itu sama dengan "e-mail". Sejak saat itu saya mulai mencari istilah-istilah asing dan padanannya dalam bahasa Indonesia, hingga akhirnya saya benar-benar dapat mempraktekannya, terutama pada ulangan TIK kemarin. Soal-soal pilihan gandanya hampir semua memuat istilah asing, seperti "browser", "server", dan seterusnya. Saat esai, saya menjawab dalam bahasa Indonesia tanpa istilah asing tersebut, kecuali di kalimat jawaban atas pertanyaan "Apa yang dimaksud dengan server?", karena kalau saya langsung menjawab dalam bahasa Indonesia, "Peladen adalah ......." nanti gurunya malah bingung, mungkin. Tapi untuk kata-kata lainnya, saya usahakan dalam bahasa Indonesia.
Pesan saya: rajin-rajinlah memakai kata dalam bahasa Indonesia, selama masih ada padanan katanya. Mungkin awal-awal rasanya agak membingungkan, tapi lama-kelamaan pasti akan terbiasa, kok.

-Terima kasih kepada saudara Kevin Wilyan yang telah membuat mata saya terbuka sehingga saya dapat menulis entri ini. Mari kita populerkan istilah bahasa Indonesia di tengah masyarakat..-

Komputer di Rumah Saya- Bagian 2: Internet

Tentang Internet, saya mulai mengenalnya pada zaman SD. Waktu itu belum ada jejaring sosial seperti sekarang, dan saya belum mengenal forum. Jadi saya membuka-buka Google saja, mencari hal-hal yang saya senangi.
Waktu SMP, saya mulai mengenal jejaring sosial yang namanya Friendster. Saya membuat FS kelas 2 SMP (www.friendster.com/pichankawaii). Dulu sangat aktif, tapi terhitung Februari 2008, akun FS saya sudah tak pernah dibuka lagi. Saya pertama kali membuat FS di sekolah, yang memang sudah dilengkapi jaringan Internet. Dari sanalah saya mendapatkan banyak teman baru, dan sekarang sejujurnya saya lumayan kangen akan teman-teman FS saya. Semoga mereka sudah punya FB, deh...
Dari saya SD sampai SMA kelas 1, tepatnya Agustus 2008, saya memakai internet dial-up. Lamanya bukan main. Baru mengunduh 1 gambar saja butuh waktu 5 menit (saya senang mengunduh gambar anime dari wallpapers.theotaku.com saat itu. Tapi sepertinya situs itu sudah tak ada.). Dan pada saat itu, FS belum ada versi mobile, jadi tentu saja lamanya bukan main pada saat saya akan membuka FS.
Sejak kelas 1 SMA, saya mulai memakai penyedia layanan Internet, dan saya merasakan perbedaan kecepatan yang sangat jauh jika dibandingkan dial-up (tentu saja). Saya juga mulai mengenal FB serta forum, dan saya menemukan bahwa berforum itu lebih menyenangkan daripada memperbaharui status di situs jejaring sosial.

Komputer di Rumah Saya- Bagian 1: Masa Lalu

Seperti yang mungkin sudah saya sebutkan (atau belum?), saya mempunyai satu buah komputer dan satu buah netbook. Netbook ini baru dibeli pada Juni 2009 lalu dan kondisinya masih cukup bagus (walau sudah pernah terbanting dengan tidak sengaja sebanyak 1x). Di netbook inilah biasanya saya berkarya, entah sekadar membuat postingan di blog, membuat banner dan signature untuk berbagai forum, menggambar digital, sampai membuat cerpen dan novel, atau mengerjakan tugas sekolah seperti laporan dan karya tulis. Tapi kali ini saya tidak akan membahas netbook saya. Saya akan membahas lebih jauh mengenai komputer saya.
Komputer saya usianya hampir 10 tahun. Tepatnya, sebagian besar CPU dan monitornya saja yang sudah berumur 10 tahun. Lainnya, seperti hard disk internal CPU berumur 7 tahun, speaker berumur 7 tahun, dan seterusnya. Paling baru adalah printer + scanner yang saya beli kira-kira sebulan lalu.
Karena sudah 10 tahun inilah, komputer saya menjadi sangat lemot. Maklum, spesifikasi yang ada di sana tergolong cukup memprihatinkan jika dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi yang digunakan. Saya, yang sering memakai aplikasi-aplikasi yang tergolong "berat" seperti Adobe Photoshop dan sejenisnya terpaksa harus menggunakan netbook saya. Padahal, seingat saya, sejak saya SD saya telah mengenal yang namanya Adobe Photoshop 7.0. Tapi, jujur saja, mungkin komputer saya bisa bertahan selama itu karena spesifikasinya yang tergolong bagus pada masa ia dibeli (sekarang sudah tidak lagi tentunya).
Banyak hal yang telah saya lakukan dengan komputer saya ini. Zaman saya SMP dulu, komputer diletakkan di kamar, jadi setiap malam, saat akan belajar, saya menyalakan Windows Media Player dari komputer itu dan memutar sejumlah lagu yang saya ambil dari komputer di sekolah saya. (Waktu saya SMP, di lab komputernya, tiap komputer dihubungkan dengan jaringan sehingga orang dari komputer yang satu bisa mengambil data dari seluruh komputer yang ada. Dan kebetulan ada beberapa orang baik -saya lupa komputer nomor berapa saja- yang meletakkan lagu-lagu di komputer sekolah. Akhirnya, hampir tiap pelajaran komputer, diam-diam saya membuka My Network Places dan menduplikasi lagu-lagu yang ada ke USB saya). Lebih jauh lagi, saat SD, saya ingat sekali pada masa itu saya sedang senang-senangnya bermain PC Games (yang sekarang sudah amat sangat jarang). Ayah saya senang membelikan saya permainan-permainan untuk komputer tersebut, dari berbagai macam genre, mulai dari puzzle sampai First Person Shooter.
Sekarang komputer itu lebih banyak dipakai untuk mencetak dokumen dan bermain internet, apalagi sejak dibelinya netbook ini.

Sabtu, 04 Desember 2010

Dreams Come True

Katanya, pas saya iseng-iseng baca buku tafsir mimpi di toko buku pas menunggu dijemput dari Gramedia (lihat entri tes masuk Atmajaya part 1), kalau mimpi buruk diceritakan ke orang lain, bisa jadi kenyataan. Dan sepertinya itu terjadi pada saya.
Kemarin, rasanya saya mengalami satu hal yang menyakitkan. Terlalu menyakitkan untuk diingat, mengingat sesungguhnya dia tidak tahu kenyataan yang sebenarnya.
Tapi, sudahlah, toh hari ini ada kabar menyenangkan...

Tes Masuk Atmajaya (3)

Setelah tes itu, saya dan orangtua saya membuat perjanjian: kalau saya diterima, maka saya boleh ke bunka manapun selama Desember, setidaknya.
Ternyata, tadi pagi, tanggal 30 November setelah ulangan PKn, teman saya menyalami saya, katanya saya diterima. Saya bingung, dong, dia tahu darimana. Ternyata dia tahu dari website yang katanya sudah menampilkan siapa saja yang diterima dari malam sebelumnya --
Penasaran, saya pun membuka website tersebut saat istirahat. Ternyata benar, nama saya ada di daftar yang diterima! Tapi sayang, beberapa teman saya harus tidak diterima. Tapi tak apalah, toh masih ada gelombang 2 dan 3. XD
Dengan begini, saya bisa ke bunka setidaknya bulan Desember! Yay~
-end-

Tes Masuk Atmajaya (2)

Ternyata di lantai 2 sudah ada banyak orang, dan saya bertemu mantan teman sekolah saya disana. Saya pun menuju ke depan ruangan tes saya, lalu membaca-baca lagi Biologi kelas 2 yang sebenarnya tak terlalu ada gunanya. Setelah beberapa lama, pintu ruangan tes mulai dibuka dan saya serta beberapa lainnya mulai masuk ke ruangan.
Ruangan tes itu lumayan dingin, tapi untung saya mendapat tempat cukup jauh dari AC. Dan pertama kali sebetulnya saya salah tempat, main duduk saja padahal itu tempat duduk orang. XD Tiba-tiba, saat saya baru masuk, saya mendengar bunyi sirene. Oh, ternyata itu suara bel. Sebenarnya saya sudah menduga, sih, mengingat saya pernah membacanya di blog orang entah siapa. Tapi tetap saja saya tak menyangka bahwa bunyinya persis sirene pemadam kebakaran (atau sirene ambulans? atau sirene mobil polisi? tak terlalu ingat juga saya... ah sudahlah itu tak penting).
Tes pertama adalah tes Biologi. Tes ini dikerjakan di LJK yang bulatannya lebih besar dari bulatan LJK pada umumnya (sekitar 1 mm lebih besar saya rasa, tapi sudahlah itu juga tak penting). Kertas soal Biologi persis seperti brosur catering atau semacamnya yang dicetak di kertas concorde. Kebetulan, waktu itu punya saya sudah ada isinya. Tapi berhubung saya orang yang jujur (?) maka saya melaporkannya ke pengawas bahwa kertas soal yang saya pegang itu sudah ada isinya (kalau dipikir-pikir sekarang, sayang juga ya... XP). Pengawas pun segera mengganti kertas soal dengan yang baru.
Tes Biologi itu lumayan gampang, cuma ada satu soal yang saya sungguh amat sangat menyesal sekali. Harusnya saya bisa soal itu, tapi karena kecerobohan saya jadi saya salah. Mohon maaf, saya tak bisa membocorkan soal itu, biarpun saya tadi sempat menulisnya tapi saya hapus lagi (penulis entri ini kok geje ya).
Selesai tes Biologi langsung dilanjutkan tes Bahasa Inggris. Kali ini bentuknya buku tipis seperti yang kita dapat kalau mau tes IQ. Isinya ada bacaan, ada grammar. Saya tak bisa membeberkan lebih jauh. Intinya, susah-susah gampang, atau gampang-gampang susah, sama saja lah. Tapi vocabnya tak susah-susah amat, kok. Setelah itu dilanjutkan istirahat 15 menit.
Tes berikutnya adalah TPA. TPA ini mirip sekali dengan tes IQ. Kuncinya kalau mau bisa mengerjakan: sering-sering saja isi TTS di koran-koran... Itu salah satu bentuk latihannya. Setelah itu di bagian belakang ada Matematika yang gampaaaanngg sekali (tidak lebay). Tanpa menghitung saja kita sudah bisa mengerjakannya (bagi yang sudah pernah mengerjakan pasti tahu maksud dari kalimat ini). Kebetulan saya punya waktu untuk mengecek lagi di bagian matematika gampang ini, dan sepertinya benar semua. -w-
Setelah istirahat 30 menit, dilanjutkan dengan tes terakhir yakni tes kepribadian. Tes ini terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah mengisi 76 pernyataan dengan benar atau salah, sesuai dengan kepribadian kita. Bagian kedua adalah Wartegg Test yakni mengisi 8 kotak dengan gambar-gambar, yang saya tak tahu apa maksudnya. Bagian ketiga adalah bagian yang paling saya sukai dari tiap tes semacam ini, yakni menciptakan OC alias menggambar orang lengkap dengan karakternya. Sedikit share, dalam waktu 6 bulan terakhir saya 3 kali ikut tes menciptakan OC (original character), dan 3 kali itu pula saya menciptakan 3 karakter yang sangat berbeda. Tes pertama, saya menggambar tokoh yang sudah pernah ada di novel saya, yakni Christin. Tes kedua, saya menggambar Claire Viannella, seorang dandere yang imut. Tes ketiga yang digunakan untuk tes masuk ini, saya menggambar Viana de la Rosa, putri kerajaan berumur 14 tahun yang sekilas mirip Kotobuki Tsumugi *plak*. Dan tentu saja karakter-karakter ini akan saya gunakan dalam karangan saya... XD

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya...
Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan kembali J-event di universitas itu. Tapi kalau nasib saya berkata lain, misalnya masuk UI, tentu saya akan menjadi panitia GJUI yang sangat terkenal itu. Dan bertemu dengan orang-orang yang sudah saya ingin temui sejak lama, tentunya ^^
Oke, lanjut ke topik utama. Hari Kamis, saat iseng-iseng browsing di Kaskus, saya menemukan thread tes masuk Atmajaya. Kata thread itu, tes masuk Atmajaya itu gampang, tak usah belajar juga bisa. Biologi pelajari saja tentang tubuh manusia, Inggris... asalkan kamu lulus TOEFL, bisa, lah (nilai TOEFL saya 249 kalau tak salah)... dan TPA sama seperti tes IQ. Yang susah itu tes kepribadian, karena kalaupun IQ kamu 200, Biologi dan Inggris kamu bener semua, tapi kepribadian kamu ga cocok masuk FK (saya mendaftar untuk FK Atmajaya), ya, kamu ga diterima.
Pada hari Sabtu, saya minta diantarkan ke Gramedia di mal terdekat dari tempat tinggal saya. Tujuannya, mempelajari Biologi dari buku-buku yang ada di sana. Ternyata, lama tak ke toko buku, saya menemukan hal-hal menarik. Misalnya, ada buku yang mirip kamus saku, tapi isinya rumus-rumus Mafia, dan di sampul depannya ada tulisan "Tidak untuk nyontek". Sayang foto buku itu yang saya ambil diam-diam sudah terhapus, sepertinya.
Saya berada di toko buku itu 2 jam lebih. Karena sudah bosan membaca Biologi, akhirnya saya pun beralih ke buku-buku lain. Buku komputer menjadi tujuan pertama saya, karena waktu itu saya sedang menyelesaikan tugas Flash dan bingung cara menyelesaikannya. Sayang tak ada buku tentang Flash, maka saya mencari buku-buku lain. Majalah, komik, novel, buku psikologi, intinya toko buku itu saya kelilingi berkali-kali. Mungkin penjaganya sampai bosan melihat saya yang hanya berputar-putar tanpa membeli buku apapun. Waktu itu kebetulan saya tak membawa uang juga, jadi ya... kalaupun mau beli juga tak ada uang.
Besoknya, saya berangkat ke Atmajaya. Tadinya mau naik busway, tapi dengan pertimbangan "di panduan calon mahasiswanya disuruh naik busway, nanti kalau semuanya naik busway gimana? Bisa-bisa telat" akhirnya saya diantar lagi. Saya sampai di sana sekitar pukul 7.15, padahal tesnya mulai jam 8 pagi. Saya pun mencari ruang tunggu saya, dan tiba-tiba di tengah-tengah ada sedikit keramaian. Penasaran, saya melihatnya. Ternyata itu daftar untuk ruang tes kepribadian. Saya mencari-cari nama saya, tapi yang saya temukan malah teman-teman saya. Ada yang dari sekolah, ada juga yang dari BTA.
Tiba-tiba, entah panjang umur atau apa, saya bertemu teman-teman dari sekolah saya. Akhirnya saya dan mereka pun naik ke lantai 2 untuk mengikuti tes masuk itu.
Bersambung ke part 2...

Kamis, 02 Desember 2010

Perumpamaan tentang Hidup (2)

Perumpamaan hidup kali ini saya ambil setelah membaca komik The World God Only Knows... XD


---
Hidup itu seperti RPG game..
Bagaikan pembuat game yang membuat game tersebut dari awal dengan berbagai macam endingnya, Tuhan telah menciptakan kita... dari lahir sampai mati..
Bagaikan tokoh utama di game tersebut, kita bertemu dengan orang2.. Mengenal orang2 lebih dalam..
Dan juga, menghadapi berbagai pilihan yang masing-masing dapat mengubah hidup kita..
Beda pilihan, beda pula endingnya! Begitu juga dengan hidup kita, pilihan yang berbeda akan membuat jalan hidup kita berubah juga..

Review Ulangan Umum Semester 1 (1)

29-11
Religiositas
Lumayan bisa, lah... Setidaknya 7 di tangan, sepertinya

Bahasa Indonesia
Bisa~ XD
Dan senang sekali saya karena kali ini ada bagian mengarang di esai..
Sesuatu yang tak pernah saya dapatkan sejak beberapa ulangan lalu..


30-11
PKn
Hmm... rada2 lupa..
Esai bisa, seh, kayaknya..

Sejarah
Mirip2 PKn..
Cuma ada 1 soal analisis yang tentunya saya ga tau apakah benar atau salah..
Ya, namanya juga analisis..


1-12
Fisika
PG yang lumayan mudah dan esai yang tidak terlalu mudah!
Terutama di nomor 2 dimana saya lupa rumusnya.. --a


2-12
Matematika
PG yang lumayan mudah dan esai yang tidak mudah!
Apalagi nomor 2... *lagi*
Sayangnya waktunya lumayan kurang dan saya lumayan menyesal karena menggunakan cara panjang untuk beberapa soal PG yang bisa diselesaikan dengan cara pendek..
Alhasil, ada beberapa soal yang tak sempat saya hitung..

Olahraga
Bisa lah kalo ini..