Langsung ke konten utama

Postingan

A Trip to China (8)-Shopping

Pagi-pagi, setelah makan pagi, kami berjalan kaki ke Luohu Shopping Mall yang terletak dekat hotel. Mungkin awalnya, kalau tak didelay, kami akan belanja di sini pada malam hari. Tapi, pagi itu, kami hanya punya waktu 1 jam untuk berbelanja. Kebetulan toko-toko tak banyak yang sudah buka, jadi kami kebanyakan berbelanja di lantai 1. Setelah itu kami makan siang lagi di restoran King Steak. Ini adalah makan siang terakhir kami bersama rombongan tur yang lain. Ah, ya, akhirnya saya tentu saja tak jadi memainkan piano putih itu... Bus pun berangkat, kali ini menuju bagian imigrasi yang merepotkan, karena harus menaikkan dan menurunkan koper berulang kali untuk diperiksa. Tempat terakhir yang kami kunjungi sebelum pulang ke Jakarta adalah bandara Hongkong. Kami diberi kesempatan untuk berbelanja di sana, kalau mau. Tapi sayangnya keluarga saya lupa membawa dollar Hongkong sehingga batallah acara berbelanja saya kali itu. Penerbangan dimulai sore hari, jadi saya bisa memotret awan pada saat...

A Trip to China (7)-White Piano

Seperti biasa pada pagi hari kami bangun dan sarapan di hotel. Setelah itu bus menuju danau Xiwu. Di sana kami berkeliling menggunakan perahu. Pemandangan di sana indah walau udaranya cukup dingin. Ada pemandangan danau dengan latar belakang pagoda dan juga dengan latar belakang kota. Ada juga 2 jembatan yang katanya terlihat patah saat musim dingin. Setelah berkeliling danau, kami menuju bus. Perjalanan menuju bus diwarnai pemandangan sangat indah di sebelah kiri maupun kanan. Naik bus, kami menuju kebun teh dan minum teh hijau kualitas A (kedua terbaik) dan kualitas Raja (terbaik, dimana Kaisar sering menggunakan teh kualitas ini untuk menjamu tamunya). Ternyata uap teh hijau sangat bagus untuk mata karena ada vitamin A di dalamnya. Kami juga mengetahui bahwa untuk membuat daun teh kering harus digoreng terlebih dahulu, dan digoreng dengan tangan. Jadi yang menggoreng harus benar-benar terlatih dan punya "tenaga dalam". Pulang dari sana, kami makan siang di Banana Leaf, res...

A Trip to China (6)-Three Kingdoms

Kami bangun pagi, dan sarapan di hotel. Setelah itu kami menuju kota Wuxi. Sampai di sana kami pergi ke kuil Sam Kok yang merupakan tempat syuting film Sam Kok, dan kata adik saya, settingnya mirip game Dynasty Warrior. Di sana terdapat pertunjukan berkuda yang disertai dengan akrobat. Selesai di sana, kami makan siang, lalu pergi ke pabrik poci di dekat sana. Ternyata poci itu harganya sangat mahal, dan unik karena dengan memencet gagangnya, teh bisa berhenti otomatis. Kami pergi ke kota Hangzhou dan pergi ke pagoda Liufeng. Kita dapat ke puncak pagoda hanya dengan menaiki eskalator dan lift. Udara di puncak sangat dingin, tapi pemandangannya sangat indah. Setelah itu kami makan di restoran dekat sana, lalu cepat-cepat menuju bus karena beberapa dari rombongan tur kami, salah satunya saya, akan menonton pertunjukan akrobat setempat. Sayangnya, kami terlambat 15 menit jadi tak sempat menyaksikan akrobat bagian awal. Setelah itu kami kembali ke hotel.

A Trip to China (5)-Rain, Rain!

Bangun pagi, kami makan pagi dan pergi ke pabrik mutiara. Berbeda dengan mutiara umumnya, mutiara ini dihasilkan kerang air tawar, jadi satu kerang bisa menghasilkan banyak mutiara. Sehabis itu kami ke kompleks toko untuk membeli oleh-oleh. Sayangnya waktunya hanya setengah jam, dan hujan turun deras, jadi oleh-oleh yang didapat pun tidak banyak. Saya juga kaget mengapa bisa hujan, padahal seharusnya sekarang musim panas. Dunia memang sudah terbalik... Setelah makan siang, kami pergi ke kota Suzhou. Disana kami ke Tiger's Hill untuk melihat pagoda miring. Di sini juga ada anak tangga panjang sebanyak (katanya) 100, tapi setelah saya hitung jumlahnya tidak 100. Pabrik sutra adalah tempat tujuan kami selanjutnya. Disana kami dapat melihat pembuatan sutra dari kepompong ulat sutra sampai menjadi kain yang halus. Setelah makan malam di dekat sana, kami menaiki perahu di sungai. Pemandangan disana indah, apalagi ada air terjun yang memancarkan lampu warna-warni. Pulang dari sana, kami b...

A Trip to China (4)-Shanghai Expo

Hari ini kami bangun jam 3 pagi. Untungnya keadaan di luar terlihat seperti jam 6 pagi, jadi tak masalah. Sarapan tak dilakukan di hotel, tapi dibungkus. Akibatnya, kami "hanya" mendapatkan sepotong roti dengan secuil ham, serta satu butir telur rebus ayam negeri (yang sayangnya tak setengah matang), buah, dan sebotol kecil air minum. Bus segera berangkat ke bandara Beijing. Setelah mengurus bawaan, tiket, dan sebagainya, kami menunggu pesawat. Pesawat pun akhirnya berangkat ke Shanghai. Di bandara Shanghai, kami mendapatkan tour guide lokal baru lagi yang akan mendampingi kami beberapa hari ini. Tour pun dimulai. Bus bergerak menuju pusat kota, dan terdapat bangunan-bangunan dengan bentuk menarik. Kami pun diajak ke sebuah tepian sungai (saya lupa namanya) dan di sana kami melihat-lihat pemandangan di seberang sungai. Ternyata kota Shanghai berdandan begitu cantiknya karena ada event besar yakni Shanghai Expo! Setelah makan, kami menuju wihara yang di dalamnya terdapat patun...

A Trip to China (3)-Peking Duck

Setelah bangun dan sarapan, kami langsung berangkat ke Tianmen Square dan Forbidden City. Kawasan ini sangat luas dan, kalau boleh dikatakan, isinya adalah lautan manusia. Kalau hilang di Forbidden City, saya jamin, pasti akan sangat susah ketemunya, karena pintu sebelah timur dan barat bentuknya identik, demikian pula pintu sebelah utara dan selatan. Katanya, dulu tempat ini dijadikan tempat tinggal kaisar. Di sini terdapat 9999,5 kamar yang sedianya diperuntukkan untuk selir-selir sang kaisar. (Untung virus HIV belum ditemukan ketika itu, kalau sekarang Kaisarnya begitu, mungkin tak ada yang mau menjadi selirnya ya...). Di akhir perjalanan ada taman yang luas dan cukup indah. Selesai berjalan selama kira-kira nyaris 3 jam, kami kembali ke bus dan menuju restoran untuk menyantap bebek peking. Bebek peking di sini sangat enak, apalagi kulitnya yang garing dipadukan dengan sausnya. Sayang porsinya sangat sedikit. Saya belum puas menyantap bebek peking, tapi kami harus segera menuju ke t...

A Trip to China (2)-Great Wall and Niao Chao!

Pagi-pagi kami bangun dan sarapan. Sarapan pagi ini sangat enak. Nasi goreng dengan telur dadar, serta ham, bacon, sosis, dan.... ayam goreng yang sangat mirip ayam goreng KFC! Selain itu ada juga croissant, sejumlah sayuran, dan jagung rebus (apa jagung rebus biasa dipakai untuk sarapan? Entahlah...). Setelah makan pagi, mandi, dan sebagainya, kami menuju bus dan berangkat. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah pabrik giok. Di sana kita bisa melihat batu giok yang mahal harganya, dan kalau punya uang, membelinya. Setelah dari pabrik giok, kami menuju ke Great Wall. Hari sebelumnya, sebelum pesawat mendarat di Beijing, saya sudah melihat Great Wall dari udara (kebetulan, selama perjalanan ke China ini, di pesawat saya selalu duduk dekat jendela). Tapi ternyata dari dekat Great Wall jauh lebih bagus lagi. Kalau kita bisa mencapai puncak Great Wall, kita bisa mendapatkan semacam medali yang, sayangnya, tidak gratis (harus membayar 20 yuan). Pulang dari Great Wall, kami makan di restor...