Langsung ke konten utama

Tes Masuk Atmajaya (2)

Ternyata di lantai 2 sudah ada banyak orang, dan saya bertemu mantan teman sekolah saya disana. Saya pun menuju ke depan ruangan tes saya, lalu membaca-baca lagi Biologi kelas 2 yang sebenarnya tak terlalu ada gunanya. Setelah beberapa lama, pintu ruangan tes mulai dibuka dan saya serta beberapa lainnya mulai masuk ke ruangan.
Ruangan tes itu lumayan dingin, tapi untung saya mendapat tempat cukup jauh dari AC. Dan pertama kali sebetulnya saya salah tempat, main duduk saja padahal itu tempat duduk orang. XD Tiba-tiba, saat saya baru masuk, saya mendengar bunyi sirene. Oh, ternyata itu suara bel. Sebenarnya saya sudah menduga, sih, mengingat saya pernah membacanya di blog orang entah siapa. Tapi tetap saja saya tak menyangka bahwa bunyinya persis sirene pemadam kebakaran (atau sirene ambulans? atau sirene mobil polisi? tak terlalu ingat juga saya... ah sudahlah itu tak penting).
Tes pertama adalah tes Biologi. Tes ini dikerjakan di LJK yang bulatannya lebih besar dari bulatan LJK pada umumnya (sekitar 1 mm lebih besar saya rasa, tapi sudahlah itu juga tak penting). Kertas soal Biologi persis seperti brosur catering atau semacamnya yang dicetak di kertas concorde. Kebetulan, waktu itu punya saya sudah ada isinya. Tapi berhubung saya orang yang jujur (?) maka saya melaporkannya ke pengawas bahwa kertas soal yang saya pegang itu sudah ada isinya (kalau dipikir-pikir sekarang, sayang juga ya... XP). Pengawas pun segera mengganti kertas soal dengan yang baru.
Tes Biologi itu lumayan gampang, cuma ada satu soal yang saya sungguh amat sangat menyesal sekali. Harusnya saya bisa soal itu, tapi karena kecerobohan saya jadi saya salah. Mohon maaf, saya tak bisa membocorkan soal itu, biarpun saya tadi sempat menulisnya tapi saya hapus lagi (penulis entri ini kok geje ya).
Selesai tes Biologi langsung dilanjutkan tes Bahasa Inggris. Kali ini bentuknya buku tipis seperti yang kita dapat kalau mau tes IQ. Isinya ada bacaan, ada grammar. Saya tak bisa membeberkan lebih jauh. Intinya, susah-susah gampang, atau gampang-gampang susah, sama saja lah. Tapi vocabnya tak susah-susah amat, kok. Setelah itu dilanjutkan istirahat 15 menit.
Tes berikutnya adalah TPA. TPA ini mirip sekali dengan tes IQ. Kuncinya kalau mau bisa mengerjakan: sering-sering saja isi TTS di koran-koran... Itu salah satu bentuk latihannya. Setelah itu di bagian belakang ada Matematika yang gampaaaanngg sekali (tidak lebay). Tanpa menghitung saja kita sudah bisa mengerjakannya (bagi yang sudah pernah mengerjakan pasti tahu maksud dari kalimat ini). Kebetulan saya punya waktu untuk mengecek lagi di bagian matematika gampang ini, dan sepertinya benar semua. -w-
Setelah istirahat 30 menit, dilanjutkan dengan tes terakhir yakni tes kepribadian. Tes ini terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah mengisi 76 pernyataan dengan benar atau salah, sesuai dengan kepribadian kita. Bagian kedua adalah Wartegg Test yakni mengisi 8 kotak dengan gambar-gambar, yang saya tak tahu apa maksudnya. Bagian ketiga adalah bagian yang paling saya sukai dari tiap tes semacam ini, yakni menciptakan OC alias menggambar orang lengkap dengan karakternya. Sedikit share, dalam waktu 6 bulan terakhir saya 3 kali ikut tes menciptakan OC (original character), dan 3 kali itu pula saya menciptakan 3 karakter yang sangat berbeda. Tes pertama, saya menggambar tokoh yang sudah pernah ada di novel saya, yakni Christin. Tes kedua, saya menggambar Claire Viannella, seorang dandere yang imut. Tes ketiga yang digunakan untuk tes masuk ini, saya menggambar Viana de la Rosa, putri kerajaan berumur 14 tahun yang sekilas mirip Kotobuki Tsumugi *plak*. Dan tentu saja karakter-karakter ini akan saya gunakan dalam karangan saya... XD

Komentar

Anonim mengatakan…
Biologi ya biologi manusia atau biologi yg di pelajaran kelas 1-3 sma ya kak?
Shiina Lee mengatakan…
biologi kelas 1-3 SMA :D
Anonim mengatakan…
Kak, memang mat nya di ujikan?

Trus mat nya bneran gampang atau susah kak?
Anonim mengatakan…
kak tesnya gaada kimia fisika untuk fk?
terus itu mat nya "gampang" atau gampang?

Postingan populer dari blog ini

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya...
Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan…

Junjou Romantica (Season 1 dan 2)

Sepertinya sudah lumayan lama saya tidak me-review anime, dan sekarang saya kembali akan me-review sebuah anime, kali ini dari genre yaoi/boy's love (BL).
Anime ini memang sudah lama (sekitar 2-3 tahun lalu), tapi saya baru menontonnya akhir-akhir ini karena baru sempat mendownload, dan juga saya baru mengenal yaoi sejak pertengahan 2008. Walau temanya yaoi, tapi menurut saya tak ditampilkan terlalu eksplisit seperti halnya anime yaoi pada umumnya. Jadi, yah... cocok untuk segala kalangan, asalkan tidak keberatan dengan tema BL, tentu saja.

Cerita dari anime ini berpusat pada 3 pasangan utama yang saling berkaitan satu sama lain, yakni:
1. Junjou Romantica:



Misaki Takahashi (mahasiswa tingkat pertama universitas Mitsuhashi jurusan ekonomi) dan Usami Akihiko (penulis novel yang terkenal, memenangkan penghargaan, namun sangat disayangkan (?) beberapa karya novelnya bertemakan BL). Misaki mendapatkan nilai yang jelek saat persiapan tes masuk Universitas Mitsuhashi, jadi Takahiro, kakak M…