Langsung ke konten utama

Negeri 5 Menara



Pengarang: Ahmad Fuadi
Penerbit: Gramedia
Tebal buku: 422 halaman
Tahun terbit: 2009

Alif Fikri, yang tinggal di Bayur, sebuah kampung kecil dekat Danau Maninjau, tamat dari SMP. Ia ingin sekali melanjutkan SMA ke SMA negeri ternama di Bukittinggi, seperti temannya sekaligus saingannya, Randai. Namun apa daya, ibunya menginginkan agar dia masuk pondok. Dia akhirnya mengikuti keinginan ibunya dengan masuk ke Pondok Madani (PM) yang terletak di Jawa Timur.
Di PM, Alif mendapat teman-teman yang menyenangkan, yaitu Raja yang berasal dari Medan, Said (Surabaya), Dulmajid (Sumenep), Atang (Bandung), dan Baso (Gowa). Mereka menamakan diri mereka Sahibul Menara, dikarenakan kebiasaan mereka yang suka berkumpul di bawah menara masjid. Bersama mereka menjalani kehidupan mereka di PM.
Dengan gaya penulisan mirip Totto-chan dan tema mirip dengan Laskar Pelangi, buku ini mengusung mantera "man jadda wajada", siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses.

Kelebihan: Gaya bahasa menarik, inti cerita bagus dan sangat mudah dimengerti. Ceritanya sederhana tapi sangat menyentuh. Patut dibaca, baik oleh umat Muslim maupun non-Muslim. Buku ini juga akan segera difilmkan, membuat saya tidak sabar menunggu filmnya.
Kekurangan: Ada beberapa kutipan bahasa Arab yang tidak diterjemahkan.

Nilai: 9,8/10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#NulisRandom2017 Day 21: Tour Singapore #2 (Part 1): Mendarat di Changi, Melihat Kehidupan Singapura, dan Menuju Marina Bay

Saya kembali ke Singapura tahun ini, tepatnya 25 Maret 2017. Rasanya sungguh menyenangkan, mengingat selama 2016 saya tidak kemanapun menggunakan pesawat. Penerbangan saya adalah salah satu yang terpagi hari itu. Penerbangan dengan Garuda Indonesia jam 6 pagi. Bahkan saat saya berangkat ke bandara pun langit masih gelap. Namun, jika sebelumnya saya berangkat ke Singapura, saya duduk di bangku terdepan dari kelas ekonomi yang berbatasan dengan kelas bisnis, yang lega untuk berselonjor kaki, di perjalanan kali ini saya tidak dapat bangku semacam itu sama sekali. Tapi tidak apa-apa, karena saat perjalanan pergi ke Singapura kali ini, saya akan menaiki pesawat yang cukup besar. Saya lupa tipenya apa, tapi konfigurasi bangkunya adalah 2-4-2. Biasanya, pesawat ke Singapura sepanjang yang saya naiki konfigurasinya adalah 3-3, sedangkan 2-4-2 atau 3-3-3 biasa saya naiki saat perjalanan yang agak jauh seperti ke China atau ke Korea Selatan. Jadi, saya cukup senang. Meskipun penerbangannya ...

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya... Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan...

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI.. Kenapa demikian? Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini.. Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya.. Sekian dan terima kasih