Langsung ke konten utama

Live In (7): Bye-bye, Jogja!

Pagi hari, kami pergi membeli oleh-oleh lagi. Sebelumnya kami membantu ibu angkat kami menggoreng tempe koro. Kemudian saya diantarkan ibu angkat saya ke kota Bantul untuk membeli oleh-oleh gudeg. Ternyata Bantul benar-benar kota sepeda! Mobil amat sangat jarang di sana, bahkan di depan lampu merah. Sepeda onthel dan motor sangat mendominasi.
Selesai dari sana, saya menunggu jam 12 siang, waktu ketika kami akan meninggalkan desa itu, dengan berbincang-bincang dengan ibu angkat saya.
Setelah makan siang, kami berfoto bersama untuk kenang-kenangan. Jam 12 siang kami ke rumah kepala desa dan berpamitan pada semuanya.
Menggunakan sepur mini, kami berkumpul di balai kelurahan. Setelah mengucapkan kata perpisahan, kami semua kembali ke bus masing-masing dan berangkat ke Malioboro. Di Malioboro, saya membeli beberapa barang. Tas laptop motif batik, sarung HP motif batik, coklat merek “Monggo” (ternyata 1 bungkusnya harganya mahal, Rp 20.700,00), dan juga… Mc Flurry. (Ini saya beli karena di Jakarta, McD sudah langka…)
Setelah menunggu 2 teman sebus kami yang tertinggal, bus pun akhirnya berangkat. Sekitar jam 8 malam, bus berhenti di rest area dan restoran. Kami pun makan sebentar, dan kemudian berangkat lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#NulisRandom2017 Day 21: Tour Singapore #2 (Part 1): Mendarat di Changi, Melihat Kehidupan Singapura, dan Menuju Marina Bay

Saya kembali ke Singapura tahun ini, tepatnya 25 Maret 2017. Rasanya sungguh menyenangkan, mengingat selama 2016 saya tidak kemanapun menggunakan pesawat. Penerbangan saya adalah salah satu yang terpagi hari itu. Penerbangan dengan Garuda Indonesia jam 6 pagi. Bahkan saat saya berangkat ke bandara pun langit masih gelap. Namun, jika sebelumnya saya berangkat ke Singapura, saya duduk di bangku terdepan dari kelas ekonomi yang berbatasan dengan kelas bisnis, yang lega untuk berselonjor kaki, di perjalanan kali ini saya tidak dapat bangku semacam itu sama sekali. Tapi tidak apa-apa, karena saat perjalanan pergi ke Singapura kali ini, saya akan menaiki pesawat yang cukup besar. Saya lupa tipenya apa, tapi konfigurasi bangkunya adalah 2-4-2. Biasanya, pesawat ke Singapura sepanjang yang saya naiki konfigurasinya adalah 3-3, sedangkan 2-4-2 atau 3-3-3 biasa saya naiki saat perjalanan yang agak jauh seperti ke China atau ke Korea Selatan. Jadi, saya cukup senang. Meskipun penerbangannya ...

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya... Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan...

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI.. Kenapa demikian? Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini.. Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya.. Sekian dan terima kasih