Langsung ke konten utama

Umineko no Naku Koro Ni



Banyak episode: 26
Opening: Katayoku no Tori-Akiko Shikata
Ending: La Divina Tragedia Makyoku-Jimang

Keluarga Ushiromiya mempunyai sebuah pulau pribadi bernama Rokken Island. Di pulau tersebut terdapat sebuah villa dan di sana dipercaya terdapat penyihir yang bernama Beatrice.
Suatu kali, Kinzo Ushiromiya, kepala keluarga Ushiromiya memanggil anggota keluarga yang lain untuk mengadakan pertemuan di pulau tersebut. Datanglah anggota keluarga Ushiromiya yang lainnya, yakni Hideyoshi dan Eva beserta anaknya George; Krauss dan Natsuhi beserta anaknya Jessica; Rudolf dan Kyrie bersama anaknya Battler; dan Rosa beserta anaknya Maria. Selain mereka, ada juga sejumlah pelayan, yaitu Kanon, Shannon, dan lainnya.
Battler, tokoh utama dalam cerita ini, tidak percaya akan adanya penyihir tersebut. Akhirnya, sang penyihir, Beatrice the Golden Witch, perlahan tapi pasti, mulai menunjukkan kalau dia itu ada, untuk membuat Battler percaya kalau dia ada. Beatrice mulai "membunuh" orang-orang di Rokken Island itu dengan cara mengenaskan, dan menerjunkan mereka semua ke dalam penyiksaan tiada akhir, sesuai dengan kutukan yang ada di depan lukisan Beatrice di villa tersebut. Namun, Battler tetap tak percaya kekuatan sihir, dan menantang Beatrice yang sudah menunjukkan "dirinya" di depan Battler untuk membuat sebuah "permainan", semacam pertarungan kata-kata.
Akankah semua kutukan ini berakhir, dan apakah Beatrice itu benar-benar ada?

Kelebihan: Seru, dan menyimpan penuh misteri. Akhirnya menggantung dan sangat bikin penasaran, tidak sabar menunggu season 2-nya...

Kekurangan: Ceritanya agak rumit dan lumayan butuh berpikir untuk mengerti cerita sebenarnya.

Nilai: 9/10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#NulisRandom2017 Day 21: Tour Singapore #2 (Part 1): Mendarat di Changi, Melihat Kehidupan Singapura, dan Menuju Marina Bay

Saya kembali ke Singapura tahun ini, tepatnya 25 Maret 2017. Rasanya sungguh menyenangkan, mengingat selama 2016 saya tidak kemanapun menggunakan pesawat. Penerbangan saya adalah salah satu yang terpagi hari itu. Penerbangan dengan Garuda Indonesia jam 6 pagi. Bahkan saat saya berangkat ke bandara pun langit masih gelap. Namun, jika sebelumnya saya berangkat ke Singapura, saya duduk di bangku terdepan dari kelas ekonomi yang berbatasan dengan kelas bisnis, yang lega untuk berselonjor kaki, di perjalanan kali ini saya tidak dapat bangku semacam itu sama sekali. Tapi tidak apa-apa, karena saat perjalanan pergi ke Singapura kali ini, saya akan menaiki pesawat yang cukup besar. Saya lupa tipenya apa, tapi konfigurasi bangkunya adalah 2-4-2. Biasanya, pesawat ke Singapura sepanjang yang saya naiki konfigurasinya adalah 3-3, sedangkan 2-4-2 atau 3-3-3 biasa saya naiki saat perjalanan yang agak jauh seperti ke China atau ke Korea Selatan. Jadi, saya cukup senang. Meskipun penerbangannya ...

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya... Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan...

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI.. Kenapa demikian? Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini.. Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya.. Sekian dan terima kasih