Langsung ke konten utama

Postingan

Kartinian: Hubungannya dengan Nasionalisme, Apa?

Sekarang mari kita mengaitkannya dengan nasionalisme.. Kalau di sekolah saya, bisa dibilang, sejak pergantian ketua OSIS yang baru, sekolah yang tadinya kurang nasionalis menjadi ke arah yang lebih nasionalis. Nantinya juga bahkan ada acara memperingati Hardiknas, bazaar sekolah bertemakan nasionalisme, dan lain sebagainya. (Semoga ke depannya murid-muridnya lebih nasionalis... Jujur saya agak kecewa melihat hasil survey di entri lama yang agak mengecewakan, karena responden yang menjawab jawaban yang tidak nasionalis kebanyakan dari sekolah saya.. T_T) Kalau dari sekolah teman saya itu? Saya rasa, yang seperti sekolah teman saya itu bukan hanya sekolah dia saja. Walau dia orangnya nasionalis, tapi sayangnya mayoritas orang di sekolahnya tidak nasionalis. 1 berbanding sekian, tentu saja dia kalah. Saya juga pernah menemui anak-anak dari sekolah internasional yang mengejek temannya yang menggunakan istilah bahasa Indonesia untuk istilah percakapan yang biasanya diucapkan dalam bahasa In...

Kartinian: Kalau di Sekolah Saya, Sih...

Tadi ada perayaan Kartini juga di sekolah saya. (Tumben, soalnya katanya tak ada perayaan hari Kartini di sekolah saya setidaknya sejak 20-an tahun terakhir) Tapi karena kamera saya disita, dan HP saya sedang dibetulkan, jadi tidak ada foto... Perayaan Kartini kali ini, semua murid, guru, karyawan sekolah, sampai kepala sekolah (semuanya pokoknya, kecuali cleaning service) memakai baju daerah. Tak boleh pakai batik, harus baju daerah, meski pada nyatanya ada beberapa yang berbatik. Saya sendiri memakai pakaian yang (katanya) dari daerah Minang. (Tapi perasaan beda deh, masa baju Minang yang saya pakai? Seingat saya baju Minang tak seperti yang saya pakai hari ini...) Sebagian besar murid memakai kebaya, dan sebagian besar lagi memakai baju dari suku Dayak. Sisanya, macam-macam. Bahkan ada satu kelas yang murid-muridnya semuanya kompakan memakai baju Minang XD (membuat saya jadi kangen mau ke Padang lagi... gimana kabarnya ya? Setelah keluarga saya yang disana semua pindah ke Jakarta ga...

Kartinian: Pengalaman Teman Saya di Sekolahnya yang TIDAK Nasionalis!

Di salah satu blog lama saya, dan beberapa entri lama saya, saya beberapa kali menampilkan artikel tentang keprihatinan yang dihadapi bangsa ini. (Kalau mau lihat, silakan ubek-ubek blog ini, karena saya lupa nulisnya kapan, udah lama pokoknya XD) Sekarang, setelah sekian lama tak menulis, kini saya mencoba menulis entri yang sejenis lagi. Salah seorang teman saya bercerita kepada saya tentang perayaan hari Kartini di sekolahnya. Dia bilang, tak ada perayaan yang istimewa, hanya kunjungan ke panti asuhan. (Saya berpikir, apa hubungannya Kartini sama panti asuhan coba? Harusnya sih lebih tepatnya mengunjungi sekolah-sekolah di bawah kolong jembatan atau menemui beberapa "perempuan perkasa" seperti polwan atau petugas pemadam kebakaran wanita, mungkin?) Namun, yang lebih membuat saya bingung adalah, di kunjungan itu, bukannya menyanyikan lagu nasional seperti "Ibu Kita Kartini, atau lagu anak-anak Indonesia seperti "Balonku" dan semacamnya, mereka malah menyanyik...

Next Project

Saat ini saya sedang merencanakan proyek-proyek baru yang akan saya laksanakan selanjutnya, setelah proyek besar-besaran blog ini dianggap selesai... XD Tentu saja tidak urut... : 1. Menggambar chibi Durarara.. manually.. dan chibi Shinra Kishitani (my fave chara @ Durarara), with Photoshop... Sebenarnya mau menggambar chibi juga dari Baka Test to Shokanju, tapi susah... (rambutnya itu loh...) Mau menggambar chibi Nyan Koi dan Hanamaru Youchien, tapi animenya sudah selesai jadi yah... Dan mau gambar dari K-ON tapi sayang sekali diriku tidak pandai dalam menggambar alat musik... 2. Menulis cerpen-cerpen bertema fantasi atau remake dari legenda/cerita fantasi untuk membuat antologi, bersama 2 teman saya.. Doakan semoga bisa diterbitkan ya~ 3. Merevisi novel sangat amat panjang yang saya ceritakan di entri sebelumnya! Gara-gara menulis entri sebelum ini, saya jadi terpikir untuk membaca ulang novel amat sangat panjang itu (kebetulan masih saya simpan), dan merevisinya.. 4. Melanjutkan nov...

Cinta Pertama dan Terakhir

Banyak yang sudah membaca cerita ini, terutama lewat buku terbitan Gagas Media yang berjudul Magic Box. (promosi?) Ya, memang ini adalah judul cerpen karangan saya yang dimuat di buku itu... Dan banyak respon positif yang saya dapatkan atas penulisan salah satu cerpen saya ini. Mulai dari "Ini cerpen yang paling saya suka di Magic Box!", "Cerpen kamu alurnya jelas dan masuk akal," dan seterusnya. (Ini tak bermaksud sombong, loh, ya) Tapi ada pula yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, seperti "Apakah cerpen kamu itu diambil dari kisah nyatamu?", "Apa tokoh utama dalam cerpen itu merupakan cerminan dari dirimu sendiri?", dan lainnya. Berikut akan saya paparkan sedikit behind the scene dari cerpen tersebut (?) Cerpen itu saya buat pada kelas 3 SMP, sekitar akhir Februari, tepatnya. Waktu itu, saya,yang mengikuti Coaching Cerpen Kawanku, diberikan tugas membuat cerpen dari film bisu berjudul "Paris, I Love You" (kalau ga salah, itu juduln...

Ways to Live Forever

Pengarang: Sally Nichols Penerbit: Gramedia Sam adalah penderita leukemia lymphoblastic akut yang baru berusia 11 tahun. Bagi penderita penyakit parah seperti dia, umurnya tentu tidak akan panjang. Namun, di tengah kebimbangannya menghadapi kematian, ia bersama temannya, Felix, yang juga menderita kanker, bersama-sama mencari fakta-fakta yang menarik, yang sekaligus unik. Bersama-sama mereka menemukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab, khusunya akan kematian. Kelebihan: isinya sangat bagus, membuat kita lebih menyadari arti kehidupan dan mensyukuri kehidupan kita. Satu hal yang paling saya suka adalah, di buku ini terdapat scanan tulisan tangan dalam bahasa Indonesia, menceritakan tentang hal-hal yang dicatat Sam di bukunya mengenai fakta dan pertanyaannya. Dan tulisan tangan itu, entah kenapa, mirip sekali dengan tulisan tangan di versi aslinya. Entah kenapa. Kekurangan: akhirnya agak membingungkan... Bahasanya juga sedikit kaku, tidak seperti bahasa anak umur 11 t...

UVERWorld-Last

My First Impression: ditulis langsung sambil mendengar lagu-lagunya untuk pertama kalinya Dilihat dari judulnya apakah ini merupakan album terakhir UVERworld? (Last bisa berarti terakhir, kan?) Semoga saja tidak.. Seperti review album yang sebelumnya, karena ini album berbahasa Jepang dan pengetahuan bahasa Jepang saya rendah, jadi saya hanya menilai dari musiknya... 1. GOLD Musiknya agak berbeda dengan lagu-lagu UVERworld biasa, begitu pula dengan cara nge-rapnya. Lumayan keren dan bagus sebagai pembuka XD 2. world LOST world Awalnya vokal saja, tapi kemudian mengingatkan saya pada... earthy world. Bukan cuma judulnya yang mirip (ada kata worldnya), tapi musiknya juga rada mirip. Sama-sama cocok jadi lagu anime... entah opening entah ending XD tapi lebih cocok jadi opening sepertinya.. 3.スパルタ Entah kenapa musiknya khas banget sepertinya. Temponya membuat semangat.. hahaha.. 4.心とココロ Kok saya mendengarkan ini jadi teringat Mikageishi ya? Lagunya rada mirip Mikageishi sih.. Tapi saya leb...