Langsung ke konten utama

Mengenang Preklinik FK Atmajaya (1): Problem Based Learning dan Skill Lab

Dikarenakan traffic blog saya terhadap keyword "FK Atmajaya" cukup tinggi, akhirnya saya iseng bikin ginian. Lumayan untuk mengenang masa preklinik berhubung saya hampir menyelesaikannya.
Jadi, di FK Atma itu selain ada kuliah biasa, juga ada Problem Based Learning(PBL) dan Skill Lab (SL). Apakah itu?
PBL, atau mungkin di tempat lain disebut diskusi atau tutorial, adalah suatu studi kasus yang dilakukan secara berkelompok. Di FK Atma, PBL menggunakan metode seven steps dan terdiri atas 2 kali pertemuan, dengan rincian:
Pertemuan 1:
1. Klarifikasi istilah yang kurang jelas atau kurang dimengerti
2. Menentukan masalah dalam skenario
3. Brainstorming untuk menjawab masalah menggunakan prior knowledge
4. Diskusi terhadap hasil brainstorming dan membuat skema diskusi hari itu
5. Menentukan learning objective, yaitu apa yang harus dipelajari lagi hari itu dan untuk pertemuan 2
Pertemuan 2:
6. Belajar mandiri
7. Memaparkan hasil yang sudah dipelajari dari belajar mandiri sebelum pertemuan 2
Dalam PBL, 1 kelompok terdiri atas 11-15 orang dan dibagi dalam 16 kelompok. Kelompok ini diacak tiap semesternya. Jadi berharaplah mendapat teman sesuai keinginanmu.
PBL asalah kegiatan yang wajib dihadiri, dan semua anggota wajib aktif. Setidaknya tiap step berpartisipasi dan disesuaikan dengan skenario. Jadi ngomongnya gak ngawur-ngawur amat.
Penilaian tergantung dosen, ada dosen yang menilai menurut berapa kali seorang ngomong dalam 1 PBL, ada dosen yang ngomong secukupnya tak apa asal sesuai skenario, dsb. Tergantung nanti dapat dosen yang mana. Yang penting aktif saja, karena nilai PBL kita harus >45.
Sedangkan SL adalah latihan keterampilan kedokteran. Latihan ini diadakan di ruangan kecil berisi tempat tidur pasien dan beberapa kursi dan meja, dimana dilakukan dengan teman sekelompok PBL dan seorang tutor. SL juga terdiri atas 2 pertemuan. Pertemuan 1, tutor akan memperagakan cara melakukan skill yang diajarkan pada hari itu, dan pada pertemuan 2 kita melakukan skill yang diajarkan, entah pada teman sekelompok, pada manekin, atau pada pasien simulasi. Setiap skill akan diberikan checklist. Cara paling aman adalah mengikuti checklist sebaik-baiknya. Namun untuk prakteknya, kadang ada beberapa skill yang tak harus sesuai urutan. Yang penting semuanya dilakukan dengan sempurna.
Di angkatan saya, SL tidak dinilai. Tapi, di angkatan 2012 dan seterusnya, SL dinilai. Jadi, persiapkan diri untuk pertemuan 2 dengan baik, ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#NulisRandom2017 Day 21: Tour Singapore #2 (Part 1): Mendarat di Changi, Melihat Kehidupan Singapura, dan Menuju Marina Bay

Saya kembali ke Singapura tahun ini, tepatnya 25 Maret 2017. Rasanya sungguh menyenangkan, mengingat selama 2016 saya tidak kemanapun menggunakan pesawat. Penerbangan saya adalah salah satu yang terpagi hari itu. Penerbangan dengan Garuda Indonesia jam 6 pagi. Bahkan saat saya berangkat ke bandara pun langit masih gelap. Namun, jika sebelumnya saya berangkat ke Singapura, saya duduk di bangku terdepan dari kelas ekonomi yang berbatasan dengan kelas bisnis, yang lega untuk berselonjor kaki, di perjalanan kali ini saya tidak dapat bangku semacam itu sama sekali. Tapi tidak apa-apa, karena saat perjalanan pergi ke Singapura kali ini, saya akan menaiki pesawat yang cukup besar. Saya lupa tipenya apa, tapi konfigurasi bangkunya adalah 2-4-2. Biasanya, pesawat ke Singapura sepanjang yang saya naiki konfigurasinya adalah 3-3, sedangkan 2-4-2 atau 3-3-3 biasa saya naiki saat perjalanan yang agak jauh seperti ke China atau ke Korea Selatan. Jadi, saya cukup senang. Meskipun penerbangannya ...

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI.. Kenapa demikian? Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini.. Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya.. Sekian dan terima kasih

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya... Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan...