Langsung ke konten utama

Mari Berkirim Surat!



Sudah lama saya tidak menulis post opini seperti ini, sejak blog ini diisi curhat (?) tak jelas, resensi anime, buku, dan sebagainya...
Kali ini kita akan membahas tentang kantor pos.
Sebagai orang yang bersekolah di sebelah kantor pos, dan tinggal di dekat kantor pos pula, tentunya saya sering mengunjungi kantor pos, dari sekadar melihat-lihat, bermain di warnet di sana (dulu, sebelum wi-fi sekolah gratis), membeli pulsa, sampai melakukan tujuan utama, yakni berkirim surat. Saya sering melihat kantor pos yang dulu lumayan ramai oleh orang yang, entah membayar tagihan, mengirimkan bingkisan untuk kerabatnya, sampai hanya sekadar duduk dan ngobrol tak jelas, makin lama makin sepi. Yah, mungkin tak terlalu terasa bagi saya karena saya mengunjungi kantor pos pusat, tapi dampaknya pasti lumayan terasa di kantor pos daerah seperti yang di dekat rumah saya. Terutama pada musim Lebaran, kantor pos memang lumayan ramai oleh pengirim yang ingin mengirimkan kartu ucapan Lebaran. Akan tetapi, sayangnya, sebagian besar dari mereka mungkin berasal dari perusahaan-perusahaan yang mengirimkan kartu Lebaran ke customer yang merayakannya.
Zaman memang telah berganti. Zaman dulu, bahkan hingga saya SMP, masih ada rubrik sahabat pena di majalah-majalah, dan saya pun salah satu yang pernah menjalaninya. Rasanya sangat senang jika sahabat pena kita ternyata orang yang merupakan temannya teman kita. Sekarang, dunia semakin sempit dengan adanya situs-situs jejaring sosial. Rasanya fenomena "teman dunia maya kita ternyata adalah temannya teman dunia nyata kita" sudah lumayan biasa terjadi. Tak ada lagi sesuatu yang menjadi esensi kejutan sebuah surat.
Padahal, surat memiliki esensi tersendiri. Rasa kejutan saat membukanya, itu yang paling berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#NulisRandom2017 Day 21: Tour Singapore #2 (Part 1): Mendarat di Changi, Melihat Kehidupan Singapura, dan Menuju Marina Bay

Saya kembali ke Singapura tahun ini, tepatnya 25 Maret 2017. Rasanya sungguh menyenangkan, mengingat selama 2016 saya tidak kemanapun menggunakan pesawat. Penerbangan saya adalah salah satu yang terpagi hari itu. Penerbangan dengan Garuda Indonesia jam 6 pagi. Bahkan saat saya berangkat ke bandara pun langit masih gelap. Namun, jika sebelumnya saya berangkat ke Singapura, saya duduk di bangku terdepan dari kelas ekonomi yang berbatasan dengan kelas bisnis, yang lega untuk berselonjor kaki, di perjalanan kali ini saya tidak dapat bangku semacam itu sama sekali. Tapi tidak apa-apa, karena saat perjalanan pergi ke Singapura kali ini, saya akan menaiki pesawat yang cukup besar. Saya lupa tipenya apa, tapi konfigurasi bangkunya adalah 2-4-2. Biasanya, pesawat ke Singapura sepanjang yang saya naiki konfigurasinya adalah 3-3, sedangkan 2-4-2 atau 3-3-3 biasa saya naiki saat perjalanan yang agak jauh seperti ke China atau ke Korea Selatan. Jadi, saya cukup senang. Meskipun penerbangannya ...

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya... Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan...

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI.. Kenapa demikian? Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini.. Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya.. Sekian dan terima kasih