Langsung ke konten utama

Quarter Life Dilemma (Dilema Seorang Ine)



Pengarang: Primadonna Angela
Penerbit: Gramedia
Tebal: 317 halaman

Ine adalah seorang creative director di perusahaannya. Kariernya cemerlang. Penampilannya cantik sehingga ia bisa mendapatkan cowok kapanpun ia mau. Banyak kelebihan Ine yang tak dimiliki orang lain, membuat orang-orang iri padanya. Tapi ia merasa belum cukup bahagia. Ia bertanya-tanya apa yang membuatnya tak bahagia itu. Apa karena melihat kehidupan rumah tangga Belinda, sahabatnya, yang bahagia?
Kehidupan Ine kadang penuh dilema. Mulai dari yang sederhana, sampai yang rumit, yaitu ketika ia harus memilih mau menunggui sahabatnya yang akan melahirkan, atau di saat yang sama, ia harus melepaskan kariernya yang cemerlang.

Kelebihan: Ceritanya mudah dimengerti dan bahasanya enak dibaca. Judul tiap chapternya kreatif; memakai pertanyaan ataupun pernyataan yang mengandung dilema. Endingnya juga tak terlalu mudah ditebak.
Kekurangan: Ada bagian cerita yang tidak jelas maksudnya. Misalnya, ketika Ine di Kinokuniya, ia melihat ada sekelompok orang sedang gathering forum animanga. Tapi ternyata sekelompok orang itu membicarakan Dragonlance, sebuah novel fantasi.

Nilai: 8/10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#NulisRandom2017 Day 21: Tour Singapore #2 (Part 1): Mendarat di Changi, Melihat Kehidupan Singapura, dan Menuju Marina Bay

Saya kembali ke Singapura tahun ini, tepatnya 25 Maret 2017. Rasanya sungguh menyenangkan, mengingat selama 2016 saya tidak kemanapun menggunakan pesawat. Penerbangan saya adalah salah satu yang terpagi hari itu. Penerbangan dengan Garuda Indonesia jam 6 pagi. Bahkan saat saya berangkat ke bandara pun langit masih gelap. Namun, jika sebelumnya saya berangkat ke Singapura, saya duduk di bangku terdepan dari kelas ekonomi yang berbatasan dengan kelas bisnis, yang lega untuk berselonjor kaki, di perjalanan kali ini saya tidak dapat bangku semacam itu sama sekali. Tapi tidak apa-apa, karena saat perjalanan pergi ke Singapura kali ini, saya akan menaiki pesawat yang cukup besar. Saya lupa tipenya apa, tapi konfigurasi bangkunya adalah 2-4-2. Biasanya, pesawat ke Singapura sepanjang yang saya naiki konfigurasinya adalah 3-3, sedangkan 2-4-2 atau 3-3-3 biasa saya naiki saat perjalanan yang agak jauh seperti ke China atau ke Korea Selatan. Jadi, saya cukup senang. Meskipun penerbangannya ...

Tes Masuk Atmajaya (1)

Daripada freak dengan bilang "saya ikut tes masuk universitas berinisial A" yang sok-sokan disensor, mending saya langsung beberkan saja nama universitasnya, ya... Jadi, pada tanggal 21 November yang lalu, dengan merelakan batalnya photo session dan tidak hadirnya saya ke UNJ (dimana semua forum yang saya ikuti mengadakan gath disana) juga kerja kelompok sekolah, saya mengikuti tes masuk universitas yang punya 2 tempat (satu di sebelah Plaza Semanggi dan satunya lagi di seberang Emporium Pluit) selain di Jogjakarta ini. Karena dalam pikiran saya sudah penuh dengan kata-kata seperti "Kalo ga lulus tes ini, kamu ga bisa ikut bonenkai di RRI tanggal 12 Desember karena harus ikut tes FKG Trisakti" maka saya memutuskan agar meluluskan tes ini. Lagipula, saya sudah punya tekad, kalau saya diterima di suatu universitas, saya akan menjadi anggota klub jejepangan di sana dan menjadi panitia J-event. Dulu Atmajaya pernah mengadakan J-event, jadi tugas saya adalah menghidupkan...

Bingung mau tulis di mana

OK, karena takut trit saya dihapus lagi jadi mending tulis di sini aja Jadi sekarang saya memutuskan untuk keluar dari salah satu forum yang pernah saya ikuti yaitu YI.. Kenapa demikian? Karena ada ketidakadilan yang terjadi di sana, yang tentunya saya tidak bisa ceritakan di sini.. Untuk pesan-pesan dengan terpaksa tidak bisa dikirimkan karena tidak mau membuat orang itu dan pengikut2nya berbuat tidak adil lagi pada saya.. Sekian dan terima kasih