Langsung ke konten utama

Postingan

#NulisRandom2017 Day 30: Akankah Berakhir di Sini?

Akhirnya sampai juga saya di entri ke-30, yang merupakan entri terakhir dari #nulisrandom2017. Jujur, walau pada awalnya saya berharap dapat menulis tiap hari, namun pelaksanaannya meleset dari bayangan saya.Pada entri-entri awal, saya masih dapat "menabung" entri untuk di-publish di hari berikutnya. Namun, seiring dengan bertambahnya kesibukan saya, ada beberapa entri yang harus dikejar untuk ditulis di 1 hari yang sama. Belum lagi saya sempat sakit (saat menulis entri ini pun sebenarnya saya tidak 100% sehat), membuat entri yang ada terpaksa mundur dari jadwal yang seharusnya. Untunglah hari ini semua terkejar.Sebenarnya, meski namanya #nulisrandom, tapi saya tidak 100% menulis secara "random" dalam pelaksanaannya. Apa yang saya tulis sebagian adalah hal yang memang saya ingin tulis selama 2 tahun belakangan, ketika blog saya (tempat saya menulis entri-entri #nulisrandom2017 ini) sedang hiatus. Walaupun demikian, saya tetap bersyukur bisa ikut serta dalam program…
Postingan terbaru

#NulisRandom2017 Day 29: Proyek dan Resolusi Saya yang Belum Kesampaian (2)

Lanjut ke entri berikutnya.4. Menerbitkan fiksi (lagi)
Sudah lama sekali waktu berlalu sejak saya terakhir kali menerbitkan fiksi, yaitu saat naskah saya terpilih masuk suatu project pertama dari Nulisbuku. Karenanya, semoga saya bisa menerbitkan fiksi lagi. Mulai dari menulis fiksi dulu.5. Aktif di blog atau vlog
Ini akan dibahas lebih lanjut pada entri ke-30 nanti. Berkat adanya proyek #nulisrandom2017 ini, saya jadi lebih termotivasi nge-blog lagi. Atau malah ke depannya membuat vlog? Mungkin tentang makanan, mungkim juga tentang hal random seperti di blog ini.6. Bermain piano kembali
Saya pernah belajar piano sekitar 10 tahun lalu, dan mulai jarang bermain setelah itu. Tapi, dalam hati saya, saya ingin belajar piano lagi secara otodidak memainkan lagu yang saya suka.7. Resolusi jangka pendek: mendapat gelar dokter, ASAP!
Yah, ini resolusi jangka pendek saya yang selalu ada dalam tiap doa saya. Saya ingin segera melewati kepaniteraan, lalu melewati UKMPPD dan sumpah dokter secepatn…

#NulisRandom2017 Day 26: Jatuh Cinta pada Xiaomi

Mungkin saya pernah menulis tentang ini. Tapi, biarlah saya tulis ulang dengan update lebih lanjut, 2 tahun kemudian.Saya awalnya tidak pernah suka pada HP buatan negeri Panda, RRC. Maklum, saat saya berpendapat seperti itu, merk seperti Blackberry, Apple, dan Samsung mendominasi pasar ponsel. Merk HP Cina dianggap murahan dan rendah, dan memang sebagian besar diperuntukkan untuk low-end. Ada HP yang cukup dikenal, HTC, tapi itupun buatan Taiwan, bukan Cina atau RRC.Sampai akhirnya saya mengenal sebuah merk: Xiaomi. Merk ini pertama kali saya ketahui di Lazada, dan mengeluarkan varian HP yang pertama: Redmi 1S. HP ini dijual lewat flash sale, yaitu metode dimana HP ini dijual pada saat tertentu saja, dan dalam beberapa menit sudah habis terjual. Saya jadi penasaran, apa sih istimewanya HP Xiaomi ini?Saya pun browsing mengenai Xiaomi. Dari sana saya mendapatkan bahwa HP ini cukup menarik. Harga hanya 1,5 juta namun spesifikasi di atas HP lain dengan harga segitu.Singkat cerita, di flas…

#NulisRandom2017 Day 27: Nanoblock, Si Kecil yang Bikin Ketagihan

Siapa yang saat kecil, atau bahkan sampai sekarang, senang bermain Lego? Saya yakin banyak yang menyukainya. Mainan berupa balok-balok yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk bangun tertentu tersebut memang mengasyikkan. Namun, apakah kalian mengetahui soal nanoblock?Nanoblock pertama kali diperkenalkan pada saya saat siklus Radiologi. Saya memang cukup menyukai crafting walau tak terlalu telaten, dan suka figur-figur lucu. Salah satu junior saya yang menjadi teman saya, menunjukkan sebuah akun Instagram yang berisi foto-foto nanoblock berbagai model dan ukuran. Sangat unik dan lucu. Jadi, nanoblock ini adalah semacam Lego tapi ukurannya lebih kecil. Ada berbagai model yang dapat disusun. Karena ukurannya kecil, jadi lebih mudah menaruhnya di rumah dan cukup dapat dikoleksi.Nanoblock asli dijual dengan harga mulai 100 ribuan rupiah. Namun, nanoblock palsu pun banyak tersedia dengan harga mulai 40 ribuan rupiah. Perbedaannya adalah selain dari harga, juga dari tingkat kemudahan d…

#NulisRandom2017 Day 28: Proyek dan Resolusi Saya yang Belum Kesampaian (1)

Saya memiliki beberapa proyek dan resolusi yang biasa saya lakukan berkaitan dengan hal yang saya senangi, maupun apa yang ingin saya lakukan ke depannya setelah saya lulus nanti. Semoga ini bisa menjadi catatan pribadi bagi saya:1. Membuka usaha sendiri
Hal ini sebenarnya sudah saya inginkan sejak lama. Usaha sendiri yang tidak hanya seputar cosplay saja, tapi juga di bidang kuliner. Saat ini saya sedang mencoba mendaftar ke jasa antar online. Doakan saja, ya!2. Kerja freelance
Sambil menunggu UKMPPD dan internship, tidak ada salahnya bekerja freelance. Saya masih bingung juga mau bekerja apa, tapi kemungkinan antara menjadi asisten penelitian ataupun malah menjadi content writer maupun desainer freelance.3. Internship di tempat yang diinginkan
Sebetulnya saya mau-mau saja internship di kota yang tak terlalu kecil namun bukan kota besar juga, tapi ada beberapa yang mungkin jadi pertimbangan saya:
-Sukabumi: tak terlalu jauh dari Jakarta, sudah tahu mau tinggal di mana, dan sudah fami…

#NulisRandom2017 Day 25: Tour Singapore #2 (Part 5 - END) : Pameran Nanoblock Indonesia di Changi, Bikin Kangen Kampung Halaman

Sampai juga di hari kelima! Saatnya kembali ke Jakarta! Setelah check out dari hotel, kami bersiap untuk berangkat ke bandara Changi. Penerbangan saat itu cukup malam, tapi kami sudah check out sejak jam 10 pagi. Tapi, seperti biasa, kami bisa bermain di bandara dulu.

MRT dari hotel menuju Changi Airport
Changi, kami datang lagi!
Selalu ada saja objekan di Changi. Saat itu, ada pameran nanoblock bertemakan Indonesia, dan juga ada paviliun Indonesia dimana di sana kita bisa belajar mengenal kebudayaan Indonesia. Bagus sekali untuk mengenalkan pariwisata Indonesia.
Candi Borobudur, Jawa Tengah
Kue-kue tradisional Indonesia
Pura Ulun Danu, Bali
Rumah gadang, Padang

Rumah tongkonan, Tana Toraja
Jembatan Ampera, Palembang
Monumen Nasional, Jakarta

Paviliun Indonesia
Setelah melihat pameran nanoblock, kami sempat berkeliling sejenak ke terminal-terminal lain di Changi. Kami melihat terminal check in untuk low cost carrier, terminal kedatangan, dan sebagainya. Kami juga sempat membeli oleh-oleh lagi. …

#NulisRandom2017 Day 24: Tour Singapore #2 (Part 4): Menuju Jurong, Lalu Perbatasan Malaysia dan Singapura, Kemudian Berakhir di Orchard Road

Hari ini kami keliling-keliling lagi melihat Singapore dari tempat yang tiket kereta atau busnya biasanya agak "mahal". Maklum, sudah ada Singapore Tourist Pass. Hari itu, kami memutuskan pergi ke Jurong. Menurut kenalan ibu saya, Jurong ini banyak barang-barang murahnya. Tapi, saya juga tak tahu di mana tempat barang murah tersebut. (Belakangan, ketika saya menulis artikel ini, saya mencari-cari lebih lanjut di mana tempat barang murah di Jurong. Dan ternyata, ada di mal yang terletak di dekat tempat saya berkunjung saat ke Jurong. IMM nama mal itu, sedangkan saya ke Westgate).

Sepanjang perjalanan ke Jurong, saya menemukan banyak hal menarik. Tidak seperti halte MRT yang saya naiki sebelumnya (kecuali saat perjalanan ke Changi), MRT ke Jurong ini tidak terletak di bawah tanah, melainkan ada rel khusus di atas tanah seperti layaknya beberapa jalur kereta commuter line di Jakarta. Jadi, sambil naik MRT, saya bisa melihat-lihat pemandangan kota Singapura.
NTU Alumni Club. Di b…